Kopi TIMES

Dua Kali Dua Sama dengan Asal Bukan NU

Rabu, 21 Agustus 2019 - 13:03 | 402.01k
Dua Kali Dua Sama dengan Asal Bukan NU
Ach Dhofir Zuhry.
Editor: Yatimul Ainun

TIMESINDONESIA, MALANG – Hai orang-orang yang beriman, yang tidak beriman tidak hai. Saya ingin menyampaikan ilmu hitung dan bukan ilmu hitung. Yang, jelas ini matematika tingkat tinggi. Oleh karena itu, siapkan kopi kental campur nalar sebelum ilmu ini akan menggoyahkan keyakinan Anda pada sekolah dan cara berpikir kuno terkait politik dan agama selama ini. 

Jangan lupa, parpol dan ormas itu bukan agama, ngustadz juga manusia, apalagi ustadz pesanan simpatisan HTI, ISIS, JAD dan gerombolan intoleran, mereka butuh makan dan tepuk tangan, mungkin juga isteri muda. Kisanak, bedakan mana agama dengan keagamaan, mana cantik dengan kecantikan sebagaimana perbedaan antara putih dengan keputihan. Baiklah, Sobat warganet yang dicintai mertua, berikut contoh bukan ilmu hitung.

Pernahkah terlontar sebilah tanya dalam benak Anda yang menikam ke jantung kesadaran: mengapa honor para pesohor, sosialita, korlap demo, ustadz seleb, ulama pesanan dan tokoh agama karbitan sekali manggung belasan kali lipat melebihi gaji seorang profesor? Mengapa stasiun televisi swasta rela menggelontorkan beratus-ratus juta rupiah hanya untuk menyiarkan audisi kesenian kelas kambing dengan pamer pinggul-dada serta ribuan episode sinema elektronik (sinetron) tak bermutu tak mendidik, juga ceramah-ceramah dan talkshow sampah? Kenapa sebagian televisi nasional dan portal-portal media online terpercaya justru menjadi provokator dengan disinformasi berita dan tsunami hoaks demi politik elektro, ups politik elektoral-transaksional? 

Mengapa pula nafsu berkuasa para predator bisnis, para oligark politik, para perusak sumber daya (alam, sumber daya manusia dan sumber daya ideologi/Pancasila), para begundal demokrasi, para bromocorah penjual hukum, para tengkulak isu SARA, para cecunguk pengasong khilafah nyaris sselalu dibungkus rapi dengan muslihat "bela agama", sehingga siapapun yang menolak mereka selalu dinarasikan menolak agama? Anehnya, kawanan cuti nalar, dan gerombolan bani micin defisit ilmu, klub jidatis, jenggotis plus cingkrangis segera melahap habis gorengan busuk penuh micin dan formalin ini. 

Mengapa selera bangsa ini sedemikian rendah dan picisan justru di era internet of thing? Selera politik bau kentut, selera budaya mabuk Arab gurun, selera pendidikan mabuk Barat, termasuk selera video porno dan mazhab kecantikan. Dari 150 juta pengguna internet berapa gelintir yang masih sehat nalarnya? Mari seruput kopi mumpung masih hangat, mari merentangkan pikiran dan akal sehat selagi sempat.

Matematika menyebut dua kali dua sama dengan empat, Sosiologi menjawab dua kali dua semoga dampak sosial-kapitalnya empat, sementara itu Ekonomi memprediksi dua kali dua untung-ruginya mendekati empat, tak mau ketinggalan Politik mengkampanyekan bahwa dua kali dua adalah demo berjilid-jilid dan Ijtima' Ulama sampai empat kali, nun jauh di sana ilmu Agama menjawab dua kali dua dengan menunggu fatwa karyawan MUI dan para pengawal fatwanya yang nunggu giliran kawin hingga empat yang jika tidak ada orderan demo, langsung kanker (kantong kering) stadium empat. 

Nah, kabar terbaru, dua kali dua sama dengan kabur ke luar negeri dengan alasan empat, yakni: kuliah, umroh, mencari ketenangan, sembari berharap pulang akan dijemput bak Imam Khomeini. Sampai-sampai ada anggapan dari bani cuti nalar permanen bahwa kabur adalah sebagian dari iman. Kemarin di Surabaya, Malang dan Manokwari, dua kali dua sama dengan kerusuhan empat kali sejak sengketa Pilpres, dua kali dua sama dengan gorengan tengik bakar bendera, yang konon katanya, oleh empat mahasiswa Papua. Saudara masih ingat, tahun lalu ada inisiden pembakaran bendera HTI? Siapa saja yang lantang membela bendera itiu? Ya itu-itu juga yang cari makan dan kedudukan dari kerusuhan. 

Tuan dan Puan, Anda tahu bahwa salah satu korlap demo settingan terkait Papua kemarin teriak-teriak: "Mana Banser dan Ansor? Mana NU yang sok menjilat Pemerintah? Kok tidak ke Papua, kok tidak bela Papua? Katanya NKRI?!" 

Oke, mari seruput kopi sembari menyeruak labirin-labirin akal budi, setelah Nahdlatul Ulama  kian mengibarkan sarung dengan ratusan perguruan tinggi, rumah sakit, tiga puluh ribu pesantren, memiliki cabang di 194 negara dengan anggota lebih dari 100 juta, tiba-tiba golongan sakit hati di Negeri ini meneriakkan dua kali dua sama dengan asal bukan NU. Ya, 2x2 = yang penting bukan NU. Apa sebab? NU adalah ancaman terbesar bagi segala niat jahat mereka untuk merusak dan mengacak-acak NKRI, kerukunan, kebinekaan dan toleransi. Sampai di sini tahu, kan, Sayang: mengapa dua kali dua sama dengan kabur dan menjadi tren: kabur sebagian dari iman? 

Saya tidak ingin mengatakan yang anti NU dan ormas moderat lainnya sama dengan anti NKRI, tetapi fakta-fakta yang mereka tunjukkan satu dekade terakhir, terutama di tahun-tahun politik kemarin, sangat benderang untuk sampai pada kesimpulan di atas. Dus, menurut sampean, dua kali dua sama dengan berapa? Kabuuur... 


*Penulis adalah Pengasuh Pesantren Luhur Baitul Hikmah Kepanjen Malang, penulis buku Peradaban Sarung, Kondom Gergaji dan Mari Manjadi Gila.

*)Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi timesindonesia.co.id


Opini Ach Dhofir Zuhry
Publisher : Rizal Dani
Reaksi Anda
KOMENTAR

EKORAN

TIMES TV

Lagu Indonesia Raya Mengantar Keberangkatan WNI dari Natuna

Lagu Indonesia Raya Mengantar Keberangkatan WNI dari Natuna

15/02/2020 - 17:38

Grup Musik Angklung Shalawatan Meriahkan CFD di Situbondo

Grup Musik Angklung Shalawatan Meriahkan CFD di Situbondo
Pilkada Kabupaten Malang 2020, Hasan Abadi Optimis dapat Rekom Partai

Pilkada Kabupaten Malang 2020, Hasan Abadi Optimis dapat Rekom Partai
Bacalon Bupati Malang Merebut Rekom Partai

Bacalon Bupati Malang Merebut Rekom Partai
Panglima TNI Dampingi Presiden RI Pantau Banjir dari Udara

Panglima TNI Dampingi Presiden RI Pantau Banjir dari Udara
Follow TIMES Indonesia di Google News

iGuides

  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20
  • Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    23/05/2019 - 15:05

KOPI TIMES

  • Hilangnya Etika dan Moral dalam Pembelajaran PPKn
    Hilangnya Etika dan Moral dalam Pembelajaran PPKn
    18/02/2020 - 12:08
  • Pilkada Pacitan: Untuk Menang Terhormat Setiap Demokrat Wajib Saling Merapat
    Pilkada Pacitan: Untuk Menang Terhormat Setiap Demokrat Wajib Saling Merapat
    18/02/2020 - 11:08
  • Peran Partai Politik dan untuk Dipilih Bagi Penyandang Difabel
    Peran Partai Politik dan untuk Dipilih Bagi Penyandang Difabel
    18/02/2020 - 01:41
  • Halal Haram Testimoni Iklan
    Halal Haram Testimoni Iklan
    18/02/2020 - 00:11
  • Kekerasan di Institusi Pendidikan, Mari Mengadopsi Doktrin Pendidikan Pesantren
    Kekerasan di Institusi Pendidikan, Mari Mengadopsi Doktrin Pendidikan Pesantren
    17/02/2020 - 23:27
  • Berandai Tentang Penerapan Augmented Democracy di Indonesia
    Berandai Tentang Penerapan Augmented Democracy di Indonesia
    17/02/2020 - 22:40
  • Etika Politik Politisi dan Legisi Generasi
    Etika Politik Politisi dan Legisi Generasi
    17/02/2020 - 17:05
  • Akar Bullying, Cabut Mulai Sekarang!
    Akar Bullying, Cabut Mulai Sekarang!
    17/02/2020 - 16:16
  • Sindir Etika Melamar Kerja via Email, Anak Jokowi Panen Kecaman
    Sindir Etika Melamar Kerja via Email, Anak Jokowi Panen Kecaman
    18/02/2020 - 14:27
  • Bujuk Kiai Pencabul Santriwati Menyerah, Kapolda Jatim Utus Tim Khusus
    Bujuk Kiai Pencabul Santriwati Menyerah, Kapolda Jatim Utus Tim Khusus
    18/02/2020 - 14:25
  • Penajam Paser Utara, Ibu Kota Baru Banjir 1,9 Meter, Jembatan Roboh
    Penajam Paser Utara, Ibu Kota Baru Banjir 1,9 Meter, Jembatan Roboh
    18/02/2020 - 14:23
  • 3 WNI di Kapal Diamond Princess Positif Corona Dilarikan ke Rumah Sakit
    3 WNI di Kapal Diamond Princess Positif Corona Dilarikan ke Rumah Sakit
    18/02/2020 - 14:18
  • BCL Nyanyi Lagu Ini Sebelum Ashraf Sinclair Wafat, Liriknya Buat Merinding
    BCL Nyanyi Lagu Ini Sebelum Ashraf Sinclair Wafat, Liriknya Buat Merinding
    18/02/2020 - 14:17
  • Postingan Terakhir Suami BCL, Ashraf Sinclair Sebelum Meninggal
    Postingan Terakhir Suami BCL, Ashraf Sinclair Sebelum Meninggal
    18/02/2020 - 07:24
  • Innalillahi, Kabar Duka Ashraf Sinclair Meninggal Beredar di WhatsApp
    Innalillahi, Kabar Duka Ashraf Sinclair Meninggal Beredar di WhatsApp
    18/02/2020 - 06:53
  • Suami Bunga Citra Lestari, Ashraf Sinclair Meninggal Dunia
    Suami Bunga Citra Lestari, Ashraf Sinclair Meninggal Dunia
    18/02/2020 - 06:42
  • Rayakan Pertunangan, Katy Perry dan Orlando Bloom Bakal Segera Nikah?
    Rayakan Pertunangan, Katy Perry dan Orlando Bloom Bakal Segera Nikah?
    18/02/2020 - 06:32
  • Kabarkan Berita Duka Ashraf Sinclair Meninggal, Evan Sanders Syok
    Kabarkan Berita Duka Ashraf Sinclair Meninggal, Evan Sanders Syok
    18/02/2020 - 07:22