Peristiwa Daerah

Ahli Waris Desa Pakel Akhirnya Bisa Bercocok Tanam Dilahan Perkebunan

Rabu, 17 Juli 2019 - 17:23 | 112.66k
Ahli Waris Desa Pakel Akhirnya Bisa Bercocok Tanam Dilahan Perkebunan
Dibantu warga, Musaneb, ahli waris tanah Desa Pakel, Kecamatan Licin, Banyuwangi, sedang melakukan cocok tanam diatas lahan yang sebelumnya dikuasai oleh perusahaan perkebunan PT Bumi Sari. (FOTO: Syamsul Arifin/TIMES Indonesia)
Pewarta: Syamsul Arifin | Editor: Faizal R Arief

TIMESINDONESIA, BANYUWANGI – Setelah perjuangan panjang, akhirnya Musaneb, ahli waris tanah Desa Pakel, Kecamatan Licin, Banyuwangi, kini bisa bercocok tanam dilahan perkebunan. Dibantu puluhan warga lain, mereka menanam singkong dan jagung di area yang sebelumnya dikuasai perusahaan PT Bumi Sari.

“Kita sudah menanam singkong dan jagung sekitar 10 hektar,” kata Musaneb kepada TIMES Indonesia, Rabu (17/7/2019).

Aksi tanam Musaneb Cs dilahan perkebunan ini bukan tanpa dasar. Tapi dilakukan diatas tanah yang sebelumnya telah dilakukan pengukuran manual. Dan telah diajukan untuk pengurusan sertifikat di Badan Pertanahan Nasional (BPN), melalui Notaris PPAT.

“Kami juga heran, meski lama dikelola PT Bumi Sari, entah kenapa pengurusan sertifikat kami diterima oleh BPN Banyuwangi,” jelasnya.

Seperti gebrakan sebelumnya, ahli waris pemilik bukti lama berupa Surat Izin Membuka Lahan tertanggal 11 Januari 1929, yang ditanda tangani oleh Bupati Banyuwangi, Achmad Noto Hadi Soerjo, tersebut juga tetap melarang kendaraan memasuki perkebunan. Tak pelak, sekitar dua ribu buah kelapa yang dipanen PT Bumi Sari, hingga kini tidak bisa diangkut.

Tanam-Dilahan-Perkebunan2.jpg

Seperti diketahui, gerakan ahli waris dibantu masyarakat Desa Pakel, Kecamatan Licin, Banyuwangi, ini bermula dari ditemukannya bukti lama. Berupa Surat Izin Membuka Lahan tertanggal 11 Januari 1929, yang ditanda tangani oleh Bupati Banyuwangi, Achmad Noto Hadi Soerjo. Dalam dokumen berbahasa Belanda tersebut, leluhur warga Desa Pakel, atas nama Doelgani, Karso dan Senen, diberi kewenangan membuka lahan seluas 4000 Bau.

Dan sesuai silsilah keluarga yang ditandatangani perangkat Desa Pakel, Musaneb adalah keturunan dari Doelgani.

Musaneb, si ahli waris, juga mengantongi surat BPN Banyuwangi, Nomor 280/600.1.35.10/II/2018, tertanggal 14 Februari 2018, yang menegaskan bahwa tanah Desa Pakel tidak disewakan atau tidak masuk dalam Sertifikat Hak Guna Usaha (HGU) PT Bumi Sari.

Surat BPN Banyuwangi, juga menjelaskan bahwa HGU PT Bumi Sari terpecah dalam 2 sertifkat. Yakni Sertifikat HGU Nomor 1 Desa Kluncing, Kecamatan Licin, seluas 1.902.600 meter persegi, dan Sertifikat HGU No 8 Desa Bayu, Kecamatan Songgon, seluas 11.898.100 meter persegi. Atau dengan luasan total 1.189,81 hektar.

Dalam kasus ini, Musaneb selaku ahli waris, juga mengacu Surat Keputusan (SK) Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, tahun 2015, Nomor 188/402/KEP/429.011/2015, tentang Penetapan dan Penegasan Batas Desa Pakel, Kecamatan Licin, Kabupaten Banyuwangi. di situ tegas diterangkan wilayah administrasi Desa Pakel.

Dari surat BPN Banyuwangi dan SK Bupati Anas, secara tegas bisa diketahui bahwa sebagian tanah Desa Pakel, dikelola oleh perusahaan perkebunan milik Djohan Soegondo. Yakni PT Bumi Sari.

Sebelumnya, kepada TIMES Indonesia, dua karyawan perusahaan perkebunan PT Bumi Sari, Amal Firmansyah, Pengawas Afdeling Gunung Wongso dan Karsidi, Pengawas Afdeling Taman Glugo, juga membenarkan bahwa tanah Desa Pakel memang tidak disebut dalam dua Sertifikat HGU PT Bumi Sari.

Namun setahu mereka, sejak puluhan tahun lalu, wilayah perkebunan PT Bumi Sari, adalah lokasi yang selama ini dikelola. Termasuk dua dusun yang masuk wilayah administrasi Desa Pakel, sesuai SK Bupati Banyuwangi tahun 2015. Yakni Dusun Sadang dan Taman Glugo. “Saya bekerja sejak tahun 1983, ya batas perkebunan PT Bumi Sari itu di terminal Pakel itu,” ucapnya. (*)


ahli waris desa pakel
Publisher : Sofyan Saqi Futaki
Sumber : TIMES Banyuwangi
KOMENTAR

EKORAN

Kawal Informasi Seputar COVID-19 Secara Tepat dan Akurat

Ini merupakan sumber informasi inisiatif sukarela warganet Indonesia pro-data, terdiri dari praktisi kesehatan, akademisi, profesional & pemerintah.

Jumlah Kasus di Indonesia Saat Ini

2,738

+247 Positif

204

+12 Sembuh

221

+12 Meninggal
Statistik Kasus COVID-19 di Indonesia
Last update: Selasa, 07 April 2020 - 16:20 Sumber: kawalcorona.com
Honda HRV

TIMES TV

Ketua DPRD Kota Malang Sumbang dan Apresiasi MBLC

Ketua DPRD Kota Malang Sumbang dan Apresiasi MBLC

23/03/2020 - 20:12

Pembuatan Sarcovid, Karya Anak Bangsa Untuk Negeri Pertiwi

Pembuatan Sarcovid, Karya Anak Bangsa Untuk Negeri Pertiwi
Wisma Atlet di Kemayoran Sudah Bisa Dioperasian sebagai RS Darurat Penanganan Covid-19

Wisma Atlet di Kemayoran Sudah Bisa Dioperasian sebagai RS Darurat Penanganan Covid-19
Satu Jam Mengenal Pemikiran Didik Gatot Subroto

Satu Jam Mengenal Pemikiran Didik Gatot Subroto
Jokowi Bagi Tips Cegah Virus Corona

Jokowi Bagi Tips Cegah Virus Corona

iGuides

  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20
  • Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    23/05/2019 - 15:05

KOPI TIMES

  • Menyongsong Jaman Baru Pasca Corona 2019
    Menyongsong Jaman Baru Pasca Corona 2019
    08/04/2020 - 13:36
  • Membantu Lian di Tengah Wabah Covid
    Membantu Lian di Tengah Wabah Covid
    08/04/2020 - 10:26
  • Surat untuk Najwa Shihab dari Sel Napi Koruptor Kelas Jelata
    Surat untuk Najwa Shihab dari Sel Napi Koruptor Kelas Jelata
    08/04/2020 - 10:19
  • Anggaran Gotong Royong Untuk Covid-19
    Anggaran Gotong Royong Untuk Covid-19
    08/04/2020 - 08:30
  • 7 Alasan Kenapa Kuliah di Unisma Malang
    7 Alasan Kenapa Kuliah di Unisma Malang
    08/04/2020 - 07:00
  • Problematika dan Pemecahan Masalah Pengembangan PAI di SD
    Problematika dan Pemecahan Masalah Pengembangan PAI di SD
    08/04/2020 - 05:30
  • Penerapan Konsep Pendidikan Multikultural di Lembaga Pendidikan
    Penerapan Konsep Pendidikan Multikultural di Lembaga Pendidikan
    08/04/2020 - 03:40
  • Takwil Nabi Yusuf, Covid-19 dan Nasib Rakyat
    Takwil Nabi Yusuf, Covid-19 dan Nasib Rakyat
    07/04/2020 - 22:20
  • KPK: Pejabat Jangan Takut Pakai Anggaran untuk Darurat Corona
    KPK: Pejabat Jangan Takut Pakai Anggaran untuk Darurat Corona
    08/04/2020 - 15:38
  • Akibat Covid-19, Launching Citroen C5 Aircross Ditangguhkan
    Akibat Covid-19, Launching Citroen C5 Aircross Ditangguhkan
    08/04/2020 - 15:35
  • Vaksin BCG untuk Covid-19 Tak Dapat Digunakan pada Semua Orang
    Vaksin BCG untuk Covid-19 Tak Dapat Digunakan pada Semua Orang
    08/04/2020 - 15:35
  • Lucinta Luna Berharap Jalani Sidang Kasus Narkoba via Teleconference
    Lucinta Luna Berharap Jalani Sidang Kasus Narkoba via Teleconference
    08/04/2020 - 15:35
  • LIVE STREAMING: Update Covid-19 Rabu, 8 April 2020
    LIVE STREAMING: Update Covid-19 Rabu, 8 April 2020
    08/04/2020 - 15:34
  • Geger, Ambulans Buang APD Bekas COVID-19 di Tepi Jalan Jagakarsa
    Geger, Ambulans Buang APD Bekas COVID-19 di Tepi Jalan Jagakarsa
    08/04/2020 - 00:45
  • Di Tengah Wabah COVID-19, Hotman Paris Tantang Anggota DPR
    Di Tengah Wabah COVID-19, Hotman Paris Tantang Anggota DPR
    08/04/2020 - 11:40
  • Hari Kematian Terparah COVID-19 Dunia Terjadi di Amerika
    Hari Kematian Terparah COVID-19 Dunia Terjadi di Amerika
    08/04/2020 - 11:04
  • 2 Faktor Utama Orang Bisa Terjangkit Virus Corona dengan Mudah
    2 Faktor Utama Orang Bisa Terjangkit Virus Corona dengan Mudah
    08/04/2020 - 13:00
  • Pasangan Ini Bunuh Diri karena Takut Terinfeksi Virus Corona
    Pasangan Ini Bunuh Diri karena Takut Terinfeksi Virus Corona
    08/04/2020 - 07:00