Wisata

Pesona Alam dan Kebudayaan Desa Wisata Paksebali Klungkung Bali

Kamis, 12 September 2019 - 06:28 | 116.51k
Pesona Alam dan Kebudayaan Desa Wisata Paksebali Klungkung Bali
Salah satu obyek wisata di Desa Paksebali Klungkung Bali. (Foto: Imadudin M/TIMES Indonesia)
Pewarta: Imadudin Muhammad | Editor: Faizal R Arief

TIMESINDONESIA, KLUNGKUNGDesa Wisata Paksebali Klungkung Bali kini menjadi salah satu desa wisata yang layak dikunjungi. Desa Paksebali yang terletak di Kabupaten Klungkung, Provinsi Bali ini menawarkan keberagaman budaya, seni, dan wisata alam.

Para pengunjung bisa menikmati berbagai keindahan budaya dan wisata alam ini dengan mengikuti paket perjalanan wisata Desa Paksebali. Paket ini akan mengajak para pengunjung berjalan ke tempat industri perumahan, pengrajin, tempat ibadah, hingga ke wisata Kali Unde. Setiap perjalanan wisata ini nanti akan dipandu oleh seorang guide.

Desa-Wisata-Paksebali-2.jpg

Untuk dapat menikmati paket perjalanan ini, para pengunjung hanya perlu membeli tiket seharga Rp 200 ribu, di Paksebali Homestay, yang berada Jalan Raya Sidemen, Desa Paksebali, Kabupaten Klungkug, Bali.

Selain tempat pembelian tiket, para pengunjung yang berminat merasakan bermalam di rumah Bali, bisa melakukan reservasi kamar di sini. Ada 4 pilihan kamar yang bisa dipesan dengan harga mulai dari Rp 100 ribu.

Perjalanan wisata Desa Paksebali ini dimulai dengan mengunjungi salah satu rumah produksi makanan tradisional Bali. Kemudian, dilanjutkan dengan menyaksikan langsung pembuatan kain tenun Endek. Para pengunjung juga bisa mencoba langsung pembuatan kain tenun di sini. Jika tertarik dengan kain tenun, para pengunjung juga bisa membeli langsung kain yang sudah jadi di etalase yang telah disediakan.

Setelah itu, perjalanan akan dilanjutkan ke pengrajin gamelan Bali. Perjalanan di tempat ketiga ini, para pengunjung akan disajikan langsung proses pembuatan Gamelan, dari proses melelehkan besi, hingga mencetak besi menjadi Gamelan. Pada area ini, nuansa Bali pedesaan sangat terasa. Ruang pembuatan gamelan ini pun masih cukup tradisional.

Desa-Wisata-Paksebali.jpg

Dari pembuatan gamelan, para pengunjung akan diajak untuk melihat proses pembuatan payung Bali. Mulai dari membuat kerangka payung, melukis motif payung, hingga merangkai semua bahan menjadi Tedung atau payung.

Kemudian, para pengunjung akan diajak untuk melihat Pura Panti Timbrah, salah satu tempat ibadah yang memiliki banyak sejarah. Pengunjung akan melihat kemegahan Pura dengan berbagai oramen khas Bali.

Pada pura ini juga ada juga pementasan Barong Landung, Nong-nong Kling, Dewa Masraman, dan Lukat Geni. Namun, pementasan ini tidak berlangsung setiap hari, dan hanya bisa disaksikan saat ada kegiatan ibadah agama Hindu atau upacara adat.

Setelah berkeliling di Desa Paksebali Klungkung, pengunjung akan diajak ke Wisata Kali Unda. Destinasi akhir ini akan menyuguhkan pemandangan alam dari Dam Sungai Unda. Pengunjung bisa menyaksikan aktivitas warga di sungai, sembari menikmati sajian makan siang.

Tak hanya itu, bendungan selebar sekitar 50 meter, membentuk aliran sungai atau tukad Unda berupa air terjun, seperti sebuah tirai panjang dan bertingkat. Bagi pecinta seni foto tempat ini tentulah sangat menarik untuk dijadikan latar yang cukup spesial, apalagi mereka yang ingin melakukan pemotretan prewedding, tentu tempat ini akan menjadi sebuah tempat istimewa.Hal-E-12-September.jpgKawasan Desa Wisata Paksebali ini saat ini masih terus dikembangkan. Rencananya, potensi alam dan kebudayaan masyarakat akan didukung dengan pengembangan pentas seni dan budaya Seni Tari Lente, Tari Topeng, Pedalangan, Seni Tabuh, Wirama, Persantian, Luka Geni, Dewa Mesraman dan Ngelawang.

"Kami akan terus berupaya mengembangkan dan melengkapi fasilitas wisata, salah satunya pementasan budaya tari. Nanti juga akan ada track wisata alam ke Bukit Mandean dan Taman Seganing," kata Kepala Desa Paksebali, I Putu Ariadi, pada TIMES Indonesia.

Putu juga menambahkan pembangunan Desa Wisata Paksebali ini akan berlangsung bertahap, sebab selama ini masih mengandalkan anggaran desa, yang dialokasikannya sebesar 30 persen khusus untuk pengembangan pariwisata.

Bagi yang ingin menikmati Desa Wisata Paksebali Klungkung Bali bersama keluarga tercinta, dan sahabat dapat segera melakukan reservasi di nomor telepon +62877 3058 2175 atau booking via website paksebalivillage.com. Untuk informasi bisa dapat mengikuti melalui media sosial seperti Instagram @Paksebalivillage, dan Facebook @Paksebalivillage. (*)


Desa wisata Paksebali Klungkung Bali
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan
Sumber : TIMES Bali
Reaksi Anda
KOMENTAR

EKORAN

TIMES TV

BPN Kota Malang Bertekad Wujudkan Kantor Bebas Korupsi

BPN Kota Malang Bertekad Wujudkan Kantor Bebas Korupsi

28/02/2020 - 20:41

Pasar Rakyat UMKM Herbangin Hadir di Kota Kediri

Pasar Rakyat UMKM Herbangin Hadir di Kota Kediri
Lagu Indonesia Raya Mengantar Keberangkatan WNI dari Natuna

Lagu Indonesia Raya Mengantar Keberangkatan WNI dari Natuna
Grup Musik Angklung Shalawatan Meriahkan CFD di Situbondo

Grup Musik Angklung Shalawatan Meriahkan CFD di Situbondo
Pilkada Kabupaten Malang 2020, Hasan Abadi Optimis dapat Rekom Partai

Pilkada Kabupaten Malang 2020, Hasan Abadi Optimis dapat Rekom Partai
Follow TIMES Indonesia di Google News

iGuides

  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20
  • Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    23/05/2019 - 15:05

KOPI TIMES

  • Eksistensi Perempuan: Negara Membatasi Ruang Gerak Perempuan?
    Eksistensi Perempuan: Negara Membatasi Ruang Gerak Perempuan?
    28/02/2020 - 22:31
  • Perlindungan Anak Sebagai Gerakan Sosial
    Perlindungan Anak Sebagai Gerakan Sosial
    28/02/2020 - 21:31
  • Siapakah yang Siap Memimpin Samarinda, Pembenahan atau Perebutan Proyek?
    Siapakah yang Siap Memimpin Samarinda, Pembenahan atau Perebutan Proyek?
    28/02/2020 - 20:33
  • Mahasiswa: Skill dan IPK, Mana yang Lebih Penting?
    Mahasiswa: Skill dan IPK, Mana yang Lebih Penting?
    28/02/2020 - 19:37
  • Bisakah Ijazah Madin Jadi Syarat Pendukung Masuk SMP/MTs?
    Bisakah Ijazah Madin Jadi Syarat Pendukung Masuk SMP/MTs?
    28/02/2020 - 18:33
  • Sosialisasi Ideologi
    Sosialisasi Ideologi
    28/02/2020 - 17:37
  • Polemik Omnibus Law Versus Perlindungan Hukum Tenaga Kerja Indonesia dan Malaysia
    Polemik Omnibus Law Versus Perlindungan Hukum Tenaga Kerja Indonesia dan Malaysia
    28/02/2020 - 16:30
  • Dilematis Persoalan Banjir Jakarta
    Dilematis Persoalan Banjir Jakarta
    27/02/2020 - 22:39
  • Imbas Arab Saudi Setop Izin Umrah, Menhub Sarankan Maskapai Buka Jalur Baru
    Imbas Arab Saudi Setop Izin Umrah, Menhub Sarankan Maskapai Buka Jalur Baru
    29/02/2020 - 03:35
  • Anti Ribet, Posisi Seks 68 Bisa Bikin Pasangan Mabuk Kepayang!
    Anti Ribet, Posisi Seks 68 Bisa Bikin Pasangan Mabuk Kepayang!
    29/02/2020 - 03:05
  • Warga Ancam Tutup Tambang Emas Tumpang Pitu Jika Khofifah Tak Cabut Izin
    Warga Ancam Tutup Tambang Emas Tumpang Pitu Jika Khofifah Tak Cabut Izin
    29/02/2020 - 02:05
  • Presiden Mongolia Dikarantina 14 Hari Sehabis dari China, karena Covid-19?
    Presiden Mongolia Dikarantina 14 Hari Sehabis dari China, karena Covid-19?
    29/02/2020 - 01:05
  • Kisah Sopir Dapat Umrah Gratis dari Rektor Kampus, Tapi Gagal Berangkat
    Kisah Sopir Dapat Umrah Gratis dari Rektor Kampus, Tapi Gagal Berangkat
    29/02/2020 - 00:05
  • Kemarahan Besar Erdogan Melihat Pembantaian Umat Muslim di India
    Kemarahan Besar Erdogan Melihat Pembantaian Umat Muslim di India
    29/02/2020 - 01:33
  • Benarkah Cece Mylisa Sanny Meninggal karena MDS?
    Benarkah Cece Mylisa Sanny Meninggal karena MDS?
    29/02/2020 - 02:28
  • Gawat Son Heung Min Tottenham Bakal di Karantina, Kena Corona?
    Gawat Son Heung Min Tottenham Bakal di Karantina, Kena Corona?
    29/02/2020 - 01:10
  • Kebanyakan Tingkah, Bomber Madrid Terancam Tidak Bisa Bertanding
    Kebanyakan Tingkah, Bomber Madrid Terancam Tidak Bisa Bertanding
    29/02/2020 - 00:30
  • Pengakuan Mengejutkan Orangtua Soal Kekasih Vitalia Sesha
    Pengakuan Mengejutkan Orangtua Soal Kekasih Vitalia Sesha
    29/02/2020 - 02:32