Ketahanan Informasi Ketahanan Informasi Pendidikan

UWG Malang Beberkan Persyaratan Pencairan Tunjangan Sertifikasi Berbasis Daring

Sabtu, 24 Agustus 2019 - 06:06 | 82.24k
UWG Malang Beberkan Persyaratan Pencairan Tunjangan Sertifikasi Berbasis Daring
Dadang Herman, ST.MT (Kepala Badan Pengendalian Mutu, BPM). (FOTO: AJP TIMES Indonesia)
FOKUS

Ketahanan Informasi Pendidikan

Pewarta: Santoso (CR-058) | Editor: AJP-5 Editor Team

TIMESINDONESIA, MALANG – Akhir semester genap, dosen UWG Malang yang tersertifikasi harus melakukan pelaporan kinerja.

Di Universitas WIdyagama Malang, dosen profesional dituntut untuk melakukan kinerja yang terbagi menjadi empat bidang, yaitu bidang pendidikan pengajaran, bidang penelitian, bidang pengabdian kepada masyarakat dan bidang penunjang lainnya.

Untuk dosen yang tidak mendapatkan tugas tambahan di kampusnya, maka keempat bidang tersebut harus dilakukan tiap semester. Sementara bagi dosen yang mendapat tugas tambahan (misalnya menjadi ketua program studi atau jabatan akademik lainnya), maka bidang penelitian dan bidang pengabdian kepada masyarakat boleh tidak dilakukan karena dianggap sudah terkonversi dengan tugas-tugas akademik tambahan yang dibebankan.

Di lembaga pendidikan tinggi yang bernaung dibawah YPPIWM ini, rangkaian proses diawali dengan sosialisasi terhadap perubahan peraturan yang ada, kemudian dilanjutkan dengan asesmen bersama. Asesmen ini menjadi persyaratan yang harus dilakukan untuk memastikan bahwa pelaporan kinerja yang dilakukan oleh dosen tersertifikasi sudah sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan. Laporan kinerja dosen tersertifikasi harus mendapat persetujuan dua orang asesor.

Disamping laporan kinerja, dosen tersertifikasi juga harus membuat kontrak kerja, yaitu rencana kerja yang akan dilakukan pada semester yang akan datang. Untuk kontrak kerja ini, laporan harus mendapat persetujuan masing-masing ketua program studinya.

Tahapan selanjutnya setelah laporan kinerja dan kontrak kerja ditandatangani pejabat berwenang, maka berkas ini harus dikirim ke LLDIKTI 7, koordinator perguruan tinggi swasta di Jawa Timur, dan ini dilakukan oleh BPM (Badan Penjaminan Mutu).

Ketua Unit Pengendalian Mutu BPM UWG, Dadang Hermanto, ST, MT menjelaskan bahwa mulai semester ini pelaporan ke LLDIKTI 7 tidak perlu lagi dilakukan dengan membawa berkas ke Surabaya, akan tetapi dilakukan melalui fasilitas daring (secara on line).

"Kalau semester yang lalu, begitu berkas kami laporkan, saat itu kami menerima kabar penerimaan, akan tetapi dengan sistem yanh baru ini, maka kami harus semakin berakrab-akrab dengan dunia digital, karena berita terkait verifikasi berkas sewaktu-waktu akan disampaikan secara on line juga," jelas Dadang.

Setelah proses verifikasi berkas, maka para dosen tersertifikasi tinggal menunggu waktu pencairan dana sertifikasinya. Dijadualkan dana sertifikasi dosen sebagai kompensasi atas kinerja semesteran ini akan turun pada Bulan September 2019.((*Sebagaimana semester-semester sebelumnya, akhir semester genap tahun akademik 2018/2019 ini, para dosen tersertifikasi Kampus Inovasi Umiversitas Widyagama Malang kembali harus melakukan pelaporan kinerja.

Sebagaimana diketahui, dosen profesional dituntut untuk melakukan kinerja yang terbagi menjadi empat bidang, yaitu bidang pendidikan pengajaran, bidang penelitian, bidang pengabdian kepada masyarakat dan bidang penunjang lainnya. Untuk dosen yang tidak mendapatkan tugas tambahan di kampusnya, maka keempat bidang tersebut harus dilakukan tiap semester. Sementara bagi dosen yang mendapat tugas tambahan (misalnya menjadi ketua program studi atau jabatan akademik lainnya), maka bidang penelitian dan bidang pengabdian kepada masyarakat boleh tidak dilakukan karena dianggap sudah terkonversi dengan tugas-tugas akademik tambahan yang dibebankan.

Di lembaga pendidikan tinggi yang bernaung dibawah YPPIWM ini, rangkaian proses diawali dengan sosialisasi terhadap perubahan peraturan yang ada, kemudian dilanjutkan dengan asesmen bersama. Asesmen ini menjadi persyaratan yang harus dilakukan untuk memastikan bahwa pelaporan kinerja yang dilakukan oleh dosen tersertifikasi sudah sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan. Laporan kinerja dosen tersertifikasi harus mendapat persetujuan dua orang asesor.

Disamping laporan kinerja, dosen tersertifikasi juga harus membuat kontrak kerja, yaitu rencana kerja yang akan dilakukan pada semester yang akan datang. Untuk kontrak kerja ini, laporan harus mendapat persetujuan masing-masing ketua program studinya.

Tahapan selanjutnya setelah laporan kinerja dan kontrak kerja ditandatangani pejabat berwenang, maka berkas ini harus dikirim ke LLDIKTI 7, koordinator perguruan tinggi swasta di Jawa Timur, dan ini dilakukan oleh BPM (Badan Penjaminan Mutu).

Ketua Unit Pengendalian Mutu BPM UWG, Dadang Hermanto, ST, MT menjelaskan bahwa mulai semester ini pelaporan ke LLDIKTI 7 tidak perlu lagi dilakukan dengan membawa berkas ke Surabaya, akan tetapi dilakukan melalui fasilitas daring (secara on line). "Kalau semester yang lalu, begitu berkas kami laporkan, saat itu kami menerima kabar penerimaan, akan tetapi dengan sistem yanh baru ini, maka kami harus semakin berakrab-akrab dengan dunia digital, karena berita terkait verifikasi berkas sewaktu-waktu akan disampaikan secara on line juga," demikian Dadang menjelaskan.

Setelah proses verifikasi berkas, maka para dosen tersertifikasi tinggal menunggu waktu pencairan dana sertifikasinya. Dijadualkan dana sertifikasi dosen sebagai kompensasi atas kinerja semesteran ini akan turun pada Bulan September 2019.(san/pip/red:rh)

Sebagaimana semester-semester sebelumnya, akhir semester genap tahun akademik 2018/2019 ini, para dosen tersertifikasi Kampus Inovasi Umiversitas Widyagama Malang kembali harus melakukan pelaporan kinerja.

Sebagaimana diketahui, dosen profesional dituntut untuk melakukan kinerja yang terbagi menjadi empat bidang, yaitu bidang pendidikan pengajaran, bidang penelitian, bidang pengabdian kepada masyarakat dan bidang penunjang lainnya. Untuk dosen yang tidak mendapatkan tugas tambahan di kampusnya, maka keempat bidang tersebut harus dilakukan tiap semester. Sementara bagi dosen yang mendapat tugas tambahan (misalnya menjadi ketua program studi atau jabatan akademik lainnya), maka bidang penelitian dan bidang pengabdian kepada masyarakat boleh tidak dilakukan karena dianggap sudah terkonversi dengan tugas-tugas akademik tambahan yang dibebankan.

Di lembaga pendidikan tinggi yang bernaung dibawah YPPIWM ini, rangkaian proses diawali dengan sosialisasi terhadap perubahan peraturan yang ada, kemudian dilanjutkan dengan asesmen bersama. Asesmen ini menjadi persyaratan yang harus dilakukan untuk memastikan bahwa pelaporan kinerja yang dilakukan oleh dosen tersertifikasi sudah sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan. Laporan kinerja dosen tersertifikasi harus mendapat persetujuan dua orang asesor.

Disamping laporan kinerja, dosen tersertifikasi juga harus membuat kontrak kerja, yaitu rencana kerja yang akan dilakukan pada semester yang akan datang. Untuk kontrak kerja ini, laporan harus mendapat persetujuan masing-masing ketua program studinya.

Tahapan selanjutnya setelah laporan kinerja dan kontrak kerja ditandatangani pejabat berwenang, maka berkas ini harus dikirim ke LLDIKTI 7, koordinator perguruan tinggi swasta di Jawa Timur, dan ini dilakukan oleh BPM (Badan Penjaminan Mutu).

Ketua Unit Pengendalian Mutu BPM UWG, Dadang Hermanto, ST, MT menjelaskan bahwa mulai semester ini pelaporan ke LLDIKTI 7 tidak perlu lagi dilakukan dengan membawa berkas ke Surabaya, akan tetapi dilakukan melalui fasilitas daring (secara on line). "Kalau semester yang lalu, begitu berkas kami laporkan, saat itu kami menerima kabar penerimaan, akan tetapi dengan sistem yanh baru ini, maka kami harus semakin berakrab-akrab dengan dunia digital, karena berita terkait verifikasi berkas sewaktu-waktu akan disampaikan secara on line juga," demikian Dadang menjelaskan.

Setelah proses verifikasi berkas, maka para dosen UWG Malang tersertifikasi tinggal menunggu waktu pencairan dana sertifikasinya. Dijadwalkan dana sertifikasi dosen sebagai kompensasi atas kinerja semesteran ini akan turun pada Bulan September 2019. (*)


UWG Malang Kampus Inovasi
Publisher : Rochmat Shobirin
Reaksi Anda
KOMENTAR

EKORAN

TIMES TV

BPN Kota Malang Bertekad Wujudkan Kantor Bebas Korupsi

BPN Kota Malang Bertekad Wujudkan Kantor Bebas Korupsi

28/02/2020 - 20:41

Pasar Rakyat UMKM Herbangin Hadir di Kota Kediri

Pasar Rakyat UMKM Herbangin Hadir di Kota Kediri
Lagu Indonesia Raya Mengantar Keberangkatan WNI dari Natuna

Lagu Indonesia Raya Mengantar Keberangkatan WNI dari Natuna
Grup Musik Angklung Shalawatan Meriahkan CFD di Situbondo

Grup Musik Angklung Shalawatan Meriahkan CFD di Situbondo
Pilkada Kabupaten Malang 2020, Hasan Abadi Optimis dapat Rekom Partai

Pilkada Kabupaten Malang 2020, Hasan Abadi Optimis dapat Rekom Partai
Follow TIMES Indonesia di Google News

iGuides

  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20
  • Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    23/05/2019 - 15:05

KOPI TIMES

  • Eksistensi Perempuan: Negara Membatasi Ruang Gerak Perempuan?
    Eksistensi Perempuan: Negara Membatasi Ruang Gerak Perempuan?
    28/02/2020 - 22:31
  • Perlindungan Anak Sebagai Gerakan Sosial
    Perlindungan Anak Sebagai Gerakan Sosial
    28/02/2020 - 21:31
  • Siapakah yang Siap Memimpin Samarinda, Pembenahan atau Perebutan Proyek?
    Siapakah yang Siap Memimpin Samarinda, Pembenahan atau Perebutan Proyek?
    28/02/2020 - 20:33
  • Mahasiswa: Skill dan IPK, Mana yang Lebih Penting?
    Mahasiswa: Skill dan IPK, Mana yang Lebih Penting?
    28/02/2020 - 19:37
  • Bisakah Ijazah Madin Jadi Syarat Pendukung Masuk SMP/MTs?
    Bisakah Ijazah Madin Jadi Syarat Pendukung Masuk SMP/MTs?
    28/02/2020 - 18:33
  • Sosialisasi Ideologi
    Sosialisasi Ideologi
    28/02/2020 - 17:37
  • Polemik Omnibus Law Versus Perlindungan Hukum Tenaga Kerja Indonesia dan Malaysia
    Polemik Omnibus Law Versus Perlindungan Hukum Tenaga Kerja Indonesia dan Malaysia
    28/02/2020 - 16:30
  • Dilematis Persoalan Banjir Jakarta
    Dilematis Persoalan Banjir Jakarta
    27/02/2020 - 22:39
  • Sebabkan Cece Mylisa Sanny Meninggal, Ini yang Dialami Pasien Praleukemia
    Sebabkan Cece Mylisa Sanny Meninggal, Ini yang Dialami Pasien Praleukemia
    29/02/2020 - 05:05
  • Dinilai Bikin Takut Kelola Dana, Tito: Aparat Jangan Main Asal Hukum Kades
    Dinilai Bikin Takut Kelola Dana, Tito: Aparat Jangan Main Asal Hukum Kades
    29/02/2020 - 04:55
  • Riris Ghofir Hadirkan Keindahan Musim Gugur di Fashion Rhapsody
    Riris Ghofir Hadirkan Keindahan Musim Gugur di Fashion Rhapsody
    29/02/2020 - 04:53
  • Imbas Arab Saudi Setop Izin Umrah, Menhub Sarankan Maskapai Buka Jalur Baru
    Imbas Arab Saudi Setop Izin Umrah, Menhub Sarankan Maskapai Buka Jalur Baru
    29/02/2020 - 03:35
  • Anti Ribet, Posisi Seks 68 Bisa Bikin Pasangan Mabuk Kepayang!
    Anti Ribet, Posisi Seks 68 Bisa Bikin Pasangan Mabuk Kepayang!
    29/02/2020 - 03:05
  • Kemarahan Besar Erdogan Melihat Pembantaian Umat Muslim di India
    Kemarahan Besar Erdogan Melihat Pembantaian Umat Muslim di India
    29/02/2020 - 01:33
  • Kerusuhan Berdarah India, Orang Ini Ternyata Biang Keroknya
    Kerusuhan Berdarah India, Orang Ini Ternyata Biang Keroknya
    29/02/2020 - 04:39
  • Benarkah Cece Mylisa Sanny Meninggal karena MDS?
    Benarkah Cece Mylisa Sanny Meninggal karena MDS?
    29/02/2020 - 02:28
  • Tyson Fury Lebih Perkasa, Tunangan Deontay Wilder Kena Batunya
    Tyson Fury Lebih Perkasa, Tunangan Deontay Wilder Kena Batunya
    29/02/2020 - 01:10
  • Hebatnya Indonesia Masih 'Kebal' Virus Corona, Benar karena Matahari?
    Hebatnya Indonesia Masih 'Kebal' Virus Corona, Benar karena Matahari?
    29/02/2020 - 03:41