Kopi TIMES Universitas Islam Malang

Pendidikan Memuliakan Manusia

Selasa, 10 September 2019 - 15:12 | 40.97k
Pendidikan Memuliakan Manusia
Imam Safi’i, S.PdI, M.Pd Dosen Fakultas Agama Islam dan Kepala Bagian Keagamaan Universitas Islam Malang.
FOKUS

Universitas Islam Malang

Pewarta: Humas Unisma | Editor: AJP-5 Editor Team

TIMESINDONESIA, MALANG – Membincang tentang pendidikan berarti tidak terlepas dari pembahasan tentang manusia. Obyek yang digarap dunia pendidikan ialah manusia,bagaimana mejadikan potensi-potensi yang dipunyai manusia bisa dikembangkan dan menjadikan kedewasaan didalam menjalani persoalan-persoalan hidup. Dari sisi yang lain pendidikan seharusnya menjadikan sumber daya manusia yang unggul serta mempunyai karakter yang baik,seperti cita-cita pendidikan di Indonesia  yang telah tertuang di dalam UU Sisdiknas no 20 Tahun 2003 yaitu mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

INFORMASI SEPUTAR UNISMA MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id

Implementasi pendidikan yang ada di Indonesia apakah sudah betul-betul memperhatikan dan mendasarkan terhadap tujuan pendidikan nasional atau hanya sebatas menjalankan rutinitas kewajiban tanpa memperhatikan output dari proses pendidikan tersebut. Kalau kita koreksi apakah semua lembaga pendidikan sudah sesuai dengan dasar-dasar tujuan yang diinginkan nasional? kalau tidak sesuai apakah ada evaluasi atau sampai hukuman kepada lembaga yang tidak mengindahkan cita-cita pendidikan nasional.

Disorientasi pendidikan bisa mengakibatkan bermunculannya generasi bangsa yang tidak menghargai bangsanya sendiri, justru muncul ketidaksukaan terhadap bangsanya sendiri. Ini semua bisa terjadi di generasi bangsa Indonesia ketika tidak ada evaluasi dan pengawasan yang ketat dari stakeholder terkait terhadap pelaksanaan pendidikan di Indonesia.

INFORMASI SEPUTAR UNISMA MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id

Kalau kita lihat masih ada lembaga-lembaga pendidikan yang mengajarkan kerancauan berfikir tentang Bhineka Tunggal Ika, cinta terhadap tanah air, pancasila sebagai dasar Negara dan penghormatan kepada bendera merah putih. kerancauan itu dengan cara bagaimana anak didik diberi pemahaman tidak saling toleransi dengan keberbedaan, dilarang untuk mencintai tanah air, menjadikan pancasila sebagai dasar Negara serta menghormati bendera tanah air adalah sesuatu yang haram. Apabila hal ini dibiarkan kedepan akan terjadi sebuah disintegrasi nasional yang mengancam Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Bagaimana mungkin bangsa Indonesia ini bisa maju kalau generasi penerusnya mempunyai pemahaman yang sangat eksklusif dan tidak mau terbuka untuk terus berusaha menciptakan inovasi-inovasi baru dalam rangka meningkatkan ketertinggalan kita didalam dunia pendidikan. Jangan sampai dengan sikap eksklusif itu justru akan mengurangi esensi manusia yang diciptakan sangat sempurna dan ditempatkan di posisi sangat mulia dibandingkan dengan makhluk yang lain. Dari sinilah pentingnya pendidikan untuk menjaga eksistensi manusia sebagai manusia yang mulia. Bukan sebaliknya justru pendidikan menjadikan manusia hina dengan sikap-sikap yang tidak baik. Bisa diambil contoh ada beberapa kelompok masyarakat yang suka mencaci maki saudaranya sendiri, memfitnah untuk kepentingan kelompoknya dan masih banyak lagi sikap-sikap yang itu menjatuhkan martabat kemulian sebagai manusia.

INFORMASI SEPUTAR UNISMA MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id

Menjadikan Manusia Mulia

Proses pendidikan yang terjadi sesungguhnya ada tiga komponen yang dikembangkan, mulai dari afektif, kognitif dan psikomotorik. Akan tetapi masyarakat sekarang meributkan hanya masalah kecerdasan intelektual sedangkan sebenarnya lebih penting daripada itu ialah kecerdasan spiritual yang akan memberikan dampak akhlak yang baik didalam menjalani kehidupan di masyarakat. Orang tua kebingungan mencari sekolah yang dianggap unggulan karena menjadikan lulusan cerdas intelektual,lupa bahwa kecerdasan intelektual hanya salah satu komponen didalam garapan pendidikan. Mengapa orang tua tidak bingung memilih sekolah yang mengutamakan kecerdasan spiritual dan kecerdasan intelektual yang pada akhirnya nanti menjadikan anaknya sebagai manusia yang berilmu dan mempunyai akhlak baik.

Mengutip apa yang disampaikan oleh Naquib Al-Attas ”The purpose of seeking knowledge in islam is to inculcate goodnees or justicein man as man an individual self. The aim of education in Islam is therefore to produce a good man”. Bahwa pendidikan harus menjadikan manusia yang baik, orang yang baik tentunya manusia yang beradab. Seseorang tidak cukup hanya mempunyai intelektual yang tinggi, namun ia harus mempunyai akhlak mulia terhadap sesama manusia.

INFORMASI SEPUTAR UNISMA MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id

Kalau kita tarik ditataran praksisnya bahwa pendidikan di Indonesia sangat memprihatinkan karena pemahaman bahwa pendidikan sekarang lebih ke hal prakmatis dari pada humanis, tidak seperti tujuan luhur pendidikan menurut Ki Hadjar Dewantara yaitu pendidikan untuk memanusiakan manusia dalam arti berakhlak mulia, akan tetapi sekarang tergantikan oleh tujuan untuk menciptakan manusia yang siap kerja setelah lulus sekolah. Disinilah menjadikan sekolah hanya sebatas mengajar dan melatih tapi tidak mendidik.

Seharusnya dengan adanya pendidikan menjadikan manusia itu mempunyai kompetensi dari sisi afektif, kognitif, dan psikomotoriknya dengan begitu manusia akan terus tetap dimaqom kemuliaan.

INFORMASI SEPUTAR UNISMA MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id

*)Penulis: Imam Safi’i, S.PdI, M.Pd, Dosen Fakultas Agama Islam dan Kepala Bagian Keagamaan Universitas Islam Malang.

*)Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi timesindonesia.co.id


Opini Kopi TIMES Imam Safii Unisma Malang Universitas Islam Malang
Publisher : Rochmat Shobirin
Reaksi Anda
KOMENTAR

EKORAN

TIMES TV

BPN Kota Malang Bertekad Wujudkan Kantor Bebas Korupsi

BPN Kota Malang Bertekad Wujudkan Kantor Bebas Korupsi

28/02/2020 - 20:41

Pasar Rakyat UMKM Herbangin Hadir di Kota Kediri

Pasar Rakyat UMKM Herbangin Hadir di Kota Kediri
Lagu Indonesia Raya Mengantar Keberangkatan WNI dari Natuna

Lagu Indonesia Raya Mengantar Keberangkatan WNI dari Natuna
Grup Musik Angklung Shalawatan Meriahkan CFD di Situbondo

Grup Musik Angklung Shalawatan Meriahkan CFD di Situbondo
Pilkada Kabupaten Malang 2020, Hasan Abadi Optimis dapat Rekom Partai

Pilkada Kabupaten Malang 2020, Hasan Abadi Optimis dapat Rekom Partai
Follow TIMES Indonesia di Google News

iGuides

  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20
  • Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    23/05/2019 - 15:05

KOPI TIMES

  • Eksistensi Perempuan: Negara Membatasi Ruang Gerak Perempuan?
    Eksistensi Perempuan: Negara Membatasi Ruang Gerak Perempuan?
    28/02/2020 - 22:31
  • Perlindungan Anak Sebagai Gerakan Sosial
    Perlindungan Anak Sebagai Gerakan Sosial
    28/02/2020 - 21:31
  • Siapakah yang Siap Memimpin Samarinda, Pembenahan atau Perebutan Proyek?
    Siapakah yang Siap Memimpin Samarinda, Pembenahan atau Perebutan Proyek?
    28/02/2020 - 20:33
  • Mahasiswa: Skill dan IPK, Mana yang Lebih Penting?
    Mahasiswa: Skill dan IPK, Mana yang Lebih Penting?
    28/02/2020 - 19:37
  • Bisakah Ijazah Madin Jadi Syarat Pendukung Masuk SMP/MTs?
    Bisakah Ijazah Madin Jadi Syarat Pendukung Masuk SMP/MTs?
    28/02/2020 - 18:33
  • Sosialisasi Ideologi
    Sosialisasi Ideologi
    28/02/2020 - 17:37
  • Polemik Omnibus Law Versus Perlindungan Hukum Tenaga Kerja Indonesia dan Malaysia
    Polemik Omnibus Law Versus Perlindungan Hukum Tenaga Kerja Indonesia dan Malaysia
    28/02/2020 - 16:30
  • Dilematis Persoalan Banjir Jakarta
    Dilematis Persoalan Banjir Jakarta
    27/02/2020 - 22:39
  • Wilder Salahkan Kostum Usai Kalah TKO dari Fury, Promotor: Statement Bodoh
    Wilder Salahkan Kostum Usai Kalah TKO dari Fury, Promotor: Statement Bodoh
    29/02/2020 - 07:42
  • Kris Jenner Beri Bocoran Akan Ada Bayi lagi di Keluarga Kardashian
    Kris Jenner Beri Bocoran Akan Ada Bayi lagi di Keluarga Kardashian
    29/02/2020 - 07:30
  • Tampil Live Perdana Setelah Berkabung, BCL Minta Maaf
    Tampil Live Perdana Setelah Berkabung, BCL Minta Maaf
    29/02/2020 - 07:22
  • Diancam Diperkosa hingga Dibunuh, Syifa Hadju Takut Keluar Rumah
    Diancam Diperkosa hingga Dibunuh, Syifa Hadju Takut Keluar Rumah
    29/02/2020 - 07:15
  • Tes Kepribadian: Cari Jodoh? Kenali Kriteria Pasangan Ideal Lewat Gambar
    Tes Kepribadian: Cari Jodoh? Kenali Kriteria Pasangan Ideal Lewat Gambar
    29/02/2020 - 07:15
  • Kerusuhan Berdarah India, Orang Ini Ternyata Biang Keroknya
    Kerusuhan Berdarah India, Orang Ini Ternyata Biang Keroknya
    29/02/2020 - 04:39
  • Kemarahan Besar Erdogan Melihat Pembantaian Umat Muslim di India
    Kemarahan Besar Erdogan Melihat Pembantaian Umat Muslim di India
    29/02/2020 - 01:33
  • Umat Islam Dibantai di India, Zakir Naik Serukan Ulama Dunia Jihad
    Umat Islam Dibantai di India, Zakir Naik Serukan Ulama Dunia Jihad
    29/02/2020 - 04:50
  • Dunia Bergolak, Amerika Dituding Hancurkan Kota Suci Qom Pakai Corona
    Dunia Bergolak, Amerika Dituding Hancurkan Kota Suci Qom Pakai Corona
    29/02/2020 - 05:10
  • Hebatnya Indonesia Masih 'Kebal' Virus Corona, Benar karena Matahari?
    Hebatnya Indonesia Masih 'Kebal' Virus Corona, Benar karena Matahari?
    29/02/2020 - 03:41