Peristiwa - Daerah

Guru Besar UGM Minta Rakyat Indonesia Bersatu Desak DPR Perkuat KPK

Kamis, 12 September 2019 - 11:34 | 119.71k
Guru Besar UGM Minta Rakyat Indonesia Bersatu Desak DPR Perkuat KPK
Guru Besar Bidang Hukum UGM Prof Dr Sudjito Atmoredjo (dua dari kanan) saat diskusi dengan Forum Pemred Yogyakarta di May Star Restaurant Jogja City Mall Jalan Magelang Yogyakarta, Rabu (11/9/2019) malam. (FOTO: A Riyadi/TIMES Indonesia)
Pewarta: A Riyadi | Editor: Wahyu Nurdiyanto

TIMESINDONESIA, YOGYAKARTA – Keberadaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terancam lemah. Ini menyusul kabar yang beredar di kalangan politisi senayan, pegiat antikorupsi, dan internal KPK bahwa DPR RI ingin merevisi sejumlah pasal yang ada pada UU KPK.

Diantara pasal yang diincar adalah mengenai penyadapan, lama penanganan sebuah kasus, operasi tangkap tangan (OTT), penyidikan, SP3 dan usulan adanya Dewan Pengawas KPK.

“Banyak lembaga dan orang yang merasa terganggu terhadap kewenangan KPK saat ini. Mereka merasa tidak aman dan tidak nyaman. Tentu mereka yang berkepentingan untuk merevisi adalah para koruptor dan calon koruptor. Mereka ingin mendapatkan uang banyak dengan cara-cara ilegal, tidak baik,” kata Guru Besar Bidang Hukum UGM Prof Dr Sudjito Atmoredjo saat diskusi dengan Forum Pemred Yogyakarta di May Star Restaurant Jogja City Mall Jalan Magelang Yogyakarta, Rabu (11/9/2019) malam.

Sebagai rakyat Indonesia dan dosen, Sudjito mengaku tidak rela terhadap adanya gerakan upaya pelemahan KPK.

Menurutnya, gerakan upaya pelemahan KPK yang sedang ramai di diperbincankan masyarakat diduga memang sengaja di desain secara terstruktur dan sistematis. Hal itu nampak dari pemilihan Panitia Seleksi (Pansel) Calon Pimpinan (Capim) KPK yang dinilai janggal.

Kemudian, sosok 10 nama capim yang saat ini sedang mengikuti fit and proper test di Komisi III DPR RI sengaja dipilih dari kalangan yang selama ini kritis terhadap KPK. Selanjutnya, disusul DPR RI yang mengusulkan revisi UU KPK.

“Pelemahan KPK ini bersifat sporadir dan sekarang dengan cara sistematis seperti revisi UU KPK dan memasukan orang-orang yang patut diduga bermasalah. Tentu, 10 nama capim tidak lepas dari kepentingan ini,” terang Sudjito.

Sudjito mengajak kepada masyarakat Indonesia untuk mengawal revisi UU KPK yang akan dibahas oleh pemerintah bersama DPR. Hal ini menyusul keputusan Presiden RI Joko Widodo yang telah mengirimkan surat presiden RI (surpres) ke DPR RI yang menyetujui revisi UU KPK berikut mengirimkan daftar isian masalah (DIM).

“Mari kita kawal sama-sama revisi UU KPK ini. Kita perlu mengajak KPK untuk berdiskusi, apa yang diperlukan agar KPK kuat. Jika memang nanti revisi UU KPK ternyata melemahkan ya kita ajukan judicial review ke Mahkamah Konstitusi (MK). Namun, kita juga perlu pastikan bahwa hakim MK benar-benar pro terhadap pemberantasan korupsi,” tegas Sudjito.

Sudjito mengusulkan, pemberantasan korupsi diperluas tidak sekadar merugikan keuangan negara. Namun, dapat dikembangkan pada korupsi kekuasaan. Maksudnya, pejabat negara yang menggunakan kekuasaananya dengan sewenang-wenang maka dapat dikenai UU KPK.

“Konsep korupsi kekuasaan inilah yang menjadi embrio korupsi uang negara. Korupsi kekuasaan lebih ganas ketimbang korupsi uang negara karena pejabat coroboh dalam menggunakan kekuasaannya,” tandas guru besar UGM ini yang berulang mengajak rakyat Indonesia bersatu meminta DPR agar memperkuat posisi KPK. (*)


Guru Besar UGM UU KPK DPR KPK
Publisher : Rizal Dani
Sumber : TIMES Yogyakarta
Reaksi Anda
KOMENTAR

EKORAN

TIMES TV

BPN Kota Malang Bertekad Wujudkan Kantor Bebas Korupsi

BPN Kota Malang Bertekad Wujudkan Kantor Bebas Korupsi

28/02/2020 - 20:41

Pasar Rakyat UMKM Herbangin Hadir di Kota Kediri

Pasar Rakyat UMKM Herbangin Hadir di Kota Kediri
Lagu Indonesia Raya Mengantar Keberangkatan WNI dari Natuna

Lagu Indonesia Raya Mengantar Keberangkatan WNI dari Natuna
Grup Musik Angklung Shalawatan Meriahkan CFD di Situbondo

Grup Musik Angklung Shalawatan Meriahkan CFD di Situbondo
Pilkada Kabupaten Malang 2020, Hasan Abadi Optimis dapat Rekom Partai

Pilkada Kabupaten Malang 2020, Hasan Abadi Optimis dapat Rekom Partai
Follow TIMES Indonesia di Google News

iGuides

  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20
  • Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    23/05/2019 - 15:05

KOPI TIMES

  • Eksistensi Perempuan: Negara Membatasi Ruang Gerak Perempuan?
    Eksistensi Perempuan: Negara Membatasi Ruang Gerak Perempuan?
    28/02/2020 - 22:31
  • Perlindungan Anak Sebagai Gerakan Sosial
    Perlindungan Anak Sebagai Gerakan Sosial
    28/02/2020 - 21:31
  • Siapakah yang Siap Memimpin Samarinda, Pembenahan atau Perebutan Proyek?
    Siapakah yang Siap Memimpin Samarinda, Pembenahan atau Perebutan Proyek?
    28/02/2020 - 20:33
  • Mahasiswa: Skill dan IPK, Mana yang Lebih Penting?
    Mahasiswa: Skill dan IPK, Mana yang Lebih Penting?
    28/02/2020 - 19:37
  • Bisakah Ijazah Madin Jadi Syarat Pendukung Masuk SMP/MTs?
    Bisakah Ijazah Madin Jadi Syarat Pendukung Masuk SMP/MTs?
    28/02/2020 - 18:33
  • Sosialisasi Ideologi
    Sosialisasi Ideologi
    28/02/2020 - 17:37
  • Polemik Omnibus Law Versus Perlindungan Hukum Tenaga Kerja Indonesia dan Malaysia
    Polemik Omnibus Law Versus Perlindungan Hukum Tenaga Kerja Indonesia dan Malaysia
    28/02/2020 - 16:30
  • Dilematis Persoalan Banjir Jakarta
    Dilematis Persoalan Banjir Jakarta
    27/02/2020 - 22:39
  • Imbas Arab Saudi Setop Izin Umrah, Menhub Sarankan Maskapai Buka Jalur Baru
    Imbas Arab Saudi Setop Izin Umrah, Menhub Sarankan Maskapai Buka Jalur Baru
    29/02/2020 - 03:35
  • Anti Ribet, Posisi Seks 68 Bisa Bikin Pasangan Mabuk Kepayang!
    Anti Ribet, Posisi Seks 68 Bisa Bikin Pasangan Mabuk Kepayang!
    29/02/2020 - 03:05
  • Warga Ancam Tutup Tambang Emas Tumpang Pitu Jika Khofifah Tak Cabut Izin
    Warga Ancam Tutup Tambang Emas Tumpang Pitu Jika Khofifah Tak Cabut Izin
    29/02/2020 - 02:05
  • Presiden Mongolia Dikarantina 14 Hari Sehabis dari China, karena Covid-19?
    Presiden Mongolia Dikarantina 14 Hari Sehabis dari China, karena Covid-19?
    29/02/2020 - 01:05
  • Kisah Sopir Dapat Umrah Gratis dari Rektor Kampus, Tapi Gagal Berangkat
    Kisah Sopir Dapat Umrah Gratis dari Rektor Kampus, Tapi Gagal Berangkat
    29/02/2020 - 00:05
  • Kemarahan Besar Erdogan Melihat Pembantaian Umat Muslim di India
    Kemarahan Besar Erdogan Melihat Pembantaian Umat Muslim di India
    29/02/2020 - 01:33
  • Benarkah Cece Mylisa Sanny Meninggal karena MDS?
    Benarkah Cece Mylisa Sanny Meninggal karena MDS?
    29/02/2020 - 02:28
  • Gawat Son Heung Min Tottenham Bakal di Karantina, Kena Corona?
    Gawat Son Heung Min Tottenham Bakal di Karantina, Kena Corona?
    29/02/2020 - 01:10
  • Tyson Fury Lebih Perkasa, Tunangan Deontay Wilder Kena Batunya
    Tyson Fury Lebih Perkasa, Tunangan Deontay Wilder Kena Batunya
    29/02/2020 - 01:10
  • Hebatnya Indonesia Masih 'Kebal' Virus Corona, Benar karena Matahari?
    Hebatnya Indonesia Masih 'Kebal' Virus Corona, Benar karena Matahari?
    29/02/2020 - 03:41