Peristiwa Daerah

Dr Aqua Dwipayana Beri Tips Sukses Ekspedisi Destana Tsunami BNPB 

Minggu, 14 Juli 2019 - 15:06 | 42.84k
Dr Aqua Dwipayana Beri Tips Sukses Ekspedisi Destana Tsunami BNPB 
Aqua Dwipayana bersama anggota BNPB di Pantai Boom Banyuwangi. (foto: TIMES indonesia network)
Editor: Deasy Mayasari

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Pakar Komunikasi Dr Aqua Dwipayana menegaskan bahwa kunci sukses Ekspedisi Desa Tangguh Bencana (Destana) Tsunami yang dilaksanakan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tergantung pada penguasaan komunikasi dan data yang dimiliki seluruh anggota Tim. 

Menurutnya, semakin bagus komunikasinya dan makin lengkap data yang dipunyai maka tingkat keberhasilan ekspedisi ini tambah besar.

Aqua menegaskan hal itu Jumat malam, 12 Juli 2019 di Pantai Boom Banyuwangi di depan ratusan anggota Tim Destana Tsunami yang berasal dari seluruh daerah tingkat II di Jawa Timur. Sebelumnya pada sorenya Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo membuka kegiatan tersebut di tempat yang sama. 

Banyak pejabat dari BNPB yang hadir di acara itu. Di antaranya Sestama Dody Ruswandi, 2 Deputi Harmensyah, Bernardus Wisnu Widjaja, Tenaga Ahli Egy Massadiah, Brigjen Pol Purn Hasanuddin, dan Marsda TNI Purn Bonar H. Hutagaol.

Aqua menambahkan sebelum datang ke desa-desa dan kelurahan-kelurahan sebaiknya Tim lebih dulu mempelajari secara detil karakteristik daerah tersebut termasuk tokoh-tokohnya. Itu sangat penting untuk memudahkan tugas-tugas Tim dan agar sukses.

Dr-Aqua-Dwipayana-b.jpg

"Meski sama-sama di satu provinsi, bisa saja karakteristik wilayah dan warga desa atau kelurahannya berbeda-beda. Sehingga pendekatannya juga tidak boleh sama. Jadi harus spesifik," tegas motivator internasional yang telah memotivasi ratusan ribu orang ini.

Selain itu, lanjut Dr Aqua, di setiap desa dan kelurahan tidak selalu yang berperan pemimpin formal. Ada di sejumlah daerah yang warganya lebih mendengarkan pemimpin informal seperti ulama, tokoh adat, tokoh masyarakat, dan lainnya.

Laksanakan Komunikasi REACH
Semua info yang dibutuhkan tersebut menurut Bapak dua anak yang jadwal sharingnya padat sekali, bisa diperoleh secara detil dan akurat dengan memiliki kemampuan komunikasi yang bagus. Sehingga di mana saja, kapan saja, dan ketemu siapa saja komunikasinya nyambung.

Tidak kalah pentingnya, tambah Aqua, yang sangat akrab dengan Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo, hati dan pikiran seluruh anggota Tim harus bersih. Jangan sekali-kali mengedepankan kecurigaan saat ketemu orang baru di desa-desa dan kelurahan-kelurahan yang dikunjungi.

"Tutur kata dan perilaku seseorang saat berkomunikasi sama orang lain sangat bisa dirasakan oleh lawan bicaranya. Jika hati dan pikirannya bersih bakal tercermin dari bahasa verbal dan nonverbalnya. Untuk itu selalulah jaga hati dan pikiran masing-masing," tegas Dr Aqua.

Terkait dengan komunikasi, mantan wartawan di banyak media ini menyarankan ke semua Tim untuk melaksanakan Lima Hukum Komunikasi yang Efektif. Di setiap sharingnya doktor dari Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran Bandung ini sering mengungkapkan itu. 

Mereka yang konsisten melaksanakan Lima Hukum Komunikasi yang Efektif dalam aktivitas sehari-hari biasanya sukses di kehidupannya. Mereka telah merasakan hasilnya yang dahsyat dan luar biasa.

Lima Hukum Komunikasi yang Efektif tersebut disingkat REACH. Intinya dengan melaksanakan itu maka dapat memperoleh semua yang diinginkan dari lawan bicara. Umpan balik atau _feedback_nya sesuai dengan yang diinginkan.

Pertama adalah Respect. Ketemu siapa saja, dalam kondisi apapun, dan di mana saja, harus menghormati orang lain tanpa melihat suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA). Perilakunya jangan mengalahkan TUHAN yang hormat pada semua makhluk ciptaannya termasuk manusia.

Kedua adalah Empathy. Secara optimal berusaha agar dapat merasakan apa saja yang dirasakan orang lain terutama pada hal-hal yang membutuhkan perhatian orang lain. Misalnya atasan yang menunjukkan empathy pada kinerja bawahannya.

Ketiga adalah Audible. Di manapun berada harus menyesuaikan sehingga keberadaannya selalu diterima lingkungan. Ini seperti nasihat yang sering didengarkan yaitu di mana bumi dipijak di situ langit dijunjung. 

Keempat adalah Clarity. Saat berkomunikasi dengan semua orang gunakanlah kalimat yang sederhana agar mudah dimengerti. Tidak usah ngomong yang rumit-rumit yang membuat komunikasinya jadi tidak efektif.

Kelima adalah Humble. Setiap manusia adalah ciptaan TUHAN sehingg tidak ada yang perlu disombongkan. Untuk itu secara optimal agar selalu berusaha jadi orang yang rendah hati sehingga di manapun berada diterima lingkungan.

"Saya menilai Lima Hukum Komunikasi yang Efektif itu ada pada Pak Doni Monardo. Untuk itu jadikanlah beliau sebagai role model dalam Komunikasi. Tidak usah jauh-jauh mencarinya di luar BNPB," ujar Dr Aqua.

Para pesertanya antusias. Apalagi Dr Aqua memberi hadiah uang Rp 250 ribu kepada orang yang bisa menjawab pertanyaan dia dan Rp 100 ribu ke setiap yang bertanya. Selain itu panitia juga memberi hadiah bola.

Paling Penting Implementasi, Tidak Usah Banyak Teori

Sebelumnya dalam sambutannya saat membuka kegiatan Ekspedisi Destana Tsunama Doni menekankan kepada semua Tim agar saat di lapangan tidak usah terlalu banyak teori. Paling penting adalah implementasinya.

"Berkomunikasilah secara intensif dengan semua orang yang ditemui. Simak yang mereka sampaikan dan beri masukan terkait dengan potensi bencana tsunami di daerah mereka. Dengan begitu mereka selalu waspada, mawas diri, dan hati-hati," tegas Doni.

Sedangkan Direktur Pemberdayaan Masyarakat BNPB yang juga Ketua Panitia Ekspedisi Destana Tsunami Lilik Kurniawan menjelaskan dari 5.744 desa atau kelurahan di Indonesia yang rawan tsunami (kelas rawan sedang dan tinggi), 584 desa atau kelurahan di antaranya ada di Selatan Pulau Jawa.

BNPB berusaha menjadikan semua desa atau kelurahan itu jadi tangguh bencana sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI 8357:2017). Sehingga penting mengajak Badan Standarisasi Nasional Indonesia untuk memastikan pelaksanaan SNI tersebut.

Kegiatan ini, lanjut Lilik, berlangsung selama 34 hari mulai 12 Juli 2019 sampai 17 Agustus 2019. Dimulai dari Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, ke barat sampai dengan Kabupaten Serang, Banten.

"Ekspedisi ini terbagi menjadi empat segmen yakni Jawa Timur, Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Barat, dan Banten. Setiap segmen diikuti 200 peserta yang terdiri dari 80 orang dari pusat dan 120 orang dari daerah. Semua peserta menginap di tenda dan berbaur dengan masyarakat," jelas Lilik saat bersama Dr Aqua Dwipayana. (*)



Publisher : Ahmad Rizki Mubarok
KOMENTAR

EKORAN

TERBARU

  • Gelar Webinar, DPK Bontang Launching Buku 'Indahnya Berbagi Masyarakat Mandiri'
    Gelar Webinar, DPK Bontang Launching Buku 'Indahnya Berbagi Masyarakat Mandiri'
    12/08/2020 - 21:52
  • Sinergis TNI dan Pemerintah, Babinsa Bunton Dampingi PLTU Bunton Cek Kesehatan Warga 
    Sinergis TNI dan Pemerintah, Babinsa Bunton Dampingi PLTU Bunton Cek Kesehatan Warga 
    12/08/2020 - 21:49
  • Dituding Demo Bayaran, Aliansi Pekerja Seni Gresik Tuntut Klarifikasi
    Dituding Demo Bayaran, Aliansi Pekerja Seni Gresik Tuntut Klarifikasi
    12/08/2020 - 21:46
  • Bangkitkan Sektor Pariwisata, PHRI DIY Siap Kolaborasi dengan TIMES Indonesia
    Bangkitkan Sektor Pariwisata, PHRI DIY Siap Kolaborasi dengan TIMES Indonesia
    12/08/2020 - 21:42
  • Pasien Covid-19 di Banyuwangi Hampir Menyentuh Angka 100 Orang
    Pasien Covid-19 di Banyuwangi Hampir Menyentuh Angka 100 Orang
    12/08/2020 - 21:40
  • Roy Kiyoshi Divonis Penjara Lima Bulan dan Wajib Rehabilitasi
    Roy Kiyoshi Divonis Penjara Lima Bulan dan Wajib Rehabilitasi
    12/08/2020 - 21:37
  • Sekolah di Zona Kuning Masuk 18 Agustus, Ini Kata Fraksi Golkar DPRD Jatim
    Sekolah di Zona Kuning Masuk 18 Agustus, Ini Kata Fraksi Golkar DPRD Jatim
    12/08/2020 - 21:33
  • Moeldoko Dukung Pembangunan Kilang Minyak di KEK Khusus Tanjung Api-Api
    Moeldoko Dukung Pembangunan Kilang Minyak di KEK Khusus Tanjung Api-Api
    12/08/2020 - 21:30
  • Coca-Cola Amatil Gelontorkan Dana Segar bagi Wahyoo
    Coca-Cola Amatil Gelontorkan Dana Segar bagi Wahyoo
    12/08/2020 - 21:25
  • PAN dan Partai Demokrat Belum Tentukan Dukungan di Pilkada Bantul 2020
    PAN dan Partai Demokrat Belum Tentukan Dukungan di Pilkada Bantul 2020
    12/08/2020 - 21:21

TIMES TV

Warga SDK Santa Maria 2 Turut Rayakan HUT 33 Arema FC

Warga SDK Santa Maria 2 Turut Rayakan HUT 33 Arema FC

11/08/2020 - 12:48

Hari Ulang Tahun  Arema FC, Ideologi dan Prinsip Dasar Arek-arek Malang

Hari Ulang Tahun  Arema FC, Ideologi dan Prinsip Dasar Arek-arek Malang
[CEK FAKTA] Gibran Tantang Rocky Gerung, Presiden Jokowi Serahkan Jabatan ke Prabowo

[CEK FAKTA] Gibran Tantang Rocky Gerung, Presiden Jokowi Serahkan Jabatan ke Prabowo
Pro Kontra Masuk Sekolah Saat Pandemi

Pro Kontra Masuk Sekolah Saat Pandemi
Bedah Buku: Bincang-bincang Perempuan

Bedah Buku: Bincang-bincang Perempuan

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • Jangan Biarkan Corona Merajalela
    Jangan Biarkan Corona Merajalela
    12/08/2020 - 21:01
  • “Jalan Lain” Menyederhanakan Partai Politik 
    “Jalan Lain” Menyederhanakan Partai Politik 
    12/08/2020 - 20:04
  • Memacu Konsumsi dengan Gaji ke 13 ASN
    Memacu Konsumsi dengan Gaji ke 13 ASN
    12/08/2020 - 19:06
  • Covid-19, Bermedsos dan Perdamaian Baru
    Covid-19, Bermedsos dan Perdamaian Baru
    12/08/2020 - 18:03
  • [Pasca] Covid-19, Sekolah dan Parenting Bisa Jadi Klaster Normalisasi
    [Pasca] Covid-19, Sekolah dan Parenting Bisa Jadi Klaster Normalisasi
    12/08/2020 - 17:12
  • New Normal dan Pergeseran Nilai di Tengah Pandemi Covid-19
    New Normal dan Pergeseran Nilai di Tengah Pandemi Covid-19
    12/08/2020 - 16:42
  • Pegiat Sosial Sebagai Pejuang Kemerdekaan
    Pegiat Sosial Sebagai Pejuang Kemerdekaan
    12/08/2020 - 15:03
  • Gus Mus dan Kisah Proposal untuk Pejabat
    Gus Mus dan Kisah Proposal untuk Pejabat
    12/08/2020 - 14:29
  • Satgas PEN Optimistis Hibah Modal Kerja UMKM Cepat Terserap
    Satgas PEN Optimistis Hibah Modal Kerja UMKM Cepat Terserap
    12/08/2020 - 22:20
  • Perdana, Ada Konser Drive-In di Jakarta
    Perdana, Ada Konser Drive-In di Jakarta
    12/08/2020 - 22:15
  • Vagina Terlalu Becek Bikin Engga Nyaman Hingga Risiko Infeksi, Benarkah?
    Vagina Terlalu Becek Bikin Engga Nyaman Hingga Risiko Infeksi, Benarkah?
    12/08/2020 - 21:45
  • Tanda Tangan Digital, Solusi Bikin Kartu Kredit Saat Pandemi
    Tanda Tangan Digital, Solusi Bikin Kartu Kredit Saat Pandemi
    12/08/2020 - 21:42
  • PDIP Usung 8 Petahana di Pilkada 12 Daerah di Sulsel
    PDIP Usung 8 Petahana di Pilkada 12 Daerah di Sulsel
    12/08/2020 - 21:39
  • Mendikbud Nadiem Makarim Mundur, Cek Faktanya
    Mendikbud Nadiem Makarim Mundur, Cek Faktanya
    12/08/2020 - 10:31
  • Wakapolri Ancam Copot Kapolda
    Wakapolri Ancam Copot Kapolda
    12/08/2020 - 12:46
  • Pemotongan Sapi Qurban di Aceh Dicap Tak Manusiawi, Disorot Australia
    Pemotongan Sapi Qurban di Aceh Dicap Tak Manusiawi, Disorot Australia
    12/08/2020 - 06:45
  • Presiden Israel Ancam akan Buat Indonesia seperti Palestina, Faktanya
    Presiden Israel Ancam akan Buat Indonesia seperti Palestina, Faktanya
    12/08/2020 - 14:32
  • Kisah Mike Tyson Kejutkan Undangan dengan Pernikahan Islam
    Kisah Mike Tyson Kejutkan Undangan dengan Pernikahan Islam
    12/08/2020 - 00:04