Pendidikan

[KOPO-6], Inovasi Olah Limbah Krom dengan Limbah Lumpur PLTP

Kamis, 15 Agustus 2019 - 08:36 | 23.38k
[KOPO-6], Inovasi Olah Limbah Krom dengan Limbah Lumpur PLTP
Tim penggagas [KOPO-6], mahasiswa asal Universitas Negeri Malang. Dari kiri: Lailatul Ilmiyah(Ketua), Yuni Auliana Putri(Anggota), Yuastutik(Anggota) (foto : istimewa)
Pewarta: Widya Amalia | Editor: Faizal R Arief

TIMESINDONESIA, MALANG – Adalah Lailatul Ilmiyah, Yuni Auliana Putri dan Yuastutik, mahasiswi Jurusan Kimia di Universitas Negeri Malang. Mereka menciptakan produk inovasi menyerap limbah dengan limbah. Produk yang mereka namakan [KOPO-6] ini, mampu berfungsi sebagai penyerap limbah krom agar ketika dibuang tidak melebihi standar kadar tertentu.

Produk ini merupakan gabungan dari beberapa material yang hanya dikembangkan empat bulan saja. "Diantaranya nano partikel magnetik dan zeolit," jelas Lailatul, ketua tim, Rabu (15/8/2019).

KOPO-6-2.jpg

Cara menggunakan [KOPO-6] sangat mudah. Hanya dengan menampung limbah krom di suatu wadah, kemudian diberikan [KOPO-6] yang sudah dalam bentuk serbuk, dan ditunggu beberapa jam. Maka, limbah krom akan terserap dan sudah bisa dibuang.

Uniknya, produk ini terbuat dari limbah lumpur di Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) yang ada di Dieng. "Jadi kami menggunakan limbah untuk menyerap limbah," tambahnya. Ketika [KOPO-6] selesai digunakan, akan berubah menjadi zat lain yang juga bisa diolah di industri lain.

Dalam proses penelitian dan risetnya, Lailatul dan satu tim sering membaca banyak jurnal dan didukung dengan diskusi dengan dosen. Uji coba awal tidak seperti yang diharapkan, namun terus dicoba hingga berhasil. "Sudah berkali - kali gagal, tapi ya dicoba terus," jelas Lailatul.

Biaya membuat [KOPO-6] sangat murah dan terjangkau bagi segala lapisan masyarakat, baik indutri maupun pribadi. Bahan zeolit untuk membuat [KOPO-6], tidak perlu membeli. Cukup dengan mengolah kandungan silika dari limbah lumpur PLTP tersebut.

[KOPO-6] ini juga efisien karena mampu menyerap lebih banyak limbah lebih cepat dan cara aplikasinya yang mudah. "Untuk sementara ini, masih skala lab untuk pengondisian. Tapi diharapkan bisa segera diaplikasikan di lingkungan secepatnya," tutup Lailatul. (*)


KOPO-6 limbah
Publisher : Rizal Dani
Sumber : TIMES Malang
Reaksi Anda
KOMENTAR

EKORAN

TIMES TV

Pasar Rakyat UMKM Herbangin Hadir di Kota Kediri

Pasar Rakyat UMKM Herbangin Hadir di Kota Kediri

22/02/2020 - 20:01

Lagu Indonesia Raya Mengantar Keberangkatan WNI dari Natuna

Lagu Indonesia Raya Mengantar Keberangkatan WNI dari Natuna
Grup Musik Angklung Shalawatan Meriahkan CFD di Situbondo

Grup Musik Angklung Shalawatan Meriahkan CFD di Situbondo
Pilkada Kabupaten Malang 2020, Hasan Abadi Optimis dapat Rekom Partai

Pilkada Kabupaten Malang 2020, Hasan Abadi Optimis dapat Rekom Partai
Bacalon Bupati Malang Merebut Rekom Partai

Bacalon Bupati Malang Merebut Rekom Partai
Follow TIMES Indonesia di Google News

iGuides

  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20
  • Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    23/05/2019 - 15:05

KOPI TIMES

  • Dilematis Persoalan Banjir Jakarta
    Dilematis Persoalan Banjir Jakarta
    27/02/2020 - 22:39
  • Sinergi dan Kontribusi Kaum Hawa dalam Membangun Negeri
    Sinergi dan Kontribusi Kaum Hawa dalam Membangun Negeri
    27/02/2020 - 21:36
  • Pancasila dan Sobat Ambyar
    Pancasila dan Sobat Ambyar
    27/02/2020 - 20:32
  • Omnibus Law dan Khusnudzon Peluang Investasi di Jawa Timur 
    Omnibus Law dan Khusnudzon Peluang Investasi di Jawa Timur 
    27/02/2020 - 19:38
  • Senyum yang Tertahan
    Senyum yang Tertahan
    27/02/2020 - 18:22
  • Menyoal Dana Untuk Influencer Demi Peningkatan Pariwisata
    Menyoal Dana Untuk Influencer Demi Peningkatan Pariwisata
    27/02/2020 - 17:32
  • Mendorong Semangat Inovasi di Perguruan Tinggi
    Mendorong Semangat Inovasi di Perguruan Tinggi
    27/02/2020 - 16:06
  • Resume Banjir Jakarta
    Resume Banjir Jakarta
    27/02/2020 - 15:17
  • Jefri Nichol Kena Wanprestasi, Begini Reaksi Hanung Bramantyo
    Jefri Nichol Kena Wanprestasi, Begini Reaksi Hanung Bramantyo
    28/02/2020 - 09:05
  • Tinju Dunia: Duel Ulang Wilder vs Fury Raup Pendapatan Rp 1,2 Triliun
    Tinju Dunia: Duel Ulang Wilder vs Fury Raup Pendapatan Rp 1,2 Triliun
    28/02/2020 - 09:05
  • Viral Pengemudi Ambulans Dipukul, Begini Penyelesaiannya
    Viral Pengemudi Ambulans Dipukul, Begini Penyelesaiannya
    28/02/2020 - 09:00
  • Untuk Jaga Keamanan Kota, Surabaya Mengandalkan Kamera Face Recognition
    Untuk Jaga Keamanan Kota, Surabaya Mengandalkan Kamera Face Recognition
    28/02/2020 - 09:00
  • CEO Reddit Tuding TikTok Sebagai Aplikasi Parasit dan Spyware
    CEO Reddit Tuding TikTok Sebagai Aplikasi Parasit dan Spyware
    28/02/2020 - 09:00
  • Gagahnya Mobil Dirjen PAS Sri Puguh Budi Utama yang Dicopot Jokowi
    Gagahnya Mobil Dirjen PAS Sri Puguh Budi Utama yang Dicopot Jokowi
    28/02/2020 - 06:15
  • Bendera Hanoman di Menara Masjid, Sosok Sakral Umat Hindu
    Bendera Hanoman di Menara Masjid, Sosok Sakral Umat Hindu
    28/02/2020 - 00:08
  • Kabar Gembira, Mi Instan Ternyata Tak Berpengawet dan Mengandung Lilin
    Kabar Gembira, Mi Instan Ternyata Tak Berpengawet dan Mengandung Lilin
    28/02/2020 - 06:50
  • Adik Masuk Rumah Sakit, Ayu Ting Ting Marah Gak Mau Kasih Ampun
    Adik Masuk Rumah Sakit, Ayu Ting Ting Marah Gak Mau Kasih Ampun
    28/02/2020 - 05:30
  • Puspa Dewi, Nenek Berwajah ABG Usia 53 Tahun Dikaruniai Cucu
    Puspa Dewi, Nenek Berwajah ABG Usia 53 Tahun Dikaruniai Cucu
    28/02/2020 - 06:53