Kopi TIMES

Gerakan Pramuka, Pendidikan Karakter dan Tantangannya di Era Digital

Kamis, 15 Agustus 2019 - 00:21 | 94.40k
Gerakan Pramuka, Pendidikan Karakter dan Tantangannya di Era Digital
Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian dalam perhelatan HUT Pramuka ke 58 (Foto: Istimewa)
Editor: Faizal R Arief

TIMESINDONESIA, BONTANG – Tepat pada Rabu, 14 Agustus 2019, gerakan kepanduan Pramuka merayakan ulang tahunnya yang ke-58. Jika melihat umurnya dan menganalogikan dengan siklus hidup manusia, maka gerakan Pramuka saat ini sudah memasuki masa tuanya. Tidak heran jika kemudian anak-anak kita beranggapan bahwa Pramuka itu jadul dan ketinggalan zaman.

Jika sudah seperti itu, maka Pramuka yang merupakan singkatan dari Praja Muda Karana yang artinya jiwa muda yang suka berkarya, akan kehilangan semangatnya. Sebagai sebuah gerakan, di usia inilah seharusnya Pramuka bisa memperbaharui dirinya sehingga tidak semakin ditinggalkan jiwa muda. 

Di era digital dan teknologi informasi, motor penggerak Pramuka harus selalu maju, mengikuti perkembangan zaman, tanpa meninggalkan ruh dan tujuannya. Sebab, tidak bisa menutup mata, gerakan Pramuka lambat laun terus ditinggalkan para fansnya. 

Mengapa? Sebab anak-anak sekolah semakin malas pergi keluar dan mencari petualangan di luar rumah. Smartphone membuat mereka yang seharusnya bermain di luar, lebih merasa senang terkurung di rumahnya sendiri. 

Mendapatkan high-score di game online, menonton Youtube, atau mendengarkan potcast di kamar, menjadi jauh lebih menarik dari pada berpanas-panasan dan mengikuti gerakan Pramuka. Keterampilan mencari jejak, membangun tenda, bertahan hidup di alam (survival), membuat sandi dan simpul yang dulu dianggap keren, kini sudah dianggap ketinggalan zaman. 

Tanpa adanya jiwa muda yang berperan, maka gerakan Pramuka yang seharusnya semakin hebat di umurnya yang ke-58 tahun, akan semakin tenggelam.

Hal Itu tidak bisa dibiarkan, sebab kehadiran gerakan Pramuka bagi kalangan muda masih diperlukan sebagai wadah pendidikan karakter calon-calon pemimpin bangsa ke depan. Apalagi kita masih yakin, Pramuka bisa memberikan kontribusi nyata dalam mengantisipasi efek negatif teknologi informasi, internet, hoaks, hingga membendung paham radikalisme.

Pramuka bisa menyediakan kegiatan luar ruang, sehingga bisa menjadi ruang baru bagi siswa untuk bersosialisasi dan mengekspresikan bakat dan minatnya secara bebas dan gembira.  

Kita berharap, masuknya latihan pramuka ke dalam ekstrakurikuler wajib dalam kurikulum pendidikan 2013 (K13) bisa mengembalikan kejayaan gerakan Pramuka. Seperti diketahui, kepramukaan telah ditetapkan menjadi ekstrakurikuler wajib di tingkat Sekolah Dasar (SD/MI), SMP dan MTs, serta SMA, MA, dan SMK. 

Kebijakan itu didasarkan pada Undang-Undang (UU) Nomor 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka, ditambah dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 63 Tahun 2014 tentang Pendidikan Kepramukaan sebagai kegiatan Ekstrakurikuler Wajib pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah. Harapannya pembinaan pendidikan kepramukaan di satuan pendidikan baik pendidikan dasar dan pendidikan menengah akan semakin kuat. 

Sebagai ekstrakurikuler wajib, kepramukaan harus diikuti oleh seluruh siswa sekolah. Dengan begitu, maka sekolah tidak hanya berpacu mengejar kelulusan dan nilai ujian nasional, namun bisa mengutamakan pendidikan karakter melalui latihan Pramuka. 

Pramuka bisa menjadi penyeimbang kegiatan pembelajaran di sekolah yang lebih berorientasi pada ranah kognitif (pengetahuan) dan psikomotorik (ketrampilan). Kegiatan pramuka akan mampu membangun kecerdasan siswa pada ranah afeksi (sikap dan perilaku), sehingga siswa akan mampu mengembangkan karakternya secara positif. 

Dengan memasukkan Pramuka sebagai ke kurikulum pendidikan, maka tidak ada alasan lagi bagi pemerintah untuk tidak mengalokasikan dana pembinaan kepramukaan bagi setiap Gugus Depan dan Kwartir. Pemerintah juga berkewajiban untuk terus membina pelatih Pramuka secara periodik, sehingga mampu menciptakan pembina Pramuka yang handal dan berkualitas.

Alokasi dana dan pembinaan menjadi penting, agar Pramuka bisa melakukan inovasi kreatif agar tetap mampu menarik perhatian siswa. Pramuka harus menjadi gerakan yang fleksibel, menyenangkan, dan implementatif tanpa meninggalkan fungsi dan tujuannya. 

Tanpa inovasi kreatif dan menjadikan Pramuka sebagai sesuatu yang menyenangkan, maka Pramuka tetap akan ditinggalkan. Anak-anak masih akan tetap lebih senang bermain media sosial, bermain games dan memegang smartphone-nya dibandingkan aktif mengikuti gerakan Pramuka. 

Pramuka harus bisa menjadi ujung tombak pendidikan karakter anak bangsa. Nilai kepemimpinan, kebersamaan, sosial, kecintaan pada alam, kepercayaan diri hingga kemandirian, harus bisa menjadi karakter siswa sekolah. Dengan begitu maka cita-cita Lord Baden Powel, pendiri Pramuka dunia, yang menginginkan agar pemuda memiliki jiwa ksatria, tangguh dan disiplin pun bisa tercapai.

Salam Pramuka.

 

Oleh : Hetifah Sjaifudian, Wakil Ketua Komisi X DPR RI

*)Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi timesindonesia.co.id


Pramuka
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan
Reaksi Anda
KOMENTAR

EKORAN

TIMES TV

Pasar Rakyat UMKM Herbangin Hadir di Kota Kediri

Pasar Rakyat UMKM Herbangin Hadir di Kota Kediri

22/02/2020 - 20:01

Lagu Indonesia Raya Mengantar Keberangkatan WNI dari Natuna

Lagu Indonesia Raya Mengantar Keberangkatan WNI dari Natuna
Grup Musik Angklung Shalawatan Meriahkan CFD di Situbondo

Grup Musik Angklung Shalawatan Meriahkan CFD di Situbondo
Pilkada Kabupaten Malang 2020, Hasan Abadi Optimis dapat Rekom Partai

Pilkada Kabupaten Malang 2020, Hasan Abadi Optimis dapat Rekom Partai
Bacalon Bupati Malang Merebut Rekom Partai

Bacalon Bupati Malang Merebut Rekom Partai
Follow TIMES Indonesia di Google News

iGuides

  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20
  • Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    23/05/2019 - 15:05

KOPI TIMES

  • Catatan dari Tragedi Susur Sungai Sempor Sleman
    Catatan dari Tragedi Susur Sungai Sempor Sleman
    23/02/2020 - 12:16
  • Tan Malaka Tokoh Kontroversial Dalam Sejarah Indonesia Modern
    Tan Malaka Tokoh Kontroversial Dalam Sejarah Indonesia Modern
    22/02/2020 - 08:37
  • Intervensi Politik di Dunia Pendidikan
    Intervensi Politik di Dunia Pendidikan
    22/02/2020 - 08:08
  • Dilema Pemulangan WNI Eks ISIS
    Dilema Pemulangan WNI Eks ISIS
    22/02/2020 - 07:47
  • Gubernur Serasa Presiden?
    Gubernur Serasa Presiden?
    22/02/2020 - 06:13
  • Sekuler Buat Bullying Semakin Kreatif
    Sekuler Buat Bullying Semakin Kreatif
    22/02/2020 - 00:20
  • Mencermati Jalur Afirmasi
    Mencermati Jalur Afirmasi
    21/02/2020 - 23:34
  • Indonesia Pasca Ujian Nasional (UN) Ada Di Ujung Jari
    Indonesia Pasca Ujian Nasional (UN) Ada Di Ujung Jari
    21/02/2020 - 22:15
  • Resep Bandeng Presto, Bumbunya Gurih dan Meresap
    Resep Bandeng Presto, Bumbunya Gurih dan Meresap
    24/02/2020 - 06:30
  • Polisi Proses Insiden Prank Ultah Berujung Maut di Underpass Kulur
    Polisi Proses Insiden Prank Ultah Berujung Maut di Underpass Kulur
    24/02/2020 - 06:25
  • Begini Penampakan Jersey Baru Persija
    Begini Penampakan Jersey Baru Persija
    24/02/2020 - 06:14
  • Tes Kepribadian: Apa Kelebihanmu dalam Percintaan?
    Tes Kepribadian: Apa Kelebihanmu dalam Percintaan?
    24/02/2020 - 06:10
  • Putus dari Vanesha Prescilla, Adipati Dolken Cinlok dengan Canti Tachril?
    Putus dari Vanesha Prescilla, Adipati Dolken Cinlok dengan Canti Tachril?
    24/02/2020 - 06:00
  • Menjijikkan, Tyson Fury Jilat Darah Wilder dalam Duel Brutal
    Menjijikkan, Tyson Fury Jilat Darah Wilder dalam Duel Brutal
    24/02/2020 - 00:51
  • Selebrasi 'Gila' Mike Tyson Setelah Fury Buat Wilder Babak Belur
    Selebrasi 'Gila' Mike Tyson Setelah Fury Buat Wilder Babak Belur
    24/02/2020 - 05:10
  • Penyebab Timnas Basket Indonesia Tak Bisa Kalahkan Filipina
    Penyebab Timnas Basket Indonesia Tak Bisa Kalahkan Filipina
    24/02/2020 - 00:17
  • Biadab, Tentara Israel Seret Mayat Warga Palestina Pakai Buldoser
    Biadab, Tentara Israel Seret Mayat Warga Palestina Pakai Buldoser
    24/02/2020 - 05:02
  • Diusir Bapak Kandung, Kondisi Misca Mancung Kini Memprihatinkan
    Diusir Bapak Kandung, Kondisi Misca Mancung Kini Memprihatinkan
    24/02/2020 - 05:24