Peristiwa - Daerah

Gunung Rinjani Bertopi Awan, Ini Penjelasan BMKG

Rabu, 17 Juli 2019 - 20:20 | 108.94k
Gunung Rinjani Bertopi Awan, Ini Penjelasan BMKG
Penomenal awan menutupi gunung rinjani hari ini. (foto: Twitter/@suryadelalu)
Pewarta: Pauzan Basri (MG-94) | Editor: Yatimul Ainun

TIMESINDONESIA, MATARAM – Fenomena awan Lenticular di Gunung Rinjani, Rabu (17/7/2019) menarik perhatian masyarakat Indonesia. viral di media sosial. Awan diatas gunung Rinjani berbentuk menyerupai topi caping, sehingga warga menyebutnya dengan fenomena Gunung Rinjani bertopi awan.

Berbagai spekulasi dan mengaitkan dengan tanda-tanda alam. Namun BMKG menjelaskan itu sebagai kejadian biasa. Hanya, diingatkan kepada pendaki agar waspada.

Penjelasan BMKG Stasiun Klimatologi Lombok Barat, fenomena ini sering terjadi di pegunungan maupun perbukitan, disebutLenticular Cloud atau Awan Lenticularis. Fenomena ini terekam warga, khususnya yang tinggal di  Kecamatan Sembalun Lombok Timur, sekitar kaki Gunung Rinjani.

BERITA TERKAIT: Elok, Fenomena Topi Awan di Gunung Rinjani

Menurut Rusmala, warga Desa Sembalun,  pemandangan itu disaksikannya pagi kemarin. Tidak hanya Rusmala, Basri Mulyani, warga Mataram  yang kebetulan sedang berada Sembalun turut mengabadikan momen langka tersebut.

Meski terlihat indah, para pendaki diingatkan agar waspada.

“Terkait fenomena Awan Lenticularis ini, kami imbau kepada para pendaki untuk tidak mendekati daerah puncak atau daerah terbentuknya awan ini. Karena pada daerah tersebut akan ada kabut tebal yang menyebabkan jarak pandang yang kurang baik yang dapat membahayakan para pendaki,” kata Forecaster BMKG Stasiun Klimatologi Lombok Barat, I Gede Widi Hariarta kepada Suara NTB.

Selain mempengaruhi jarak pandang, awan ini juga berdampak pada suhu udara di tempat penumpukan atau di kawasan puncak.  Pendaki disarankan tidak mendekat karena berpotensi menyebabkan hipotermia.

“Jadi di daerah tempat kejadian itu dingin dan bisa menyebabkan menggigil,” ujarnya.

Karena dianggap berbahaya, awan ini biasanya dihindari oleh para pilot, karena dapat menyebabkan turbulensi hebat dan menyebabkan pesawat tidak bisa menjaga keseimbangan.

Hasil analisis pihaknya, awan unik ini terbagi menjadi tiga macam menurut ketinggian, yaitu Altocumulus Standing Lenticularis (ACSL) yang letak awannya berada di dataran rendah.

Kedua, jenis Cirrocumulus Standing Lenticularis (CCSL), tingginya berada di atas rata – rata dan kurang terlihat dari permukaan bumi.

“Sedangkan fenomena yang terjadi di Gunung Rinjani merupakan Stratocumulus Standing Lenticularis (SCSL) yang ketinggiannya berada pada tingkat menengah,” sebutnya.

Fenomena ini dipaparkannya terjadi akibat adanya pergerakan massa udara di kawasan pegunungan atau perbukitan yang dipaksa naik oleh topografi.

Hal ini mengakibatkan massa udara bergerak ke atas. Kemudian suhu pada puncak pegunungan berada di bawah suhu titik embun, yang menyebabkan massa udara terkondensasi di wilayah sekitaran puncak pegunungan atau bukit.

Lantas, katanya, pergerakan angin akan membawa massa udara mengikuti pola gunung seperti membelok dan mengitari gunung, sehingga awan berbentuk spiral.

“Akhirnya ini yang menyebabkan mirip topi ataupun pancake jika sudah bertumpuk – tumpuk. Proses ini sama halnya dengan proses terbentuknya awan pada umumnya,” jelas Gede.

Soal fenomena ini, setidaknya sudah dua kali terekam di puncak Rinjani. Pernah terjadi pada tanggal 1 Agustus 2017, juga menarik perhatian masyarakat.

Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) Sudiyono mengingatkan kepada para pendaki untuk waspada. Persiapan kostum yang mendukung untuk daya tahan saat menuju ketinggian melalui empat jalur yang sudah dibuka.  “Agar para pendaki persiapannya lebih matang terutama ke pengaruh suhu,” sarannya.

Diingatkan juga, patuhi rambu yang sudah ditetapkan agar tidak berdampak pada para pendaki ke Gunung Rinjani. “Ikuti rambu-rambu yang ada dan bawalah sampah turun kembali,” ujarnya. (*)


Gunung Rinjani awan Lombok rompi awan
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan
Sumber : TIMES Mataram
Reaksi Anda
KOMENTAR

EKORAN

Follow TIMES Indonesia di Google News

TIMES TV

Panglima TNI Dampingi Presiden RI Pantau Banjir dari Udara

Panglima TNI Dampingi Presiden RI Pantau Banjir dari Udara

06/01/2020 - 10:22

Ini Video 3D Tiga Pemenang Sayembara Gagasan Desain Kawasan Ibu Kota Negara

Ini Video 3D Tiga Pemenang Sayembara Gagasan Desain Kawasan Ibu Kota Negara
Wisata Dyno Park 3

Wisata Dyno Park 3
Milenial Glow Garden, Newest Wonder at Jatim Park 2 Malang

Milenial Glow Garden, Newest Wonder at Jatim Park 2 Malang
Wisata Teknologi Tinggi Funtech

Wisata Teknologi Tinggi Funtech

iGuides

  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20
  • Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    23/05/2019 - 15:05

KOPI TIMES

  • Nilai Tertentu dalam Substansi Kebijakan Publik dan Model Penilaian Kinerja
    Nilai Tertentu dalam Substansi Kebijakan Publik dan Model Penilaian Kinerja
    25/01/2020 - 23:20
  • Upaya Peningkatan Kualitas Pendidikan yang Berorientasi Pada Proses (Kejujuran) dan Hasil
    Upaya Peningkatan Kualitas Pendidikan yang Berorientasi Pada Proses (Kejujuran) dan Hasil
    25/01/2020 - 22:32
  • Bebas Biaya Sertifikasi Produk Halal Bagi Usaha Mikro Kecil
    Bebas Biaya Sertifikasi Produk Halal Bagi Usaha Mikro Kecil
    25/01/2020 - 20:26
  • Penyeludupan Barang Impor Berujung Pemecatan Dirut Garuda Indonesia
    Penyeludupan Barang Impor Berujung Pemecatan Dirut Garuda Indonesia
    25/01/2020 - 13:40
  • Implementasi dan Analisis Kebijakan Publik dalam Meningkatkan Mutu Serta Kualitas Kinerja Pelayanan Publik di Indonesia
    Implementasi dan Analisis Kebijakan Publik dalam Meningkatkan Mutu Serta Kualitas Kinerja Pelayanan Publik di Indonesia
    25/01/2020 - 13:28
  • Surabaya Setelah Risma
    Surabaya Setelah Risma
    25/01/2020 - 12:10
  • Kebijakan Konsisten Dalam Pelayan Publik
    Kebijakan Konsisten Dalam Pelayan Publik
    24/01/2020 - 16:02
  • Generasi Anak Muda Krisis Moral, Masihkah Pancasila Sebagai Ideologi Bangsa Negara Indonesia?
    Generasi Anak Muda Krisis Moral, Masihkah Pancasila Sebagai Ideologi Bangsa Negara Indonesia?
    23/01/2020 - 15:08
  • Pemprov DKI Jakarta: Revitalisasi untuk Kembalikan Fungsi Monas
    Pemprov DKI Jakarta: Revitalisasi untuk Kembalikan Fungsi Monas
    26/01/2020 - 04:15
  • Berkutat dengan Cedera, Firza Andika Hindari Operasi
    Berkutat dengan Cedera, Firza Andika Hindari Operasi
    26/01/2020 - 03:00
  • Mahfud MD: Pemerintah Tolak Tawaran Amerika untuk Kerja Sama di Natuna
    Mahfud MD: Pemerintah Tolak Tawaran Amerika untuk Kerja Sama di Natuna
    26/01/2020 - 02:15
  • Persija Jakarta Tunjuk Oswaldo Lessa Dampingi Sergio Farias
    Persija Jakarta Tunjuk Oswaldo Lessa Dampingi Sergio Farias
    26/01/2020 - 01:05
  • Jelang Final Thailand Masters 2020, Hafiz / Gloria Tingkatkan Persiapan
    Jelang Final Thailand Masters 2020, Hafiz / Gloria Tingkatkan Persiapan
    26/01/2020 - 00:24
  • Heboh, Bintang Arthdal Chronicles Ngaku Jadi Selingkuhan Aktor Jepang
    Heboh, Bintang Arthdal Chronicles Ngaku Jadi Selingkuhan Aktor Jepang
    26/01/2020 - 00:02
  • Viral, Video Warga Wuhan Berjatuhan di Jalan Akibat Virus Corona
    Viral, Video Warga Wuhan Berjatuhan di Jalan Akibat Virus Corona
    25/01/2020 - 05:28
  • Tangis Histeris Perawat Wuhan, Frustasi Tangani Pasien Virus Corona
    Tangis Histeris Perawat Wuhan, Frustasi Tangani Pasien Virus Corona
    25/01/2020 - 15:31
  • Pakar Curiga Virus Corona Berasal dari Laboratorium di Wuhan
    Pakar Curiga Virus Corona Berasal dari Laboratorium di Wuhan
    25/01/2020 - 20:00
  • Angka Kematian Akibat Virus Corona di China Bertambah jadi 41 Orang
    Angka Kematian Akibat Virus Corona di China Bertambah jadi 41 Orang
    25/01/2020 - 11:17