Ketahanan Informasi Ketahanan Informasi Nasional

Ini Metode Tim Dokter Unair Surabaya untuk Tekan AKI

Senin, 22 Juli 2019 - 10:45 | 15.04k
Ini Metode Tim Dokter Unair Surabaya untuk Tekan AKI
dr Rozi saat menyampaikan gagasan soal Plasenta Akreta di Royal Australian and New Zealand College of Obstetricians and Gynaecologists Annual Scientific Meeting (RANZCOG 2018 ASM) di Adelaide Convention Centre. (FOTO: AJP TIMES Indonesia)
FOKUS

Ketahanan Informasi Nasional

TIMESINDONESIA, SURABAYA – Tim Dokter Unair-dr Soetomo temukan metode baru kurangi kematian ibu akibat pendarahan hebat.

Data yang dihimpun RSUD dr Soetomo menyebutkan, tingginya angka Plasenta Akreta selalu mengalami kenaikan tiap tahun. Ada 7 kejadian pada tahun 2015, 27 kejadian pada tahun 2016, 60 kejadian pada tahun 2017, dan 71 kejadian pada tahun 2018. 

Dalam kasusnya, Plasenta Akreta menjadi salah satu masalah kehamilan serius karena bisa membahayakan nyawa penderita.

Dosen FK Unair Suranaya sekaligus dokter RSUD Dr Soetomo dr. Rozi Aditya Aryananda, SpOG., menjadi dokter dengan jumlah angka tertinggi yang melakukan operasi dengan kejadian Plasenta Akreta. 

3rd-Meeting.jpgdr Rozi (paling kiri) saat menghadiri undangan memberi materi di 3rd Meeting - International Society of Abnormally Invasive Placenta di Rotterdam, 2018.

Angka yang tinggi itu bukan hanya di lingkup Indonesia, bahkan di Asia. Pertanyaannya adalah mengapa terjadi ledakan angka kejadian Plasenta Akreta, khususnya di wilayah Kota Surabaya?

Dokter Rozi menyebut kasus ini mulanya sangat jarang terjadi. Tahun 2013 (hanya) terdapat satu kasus, dan kemudian meningkat dari tahun ke tahun. "Hingga kini, literatur khusus yang membahas soal Plasenta Akreta masih banyak kontroversi," ungkapnya. 

Munculnya kejadian ini, katanya, mengubah konsep-konsep kodokteran yang selama ini diyakini oleh para dokter di bidang Obgyn.

Kejadian Plasenta Akreta membahayakan nyawa karena dalam kejadiannya dapat menghabiskan darah ibu hamil hingga berliter-liter.

Ia menjelaskan normalnya, operasi kehamilan menghabiskan darah dalam jumlah 500cc hingga 1 liter. Dalam kasus Plasenta Akreta ini, ibu dapat kehilangan darah berkali lipat lebih banyak.

Operasi Plasenta Akreta yang pernah ditangani tim dokter Rozi (tim Plasenta Akreta) di RSUD dr Soetomo mencatat, seorang ibu hamil dapat menghabiskan darah hingga 21 liter. Padahal, tubuh manusia hanya menampung kurang lebih 6 liter darah.

Meminimalkan Pendarahan Ibu Hamil

Membaca situasi ini, dokter Rozi melihat dengan pendekatan yang berbeda. Sejak bertemu seorang profesor anatomi dari Argentina pada tahun 2016, ia terus mempelajari kasus dan belajar anatomi secara mendalam.

Bersama profesor itu, Rozi lantas mencoba melakukan operasi dengan pendekatan yang berbeda. Hasilnya, cukup menjanjikan.

”Pendarahan yang biasanya menghabiskan berliter-liter darah itu, bisa kita tekan menjadi hanya 1 liter,” tegas dokter Rozi.

Dalam pendekatan baru itu, tim plasenta akreta melakukan operasi dengan mencari pembuluh darah terlebih dahulu satu persatu dan melakukan pengontrolan. Sehingga, plasenta yang akan diambil sudah dalam kondisi pembuluh darah yang semua terkontrol.

“Pada kasus ini (Plasenta Akreta, Red) konsep operasi yang sejak dulu biasa dilakukan bisa sangat berbahaya. Banyak pembuluh darah baru yang terbentuk akibat Plasenta Akreta dan sangat sulit diatasi apabila terjadi perdarahan. Anda bayangkan darah keluar seperti air keluar dari dalam selang,” paparnya memaparkan soal bahayanya Plasenta Akreta.

dr-Rozi-Aditya.jpgdr Rozi Aditya, dosen sekaligus dokter FK UNAIR-dr Soetomo

Kasus Plasenta Akreta, kata Rozi, menyebabkan kematian yang tinggi karena pendarahan yang tidak terkontrol. Ia dan tim mencoba melakukan pendekatan operasi untuk meminimalkan pendarahan.

Selain teknik operasi, Rozi dan tim juga mengembangkan teknik diagnostik terbaru yaitu mempredisksi sejauh mana plasenta akan keluar.

“Teknik diIagnostik ini bisa memprediksi sebuah operasi yang berbahaya,” terangnya.

Lantas, siapa saja yang berkemungkinan mengalami Plasenta Akreta?

Dari berbagai observasi yang dilakukan Rozi, didapatkan data bahwa Plasenta Akreta paling sering terjadi pada ibu yang sudah pernah mengalami operasi bersalin. Selama ini operasi persalinan bayi telah lama dilakukan sebagai metode mengeluarkan bayi dari rahim. Lantas, mengapa kejadian Plasenta Akreta baru terjadi beberapa waktu belakangan?

Ia dan tim kini sedang mencari tahu jawaban atas hal tersebut. Selama melakukan operasi Plasenta Akreta, biasanya ia berkolaborasi dengan banyak dokter spesialis. Dokter anak, bedah vaskular, urologi, ginekologi onkologi, patologi klinik, patologi anatomi, dokter anestesi dan dokter spesialis lainnya yang berkaitan dengan operasi persalinan.

Bukan tanpa sebab Rozi dinobatkan sebagai dokter yang paling banyak menangani kasus Plasenta Akreta. Tercatat, di Kota Surabaya ia sudah melakukan operasi tersebut hingga sekitar 200 kali. 

Karena metode yang ia kembangkan itulah, ia banyak diundang untuk menyampaikan gagasan di berbagai negara. Seperti di Hongkong (2017); Malaysia, Australia, Belanda (2018); dan Februari 2019 di Singapura.

“Kebanyakan dari mereka kaget karena di negara mereka kasusnya tidak sebanyak yang ada di Indonesia, khususnya Kota Surabaya,” paparnya.

Baginya, keberhasilan kerja dokter adalah karena keberhasilan kerja tim. Bukan kerja individu. Maka itu, ada motto yang selalu ditanamkan oleh para guru – guru Rozi.

Di benak dr. Rozi dosen FK Unair Surabaya hingga saat ini, “There is no best doctor, but the best team”. (*)


surabaya Unair Surabaya
Publisher : Rochmat Shobirin
Sumber : TIMES Surabaya
Reaksi Anda
KOMENTAR

EKORAN

Follow TIMES Indonesia di Google News

TIMES TV

Milenial Glow Garden, Newest Wonder at Jatim Park 2 Malang

Milenial Glow Garden, Newest Wonder at Jatim Park 2 Malang

14/12/2019 - 00:07

Jatim Park Grup Bikin Milenial Glow Garden Terbesar di Indonesia

Jatim Park Grup Bikin Milenial Glow Garden Terbesar di Indonesia
Komunitas Jendela Jember Gelar Pelatihan Fotografi Bagi Milenial

Komunitas Jendela Jember Gelar Pelatihan Fotografi Bagi Milenial
Petik Buah Wisata Agrokusuma

Petik Buah Wisata Agrokusuma
Festival Kampung Ublik of Pujon Kidul Where Every Corner of the Place is Filled with Lantern

Festival Kampung Ublik of Pujon Kidul Where Every Corner of the Place is Filled with Lantern

iGuides

  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20
  • Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    23/05/2019 - 15:05

KOPI TIMES

  • Reformasi Kebijakan Publik Yang Harus Disuarakan
    Reformasi Kebijakan Publik Yang Harus Disuarakan
    14/12/2019 - 21:36
  • Ketika Materi Khilafah Direvisi dari Pelajaran Agama Islam
    Ketika Materi Khilafah Direvisi dari Pelajaran Agama Islam
    14/12/2019 - 19:37
  • Reformasi Birokrasi : Memulihkan Kembali Nilai-nilai Kebijakan Publik
    Reformasi Birokrasi : Memulihkan Kembali Nilai-nilai Kebijakan Publik
    14/12/2019 - 19:24
  • Pilkada Bandung dan Tantangan Smart City Bandung
    Pilkada Bandung dan Tantangan Smart City Bandung
    14/12/2019 - 19:15
  • Lingkaran Masalah di Dalam Reformasi Birokrasi
    Lingkaran Masalah di Dalam Reformasi Birokrasi
    14/12/2019 - 17:36
  • Toleransi Antar Umat Beragama di Tanah Suci
    Toleransi Antar Umat Beragama di Tanah Suci
    14/12/2019 - 15:14
  • Reformasi Kebijakan Publik: Evaluasi Kebijakan Publik Untuk Terciptanya Reformasi Publik
    Reformasi Kebijakan Publik: Evaluasi Kebijakan Publik Untuk Terciptanya Reformasi Publik
    14/12/2019 - 11:43
  • Penilaian Dalam Reformasi Kebijakan Publik Terhadap Masyarakat
    Penilaian Dalam Reformasi Kebijakan Publik Terhadap Masyarakat
    13/12/2019 - 23:25
  • Ketika Elang Kalah Duel Melawan Gurita
    Ketika Elang Kalah Duel Melawan Gurita
    15/12/2019 - 07:15
  • Nggak Banyak yang Tahu, Ini 5 Fitur Tersembunyi di Insta Story
    Nggak Banyak yang Tahu, Ini 5 Fitur Tersembunyi di Insta Story
    15/12/2019 - 07:00
  • Sederhana Tapi Meriah, 5 Potret Ulang Tahun Arsy Hermansyah
    Sederhana Tapi Meriah, 5 Potret Ulang Tahun Arsy Hermansyah
    15/12/2019 - 07:00
  • Kominfo Jamin Kelancaran Akses Telekomunikasi Saat Nataru
    Kominfo Jamin Kelancaran Akses Telekomunikasi Saat Nataru
    15/12/2019 - 07:00
  • Cantiknya Jolene Marie yang Dikabarkan Berseteru dengan Frederika Cull
    Cantiknya Jolene Marie yang Dikabarkan Berseteru dengan Frederika Cull
    15/12/2019 - 07:00
  • Wow Calon TNI Sebut Soeharto Dalang PKI, Propaganda atau Settingan?
    Wow Calon TNI Sebut Soeharto Dalang PKI, Propaganda atau Settingan?
    15/12/2019 - 06:01
  • Makin Membara, Lima Partai Tersaji di Final BWF World Tour Finals 2019
    Makin Membara, Lima Partai Tersaji di Final BWF World Tour Finals 2019
    15/12/2019 - 06:04
  • Betrand Peto Dikritik Warganet, Ruben Onsu: Sayang Saya Luar Biasa
    Betrand Peto Dikritik Warganet, Ruben Onsu: Sayang Saya Luar Biasa
    15/12/2019 - 05:03
  • Tak Cuma Sepakbola, Arena Berkuda Kini Juga Punya Liga Champions
    Tak Cuma Sepakbola, Arena Berkuda Kini Juga Punya Liga Champions
    15/12/2019 - 01:58
  • Sosok Habib Luthfi bin Yahya hingga Sepatu Compass yang Bikin Heboh
    Sosok Habib Luthfi bin Yahya hingga Sepatu Compass yang Bikin Heboh
    15/12/2019 - 06:00