Peristiwa Daerah

C-RiSSH Universitas Jember Dirikan Pusat Kajian Gastrodiplomasi Pertama di Indonesia

Minggu, 15 September 2019 - 14:53 | 69.72k
C-RiSSH Universitas Jember Dirikan Pusat Kajian Gastrodiplomasi Pertama di Indonesia
Rektor Universitas Jember Moh. Hasan (kiri) dan Ketua C-RiSSH Universitas Jember Himawan Bayu Patriadi. (foto: Humas Unej for TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, JEMBER – Center for Research in Social Sciences and Humanities (C-RiSSH) Universitas Jember mendirikan Pusat Kajian Gastrodiplomasi pertama di Indonesia.

Pendirian pusat kajian yang membahas makanan sebagai alat diplomasi ini ditandai dengan lokakarya bertema Dari Gastronomi Menuju Gastrodiplomasi Indonesia yang digelar di Gedung Rektorat dr. R. Achmad, beberapa waktu lalu.

Himawan Bayu Patriadi, Ketua C-RiSHH Universitas Jember mengatakan, keberadaan Pusat Kajian Gastrodiplomasi ini diharapkan akan membantu pemerintah dalam merumuskan kebijakan Gastrodiplomasi Indonesia sebagai bagian dari diplomasi lunak (soft diplomacy) Indonesia seperti yang sudah dicanangkan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Menurutnha, dalam kajian hubungan internasional makanan sudah lama diyakini menjadi salah satu alat untuk berdiplomasi. Pemanfaatan makanan sebagai alat diplomasi berangkat dari asumsi the best way to win heart and mind is trough the stomach.

“Harus diakui Indonesia masih kurang optimal memanfaatkan makanan sebagai soft diplomacy seperti yang dilakukan oleh Jepang, Korea Selatan, Thailand bahkan Vietnam yang kini mulai menggarap dengan serius Gastrodiplomasinya. Padahal Indonesia memiliki kekayaan kuliner yang luar biasa,” jelas Himawan seperti dalam keterangan pers yang diterima TIMES Indonesia, Minggu (15/9/2019).

Dia menambahkan, dari hasi penelitian pihaknya pemerintah memiliki political will namun di tataran kebijakan, baik dalam konteks narasi dan eksekusinya masih belum optimal. Salah satu aspek permasalahan yang menonjol adalah kurangnya sinergitas antar instansi yang terkait.

"Oleh karena itu kami berinisiatif mendirikan Pusat Kajian Gastrodiplomasi di Kampus Tegalboto," imbuh dia.

Dalam lokakarya perdana ini, Pusat Kajian Gastrodiplomasi mengundang semua stakeholder Gastrodiplomasi Indonesia, antara lain Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Sekretariat Kabinet (Setkab), Kementerian Perdagangan (Kemendag), Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), Indonesian Gastronomy Association (IGA), dan Indonesia Diaspora Network United.

Ide pendirian Pusat Kajian Gastronomi di Universitas Jember didukung oleh Kemenlu. Joneri Alimin dari Direktorat Diplomasi Publik Kemenlu mengatakan, Gastrodiplomasi sudah menjadi bagian dari diplomasi lunak yang dijalankan oleh semua negara di dunia.

"Seperti Jepang yang dikenal dengan Sushi, Korea Selatan dengan Kimchi, Thailand dengan Tom Yam, dan kini Vietnam dengan Pho," kata Joneri.

Dia mengutarakan beberapa hal yang menjadi kendala promosi makanan Indonesia semisal standarisasi makanan, kampanye yang belum optimal, belum adanya kerja sama dengan negara lain sebagai “hub” bahan baku makanan, hingga urgensi pemetaan masakan khas Indonesia. Untuk itu Kemenlu berharap dukungan dari Pusat Kajian Gastronomi di Universitas Jember melalui berbagai kajian yang dilakukan.  

“Thailand punya lima ribu lebih restoran khas Thailand di luar negeri, Korea Selatan bahkan menganggarkan dana 77 juta Dollar untuk mengembangkan restoran khasnya beserta promosinya. Sementara restoran khas Indonesia masih di kisaran 2.347 dengan terbanyak di Belanda sejumlah 1.600-an restoran. Untuk itu kami di Kemenlu terus berupaya mendorong promosi makanan Indonesia melalui perwakilan Indonesia di seluruh dunia,” ujar diplomat yang baru saja pulang dari pos-nya di Frankfurt, Jerman ini.

Dalam workshop kali ini Kemenlu juga menghadirkan Darianto Harsono, Direktur Amerika II, Direktorat Jenderal Amerika dan Eropa Kemenlu.

Salah satu peneliti Pusat Kajian Gastrodiplomasi C-RiSSH Agus Trihartono lantas mengungkapkan hasil penelitian awalnya. Menurutnya, ada dua bentuk model Gastrodiplomasi yang dilakukan oleh negara-negara di dunia.

Pertama goverment driven, yakni peran pemerintah sangat kental. Model ini dilakukan oleh pemerintah Thailand dengan mendukung pelaku usaha yang akan membuka restoran khas Thailand di berbagai belahan dunia. Begitu pula dengan pemerintah Korea Selatan yang gencar mempromosikan kimchi-nya.

“Namun ada pula yang memakai cara non-goverment driven seperti Jepang yang menjadikan pelaku usaha sebagai motornya, dan Vietnam yang menjadikan diasporanya di banyak negara sebagai ujung tombaknya. Nah kini tinggal bagaimana kita akan mencari pola yang tepat untuk Gastrodiplomasi kita,” ungkapnya.  

Persetujuan agar Gastrodiplomasi menjadi perhatian serius pemerintah juga datang dari Maya Syahrial dari Tim Percepatan Pengembangan Wisata Kuliner dan Belanja Kemenpar. Sebab menurutnya, jika Gastrodiplomasi berhasil maka wisatawan mancanegara diharapkan akan mengalir deras ke Indonesia.

Maya menyampaikan Kemenpar kini serius menggarap wisata kuliner. Hal ini ditandai dengan penetapan tiga lokasi wisata kuliner utama Indonesia, yakni Ubud, di Bali, Bandung dan kawasan Jogja-Solo-Semarang atau biasa disingkat Joglosemar.

“Kemenpar juga telah menetapkan lima makanan khas Indonesia sebagai makanan yang akan dipromosikan yakni rendang, nasi goreng, sate, soto dan gado-gado,” kata Maya.

Pusat Kajian Gastrodiplomasi C-RiSSH diresmikan langsung oleh Rektor Universitas Jember. Dalam sambutan peresmiannya, Moh. Hasan mengapresiasi dukungan semua pemangku kepentingan (stakeholder) yang hadir yang menunjukkan keberadaan Pusat Kajian Gastrodiplomasi menjadi kebutuhan banyak pihak.

“Saya berkeyakinan dengan dukungan semua pihak, maka Pusat Kajian Gastrodiplomasi C-RiSSH Universitas Jember akan berkembang pesat karena memang dibutuhkan dewasa ini apalagi Gastrodiplomasi menjadi bagian erat dari pengembangan ekonomi kreatif seperti yang dicanangkan Presiden Joko Widodo,” pungkasnya. (*)



Publisher : Sholihin Nur
KOMENTAR

EKORAN

TERBARU

  • Kapolres Ponorogo Kunjungi Kampung Tangguh di Desa Siman
    Kapolres Ponorogo Kunjungi Kampung Tangguh di Desa Siman
    06/06/2020 - 10:46
  • 5 Cara Bikin Bunga Potong Awet Menghiasi Ruangan Anda
    5 Cara Bikin Bunga Potong Awet Menghiasi Ruangan Anda
    06/06/2020 - 10:31
  • Candak Mas Covid, Strategi Dinas Kesehatan Pemkab Sleman Telusuri Covid-19
    Candak Mas Covid, Strategi Dinas Kesehatan Pemkab Sleman Telusuri Covid-19
    06/06/2020 - 10:24
  • Tarif Tol Pakis-Malang Resmi Berlaku Hari Ini, Berikut Daftar Tarifnya
    Tarif Tol Pakis-Malang Resmi Berlaku Hari Ini, Berikut Daftar Tarifnya
    06/06/2020 - 09:50
  • 5 Penyakit Penyebab Kentut Bau Busuk
    5 Penyakit Penyebab Kentut Bau Busuk
    06/06/2020 - 09:37
  • AS Membara Pasca Kematian¬†George Floyd, Ini Komentar Ketua Umum PBNU
    AS Membara Pasca Kematian George Floyd, Ini Komentar Ketua Umum PBNU
    06/06/2020 - 09:25
  • Peduli Dampak Covid-19, FKS Situbondo Berbagi Sembako
    Peduli Dampak Covid-19, FKS Situbondo Berbagi Sembako
    06/06/2020 - 08:04
  • Memastikan Pengelolaan Persekolahan
    Memastikan Pengelolaan Persekolahan
    06/06/2020 - 07:01
  • Ketika Rumah Sekaligus Menjadi Sekolah
    Ketika Rumah Sekaligus Menjadi Sekolah
    06/06/2020 - 06:11
  • Ini Manfaat Luar Biasa Minum Air Putih di Pagi Hari
    Ini Manfaat Luar Biasa Minum Air Putih di Pagi Hari
    06/06/2020 - 05:25

TIMES TV

Sehari, Kapolresta Malang Kota Resmikan Empat Kampung Tangguh

Sehari, Kapolresta Malang Kota Resmikan Empat Kampung Tangguh

20/05/2020 - 21:40

Kemenparekraf RI: Kampung Tangguh Siap Digaungkan di Nasional

Kemenparekraf RI: Kampung Tangguh Siap Digaungkan di Nasional
Gubernur Jatim Kunjungi Kampung Tangguh Narubuk Sukun Kota Malang

Gubernur Jatim Kunjungi Kampung Tangguh Narubuk Sukun Kota Malang
GM FKPPI Bantu Beras 2 Ton, Minyak dan Gula Untuk MBLC

GM FKPPI Bantu Beras 2 Ton, Minyak dan Gula Untuk MBLC
Alumni Sanmar-86 Malang Bantu 40 Paket Sembako Untuk MBLC

Alumni Sanmar-86 Malang Bantu 40 Paket Sembako Untuk MBLC

iGuides

  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20
  • Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    23/05/2019 - 15:05

KOPI TIMES

  • Memastikan Pengelolaan Persekolahan
    Memastikan Pengelolaan Persekolahan
    06/06/2020 - 07:01
  • Ketika Rumah Sekaligus Menjadi Sekolah
    Ketika Rumah Sekaligus Menjadi Sekolah
    06/06/2020 - 06:11
  • Tipe Pabrik Seperti Apa yang Siap Saat New Normal Diberlakukan?
    Tipe Pabrik Seperti Apa yang Siap Saat New Normal Diberlakukan?
    06/06/2020 - 04:02
  • Adaptasi, Kunci Industri Jasa Pariwisata Memasuki Era New Normal
    Adaptasi, Kunci Industri Jasa Pariwisata Memasuki Era New Normal
    06/06/2020 - 02:35
  • Kecemasan Sosial Selama Pandemi Covid-19
    Kecemasan Sosial Selama Pandemi Covid-19
    05/06/2020 - 15:03
  • Masyarakat Tangguh di Tengah Pandemi
    Masyarakat Tangguh di Tengah Pandemi
    05/06/2020 - 14:00
  • Peran Media Massa Dalam Mewujudkan Era
    Peran Media Massa Dalam Mewujudkan Era "New Normal"
    05/06/2020 - 13:12
  • Jadikan Ibadah Wajib Layaknya Tamu, Bukan Keluarga
    Jadikan Ibadah Wajib Layaknya Tamu, Bukan Keluarga
    05/06/2020 - 12:09
  • Resmi Meluncur, New Toyota Fortuner Dibanderol Rp727 Juta
    Resmi Meluncur, New Toyota Fortuner Dibanderol Rp727 Juta
    06/06/2020 - 10:46
  • Donald Trump Sebut Nama George Floyd dalam Pidato Pengangguran
    Donald Trump Sebut Nama George Floyd dalam Pidato Pengangguran
    06/06/2020 - 10:46
  • Wali Kota Washington Ubah Nama Jalan Jadi Black Lives Matter
    Wali Kota Washington Ubah Nama Jalan Jadi Black Lives Matter
    06/06/2020 - 10:44
  • Diduga Hina Parpol, Jerinx SID Beri Klarifikasi
    Diduga Hina Parpol, Jerinx SID Beri Klarifikasi
    06/06/2020 - 10:38
  • Ditinggal Istri dan Penuhi Kebutuhan Biologis, Ayah Gauli Putri Kandung
    Ditinggal Istri dan Penuhi Kebutuhan Biologis, Ayah Gauli Putri Kandung
    06/06/2020 - 10:38
  • Luhut Sindir Banyak Pengamat Kritik Pemerintah, Tapi Tak Pakai Data
    Luhut Sindir Banyak Pengamat Kritik Pemerintah, Tapi Tak Pakai Data
    06/06/2020 - 01:12
  • Pertarungan Sengit antara Monyet dan King Kobra, Tebak Siapa Menang?
    Pertarungan Sengit antara Monyet dan King Kobra, Tebak Siapa Menang?
    06/06/2020 - 06:08
  • RI Dapat Pujian dari Bank Dunia Soal Anggaran Penanganan COVID-19
    RI Dapat Pujian dari Bank Dunia Soal Anggaran Penanganan COVID-19
    06/06/2020 - 00:12
  • Sikap Rasis Istri Bikin Merana, Pemain Ini Terpaksa Putus Kontrak
    Sikap Rasis Istri Bikin Merana, Pemain Ini Terpaksa Putus Kontrak
    06/06/2020 - 07:10
  • Apple Cukup Lakukan Ini Ketika iPhone Dijarah, Perusuh Langsung Nangis
    Apple Cukup Lakukan Ini Ketika iPhone Dijarah, Perusuh Langsung Nangis
    06/06/2020 - 07:00