Peristiwa - Daerah

Dewan Guru Besar UGM Desak DPR dan Pemerintah Hentikan Pembahasan Revisi UU KPK

Minggu, 15 September 2019 - 17:04 | 374.72k
Dewan Guru Besar UGM Desak DPR dan Pemerintah Hentikan Pembahasan Revisi UU KPK
Anggota Dewan Guru Besar UGM bersama civitas akademika UGM lain menggelar aksi mendesak DPR dan pemerintah agar menghentikan pembahasan revisi UU KPK. (FOTO: Istimewa/TIMES Indonesia)
Pewarta: Ahmad Tulung | Editor: Wahyu Nurdiyanto

TIMESINDONESIA, YOGYAKARTA – Gelombang aksi penolakan revisi UU KPK terus menggelinding. Di Yogyakarta, giliran anggota Dewan Guru Besar UGM yang menggelar aksi mendesak DPR RI dan pemerintah agar menghentikan pembahasan revisi UU KPK, Mingu (15/9/2019).

Aksi yang di pusatkan di Balairung Kampus UGM tersebut juga diikuti para doktor, organisasi kemahasiswaan, dan berbagai unsur yang ada dilingkungan kampus tertua di Yogyakarta ini.

Massa menilai prosedur dan substansi yang akan direvisi terkesan dipaksankan sehingga berpotensi meruntuhkan sensi-sendi demokrasi dan melanggar amanah reformasi dan amanat konstitusi.

“Kita meminta pemerintah dan DPR menghentikan pembahasan RUU KPK,” kata Ketua Dewan Guru Besar UGM, Prof Koentjoro mewakili civitas akademika dalam membacakan pernyataan sikap di halaman Balairung, Kampus UGM.

Dalam aksi itu, ada lima butir pernyataan sikap. Pertama, civitas akademika UGM mendesak dan menolak segala tindakan upaya pelemahan terhadap KPK, DPR dan pemerintah mengevaluasi RUU KPK yang melemahkan gerakan anti korupsi, dan mengembalikan semangat kembali ke rela demoktasi sesuai dengan amanag reformasi dan amanah konstitusi.

Menurutnya, pengajuan revisi UU KPK tidak mengikuti prosedur legislasi. Sehingga, terlihat jelas ada kesan upaya sistemastis untuk melemahkan KPK dan ingin melemahkan gerakan antikorupsi di tanah air.

“Upaya ini harus dihentikan. Rakyat Indonesia harus bersatu menolak pelemahan KPK,” ajak Guru Besar Psikologi UGM ini.

Selain menyampaikan pernyataan sikap, sejumlah dosen UGM juga menyampaikan pandangannya terhadap revisi UU KPK. Dekan Fakultas Hukum UGM Prof Dr Sigit Riyanto mengaku prihatin dengan upaya pelemahan KPK yang dilakukan oleh pemerintah dan DPR melalui revisi UU KPK.

“Kami sangat prihatin, kita ingin memperkuat upaya pemberantasan korupsi dan kita mendukung lembaga KPK,” kata Sigit.

Ekonom UGM, Dr Rimawan Pradipto mengaku telah mengumpulkan petisi dari 2.338 dosen yang berasal dari 33 perguruan tinggi seluruh Indonesia. Petisi itu berisi menolak revisi UU KPK dan upaya pelemahan terhadap KPK.

“Hingga Sabtu kemarin, terkumpul 2.338 dosen dengan memberi dukungan, ada 344 dosen UGM, 160 dosen UI dan 102 dosen IPB,” papar Rimawan.

Direktur Pusat Kajian Antikorupsi (Pukat) UGM, Dr Zainal Arifin Mochtar menilai, Presiden Joko Widodo tidak mendapat masukan yang lengkap terhadap rencana revisi UU KPK sehingga, Presiden Jokowi mendukung rencana revisi tersebut.

“Presiden tidak mendapat asupan yang cukup soal RUU ini. Kita punya kesadaran dan itikad bersama untuk mencegah usaha merampok upaya pemberantas korupsi di negeri ini,” terang Zaenal.

Ekonom UGM lain, Dr Fahmi Radhi mengatakan dukungan akademisi UGM kali ini dilakukan untuk menyelamatkan kembali Presiden untuk membela upaya pemberantasan korupsi dan melawan koruptor.

Pendapat yang sama disampaikan oleh pakar kebijakan publik UGM Prof Wahyudi Kumorotomo mengatakan pihaknya akan mengingatkan Presiden agar tidak menjadi bagian dari DPR yang ingin melemahkan KPK.

“Kita tidak menginginkan alumni kita (Joko Widodo) menghabisi KPK sebagai lembaga yang kita cintai bersama,” tegas Fahmi  bersama anggota Dewan Guru Besar UGM saat membacakan petisi mendesak DPR dan pemerintah agar menghentikan pembahasan revisi UU KPK di Balairung UGM. (*)


Dewan Guru Besar UGM DPR Pemerintah Revisi UU KPK
Publisher : Rizal Dani
Sumber : TIMES Yogyakarta
Reaksi Anda
KOMENTAR

EKORAN

Follow TIMES Indonesia di Google News

TIMES TV

Panglima TNI Dampingi Presiden RI Pantau Banjir dari Udara

Panglima TNI Dampingi Presiden RI Pantau Banjir dari Udara

06/01/2020 - 10:22

Ini Video 3D Tiga Pemenang Sayembara Gagasan Desain Kawasan Ibu Kota Negara

Ini Video 3D Tiga Pemenang Sayembara Gagasan Desain Kawasan Ibu Kota Negara
Wisata Dyno Park 3

Wisata Dyno Park 3
Milenial Glow Garden, Newest Wonder at Jatim Park 2 Malang

Milenial Glow Garden, Newest Wonder at Jatim Park 2 Malang
Wisata Teknologi Tinggi Funtech

Wisata Teknologi Tinggi Funtech

iGuides

  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20
  • Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    23/05/2019 - 15:05

KOPI TIMES

  • Penerapan Larangan Kantong Plastik di Pusat Pembelanjaan
    Penerapan Larangan Kantong Plastik di Pusat Pembelanjaan
    22/01/2020 - 23:27
  • Radikalisasi di Era 4.0 
    Radikalisasi di Era 4.0 
    22/01/2020 - 17:16
  • Kursi of Kursi
    Kursi of Kursi
    22/01/2020 - 14:28
  • Hukum Kebijakan Publik Dalam Perspektif Kehidupan Sosial dan Keluarga
    Hukum Kebijakan Publik Dalam Perspektif Kehidupan Sosial dan Keluarga
    22/01/2020 - 13:17
  • Negara Yang Juara
    Negara Yang Juara
    22/01/2020 - 09:49
  • Kejujuran Peserta Didik: Indikator Utama Kesuksesan Dalam Pendidikan
    Kejujuran Peserta Didik: Indikator Utama Kesuksesan Dalam Pendidikan
    21/01/2020 - 10:15
  • Sapaan 'Guys' dan 'Gayus' Generasi Y dan Z
    Sapaan 'Guys' dan 'Gayus' Generasi Y dan Z
    21/01/2020 - 08:55
  • Kalkulasi Politik Pilkada Tuban 2020, Afirmasi Antar-Poros Ciutkan Nyali Bacalon
    Kalkulasi Politik Pilkada Tuban 2020, Afirmasi Antar-Poros Ciutkan Nyali Bacalon
    20/01/2020 - 23:43
  • Kasus Ilham Bintang, Kominfo Janji Lebih Pelototi Operator Seluler
    Kasus Ilham Bintang, Kominfo Janji Lebih Pelototi Operator Seluler
    23/01/2020 - 00:05
  • Sempat Unggul, Garuda Select Akhirnya Menyerah di Tangan Inter Milan U-17
    Sempat Unggul, Garuda Select Akhirnya Menyerah di Tangan Inter Milan U-17
    22/01/2020 - 23:25
  • Ringkus 19 Pengedar Ganja, Polisi Temukan Ladang Ganja Seluas Lima Hektar
    Ringkus 19 Pengedar Ganja, Polisi Temukan Ladang Ganja Seluas Lima Hektar
    22/01/2020 - 23:07
  • Bebaskan Philip Jacobson Jurnalis Mongabay dari Sel Tahanan Palangka Raya!
    Bebaskan Philip Jacobson Jurnalis Mongabay dari Sel Tahanan Palangka Raya!
    22/01/2020 - 22:55
  • Nyabu Biar Semangat Ngaji, Ustaz Marzuki Dibekuk Sepulang dari Kuburan
    Nyabu Biar Semangat Ngaji, Ustaz Marzuki Dibekuk Sepulang dari Kuburan
    22/01/2020 - 22:52
  • Pamer Foto, Clara Gopa Duo Semangka Berenang Tanpa Busana
    Pamer Foto, Clara Gopa Duo Semangka Berenang Tanpa Busana
    23/01/2020 - 00:02
  • Kisah Horor Tragis di Tol Cipularang
    Kisah Horor Tragis di Tol Cipularang
    23/01/2020 - 00:10
  • Agnez Mo Jadi Bintang Tamu Tur Dunia Dinah Jane
    Agnez Mo Jadi Bintang Tamu Tur Dunia Dinah Jane
    23/01/2020 - 00:00
  • Rilis Single Baru Menyentuh Hati, Chanyeol EXO Jadi Trending Topik
    Rilis Single Baru Menyentuh Hati, Chanyeol EXO Jadi Trending Topik
    23/01/2020 - 00:09
  • Suami Syok, Dua Minggu Menikah Baru Tahu Istrinya Adalah Pria
    Suami Syok, Dua Minggu Menikah Baru Tahu Istrinya Adalah Pria
    22/01/2020 - 05:53