Kopi TIMES

Andai Pak Jokowi Mau

Rabu, 24 Juli 2019 - 11:16 | 47.96k
Andai Pak Jokowi Mau
Nurudin, Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) (Grafis: TIMES Indonesia)
Editor: Yatimul Ainun

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Pasangan presiden terpilih Joko Widodo-Ma’ruf Amin (Jokowi-Ma’ruf) tidak perlu khawatir. Mereka berdua mempunyai pendukung yang fanatik, loyal. Jokowi tumbuh, diidentikan dan dibesarkan dalam lingkungan masyarakat kebanyakan. Wajahnya juga merepresentasikan keberadaan masyarakat umum. Khas orang Jawa dan pedesaan. Ini modal utama. 

Pernyataan Jokowi yang datar dan terkesan kurang tegas sering menjadi modal utama meraih simpati umum.  Maka tak heran, inilah salah satu modal utama Jokowi dalam memimpin untuk kedua kalinya.

Bagaimana dengan Kiai Ma’ruf Amin? Sama saja. Kiai ini juga punya pendukung fanatik dan loyal. Ia berasal dari organisasi keislaman besar Nahdlatul Ulama (NU). Sebagaimana kita tahu, anggota organisasi itu banyak berasal dari desa. Orang NU lebih banyak memfigurkan pimpinannya (kiai, nyai atau orang yang disegani secara organisatoris). Maka, apa kata kiai sering diidentikaan dengan “perintah” yang harus dipatuhi. Masyarakat pedesaan tak banyak yang mempertimbangkan untung ruginya. Yang penting apa kata kiai, mereka akan mengikutinya.     

Modal Utama
Kalau sudah didukung dua kelompok besar yang kuat seperti itu apa yang dikhawatirkan? Pasangan itu tidak perlu lagi khawatir untuk mengambil kebijakan. Apalagi, secara kuantitas jumlah koalisi pendukungnya juga besar. Hanya “kecelakaan” yang membuka peluang pasangan ini “terguncang”.

Oleh karena itu, secara normatif dalam periode kedua ini Jokowi tentu lebih bebas dalam bekerja. Ia bisa menentukan banyak hal berkaitan dengan kebijakan lima tahun ke depan. Ia tidak perlu lagi khawatir atas pencitraannya  menurun. Ini tentu berbeda dengan saat menjelang Pemilu 2019. Jokowi waktu itu tentu hati-hati untuk membuat kebijakan agar tidak memengaruhi elektabilitasnya. Sebab, salah langkah bisa memengaruhi perolehan suaranya pada Pemilu 2019. 

Jokowi barangkali hanya dihadapkan pada “ambisi” partai koalisi yang saat ini tentu sudah ancang-ancang meminta “jatah” jabatan. Sebab, tak ada koalisi yang gratis. Koalisi selamanya berkaitan dengan “dagang sapi”.

Namun, dia juga bisa lebih mudah dari pada tahun 2014. Ia bisa dengan kewenangannya menentukan para menteri, komisaris BUMN dan jabatan politik lain.   Ia misalnya bisa menunjuk para menteri dengan leluasa. Ia bisa menentukan para menteri secara profesional tanpa campur tangan kepentingan koalisi. Kepentingan koalisi tetap perlu diakomodasi, tetapi tak perlu dipikir terlalu serius.  

Jokowi tentu tidak perlu takut pada ancaman partai koalisi jika akhirnya membelot. Dia dan kiai Ma’ruf punya modal utama, yakni pendukung yang loyal. Seandainya koalisi “bermain mata” para pendukung loyal itu tanpa banyak pertimbangkan akan siap berada di depan. Soal ini saya kadang meyakini. Masyarakat mendukung kadang tanpa dipikir dan dipertimbangkan secara rasional, karena kepercayaannya yang begitu besar atau kelewat besar. Kenyataan ini tentu menjadi modal penting dan utama pemerintahan Jokowi-Ma’ruf. 

Jokowi juga bisa mengembalikan kekuasaan politik dan kepentingan politik lebih demokratis. Jika ini bisa dilakukan tanpa campur tangan banyak kepentingan politik, ia akan dicatat dalam tinta emas pengembangan demokrasi Indonesia di masa datang.

Misalnya, apakah dia bisa menghapuskan aturan Presidential Threshold (PT), atau minimal menguranginya?. Sebab selama ini indikasi yang berkembang, PT dicurigai penuh kepentingan untuk mengusung calon tunggal atau minimal hanya dua calon. Sebagaimana kita tahu, betapa riskan dan ruwet akibat hanya ada dua calon presiden sebagaimana kita tahu selama ini. Jika ini bisa dilakukan, Jokowi akan dicatat sebagai presiden yang bukan peragu dan sekadar hanya “petugas partai” sebagaimana ungkapan yang selama ini pernah berkembang. 

Tinta Emas
Ia akan menjadi penentu munculnya bibit-bibit muda berkualitas pada tahun 2024 karena tidak akan terbatasi lagi dengan PT. PT mau tidak mau hanya mendudukkan kekuasaan parpol tertinggi. Masalahnya, maukah parpol mengesahkan perubahan tersebut karena otomatis kepentingannnya dalam soal Capres mendatang terkurangi? Tentu ini tidak mudah.

Akibatnya,  Jokowi-Ma’ruf punya modal lebih besar ke depan. Ia tidak lagi terhinggapi katakutan pencitraan juga tak ada kecemasan untuk jabatan presiden 2024 karena sudah tidak memungkinkan lagi maju. Jika berbagai kebijakan bisa dilakukan dengan tegas, ia akan menjadi pemimpin demokratis dari negara yang berpenduduk besar dengan heterogenitas tinggi ini. 

Jokowi tentu hanya akan berhadapan dengan kepentingan oligarki kekuasaan yang selama ini mendukungnya. Kekuasan oligark ini tentu tidak akan mau terusik kemapanannya hanya gara-gara kebijakan yang demokratis. Agaknya, inilah tantangan pasangan Jokowi-Ma’ruf ke depan. Tapi kekuatan utama sudah berada di genggamnya, tinggal apakah  dia mau melakukannya apa tidak? Yang jelas, Jokowi-Ma’ruf  tentu dikelilingi oleh beragam kepentingan di sekikarnya yang tentu saja ikut mewarnai kebijakannya nanti. Andai Jokowi mau. (*)

*)Penulis adalah dosen Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Penulis bisa disapa lewat Twitter/IG: nurudinwriter

*)Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi timesindonesia.co.id


Opini Nurudin
Publisher : Sofyan Saqi Futaki
Sumber : TIMES Jakarta
Reaksi Anda
KOMENTAR

EKORAN

Follow TIMES Indonesia di Google News

TIMES TV

Panglima TNI Dampingi Presiden RI Pantau Banjir dari Udara

Panglima TNI Dampingi Presiden RI Pantau Banjir dari Udara

06/01/2020 - 10:22

Ini Video 3D Tiga Pemenang Sayembara Gagasan Desain Kawasan Ibu Kota Negara

Ini Video 3D Tiga Pemenang Sayembara Gagasan Desain Kawasan Ibu Kota Negara
Wisata Dyno Park 3

Wisata Dyno Park 3
Milenial Glow Garden, Newest Wonder at Jatim Park 2 Malang

Milenial Glow Garden, Newest Wonder at Jatim Park 2 Malang
Wisata Teknologi Tinggi Funtech

Wisata Teknologi Tinggi Funtech

iGuides

  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20
  • Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    23/05/2019 - 15:05

KOPI TIMES

  • Berdayakan Usaha Kecil dengan Konektivitas Relevan untuk Masa depan
    Berdayakan Usaha Kecil dengan Konektivitas Relevan untuk Masa depan
    23/01/2020 - 00:37
  • Penerapan Larangan Kantong Plastik di Pusat Pembelanjaan
    Penerapan Larangan Kantong Plastik di Pusat Pembelanjaan
    22/01/2020 - 23:27
  • Radikalisasi di Era 4.0 
    Radikalisasi di Era 4.0 
    22/01/2020 - 17:16
  • Kursi of Kursi
    Kursi of Kursi
    22/01/2020 - 14:28
  • Hukum Kebijakan Publik Dalam Perspektif Kehidupan Sosial dan Keluarga
    Hukum Kebijakan Publik Dalam Perspektif Kehidupan Sosial dan Keluarga
    22/01/2020 - 13:17
  • Negara Yang Juara
    Negara Yang Juara
    22/01/2020 - 09:49
  • Kejujuran Peserta Didik: Indikator Utama Kesuksesan Dalam Pendidikan
    Kejujuran Peserta Didik: Indikator Utama Kesuksesan Dalam Pendidikan
    21/01/2020 - 10:15
  • Sapaan 'Guys' dan 'Gayus' Generasi Y dan Z
    Sapaan 'Guys' dan 'Gayus' Generasi Y dan Z
    21/01/2020 - 08:55
  • Wow, Kabarnya Meghan Markle akan Teken Kontrak dengan Givenchy
    Wow, Kabarnya Meghan Markle akan Teken Kontrak dengan Givenchy
    23/01/2020 - 12:28
  • Polisi: Raja dan Ratu Keraton Agung Sejagat Tidak Sakit Jiwa
    Polisi: Raja dan Ratu Keraton Agung Sejagat Tidak Sakit Jiwa
    23/01/2020 - 12:26
  • Viral Nenek Ditendang di Pasar Gendeng, Ternyata 30 Tahun Hidup Sendirian
    Viral Nenek Ditendang di Pasar Gendeng, Ternyata 30 Tahun Hidup Sendirian
    23/01/2020 - 12:25
  • Antisipasi Bencana, Kepala BNPB MInta Pejabat Daerah Kurangi Jam Tidur
    Antisipasi Bencana, Kepala BNPB MInta Pejabat Daerah Kurangi Jam Tidur
    23/01/2020 - 12:25
  • Angkatan Laut AS Simpan Dokumen UFO Rahasia Tingkat Tinggi, Benarkah?
    Angkatan Laut AS Simpan Dokumen UFO Rahasia Tingkat Tinggi, Benarkah?
    23/01/2020 - 12:23
  • Hantu Wanita Penjilat Pembalut Bekas Siswi di WC Sekolah
    Hantu Wanita Penjilat Pembalut Bekas Siswi di WC Sekolah
    23/01/2020 - 01:22
  • Februari 2020 Diprediksi Jadi Bulan Terburuk untuk 3 Zodiak Ini
    Februari 2020 Diprediksi Jadi Bulan Terburuk untuk 3 Zodiak Ini
    23/01/2020 - 07:25
  • Kisah Horor Tragis di Tol Cipularang
    Kisah Horor Tragis di Tol Cipularang
    23/01/2020 - 00:10
  • Siap Hadapi China, Ini Jet Tempur Incaran Prabowo Berharga Fantastis
    Siap Hadapi China, Ini Jet Tempur Incaran Prabowo Berharga Fantastis
    23/01/2020 - 08:45
  • Menteri Yasonna Laoly Hobi Gonta-ganti Mobil
    Menteri Yasonna Laoly Hobi Gonta-ganti Mobil
    23/01/2020 - 02:10