Entertainment

Dee Lestari Ungkap Kisah "Supernova" yang Jarang Orang Tahu: Cetakan Rusak Hingga Disebut Gila

Sabtu, 14 September 2019 - 19:53 | 156.71k
Dee Lestari Ungkap Kisah
Novelis Dee Lestari di Perpustakaan KPwBI Jember. (Foto: Dody Bayu Prasetyo/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, JEMBER – Novelis ternama Dewi Lestari Simangunsong atau yang lebih dikenal sebagai Dee Lestari berbagi pengalamannya yang jarang diketahui banyak orang tentang dunia tulis-menulis yang mulai dirintisnya sejak kecil. Hingga mengantarkannya sebagai salah satu penulis novel tersukses di Indonesia seperti saat ini.

Dee menceritakan bahwa menulis merupakan hobi yang dilakukannya sejak duduk di bangku Sekolah Dasar (SD).

"Mungkin saat kelas 5 SD saya mulai mencoba menulis novel dan berkhayal itu menjadi buku pertama yang laris terjual di rak-rak buku," kata Dee saat menjadi pembicara tamu dalam Talkshow Menerapkan Semangat Literasi pada Diri Sendiri: Belajar dari Kesuksesan Dee Lestari, di Gedung Serbaguna Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Jember, Sabtu (14/9/2019).

Kegiatan tersebut merupakan rangkaian kegiatan bertema "Literasi untuk Semua" yang digelar KPwBI Jember dalam rangka Hari Kunjungan Perpustakaan dan Hari Literasi Internasional.

Kendati demikian, penulis kelahiran Bandung, 20 Januari 1976 tersebut juga mengaku bahwa saat itu Dee kecil tidak pernah terpikir untuk menjadi seorang penulis buku profesional.

"Karena saat itu saya belum mengenal adanya cita-cita sebagai penulis. Hanya berkhayal saja punya buku sendiri di rak," ungkap Dee di hadapan ratusan adDEEction, sebutan bagi penggemar berat Dee Lestari yang menghadiri acara tersebut.

Dee menerangkan, cita-cita sebagai penulis buku profesional baru mulai dirintis pada saat usianya menginjak 25 tahun.

"Menjelang ulang tahun ke-25 tahun, saya mulai berpikir saya mau ngapain ya. Jadi yang saya pikirkan mengapa tidak menerbitkan buku saja dan melanjutkan cita-cita yang dimulai sejak SD," ujar penulis buku seri Supernova yang menjadi fenomenal di jagat literasi dalam negeri itu.

Namun, saat itu dia mengakui tidak memiliki pengalaman dan pengetahuan perihal penerbitan buku.

"Saya tidak mengerti cara menyasar market, ekspektasinya buku hanya cukup dibaca sendiri. Yang jelas pokoknya saya ingin punya buku sendiri yang dicetak. Saat itu, saya sudah memiliki manuskrip Supernova (Supernova 1: Kesatria, Putri, & Bintang Jatuh (2001))," tutur perempuan yang mengawali karir sebagai penyanyi itu.

Bahkan, Dee mengaku juga tidak mengerti mengenai segmen pembaca bukunya itu.

"Waktu itu saya cetak polos. Saya cek uang di tabungan lalu saya tanya ke penerbit kira-kira uang yang saya punya ini bisa buat cetak berapa buku. Saat itu modalnya bisa buat cetak 5.000 eksemplar. Padahal, untuk menjadi buku best seller hanya perlu laku 3.000 eksemplar," terangnya blak-blakan.

Namun setelah Supernova 1 usai dicetak, Dee kecewa. Lantaran hasil cetakan buku perdananya itu tidak rapi. Saat iti, pengorbitan Supernova 1 terancam pupus.

"Saya orangnya perfeksionis. Saya nggak mau dong hasil cetakan buku pertama saya itu nggak rapi. Akhirnya saya cetak lagi 2.000 eksemplar. Sedangkan 5.000 eksemplar yang nggak rapi tadi saya masukkan ke gudang," ungkap Dee.

"Jadi saya cetak buku pertama saya total 7.000 eksemplar. Saat itu saya dibilang gila," sambungnya.

Ternyata, antusiasme masyarakat terhadap buku pertamanya itu membuat Dee terkejut. "Awal-awal penjualan 2.000 buku Supernova 1 ludes. Di luar ekspektasi," ujarnya.

Mengetahui hak tersebut, Dee mengatakan bahwa dirinya berfikir untuk kembali menjual 5.000 eksemplar Supernova 1 yang sebelumnya telah digudangkan lantaran cetakannya yang kurang rapi.

"Awalnya saya nggak pernah tahu 2.000 buku itu sebanyak apa. Ternyata banyak banget sampai-sampai kalau ditumpuk bisa mencapai dua lantai. Kalau 2.000 buku sebanyak itu, apa lagi 5.000 buku," kenangnya sambil tertawa.

Singkat cerita, 5.000 eksemplar buku Supernova 1 Dee keluarkan dari gudang. Kemudian dijajakan kepada masyarakat secara berkeliling. Khususnya di lingkungan kampus-kampus.

"Itulah mengapa populernya Supernova 1 awalnya dari kalangan kampus," ujar novelis kenamaan itu.

Dee menceritakan bahwa pada hari ke-14 sejak penjualan perdana Supernova 1 miliknya, 5.000 eksemplar Supernova 1 yang dijajakan juga ludes dalam waktu singkat.

"Jadi dalam waktu 14 hari total 7.000 eksemplar Supernova 1 habis terjual," ungkapnya disusul tepuk tangan peserta talkshow.

Hal tersebut sekaligus membuat penjualan novel bergenre fiksi ilmiah milik Dee Lestari itu memecahkan rekor standar penjualan terlaris (best seller) sebuah buku dalam waktu relatif singkat, yakni 3.000 eksemplar.

"7.000 buku ludes terjual hanya dalam 14 hari," imbuhnya.

Sebagaimana diketahui, novel Supernova 1: Kesatria, Putri, & Bintang Jatuh yang terbit 2001 berlanjut ke novel-novel Dee Lestari selanjutnya. Yakni Supernova 2: Akar (2002), Supernova 3: Petir (2004), Supernova 4: Partikel (2012), Supernova 5:  Gelombang (2014), dan Supernova 6: Inteligensi Embun Pagi (2016). (*)



Publisher : Sholihin Nur
KOMENTAR

EKORAN

TERBARU

  • Cerita Kaka Barbershop dan Los Tropis, Bisnis Kecil yang Sukses Beradaptasi Saat Pandemi
    Cerita Kaka Barbershop dan Los Tropis, Bisnis Kecil yang Sukses Beradaptasi Saat Pandemi
    02/06/2020 - 21:32
  • Gagal Berangkat, Nafas Legas Calon Jamaah Haji yang Belum Lunas
    Gagal Berangkat, Nafas Legas Calon Jamaah Haji yang Belum Lunas
    02/06/2020 - 21:28
  • Layani Pasien Covid-19, RSUD dr. Moh Saleh Dilengkapi Alat Terapi Apheresis
    Layani Pasien Covid-19, RSUD dr. Moh Saleh Dilengkapi Alat Terapi Apheresis
    02/06/2020 - 21:25
  • Masuk Adaptasi Kebiasaan Baru, Polres Kuningan Geser Pos Penyekatan ke Pusat Keramaian
    Masuk Adaptasi Kebiasaan Baru, Polres Kuningan Geser Pos Penyekatan ke Pusat Keramaian
    02/06/2020 - 21:20
  • Ahmad Basarah: Spirit Gotong Royong Ada pada Kampung Tangguh
    Ahmad Basarah: Spirit Gotong Royong Ada pada Kampung Tangguh
    02/06/2020 - 21:11
  • Satpolairud Polresta Banyuwangi Salurkan Bantuan kepada Nelayan
    Satpolairud Polresta Banyuwangi Salurkan Bantuan kepada Nelayan
    02/06/2020 - 21:07
  • PT KAI Daop 6 Yogyakarta Ikuti Pedoman Sesuai Protokol Kesehatan Pada Fase New Normal
    PT KAI Daop 6 Yogyakarta Ikuti Pedoman Sesuai Protokol Kesehatan Pada Fase New Normal
    02/06/2020 - 21:03
  • PSBB Palembang Diperpanjang, Ini Evaluasinya
    PSBB Palembang Diperpanjang, Ini Evaluasinya
    02/06/2020 - 21:00
  • Koordinator MBLC: Jihad Lawan Corona Tanggung Jawab Kita Bersama
    Koordinator MBLC: Jihad Lawan Corona Tanggung Jawab Kita Bersama
    02/06/2020 - 20:58
  • Pembatalan Haji Bukan Pertama Kali
    Pembatalan Haji Bukan Pertama Kali
    02/06/2020 - 20:55

TIMES TV

Sehari, Kapolresta Malang Kota Resmikan Empat Kampung Tangguh

Sehari, Kapolresta Malang Kota Resmikan Empat Kampung Tangguh

20/05/2020 - 21:40

Kemenparekraf RI: Kampung Tangguh Siap Digaungkan di Nasional

Kemenparekraf RI: Kampung Tangguh Siap Digaungkan di Nasional
Gubernur Jatim Kunjungi Kampung Tangguh Narubuk Sukun Kota Malang

Gubernur Jatim Kunjungi Kampung Tangguh Narubuk Sukun Kota Malang
GM FKPPI Bantu Beras 2 Ton, Minyak dan Gula Untuk MBLC

GM FKPPI Bantu Beras 2 Ton, Minyak dan Gula Untuk MBLC
Alumni Sanmar-86 Malang Bantu 40 Paket Sembako Untuk MBLC

Alumni Sanmar-86 Malang Bantu 40 Paket Sembako Untuk MBLC

iGuides

  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20
  • Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    23/05/2019 - 15:05

KOPI TIMES

  • Perekonomian Indonesia dalam Kebijakan New Normal
    Perekonomian Indonesia dalam Kebijakan New Normal
    02/06/2020 - 12:03
  • Kesadaran Adalah Kunci Utama Berakhirnya Virus COVID-19
    Kesadaran Adalah Kunci Utama Berakhirnya Virus COVID-19
    02/06/2020 - 05:35
  • Memelihara Nilai Luhur Pancasila
    Memelihara Nilai Luhur Pancasila
    02/06/2020 - 03:16
  • Diberlakukannya New Normal, Menggugah Para Pemangku Pesantren
    Diberlakukannya New Normal, Menggugah Para Pemangku Pesantren
    02/06/2020 - 01:22
  • Refleksi Hari Lahir Pancasila: Memahami Pancasila Secara Holistik
    Refleksi Hari Lahir Pancasila: Memahami Pancasila Secara Holistik
    02/06/2020 - 00:19
  • Pancasila dalam Perspektif Islam
    Pancasila dalam Perspektif Islam
    01/06/2020 - 22:48
  • Penganggaran Berbasis Pancasila, Jembatan Menuju Kesejahteraan Rakyat
    Penganggaran Berbasis Pancasila, Jembatan Menuju Kesejahteraan Rakyat
    01/06/2020 - 19:21
  • Covid-19 dan Distorsi Pemberitaan Media
    Covid-19 dan Distorsi Pemberitaan Media
    01/06/2020 - 18:15
  • Protokol Kesehatan Disiapkan, Pembukaan Sekolah Akan Terus Dievaluasi
    Protokol Kesehatan Disiapkan, Pembukaan Sekolah Akan Terus Dievaluasi
    02/06/2020 - 21:27
  • Menawannya Nabila Putri Bergaya ala Montir Motor, Calon Ibu Super Gaul Nih
    Menawannya Nabila Putri Bergaya ala Montir Motor, Calon Ibu Super Gaul Nih
    02/06/2020 - 21:27
  • Viral! Karya Seni dari Pernyataan Mahfud MD soal Korban HAM Papua
    Viral! Karya Seni dari Pernyataan Mahfud MD soal Korban HAM Papua
    02/06/2020 - 21:26
  • Hits Health: Makanan Tinggi Gula, Efek Ganja Pada Tubuh dan Otak
    Hits Health: Makanan Tinggi Gula, Efek Ganja Pada Tubuh dan Otak
    02/06/2020 - 21:22
  • Dikonfirmasi, Redmi Note 9 Meluncur ke Indonesia Sebentar Lagi
    Dikonfirmasi, Redmi Note 9 Meluncur ke Indonesia Sebentar Lagi
    02/06/2020 - 21:21
  • Pemakzulan Presiden, Fadli Zon: Yang Ketakukan Pasti Anti Demokrasi
    Pemakzulan Presiden, Fadli Zon: Yang Ketakukan Pasti Anti Demokrasi
    02/06/2020 - 06:02
  • Novel Baswedan yang Menangkap Nurhadi dan Menantunya
    Novel Baswedan yang Menangkap Nurhadi dan Menantunya
    02/06/2020 - 13:12
  • Cegah COVID-19, Jangan Sentuh Benda Ini saat Belanja di Supermarket
    Cegah COVID-19, Jangan Sentuh Benda Ini saat Belanja di Supermarket
    02/06/2020 - 09:58
  • Mengerikan, Kebrutalan Polisi AS Tewaskan 7 Ribu Lebih Sipil
    Mengerikan, Kebrutalan Polisi AS Tewaskan 7 Ribu Lebih Sipil
    02/06/2020 - 05:39
  • Gila, Tentara Amerika Serang Pendemo Pakai Helikopter Perang
    Gila, Tentara Amerika Serang Pendemo Pakai Helikopter Perang
    02/06/2020 - 12:04