Gaya Hidup

Enam Risiko Terlalu Sering Konsumsi Makanan Kalengan

Senin, 26 Agustus 2019 - 04:54 | 31.68k
Enam Risiko Terlalu Sering Konsumsi Makanan Kalengan
Ilustrasi makanan kalengan. (foto: Shutterstock)
Editor: Deasy Mayasari

TIMESINDONESIA, JAKARTAMakanan kalengan bisa menjadi solusi saat malas memasak. Makanan kaleng praktis karena tidak memerlukan waktu lama serta perlengkapan memasak yang banyak. Namun, tahukah Anda jika terlalu sering konsumsi makanan kaleng bisa berdampak buruk untuk kesehatan.

1. Bisa menyebabkan gangguan pencernaan

Dampak pertama yang bisa kita rasakan jika terlalu sering mengonsumsi makanan kalengan adalah meningkatnya risiko terkena gangguan pencernaan. Hal ini disebabkan oleh keberadaan bahan kimia yang digunakan pada kemasan kalengan ini demi membuat makanan di dalamnya terjaga keawetannya.

Berdasarkan sebuah penelitian yang dilakukan di Jepang, dihasilkan fakta bahwa makanan kalengan rentan terpapar bahan kimia stanum yang bisa memicu pengendapan di dalam usus dan memicu datangnya gangguan pencernaan layaknya mual-mual, muntah, hingga nyeri perut.

2. Bisa meningkatkan risiko kanker

Banyak produsen makanan kalengan yang mengklaim jika produk makanannya bebas dari bakteri sehingga membuatnya awet dalam waktu yang sangat lama. Padahal, dalam realitanya kemasan kalenga ini menggunakan bahan kimia pengawet yang bisa memberikan dampak bagi kesehatan tubuh.

Jika kita sering terpapar bahan pengawet ini dalam jangka panjang, pakar kesehatan menyebut hal ini akan meningkatkan risiko terkena kanker dengan signifikan.

3. Bisa meningkatkan risiko terkena alergi

Di dalam makanan kalengan terdapat kandungan bahan makanan tambahan. Hal ini membuat makanan-makanan ini memiliki warna, rasa, atau aroma yang jauh lebih menarik. Masalahnya adalah keberadaan bahan makanan tambahan ini ternyata bisa memberikan dampak kesehatan yag kurang baik seperti meningkatkan risiko terkena alergi.

4. Bisa menyebabkan masalah pada saluran kemih

Banyak makanan kalengan yang menggunakan bahan pemanis. Sebagai contoh, buah kalengan biasanya menggunakan pemanis buatan dalam jumlah yang tinggi demi membuatnya memiliki rasa yang jauh lebih nikmat.

Salah satu jenis pemanis buatan yang digunakan adalah siklamat. Masalahnya adalah kandungan ini sulit untuk dicerna oleh tubuh dan akhirnya membebani ginjal serta saluran kemih. Hal inilah yang akhirnya bisa meningkatkan masalah pada organ-organ tersebut.

5. Bisa menyebabkan diabetes

Normalnya, bahan kaleng akan rentan mengalami karat, namun karena memiliki kandungan kimia bernama Bisphenol A atau BPA, kemasan makanan kalengan tidak mudah berkarat dan bisa menjaga kondisi makanan yang tersimpan di dalamnya.

Penelitian yang dilakukan di Harvard Public School of Health menghasilkan fakta bahwa kandungan Bisphenol A dalam jangka panjang bisa menyebabkan gangguan metabolisme, sensitivitas insulin, dan terganggunya keseimbangan kadar gula darah yang akhirnya berimbas pada meningkatnya risiko terkena diabetes.

6. Bisa menyebabkan gangguan nutrisi

Terlalu sering mengonsumsi makanan kalengan ternyata bisa meningkatkan risiko terkena gangguan nutrisi. Hal ini disebabkan oleh banyaknya makanan kalengan yang ternyata tidak memiliki kandungan sebagaimana yang tertulis di dalam label. Jika tidak menerapkan pola makan dengan kadar gizi yang seimbang, maka risiko untuk mengalami gangguan nutrisi pun akan meningkat dengan signifikan. (*)


Makanan kalengan kesehatan
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok
Sumber : Dokter Sehat
Reaksi Anda
KOMENTAR

EKORAN

TIMES TV

Lagu Indonesia Raya Mengantar Keberangkatan WNI dari Natuna

Lagu Indonesia Raya Mengantar Keberangkatan WNI dari Natuna

15/02/2020 - 17:38

Grup Musik Angklung Shalawatan Meriahkan CFD di Situbondo

Grup Musik Angklung Shalawatan Meriahkan CFD di Situbondo
Pilkada Kabupaten Malang 2020, Hasan Abadi Optimis dapat Rekom Partai

Pilkada Kabupaten Malang 2020, Hasan Abadi Optimis dapat Rekom Partai
Bacalon Bupati Malang Merebut Rekom Partai

Bacalon Bupati Malang Merebut Rekom Partai
Panglima TNI Dampingi Presiden RI Pantau Banjir dari Udara

Panglima TNI Dampingi Presiden RI Pantau Banjir dari Udara
Follow TIMES Indonesia di Google News

iGuides

  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20
  • Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    23/05/2019 - 15:05

KOPI TIMES

  • Hilangnya Etika dan Moral dalam Pembelajaran PPKn
    Hilangnya Etika dan Moral dalam Pembelajaran PPKn
    18/02/2020 - 12:08
  • Pilkada Pacitan: Untuk Menang Terhormat Setiap Demokrat Wajib Saling Merapat
    Pilkada Pacitan: Untuk Menang Terhormat Setiap Demokrat Wajib Saling Merapat
    18/02/2020 - 11:08
  • Peran Partai Politik dan untuk Dipilih Bagi Penyandang Difabel
    Peran Partai Politik dan untuk Dipilih Bagi Penyandang Difabel
    18/02/2020 - 01:41
  • Halal Haram Testimoni Iklan
    Halal Haram Testimoni Iklan
    18/02/2020 - 00:11
  • Kekerasan di Institusi Pendidikan, Mari Mengadopsi Doktrin Pendidikan Pesantren
    Kekerasan di Institusi Pendidikan, Mari Mengadopsi Doktrin Pendidikan Pesantren
    17/02/2020 - 23:27
  • Berandai Tentang Penerapan Augmented Democracy di Indonesia
    Berandai Tentang Penerapan Augmented Democracy di Indonesia
    17/02/2020 - 22:40
  • Etika Politik Politisi dan Legisi Generasi
    Etika Politik Politisi dan Legisi Generasi
    17/02/2020 - 17:05
  • Akar Bullying, Cabut Mulai Sekarang!
    Akar Bullying, Cabut Mulai Sekarang!
    17/02/2020 - 16:16
  • Sindir Etika Melamar Kerja via Email, Anak Jokowi Panen Kecaman
    Sindir Etika Melamar Kerja via Email, Anak Jokowi Panen Kecaman
    18/02/2020 - 14:27
  • Bujuk Kiai Pencabul Santriwati Menyerah, Kapolda Jatim Utus Tim Khusus
    Bujuk Kiai Pencabul Santriwati Menyerah, Kapolda Jatim Utus Tim Khusus
    18/02/2020 - 14:25
  • Penajam Paser Utara, Ibu Kota Baru Banjir 1,9 Meter, Jembatan Roboh
    Penajam Paser Utara, Ibu Kota Baru Banjir 1,9 Meter, Jembatan Roboh
    18/02/2020 - 14:23
  • 3 WNI di Kapal Diamond Princess Positif Corona Dilarikan ke Rumah Sakit
    3 WNI di Kapal Diamond Princess Positif Corona Dilarikan ke Rumah Sakit
    18/02/2020 - 14:18
  • BCL Nyanyi Lagu Ini Sebelum Ashraf Sinclair Wafat, Liriknya Buat Merinding
    BCL Nyanyi Lagu Ini Sebelum Ashraf Sinclair Wafat, Liriknya Buat Merinding
    18/02/2020 - 14:17
  • Postingan Terakhir Suami BCL, Ashraf Sinclair Sebelum Meninggal
    Postingan Terakhir Suami BCL, Ashraf Sinclair Sebelum Meninggal
    18/02/2020 - 07:24
  • Innalillahi, Kabar Duka Ashraf Sinclair Meninggal Beredar di WhatsApp
    Innalillahi, Kabar Duka Ashraf Sinclair Meninggal Beredar di WhatsApp
    18/02/2020 - 06:53
  • Suami Bunga Citra Lestari, Ashraf Sinclair Meninggal Dunia
    Suami Bunga Citra Lestari, Ashraf Sinclair Meninggal Dunia
    18/02/2020 - 06:42
  • Rayakan Pertunangan, Katy Perry dan Orlando Bloom Bakal Segera Nikah?
    Rayakan Pertunangan, Katy Perry dan Orlando Bloom Bakal Segera Nikah?
    18/02/2020 - 06:32
  • Kabarkan Berita Duka Ashraf Sinclair Meninggal, Evan Sanders Syok
    Kabarkan Berita Duka Ashraf Sinclair Meninggal, Evan Sanders Syok
    18/02/2020 - 07:22