Wisata

Dewan Dorong Pemkot Surabaya Tetapkan Benteng Kedung Cowek Sebagai Cagar Budaya

Rabu, 17 Juli 2019 - 19:38 | 52.86k
Dewan Dorong Pemkot Surabaya Tetapkan Benteng Kedung Cowek Sebagai Cagar Budaya
Ketua DPRD Kota Surabaya, Armuji (kiri) bersama Mayor Mustofa, bagian pencatat aset Kodam V/Brawijaya saat melakukan sidak ke Benteng Kedung Cowek, Rabu (17/7/2019). (FOTO: Lely Yuana/TIMES Indonesia)
Pewarta: | Editor: Faizal R Arief

TIMESINDONESIA, SURABAYA – Ketua DPRD Kota Surabaya, Armuji mendorong Pemkot Surabaya untuk menetapkan Benteng Kedung Cowek sebagai cagar budaya.

Bangunan ini merupakan lokasi penyimpanan peluru arek-arek Suroboyo jaman perang kemerdekaan. Secara historis, Benteng Kedung Cowek dibangun Belanda sebagai pertahanan melawan Jepang saat Perang Pasifik pada tahun 1900. 

Setelah Jepang menyerah pada sekutu, Benteng Kedung Cowek diambil alih oleh Tentara Keamanan Rakyat (TKR) dari Pasukan Sriwijaya saat pertempuran 10 November 1945 melawan Inggris. 

Total terdapat sepuluh bunker berada pada sisi Surabaya dan Madura atau seluas 7,1 hektar di Kelurahan Kedung Cowek.

Benteng-Kedung-Cowek.jpg

Namun kondisi bunker sudah tidak terawat. Keberadaan benteng sudah menjadi barang milik negara (BMN) dan dikelola oleh Kodam V/Brawijaya. Namun belum ditetapkan sebagai cagar budaya oleh Pemerintah Kota Surabaya.

Dalam kesempatan tersebut, Armuji melakukan sidak serta menyampaikan aspirasi rakyat yang menginginkan Benteng Kedung Cowek ditetapkan sebagai cagar budaya. 

Bersama beberapa pemerhati sejarah, Armuji terjun langsung menuju lokasi benteng yang terletak di sisi timur Suramadu. Setelah berkeliling melihat eksotika Benteng Kedung Cowek, Armuji mengimbau Pemkot segera memilki keberanian untuk menyelamatkan aset sejarah ini.  

“Benteng Kedung Cowek dibangun pada tahun 1900 sebagai tempat pertahanan. Pemkot harus ada keberanian untuk menetapkan bahwa ini adalah cagar budaya dan membantu menetapkan sebagai destinasi pariwisata,” terang Armuji, Rabu (17/7/2019). 

Armuji menilai jika plot anggaran mengelola cagar budaya bisa diusahakan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Dinas Kebudayaan dan Pariwisata. 

“Seperti di luar negeri, cagar budaya adalah skala prioritas yang disaranai oleh pemerintah kota. Nah, Pemkot Surabaya harus digugah dan dibangun imagenya,” tandasnya.

Sebagai langkah awal, Armuji menyarankan agar Pemkot segera melakukan komunikasi dengan Pangdam V/Brawijaya terkait hal ini. “Jadi Pemkot hanya membantu saja infrastrukturnya tanpa merubah bangunan. Kiblatnya seperti di luar negeri, orang biasanya wali kota juga ngiblat ke luar negeri koq,” selorohnya.

Benteng-Kedung-Cowek-a.jpg

Desakan dewan kepada Pemkot merupakan upaya penyelamatan cagar budaya agar tidak beralih fungsi sehingga kehilangan objek riil jejak sejarah.

“Kita terkagum ada bangunan benteng yang kokoh masih orisinil dan tidak ada perubahan sama sekali. Pemkot harus berani menawarkan nilai sejarah untuk kota ini. Bisa melihat pemandangan yang indah dan bisa dijadikan objek wisata terintegrasi,” ulasnya.

Salah satu pendukung pengembangan kawasan tersebut adalah membangun Infrastruktur. Terlebih pihak Kodam V/Brawijaya selaku pengelola sangat terbuka. 

“Infrastruktur juga harus dibangun, kita minta kepedulian Dinas Pariwisata dan belum tentu mereka berkunjung ke sini apalagi dari pihak Kodam pun terbuka jika Pemkot berniat untuk menjadikan cagar budaya,” sambungnya.

Dalam kesempatan yang sama, Mayor Mustofa, selaku pencatat aset Kodam V/Brawijaya mengungkapkan pihak Kodam sangat terbuka menyambut inisiasi dewan tersebut.

“Waktu itu kita sudah ada kajian dan plotting rencana di sini tapi tidak ke bangunan yang menjadi cagar budaya namun sektor di luar itu sebagai bentuk pengamanan teritorial,” kata Mayor Mustofa. (*)

Pihak Kodam tinggal menunggu tindakan pro aktif Pemkot Surabaya untuk merevitalisasi lahan Benteng Kedung Cowek yang telah bersertifikat itu sebagai cagar budaya. “Sebaiknya Pemkot membuat surat atau langsung menghadap Pangdam. Pemkot tinggal mengajukan APBDH dan keputusannya nanti ditentukan oleh Kementerian Keuangan,” ujarnya. (*)



Publisher : Sofyan Saqi Futaki
KOMENTAR

EKORAN

TERBARU

  • Kebahagiaan Para Santri PPPA Daarul Quran Saat Bertemu dengan Orang Tua Asuh
    Kebahagiaan Para Santri PPPA Daarul Quran Saat Bertemu dengan Orang Tua Asuh
    05/08/2020 - 10:38
  • Pembangunan Pasar Legi Ponorogo Mulai Munggah Molo, Ditarget Rampung Desember
    Pembangunan Pasar Legi Ponorogo Mulai Munggah Molo, Ditarget Rampung Desember
    05/08/2020 - 10:34
  • Kemendikbud Minta Maaf, Muhammadiyah Tetap Tak Ikut Program POP
    Kemendikbud Minta Maaf, Muhammadiyah Tetap Tak Ikut Program POP
    05/08/2020 - 10:27
  • Bocah 4 Tahun Meninggal di Kolam Renang Villa So Long Banyuwangi
    Bocah 4 Tahun Meninggal di Kolam Renang Villa So Long Banyuwangi
    05/08/2020 - 10:23
  • Pasien Positif Covid-19 Banyuwangi Bertambah Tiga
    Pasien Positif Covid-19 Banyuwangi Bertambah Tiga
    05/08/2020 - 10:12
  • Setelah Melahirkan, Kahiyang Ayu Langsung Beri ASI untuk Anak Keduanya
    Setelah Melahirkan, Kahiyang Ayu Langsung Beri ASI untuk Anak Keduanya
    05/08/2020 - 10:02
  • Program CSR Mowilex Indonesia Raih 3 Top CSR Award 2020
    Program CSR Mowilex Indonesia Raih 3 Top CSR Award 2020
    05/08/2020 - 09:46
  • Bertemu dengan Menhan RI, Bambang Kristiono Perjuangkan NTB jadi Penyangga Program Food Estate 
    Bertemu dengan Menhan RI, Bambang Kristiono Perjuangkan NTB jadi Penyangga Program Food Estate 
    05/08/2020 - 09:22
  • Kasus Ancaman Pembunuhan Dilimpahkan ke Kejaksaan, Sekda Syaifullah Siap Kooperatif
    Kasus Ancaman Pembunuhan Dilimpahkan ke Kejaksaan, Sekda Syaifullah Siap Kooperatif
    05/08/2020 - 09:21
  • Ledakan Maha Dahsyat di Lebanon, Kemenlu RI: Satu WNI Luka Ringan
    Ledakan Maha Dahsyat di Lebanon, Kemenlu RI: Satu WNI Luka Ringan
    05/08/2020 - 09:17

TIMES TV

Bedah Buku: Bincang-bincang Perempuan

Bedah Buku: Bincang-bincang Perempuan

28/07/2020 - 12:12

Implementasi Pancasila dalam Dunia Pendidikan

Implementasi Pancasila dalam Dunia Pendidikan
Pilkada Serentak 2020 di Papua. Sudah Tepatkah Waktunya?

Pilkada Serentak 2020 di Papua. Sudah Tepatkah Waktunya?
Ngevlog Bareng Owner Bubur Ayam Abah Odil

Ngevlog Bareng Owner Bubur Ayam Abah Odil
Peduli Kampung Tangguh, Ibu Panglima TNI Bantu Masker Batik untuk Warga di Malang

Peduli Kampung Tangguh, Ibu Panglima TNI Bantu Masker Batik untuk Warga di Malang

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • Gerakan Pakai Masker dan upaya  Mencegah
    Gerakan Pakai Masker dan upaya  Mencegah "Death Spiral" Dalam Penanganan Krisis
    04/08/2020 - 10:33
  • Duri-Duri Korupsi
    Duri-Duri Korupsi
    03/08/2020 - 14:10
  • Dasar Pembelajaran Daring
    Dasar Pembelajaran Daring
    03/08/2020 - 10:22
  • Ibadah Idul Adha Dalam Perspektif
    Ibadah Idul Adha Dalam Perspektif
    03/08/2020 - 10:17
  • Istana dalam Pusaran Dinasti Politik
    Istana dalam Pusaran Dinasti Politik
    01/08/2020 - 16:05
  • Ditangkap, Djoko Tjandra Ditimpa Ketidakadilan?
    Ditangkap, Djoko Tjandra Ditimpa Ketidakadilan?
    01/08/2020 - 15:09
  • Menyoal Pelaksanaan Pilkada Serentak di Tengah Pandemi Covid-19
    Menyoal Pelaksanaan Pilkada Serentak di Tengah Pandemi Covid-19
    01/08/2020 - 14:32
  • Antara Tradisi Feodal dan Objektivitas Partisan
    Antara Tradisi Feodal dan Objektivitas Partisan
    31/07/2020 - 21:03
  • Jarak Lokasi Ledakan Beirut Hanya 7 Km dari KBRI Lebanon, 1 WNI Terluka
    Jarak Lokasi Ledakan Beirut Hanya 7 Km dari KBRI Lebanon, 1 WNI Terluka
    05/08/2020 - 11:14
  • AIA Financial Digugat Pailit Oleh Mitra Bisnis
    AIA Financial Digugat Pailit Oleh Mitra Bisnis
    05/08/2020 - 11:09
  • Bukan Transportasi Umum, 2 Tempat ini Lebih Berisiko Sebarkan Virus Corona!
    Bukan Transportasi Umum, 2 Tempat ini Lebih Berisiko Sebarkan Virus Corona!
    05/08/2020 - 11:09
  • Jokowi: Pilkada Jangan Malah Menimbulkan Klaster Baru Covid-19!
    Jokowi: Pilkada Jangan Malah Menimbulkan Klaster Baru Covid-19!
    05/08/2020 - 11:07
  • Ngadu ke Jokowi, 173 Petani Deli Serdang Tiba di Serang, Longmarch 41 Hari
    Ngadu ke Jokowi, 173 Petani Deli Serdang Tiba di Serang, Longmarch 41 Hari
    05/08/2020 - 11:04
  • Hadi Pranoto Klaim Kirim 5.000 Botol Obat COVID-19 ke Ratu Elizabeth
    Hadi Pranoto Klaim Kirim 5.000 Botol Obat COVID-19 ke Ratu Elizabeth
    05/08/2020 - 06:52
  • Rudi Ramli: Gus Dur Bilang Bank Bali Mau Dikuasai Kelompok Tertentu
    Rudi Ramli: Gus Dur Bilang Bank Bali Mau Dikuasai Kelompok Tertentu
    05/08/2020 - 05:30
  • Kisah Ayah Curi HP demi Anak Belajar Bikin Kajari Garut Tergerak
    Kisah Ayah Curi HP demi Anak Belajar Bikin Kajari Garut Tergerak
    05/08/2020 - 06:15
  • Herbal Ramuan Hadi Pranoto Bikin Geger, Dibuat dari Bahan Apa Sih?
    Herbal Ramuan Hadi Pranoto Bikin Geger, Dibuat dari Bahan Apa Sih?
    05/08/2020 - 04:08
  • Amerika Gegerkan Dunia, Curi Kapal Selam Nuklir Isinya Mayat Tentara
    Amerika Gegerkan Dunia, Curi Kapal Selam Nuklir Isinya Mayat Tentara
    05/08/2020 - 07:04