Peristiwa - Daerah

Optimalkan Layanan Pajak, BKAD Pemkab Sleman Pasang Tapping Device

Kamis, 15 Agustus 2019 - 10:12 | 39.33k
Optimalkan Layanan Pajak, BKAD Pemkab Sleman Pasang Tapping Device
Kepala Bidang Penagihan dan Pengembangan Pendapatan Asli Daerah BKAD Pemkab Sleman, Kusniati SE MM kepada TIMES Indonesia, Kamis (15/8/2019). (FOTO: Fajar Rianto/TIMES Indonesia)
Pewarta: Fajar Rianto | Editor: Wahyu Nurdiyanto

TIMESINDONESIA, YOGYAKARTAPemkab Sleman, DIY erus berupaya mengoptimalkan berbagai jenis layanan kepada masyarakat termasuk menyangkut pajak. Sebagai wujud keseriusannya, Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Pemkab Sleman akan memasang Tapping Device.

Tujuannya, untuk memberikan kemudahan kepada wajib pajak dalam melaksanakan perhitungan pelaporan dan pembayaran pajak daerah. Terutama, wajib pajak hotel, reklame, restoran, hiburan, dan parkir.

“Pemkab Sleman akan memasang tapping device ke wajib pajak yang terhubung dengan server data Pemerintah Kabupaten Sleman,” kata Kepala Bidang Penagihan dan Pengembangan Pendapatan Asli Daerah BKAD Pemkab Sleman, Kusniati SE MM kepada TIMES Indonesia, Kamis (15/8/2019).

Menurut Kusniati, inovasi teknologi informasi ini sebagai tindak lanjut Peraturan Bupati (Perbup) Kabupaten Sleman Nomor 23 Tahun 2019 tentang Sistem Pemantauan Pelaporan dan Pembayaran Pajak Daerah secara Online. Dengan adanya teknologi ini maka akan meningkatkan akurasi data perhitungan, pelaporan, dan pembayaran pajak oleh wajib pajak secara self assessment sesuai kententuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Sehingga, teknologi ini dapat meningkatkan penerimaan pajak daerah dari wilayah Kabupaten Sleman,” papar Kusniati.

Selanjutnya, sistem pembayaran pajak daerah secara online tersebut akan menjadi dasar pelaporan dan pembayaran pajak daerah kepada pemerintah daerah. Tentu, ini akan dikeneksikan dengan aplikasi e-SPTPD. Apabila hasil sistem online tidak sesuai dengan catatan yang dimiliki pengusaha maka wajib pajak dapat melakukan koreksi dengan melampirkan bukti transaksi yang dimiliki.

“Koreksi hasil sistem online dapat dilakukan sebelum batas waktu penyampaian e-SPTPD berakhir. Wajib pajak yang telah dipasang sistem online wajib memberikan informasi mengenai merek/tipe, sistem informasi data transaksi, serta jumlah perangkat dan sistem. Jika sistem online mengalami kerusakan/bermasalah maka dapat melaporkan ke BKAD Pemkab Sleman dalam jangka waktu paling lama 1X24 jam,” terang Kusniati.

Untuk menyukseskan program ini, BKAD Pemkab Sleman bekerjasama dengan Bank Pembangunan Daerah (BPD) DIY Cabang Sleman. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga akan ikut memantau atau melakukan supervisi atas penerapan sistem ini.

“Mohon kepada para pengusaha di wilayah Kabupaten Sleman segera mendaftarkan diri sebagai wajib pajak di Kantor BKAD Pemkab Sleman. Sebab, kami akan pro aktif terus melakukan pendataan di lapangan,” papar Kusniati.

Ia mengingatkan, bagi pengusaha yang belum mendaftarkan diri maka akan dikenai sanksi sesuai peraturan yang berlaku. Begitu pula wajib pajak yang menolak pemasangan tapping device sistem online akan dikenai sanksi administrasi seperti pemasangan stiker bertulisankan wajib pajak menolak pemasangan teknologi perpajakan yang terhubung dengan pusat data Pemkab Sleman.

“Mohon jadi lah pengusaha yang taat dan tertib. Bayar pajak dan laporkan hasil usahanya ke pemerintah. Kita sukseskan pemasangan Tapping Device,” jelas Kusniati SE MM, kepala Bidang Penagihan dan Pengembangan Pendapatan Asli Daerah BKAD Pemkab Sleman. (*)


Pemkab Sleman Tapping Device
Publisher : Rizal Dani
Sumber : TIMES Yogyakarta
Reaksi Anda
KOMENTAR

EKORAN

TIMES TV

Pasar Rakyat UMKM Herbangin Hadir di Kota Kediri

Pasar Rakyat UMKM Herbangin Hadir di Kota Kediri

22/02/2020 - 20:01

Lagu Indonesia Raya Mengantar Keberangkatan WNI dari Natuna

Lagu Indonesia Raya Mengantar Keberangkatan WNI dari Natuna
Grup Musik Angklung Shalawatan Meriahkan CFD di Situbondo

Grup Musik Angklung Shalawatan Meriahkan CFD di Situbondo
Pilkada Kabupaten Malang 2020, Hasan Abadi Optimis dapat Rekom Partai

Pilkada Kabupaten Malang 2020, Hasan Abadi Optimis dapat Rekom Partai
Bacalon Bupati Malang Merebut Rekom Partai

Bacalon Bupati Malang Merebut Rekom Partai
Follow TIMES Indonesia di Google News

iGuides

  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20
  • Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    23/05/2019 - 15:05

KOPI TIMES

  • Kebijakan Publik Untuk Keluarga
    Kebijakan Publik Untuk Keluarga
    26/02/2020 - 11:12
  • Kaum Milenial dan Pilkada
    Kaum Milenial dan Pilkada
    26/02/2020 - 09:40
  • Kenapa Amerika Serikat Cabut Indonesia dari Daftar Negara Berkembang?
    Kenapa Amerika Serikat Cabut Indonesia dari Daftar Negara Berkembang?
    25/02/2020 - 15:04
  • Hujan Ekstrim dan Mitigasi Iklim di Pekalongan
    Hujan Ekstrim dan Mitigasi Iklim di Pekalongan
    25/02/2020 - 14:57
  • Belajar Menulis Dari Para Kiai
    Belajar Menulis Dari Para Kiai
    25/02/2020 - 14:22
  • Pembangunan Daerah Butuh Perempuan Terdidik
    Pembangunan Daerah Butuh Perempuan Terdidik
    25/02/2020 - 13:38
  • Polemik RUU Omnibus Law, Gaya Bercinta Urusan Negara?
    Polemik RUU Omnibus Law, Gaya Bercinta Urusan Negara?
    25/02/2020 - 13:11
  • Pesan Mao Tze Tung
    Pesan Mao Tze Tung
    25/02/2020 - 12:10
  • Begini Luapan Emosi Celine Evangelista Soal Banjir
    Begini Luapan Emosi Celine Evangelista Soal Banjir
    26/02/2020 - 12:52
  • Anak Pramono Anung Jadi Cabup Kediri, Kenapa Rekom Dari PDIP Belum Turun?
    Anak Pramono Anung Jadi Cabup Kediri, Kenapa Rekom Dari PDIP Belum Turun?
    26/02/2020 - 12:52
  • 217 Perkara Belum Diputus, Jokowi: Jumlah Terendah Sepanjang MA Berdiri
    217 Perkara Belum Diputus, Jokowi: Jumlah Terendah Sepanjang MA Berdiri
    26/02/2020 - 12:52
  • Seluruh Sekolah di Hokkaido Jepang Ditutup karena Corona
    Seluruh Sekolah di Hokkaido Jepang Ditutup karena Corona
    26/02/2020 - 12:51
  • Dianggap Menzolimi, Buruh DIY Jateng Tolak RUU Omnibus Law Cilaka
    Dianggap Menzolimi, Buruh DIY Jateng Tolak RUU Omnibus Law Cilaka
    26/02/2020 - 12:50
  • Mengerikan, Wakil Menkes Iran Diserang Corona saat Konferensi Pers
    Mengerikan, Wakil Menkes Iran Diserang Corona saat Konferensi Pers
    26/02/2020 - 06:06
  • Fenomena Aneh, Aa Gym Selalu Diolok-olok saat Jakarta Banjir
    Fenomena Aneh, Aa Gym Selalu Diolok-olok saat Jakarta Banjir
    26/02/2020 - 05:02
  • Keterlaluan, Ibu Suruh Guru Merangkak di Kelas Tak Terima Anak Dihukum
    Keterlaluan, Ibu Suruh Guru Merangkak di Kelas Tak Terima Anak Dihukum
    26/02/2020 - 06:53
  • Kolonel TNI Ungkap Sosok Al-Issa, Tokoh Islam Dunia yang Tiba di UIN
    Kolonel TNI Ungkap Sosok Al-Issa, Tokoh Islam Dunia yang Tiba di UIN
    26/02/2020 - 00:03
  • Owi Ikuti Jejak Ahsan/Hendra Hengkang dari Pelatnas
    Owi Ikuti Jejak Ahsan/Hendra Hengkang dari Pelatnas
    26/02/2020 - 06:30