Peristiwa - Daerah

Buntut Perkelahian di Terminal Pakel, Security PT Bumi Sari Resmi Ditahan

Rabu, 14 Agustus 2019 - 22:40 | 61.30k
Buntut Perkelahian di Terminal Pakel, Security PT Bumi Sari Resmi Ditahan
Aksi masyarakat Desa Pakel, Kecamatan Licin, Banyuwangi, saat aksi didepan Mapolres setempat, Rabu 7 Agustus 2019 lalu. (Foto: Dokumentasi TIMES Indonesia)
Pewarta: Syamsul Arifin | Editor: Faizal R Arief

TIMESINDONESIA, BANYUWANGI – Satreskrim Polres Banyuwangi, resmi menahan Budi, Security perusahaan perkebunan PT Bumi Sari. Pria yang terlibat adu jotos dengan Musanif, ahli waris tanah Desa Pakel, Kecamatan Licin, beberapa saat lalu. Budi dijerat dengan pasal 351 KUHP.

“(Budi) sudah kami tahan dan sudah kami sampaikan kepada keluarga pelapor progres penanganannya melalui SP2HP (Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan),” kata Kasat Reskrim Polres Banyuwangi, AKP Panji Pratistha Wijaya SH SIK, Rabu (14/8/2019).

Seperti diketahui, penangkapan dan penahanan Budi, security PT Bumi Sari, bermula dari insiden adu jotos di terminal Pakel, Selasa 30 Juli 2019 lalu. Saat itu, dia bersama dua rekannya, Misrono dan Mat Robi, mengambil foto aktivitas Musanif cs.

Merasa tidak nyaman, si ahli waris tanah Desa Pakel, pun menghampiri untuk bertanya. Dan adu mulut pun terjadi. Dari kesaksian warga, Satpam Budi yang tersulut emosi menyerang Musanif dengan mencekik di bagian leher. Naluri manusia ketika keselamatan terancam, Musanif pun melayangkan tinju pembelaan diri.

Bahkan dikisahkan, dalam perkelahian tersebut rekan Budi, Security Mat Robi, diduga sempat memukul Hartono, warga Desa Pakel. Padahal Hartono hanya mencoba mengamankan golok yang dibawa Mat Robi.

Usai kejadian tersebut, Musanif dilaporkan. Dan pada Rabu, 31 Juli 2019, dia ditangkap dan langsung ditahan oleh Satreskrim Polres Banyuwangi, dengan jeratan pasal 170 KUHP dan 351 KUHP. Termasuk dua teman Musanif yang menurut kesaksian warga, ikut melerai perkelahian, Masyanto dan Rohimin. Keduanya ditangkap dan ditahan atas dasar pasal yang sama.

Sedang Satreskrim Polres Banyuwangi, menangkap dan menahan Security Budi atas adanya laporan balik dari Musanif.

Namun sayang, Kasat Reskrim Polres Banyuwangi, enggan berkomentar terkait rencana pengembangan kasus adu jotos antara security perusahaan perkebunan PT Bumi Sari melawan Musanif cs. Saat ditanya apakah pihaknya juga akan melakukan pemeriksaan terhadap Djohan Soegondo, si bos PT Bumi Sari, dia belum menjawab.

Dikonfirmasi terpisah, pengacara PT Bumi Sari, Sugeng Setiawan SH, mengakui bahwa insiden di terminal Pakel, murni kasus pidana. Untuk itu, dia mendukung penuh langkah Kepolisian dalam penegakan supremasi hukum. Termasuk tindakan penangkapan dan penahanan Budi, security PT Bumi Sari.

“Ini bukti kepolisian tidak tebang pilih, obyektif dan profesional, biarkan proses hukum berjalan, sesuai prosedur yang benar,” katanya.

Pentolan LSM Badan Pemantau Penyelenggara Pemerintahan Republik Indonesia (BP3RI), juga menjelaskan bahwa kedatangan Budi beserta dua rekannya, di terminal Pakel, murni dalam tugas sebagai Security PT Bumi Sari. Meskipun Serifikat Hak Guna Usaha (HGU) PT Bumi Sari berada di Desa Bayu, Kecamatan Songgon dan Desa Kluncing, Kecamatan Licin. Atau tanah Desa Pakel tidak disebut dalam wilayah HGU perusahaan milik Djohan Soegondo.

“Mereka itu ditunjuk berdasarkan SK pengangkatan dari internal kebun, jelas itu memang menjadi otoritas tugas mereka mengamankan kebun, jadi bukan inisiatif mereka,” ujar Sugeng.

Sementara itu, Moch Zaeni SH, selaku kuasa hukum Musanif, mengaku menemukan hal baru dalam kasus adu jotos terminal Pakel. Salah satunya tentang penerapan pasal 351 KUHP pada Musanif dan Security Budi oleh pihak Satreskrim Polres Banyuwangi. “Jika keduanya adalah pelaku penganiayaan, lalu yang menjadi korban di sini siapa?,” ucapnya.

Terkait pengembangan kasus, Zaeni juga berharap pihak Kepolisian bisa mengungkap motif kedatangan ketiga Security PT Bumi Sari. Jika atas perintah atasan, menurutnya tidak menutup kemungkinan atau patut diduga bentrok yang muncul memang sudah diskenario.

“Karena BPN (Badan Pertanahan Nasional), selaku lembaga pemerintah yang menerbitkan HGU, telah menyatakan bahwa tanah Desa Pakel bukan masuk wilayah HGU PT Bumi Sari, berarti dasar memerintahkan security ke terminal Pakel kan perlu diungkap juga,” cetusnya. (*)


pt bumi sari pakel security
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan
Sumber : TIMES Banyuwangi
Reaksi Anda
KOMENTAR

EKORAN

TIMES TV

Pasar Rakyat UMKM Herbangin Hadir di Kota Kediri

Pasar Rakyat UMKM Herbangin Hadir di Kota Kediri

22/02/2020 - 20:01

Lagu Indonesia Raya Mengantar Keberangkatan WNI dari Natuna

Lagu Indonesia Raya Mengantar Keberangkatan WNI dari Natuna
Grup Musik Angklung Shalawatan Meriahkan CFD di Situbondo

Grup Musik Angklung Shalawatan Meriahkan CFD di Situbondo
Pilkada Kabupaten Malang 2020, Hasan Abadi Optimis dapat Rekom Partai

Pilkada Kabupaten Malang 2020, Hasan Abadi Optimis dapat Rekom Partai
Bacalon Bupati Malang Merebut Rekom Partai

Bacalon Bupati Malang Merebut Rekom Partai
Follow TIMES Indonesia di Google News

iGuides

  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20
  • Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    23/05/2019 - 15:05

KOPI TIMES

  • Catatan dari Tragedi Susur Sungai Sempor Sleman
    Catatan dari Tragedi Susur Sungai Sempor Sleman
    23/02/2020 - 12:16
  • Tan Malaka Tokoh Kontroversial Dalam Sejarah Indonesia Modern
    Tan Malaka Tokoh Kontroversial Dalam Sejarah Indonesia Modern
    22/02/2020 - 08:37
  • Intervensi Politik di Dunia Pendidikan
    Intervensi Politik di Dunia Pendidikan
    22/02/2020 - 08:08
  • Dilema Pemulangan WNI Eks ISIS
    Dilema Pemulangan WNI Eks ISIS
    22/02/2020 - 07:47
  • Gubernur Serasa Presiden?
    Gubernur Serasa Presiden?
    22/02/2020 - 06:13
  • Sekuler Buat Bullying Semakin Kreatif
    Sekuler Buat Bullying Semakin Kreatif
    22/02/2020 - 00:20
  • Mencermati Jalur Afirmasi
    Mencermati Jalur Afirmasi
    21/02/2020 - 23:34
  • Indonesia Pasca Ujian Nasional (UN) Ada Di Ujung Jari
    Indonesia Pasca Ujian Nasional (UN) Ada Di Ujung Jari
    21/02/2020 - 22:15
  • Membedah Jeroan Mi Note 10 Pro
    Membedah Jeroan Mi Note 10 Pro
    24/02/2020 - 07:00
  • Persija Bantai Tim Singapura 3-1
    Persija Bantai Tim Singapura 3-1
    24/02/2020 - 06:59
  • PSG Kalahkan Bordeaux, Cavani Cetak Gol ke-200
    PSG Kalahkan Bordeaux, Cavani Cetak Gol ke-200
    24/02/2020 - 06:54
  • Resep Bandeng Presto, Bumbunya Gurih dan Meresap
    Resep Bandeng Presto, Bumbunya Gurih dan Meresap
    24/02/2020 - 06:30
  • Polisi Proses Insiden Prank Ultah Berujung Maut di Underpass Kulur
    Polisi Proses Insiden Prank Ultah Berujung Maut di Underpass Kulur
    24/02/2020 - 06:25
  • Menjijikkan, Tyson Fury Jilat Darah Wilder dalam Duel Brutal
    Menjijikkan, Tyson Fury Jilat Darah Wilder dalam Duel Brutal
    24/02/2020 - 00:51
  • Selebrasi 'Gila' Mike Tyson Setelah Fury Buat Wilder Babak Belur
    Selebrasi 'Gila' Mike Tyson Setelah Fury Buat Wilder Babak Belur
    24/02/2020 - 05:10
  • Penyebab Timnas Basket Indonesia Tak Bisa Kalahkan Filipina
    Penyebab Timnas Basket Indonesia Tak Bisa Kalahkan Filipina
    24/02/2020 - 00:17
  • Biadab, Tentara Israel Seret Mayat Warga Palestina Pakai Buldoser
    Biadab, Tentara Israel Seret Mayat Warga Palestina Pakai Buldoser
    24/02/2020 - 05:02
  • Diusir Bapak Kandung, Kondisi Misca Mancung Kini Memprihatinkan
    Diusir Bapak Kandung, Kondisi Misca Mancung Kini Memprihatinkan
    24/02/2020 - 05:24