Peristiwa - Nasional

Moeldoko: Ada Kelompok yang Terganggu karena Jokowi Bangun Infrastruktur di Papua

Kamis, 22 Agustus 2019 - 21:11 | 25.53k
Moeldoko: Ada Kelompok yang Terganggu karena Jokowi Bangun Infrastruktur di Papua
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko (FOTO: Dokumen TIMES Indonesia)
Pewarta: Hasbullah | Editor: Faizal R Arief

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menilai, ada sejumlah kelompok yang tak senang melihat Presiden Jokowi membangun infrastruktur di Papua dan Papua Barat secara besar-besaran.

Kelompok tersebut antara lain, poros bersenjata dan poros politik. "Ada kelompok-kelompok tertentu baik itu pergerakan poros bersenjata maupun pergerakan poros politik. Itu justru merasa terganggu dan ada kecemasan yang nyata," kata Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (22/8/2019).

Menurut dia, kelompok bersenjata merasa terganggu atas meningkatnya kesejahteraan dan perkembangan infrastruktur digenjot pemerintah. Sebab, apabila hal tersebut terjadi maka pengaruh kelompok bersenjata terhadap masyarakat Papua akan berkurang.

"Juga demikian terhadap kelompok poros politik, begitu melihat Papua maju maka dia enggak ada alasan lagi untuk jualan bahwa masyarakat Papua termarjinal. Enggak ada lagi," jelas Moeldoko.

Menurutnya, kelompok tersebut kerap kali mengganggu pengerjaan infrastruktur pembangunan yang dikerjakan oleh pemerintah. Moeldoko menilai dua kelompok ini tak senang apabila masyarakat di Papua hidup sejahtera.

"Untuk itu saya bisa mengatakan, ada kecemasan yang nyata atas perubahan Papua yang menuju ke baik karena pembangunan yang telah dilancarkan Pak Jokowi yang luar biasa," ujar Moeldoko. (*)


Moeldoko Papua Jokowi infrastruktur
Publisher : Sholihin Nur
Reaksi Anda
KOMENTAR

EKORAN

TIMES TV

Lagu Indonesia Raya Mengantar Keberangkatan WNI dari Natuna

Lagu Indonesia Raya Mengantar Keberangkatan WNI dari Natuna

15/02/2020 - 17:38

Grup Musik Angklung Shalawatan Meriahkan CFD di Situbondo

Grup Musik Angklung Shalawatan Meriahkan CFD di Situbondo
Pilkada Kabupaten Malang 2020, Hasan Abadi Optimis dapat Rekom Partai

Pilkada Kabupaten Malang 2020, Hasan Abadi Optimis dapat Rekom Partai
Bacalon Bupati Malang Merebut Rekom Partai

Bacalon Bupati Malang Merebut Rekom Partai
Panglima TNI Dampingi Presiden RI Pantau Banjir dari Udara

Panglima TNI Dampingi Presiden RI Pantau Banjir dari Udara
Follow TIMES Indonesia di Google News

iGuides

  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20
  • Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    23/05/2019 - 15:05

KOPI TIMES

  • Siapa Sebenarnya Pengelola Kawasan Wisata Bromo?
    Siapa Sebenarnya Pengelola Kawasan Wisata Bromo?
    19/02/2020 - 23:51
  • Meneropong Pilkada 2020, Sulitnya Mencari Calon Pemimpin?
    Meneropong Pilkada 2020, Sulitnya Mencari Calon Pemimpin?
    19/02/2020 - 15:35
  • Pikiran Itu Ilusi
    Pikiran Itu Ilusi
    19/02/2020 - 13:51
  • Dampak Virus Corona terhadap Ekonomi Indonesia
    Dampak Virus Corona terhadap Ekonomi Indonesia
    19/02/2020 - 13:08
  • Dosen: Antara Koran, Buku dan Jurnal
    Dosen: Antara Koran, Buku dan Jurnal
    19/02/2020 - 07:57
  • Menakar Kekuatan Hoaks di Pilkada Serentak 2020
    Menakar Kekuatan Hoaks di Pilkada Serentak 2020
    19/02/2020 - 05:18
  • Nilai-nilai Kepahlawanan Inggit Garnasih
    Nilai-nilai Kepahlawanan Inggit Garnasih
    19/02/2020 - 00:09
  • Salah Satu Tujuh Keajaiban Dunia: Taman Arkeologi Petra Yordania
    Salah Satu Tujuh Keajaiban Dunia: Taman Arkeologi Petra Yordania
    18/02/2020 - 23:57
  • Freport Indonesia Tak Menampik Jadi Penyebab Minusnya Ekonomi Papua
    Freport Indonesia Tak Menampik Jadi Penyebab Minusnya Ekonomi Papua
    20/02/2020 - 00:00
  • Menpora Sambut Kepulangan Lifter Muda Juara Asia
    Menpora Sambut Kepulangan Lifter Muda Juara Asia
    19/02/2020 - 23:35
  • Sebut Rp 300 Juta Ngalir ke Deltras Sidoarjo, Bupati: Jadi Saya yang Kena
    Sebut Rp 300 Juta Ngalir ke Deltras Sidoarjo, Bupati: Jadi Saya yang Kena
    19/02/2020 - 23:22
  • Skuat Tak Lengkap, Valencia Tetap Siap Beri Ancaman pada Atalanta
    Skuat Tak Lengkap, Valencia Tetap Siap Beri Ancaman pada Atalanta
    19/02/2020 - 23:18
  • Aktivis Perempuan Sebut RUU Ketahanan Keluarga Warisan Orde Baru
    Aktivis Perempuan Sebut RUU Ketahanan Keluarga Warisan Orde Baru
    19/02/2020 - 23:09
  • Aming Sebut Ashraf Sinclair Berulang Kali Ucap Pesan 'Titip Unge Ya'
    Aming Sebut Ashraf Sinclair Berulang Kali Ucap Pesan 'Titip Unge Ya'
    19/02/2020 - 10:50
  • Gempa Bumi Guncang Jawa Timur
    Gempa Bumi Guncang Jawa Timur
    19/02/2020 - 13:32
  • Aming Ungkap BCL Temukan Ashraf Tak Sadarkan Diri dengan Mulut Berbusa
    Aming Ungkap BCL Temukan Ashraf Tak Sadarkan Diri dengan Mulut Berbusa
    19/02/2020 - 10:10
  • Geger, Ustaz Kondang Ngaku Lulusan S3 Vatikan
    Geger, Ustaz Kondang Ngaku Lulusan S3 Vatikan
    19/02/2020 - 12:07
  • Ngeri, 16 Ular Ditemukan di Dalam Sarung Bantal
    Ngeri, 16 Ular Ditemukan di Dalam Sarung Bantal
    19/02/2020 - 08:51