Kopi TIMES

Satu Tahun NTB Gemilang: Kemana Pariwisata Halal

Kamis, 12 September 2019 - 15:16 | 74.88k
Satu Tahun NTB Gemilang: Kemana Pariwisata Halal
Sueab Qury.
Editor: Yatimul Ainun

TIMESINDONESIA, MATARAM – Tidak terasa pada tanggal 19 September 2019, genap satu tahun pasangan Dr Zul-Dr Rohmi  menakhodoi NTB yang dicita-citakan Gemilang. Banyak kalangan menaroh optimesme pada dua tokoh yang bergelar Doktor ini, bisa memberikan harapan NTB yang keluar dari garis kemiskinan, gizi buruk tidak ada lagi, lapangan pekerjaan terbuka lebar dan harga semboka bisa stabil, tidak ada lagi anak putus sekolah serta anak-anak bisa sekolah dengan fasilitas berstandar Nasional dan Internasional.

Tapi itu pekerjaan rumah yang akan diselesaikan oleh Gubernur NTB dalam 4 tahun kedepan.Ya, termasuk persolan pariwisata halal yang menjadi mimpi NTB kedepan. Bagaimana mimpi itu bisa?, Jika dari awal Pariwisata halal NTB bukan menjadi program unggulan lagi?,.pertanyaan itu kemudian muncul akibat banyaknya publik menilai.

Benarkah dari 99 Desa wisata di NTB sudah mandiri dan bisa membangun koneksitas serta kerjasama dengan pihak lain. Atau bisa saja program unggulan yang bernama zero west dan industrialasasi serta posyandu, stanting serta infrastuktur itu juga untuk pariwisata halal.

Jika benar idustrialisasasi dan akronim lainnya juga merupakan keberlanjutan dari 10 tahun TGB menanam PIJAR dan memilihara bumi sejuta sapi serta pariwisata halal. Sejanak kita meilihat di RPJMD NTB dan Misi Dr Zul, apakah ada dimemuat program unggulan  dari sisa kepemimpinan TGB terkait wisata halal.

Pariwisata halal yang sudah mendapatkan predikat terbaik dunia dan mendunia di era TGB. Tidak secara spesifik dimuat dalam RPJMD. Begitu juga publik menyoal terkait dengan program unggulan yang tidak spesifik mencantumkan program pariwisita sebagai program unggulan.  

Bisa saja perdebatan terkait 4 program unggulan (zero weste, industrilisasi, infrastuktur dan posyandu/stanting) akan tetap dibicarakan terus menurus oleh publik. Publik juga bertanya komitmen Dr Zul untuk melanjutkan ikhtiar TGB selama10 tahun membangun dunia pariwisata halal di NTB. 

Lihat saja, sejak pasca Gempa melanda NTB, upaya pemulihan dan membangun kembali branding NTB Aman dan tangguh sesuai dengan Misi NTB gemilang, mengalami lompotan cukup segnifikan dengan angka kunjungan Wisma dan mancanegara satu tahun terakhir mencapai 2 sampai 5 Ribu orang.

Setidaknya publik memberikan kesempatan kepada  Dr Zul sebagai Gubernur  untuk membuktikan  dalam dua  tahun kedepan. 

Apakah dunia pariwisata bukan sekedar program unggulan, akan tetapi didepan mata sudah ada kawasan mandalika resort dengan MotorGP nya, ribuan hunian hotel berstandar Internasional, jalan by pass baru menuju mandalika dan infrastuktur pendukung lainnya. 

Begitu juga sang Gubernur NTB,  menjawabnya kritikan publik dengan santai menjawabl" siapa yang bilang pariwisata bukan prioritas. 

Dan sektor pariwisata itu paling penting,tetapi, segala sesuatu itu tidak harus dilihat dan atau apakah membangun sesuatu dari anggaran APBD saja. Tentu semua pihak bisa melihat bagaimana investor mau bekerja sama Dan menanam sahamnya di mandalika resort. 

Tapi logikanya, tidak bisa diterima oleh masyarakat awan Pak Gubernur? Sebab sektor lainya, postur anggaran dimobilisasi begitu besar, sedangkan sektor pariwisata sangat kecil disuntikan di APBD.

Dan untung saja, Presiden Jokowi berkomitmen membangun KEK Lombok Tengah dengan tegas dan lugas, akan menganggarakan pada APBN senilai 1,4T untuk infrastuktur jalan dan 6 T untuk membangun kawasan. 

Jadi jangan melihat pariwisata secara sempit,tetapi lihat konsep besar pariwisata NTB adalah membangun infrastruktur, konektiviti adalah salah satu pendukung utama pariwisata, itu dianggarkan di semua program unggulan. Betulkah itu Pak Gubernur? 

Mari sejanak mengeroksi alokasi anggaran untuk program unggulan yang   membiyai untuk sektor pariwisata;

Pertama program unggulan Zero Waste dalam APBD NTB tahun anggaran 2020 sebesar Rp 31,4 miliar, dengan rincian untuk pengembangan kinerja pengelolaan persampahan mencapai Rp 25,8 miliar, peningkatan kapasitas aparatur pemerintah desa sebesar Rp 1,2 miliar promosi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat Rp 2,9 miliar, pengembangan permukiman Rp 900 juta.

Kedua program unggulan revitalisasi Posyandu dan stunting dianggarkan lebih besar lagi mencapai Rp 77,1 miliar. Lihat lagi bagaimana alokasi program , untuk perbaikan gizi masyarakat sebesar Rp 10,6 miliar, meningkatkan peran perempuan di desa Rp 2 miliar, pengembangan kinerja pengelolaan air minum dan air limbah Rp 55,1 miliar, meningkatkan ketahanan pangan Rp 3,2 miliar, penguatan kelembagaan gender dan anak Rp 1,1 miliar dan lain-lain.

Ketiga program unggulan industrialisasi yang menjadi salah satu program unggulan Zul-Rohmi yang telah menganggarkan sebesar Rp 197,7 miliar.

Dengan rincian program yang bisa menjadi sport sistim dan penguatan capasitas serta pembinaan produk olahan  industri kecil dan menengah Rp 17,1 miliar, pengembangan budidaya perikanan Rp 2 miliar, pembinaan di SMK untuk industrialisasi sebesar Rp 36,6 miliar. 

Sekian banyak program industrialisasi, apa ada danpaknya buat pariwisata?. Bisa saja, jika antara dinas terkait bisa bersinergis. Dan menganggap bahwa itu adalah untuk membangun sektor formal Dan Informal untuk dunia pariwisata.

Keempat program unggulan infrastuktur, nilai proyek dan program mencapai 442.677 miliar, dominan anggaran dialokasikan untuk Jalan, jembatan, irigasi dan peremuhan kumuh serta rekontruksi serta rehabilitasi korban bencana alam.

Jika benar ada kesinambungan dan akselarasi program unggulan diperuntukkan untuk pariwisata, maka yang lebih unggul dari sekian program unggulan adalah pariwisata.

 Dengan nilai anggaran untuk pengembangan pemasaran pariwisata  sebesar Rp 4 miliar, pengembangan destinasi pariwisata Rp 5,7 miliar dan lain-lain. Dan menjadi 10 miliyar, sebagai pemantik dari program destinasi pariwisata andalan. 

Bila dianggarkan secara konsisten pertahun APBD,untuk sektor pariwisata yang menjadi icon NTB. Dipastikan dunia pariwisita akan lebih gemilang. 

 Dan semoga saja, niat dan hajat besar Dr Zul-Dr Rohmi mewujudkannya NTB Gemilang dan mengembalikan dari pariwisata the best halal touristm, the best honeymont kedepannya. Wallahu'awam bisawab.

 

*Penulis adalah Ketua LTNNU NTB Suaeb Qury. 

*Tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian dari tanggungjawab redaksi timesindonesia.co.id. 



Publisher : Rizal Dani
KOMENTAR

EKORAN

TERBARU

  • Kementan RI Pastikan Sektor Pertanian Lebih Maju di Masa New Normal
    Kementan RI Pastikan Sektor Pertanian Lebih Maju di Masa New Normal
    06/06/2020 - 12:05
  • Pemkot Probolinggo Kaji Pembukaan Majelis Taklim di Tengah Pandemi Covid-19
    Pemkot Probolinggo Kaji Pembukaan Majelis Taklim di Tengah Pandemi Covid-19
    06/06/2020 - 11:52
  • Uji Coba New Normal, 6 Desa di Adipala Cilacap Siap Gelar Shalat Jumat
    Uji Coba New Normal, 6 Desa di Adipala Cilacap Siap Gelar Shalat Jumat
    06/06/2020 - 11:44
  • Partai Gelora Indonesia, Partai Baru Menyusun Kekuatan Baru
    Partai Gelora Indonesia, Partai Baru Menyusun Kekuatan Baru
    06/06/2020 - 11:37
  • Guru Besar UNHAS: New Normal, Harapan Baru Masyarakat Tani Pasca Pandemi Covid-19
    Guru Besar UNHAS: New Normal, Harapan Baru Masyarakat Tani Pasca Pandemi Covid-19
    06/06/2020 - 11:30
  • Transisi Era Normal Baru Diperpanjang, Pangdivif 2 Kostrad Minta Warga Disiplin
    Transisi Era Normal Baru Diperpanjang, Pangdivif 2 Kostrad Minta Warga Disiplin
    06/06/2020 - 11:23
  • Resmi, Masa Transisi New Normal Malang Raya Diperpanjang 7 Hari
    Resmi, Masa Transisi New Normal Malang Raya Diperpanjang 7 Hari
    06/06/2020 - 11:12
  • Masjid Kembali Dibuka, Ini Pesan Pangdam V Brawijaya pada Prajurit
    Masjid Kembali Dibuka, Ini Pesan Pangdam V Brawijaya pada Prajurit
    06/06/2020 - 11:04
  • 5 Tips Memilih Bunga Potong yang Tepat
    5 Tips Memilih Bunga Potong yang Tepat
    06/06/2020 - 10:53
  • Kapolres Ponorogo Kunjungi Kampung Tangguh di Desa Siman
    Kapolres Ponorogo Kunjungi Kampung Tangguh di Desa Siman
    06/06/2020 - 10:46

TIMES TV

Sehari, Kapolresta Malang Kota Resmikan Empat Kampung Tangguh

Sehari, Kapolresta Malang Kota Resmikan Empat Kampung Tangguh

20/05/2020 - 21:40

Kemenparekraf RI: Kampung Tangguh Siap Digaungkan di Nasional

Kemenparekraf RI: Kampung Tangguh Siap Digaungkan di Nasional
Gubernur Jatim Kunjungi Kampung Tangguh Narubuk Sukun Kota Malang

Gubernur Jatim Kunjungi Kampung Tangguh Narubuk Sukun Kota Malang
GM FKPPI Bantu Beras 2 Ton, Minyak dan Gula Untuk MBLC

GM FKPPI Bantu Beras 2 Ton, Minyak dan Gula Untuk MBLC
Alumni Sanmar-86 Malang Bantu 40 Paket Sembako Untuk MBLC

Alumni Sanmar-86 Malang Bantu 40 Paket Sembako Untuk MBLC

iGuides

  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20
  • Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    23/05/2019 - 15:05

KOPI TIMES

  • Memastikan Pengelolaan Persekolahan
    Memastikan Pengelolaan Persekolahan
    06/06/2020 - 07:01
  • Ketika Rumah Sekaligus Menjadi Sekolah
    Ketika Rumah Sekaligus Menjadi Sekolah
    06/06/2020 - 06:11
  • Tipe Pabrik Seperti Apa yang Siap Saat New Normal Diberlakukan?
    Tipe Pabrik Seperti Apa yang Siap Saat New Normal Diberlakukan?
    06/06/2020 - 04:02
  • Adaptasi, Kunci Industri Jasa Pariwisata Memasuki Era New Normal
    Adaptasi, Kunci Industri Jasa Pariwisata Memasuki Era New Normal
    06/06/2020 - 02:35
  • Kecemasan Sosial Selama Pandemi Covid-19
    Kecemasan Sosial Selama Pandemi Covid-19
    05/06/2020 - 15:03
  • Masyarakat Tangguh di Tengah Pandemi
    Masyarakat Tangguh di Tengah Pandemi
    05/06/2020 - 14:00
  • Peran Media Massa Dalam Mewujudkan Era
    Peran Media Massa Dalam Mewujudkan Era "New Normal"
    05/06/2020 - 13:12
  • Jadikan Ibadah Wajib Layaknya Tamu, Bukan Keluarga
    Jadikan Ibadah Wajib Layaknya Tamu, Bukan Keluarga
    05/06/2020 - 12:09
  • Selundupkan 402 Kg Sabu dari Iran ke Sukabumi, Pelaku Terancam Hukuman Mati
    Selundupkan 402 Kg Sabu dari Iran ke Sukabumi, Pelaku Terancam Hukuman Mati
    06/06/2020 - 12:03
  • Paling Dicari di Jogja, Ini Rahasia di Balik Nikmatnya Kopi Joss
    Paling Dicari di Jogja, Ini Rahasia di Balik Nikmatnya Kopi Joss
    06/06/2020 - 12:02
  • Nasib Tiga Pembalap Tim Top MotoGP Ini Belum Aman di 2021, Siapa Saja?
    Nasib Tiga Pembalap Tim Top MotoGP Ini Belum Aman di 2021, Siapa Saja?
    06/06/2020 - 11:59
  • Viral Balon Udara Jatuh Tersangkut di Atas SPBU, Bikin Warga Panik
    Viral Balon Udara Jatuh Tersangkut di Atas SPBU, Bikin Warga Panik
    06/06/2020 - 11:50
  • Demi Membunuh Virus Corona Covid-19, Banyak Orang AS Kumur Cairan Pemutih
    Demi Membunuh Virus Corona Covid-19, Banyak Orang AS Kumur Cairan Pemutih
    06/06/2020 - 11:41
  • Luhut Sindir Banyak Pengamat Kritik Pemerintah, Tapi Tak Pakai Data
    Luhut Sindir Banyak Pengamat Kritik Pemerintah, Tapi Tak Pakai Data
    06/06/2020 - 01:12
  • Pertarungan Sengit antara Monyet dan King Kobra, Tebak Siapa Menang?
    Pertarungan Sengit antara Monyet dan King Kobra, Tebak Siapa Menang?
    06/06/2020 - 06:08
  • Sikap Rasis Istri Bikin Merana, Pemain Ini Terpaksa Putus Kontrak
    Sikap Rasis Istri Bikin Merana, Pemain Ini Terpaksa Putus Kontrak
    06/06/2020 - 07:10
  • RI Dapat Pujian dari Bank Dunia Soal Anggaran Penanganan COVID-19
    RI Dapat Pujian dari Bank Dunia Soal Anggaran Penanganan COVID-19
    06/06/2020 - 00:12
  • Menko Luhut Sebut Penting Bangun Hubungan Ekonomi dengan China
    Menko Luhut Sebut Penting Bangun Hubungan Ekonomi dengan China
    06/06/2020 - 03:22