Peristiwa Daerah

Ekspedisi Desa Tangguh Bencana Tsunami Gelar Sosialisasi di Kawasan Pesisir Banyuwangi

Sabtu, 13 Juli 2019 - 18:51 | 57.14k
Ekspedisi Desa Tangguh Bencana Tsunami Gelar Sosialisasi di Kawasan Pesisir Banyuwangi
Letnan Jenderal Doni Monardo bersama Kalaksa BPBD Jatim, Sunan Wahyudiono, Kepala Bakorwil Tjahjo Widodo, dan Kalaksa BPBD Banyuwangi, Fajar Suasana, Jumat (12/7/2019). (FOTO: Suhardi Atika/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, SURABAYA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) resmi membuka Ekspedisi Desa Tangguh Bencana Tsunami (EDT), Sabtu (13/7/2019).

Kegiatan yang dilakukan antara lain sosialisasi di sekolah, rumah ibadah, pasar, puskesmas, fasum, fasos, dan pemukiman. Seperti pemutaran film edukasi bencana, sosialisasi dengan warga sasaran ekspedisi.

Tim ekspedisi Desa Tangguh Bencana (Destana) nantinya juga akan menyisir 584 desa rawan gempa dan tsunami. Banyuwangi dipilih sebagai titik awal EDT, dengan berbagai pertimbangan. Salah satunya adalah karena pada tahun 1994 lalu pantai selatan di Banyuwangi, tepatnya di Kecamatan Pesanggaran pernah terjadi gempa dan tsunami di wilayah yang memakan korban lebih kurang dari 250 orang.

Ekspedisi-Desa-Tangguh-Bencana-2.jpg

“Kami ingin mengingatkan kembali ingatan masyarakat supaya tidak lupa karena peristiwa itu sangat mungkin berulang lagi, maka dari itu sangat perlu diedukasi agar masyarakat di daerah terpapar tanggap waspada,” ujar Kepala BNPB Letjen Doni Monardo saat membuka acara EDT, Jumat (12/7/2019) di Pantai Boom Banyuwangi.

Ekspedisi ini, lanjut Doni bukan hanya di Banyuwangi tapi meliputi seluruh desa yang ada di wilayah pesisir selatan Pulau Jawa yang berakhir di Provinsi Banten. Daerah-daerah yang pernah terjadi  tsunami seperti di Kabupaten Serang dan Pandeglang di Banten juga akan menjadi prioritas dari tim ekspedisi ini.

“Daerah yang termasuk prioritas bukan hanya dikunjungi tapi juga akan diberikan edukasi kepada penduduk dan sekalian memberikan pola-pola kesiapsiagaan (mitigasi). Sehingga masyarakat tidak perlu takut dan khawatir, yang penting kalau ada kejadian mereka harus tahu bagaimana cara mereka untuk menyelamakan diri,” jelas Doni Monardo.

Dicontohkan, jika ada gempa besar yang dirasakan oleh penduduk sekitar 30 detik maka kurang dari 3 menit tanpa ada peringatan dari alarm atau sirine karena mungkin tidak semua desa punya fasilitas sirine dan alarm peringatan maka mereka harus segera meninggalkan daerah yang rendah ke tempat yang tingginya sekitar 30 meter.

Ekspedisi-Desa-Tangguh-Bencana-3.jpg

“Jadi gampang mengingatnya, 30 detik kurang dari 30 menit segera menuju tempat yang ketinggiannya 30 meter,” sambung Doni.

Ia mengakui praktik di lapangan banyak ditemui kendala, sebab tidak semua desa memiliki bukit yang tinggi. Karena itu pihaknya mengajak masyarakat untuk melihat apa yang ada di sekitar pesisir yang dapat dimanfaatkan.

Mengingat, kecepatan air saat terjadi tsunami bisa hitungannya kurang dari 10 menit untuk mencapai pemukiman penduduk.

“Makanya kita sampaikan jika ada pohon yang besar hendaknya disiapkan tangga atau tali disitu sehingga sewaktu-waktu terjadi tsunami, masyarakat sudah bisa terlatih. Kami juga akan mengajak masyarakat supaya jangan melakukan tindakan yang dapat merusak ekosistem. Terutama pohon mangrove sebab itu bisa menjadi benteng perlindungan masyarakat dari tsunami,” bebernya.

Di sisi lain, pihaknya juga mengajak masyarakat pesisir untuk mulai memperbanyak vegetasi (tanaman) yang umurnya bisa ratusan tahun dan diameter batangnya bisa sampai 1-2 meter bahkan ketinggian pohonnya bisa mencapai 30 meter lebih.

“Jadi kalau mulai sekarang harus sudah dirancang sebab kita tidak tahu kapan datangnya musibah itu. Ini juga sama dengan menyiapkan generasi yang akan datang supaya selamat,” imbuhnya.

Ia juga mengimbau para pemimpin di daerah terutama bupati, wali kota, sampai tingkat kecamatan dan kepala desa harus mengetahui apa potensi ancaman daerah masing-masing. Kemudian bagaimana menyiapkan strateginya sehingga mengetahui apa masalahnya dan harus bisa mencarikan solusinya agar kita semuanya bisa selamat.

“Pelayanan publik yang terbaik adalah bagaimana Negara hadir memberikan perlindungan kepada masyarakat dan meyelamatkan jiwa manusia,” tegas Letjen Doni Monardo.

Fokus kegiatan ekspedisi ini adalah memberikan sosialisasi dan pelatihan-pelatihan sampai dengan tingkat keluarga.

Ia mencontohkan, di daerah-daerah yang terpencil tidak ada teknologi atau alat untuk bisa memberikan peringatan.

Misal, jika menjelang malam, warga bisa meletakkan barang yang mudah terjatuh seperti kaleng. Sehingga begitu ada gempa, kaleng tersebut jatuh sebagai tanda bahwa mereka harus segera meninggalkan rumah.

Ditegaskan Doni hingga saat ini belum ada satupun teknologi yang bisa mengetahui kapan gempa akan terjadi tetapi pengetahuan terus berkembang.

“Mudah-mudahan di kemudian hari teknologi bisa memprediksi kapan gempa akan terjadi tetapi sejauh ini yang sangat akurat belum ada, hanya saja yang mendekati akurat sudah mulai banyak,” harapnya.

Senada, Direktur Pemberdayaan Masyarakat BNPB Lilik Kurniawan saat melaporkan kegiatan EDT kepada kepala BNPB mencatat, terdapat 5.744 desa rawan bencana di Indonesia. Sebanyak 584 di antaranya berada di selatan Jawa. Oleh karena itu, ekspedisi Destana Tsunami akan dimulai ke daerah tersebut.

“Ini menjadi hal yang penting kenapa kita lakukan ekspedisi Destana Tsunami di Selatan Jawa, karena dari 584 desa tadi ada kurang-lebih 600 ribu masyarakat kita yang tinggal di desa itu rawan tsunami. Sebelum tsunami terjadi kita harus tangguhkan masyarakat di sana,” ujarnya.

EDT digelar mulai 12 Juli-17 Agustus 2019 dan melibatkan beberapa instansi terkait, dari kementerian, pemerintah daerah, lembaga masyarakat, para pakar, praktisi, hingga relawan. Nantinya, mereka akan mendatangi masyarakat secara langsung dan memberikan edukasi serta simulasi ketika menghadapi bencana.

“Ekspedisi ini akan berlangsung selama 34 hari terbagi menjadi 4 segmen, Jawa Timur 11 hari, kemudian Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Barat, dan Banten. Masing-masing segmen akan diikuti oleh 200 orang peserta dari beberapa unsur ada pemerintah daerah, akademisi, masyarakat, dunia usaha, para pakar,” terang Lilik.

Ekspedisi Desa Tangguh Bencana Tsunami ini sekaligus juga akan memberikan penilaian terkait ketangguhan ke 584 desa itu. Penilaian itu yang nantinya akan menjadi evaluasi BNPB untuk mitigasi terjadinya gempa dan tsunami. “Kita akan datang ke desa itu untuk mengecek apakah semua desa sudah punya sirene untuk peringatan tsunami, apakah di setiap desa ada tempat evakuasi, sudah adakah jalur evakuasi, sudah adakah rambu-rambu evakuasi yang ada di sana, sehingga diharapkan desa tersebut menjadi desa tangguh bencana,” ucapnya. (*)



Publisher : Lucky Setyo Hendrawan
KOMENTAR

EKORAN

TERBARU

  • Pilkada Ogan Ilir, Adu Kuat Jaring Pemilih Religius
    Pilkada Ogan Ilir, Adu Kuat Jaring Pemilih Religius
    12/08/2020 - 11:04
  • Wapres RI KH Ma'ruf Amin: Pemberian ASI Tekan Prevalensi Stunting
    Wapres RI KH Ma'ruf Amin: Pemberian ASI Tekan Prevalensi Stunting
    12/08/2020 - 10:53
  • Pertamina Serahkan Bantuan Modal Usaha ke 7 Panti Asuhan Senilai Rp849,4 Juta
    Pertamina Serahkan Bantuan Modal Usaha ke 7 Panti Asuhan Senilai Rp849,4 Juta
    12/08/2020 - 10:42
  • Menteri PUPR RI: Pembangunan Kampus UIII Depok Tuntas Juni 2021
    Menteri PUPR RI: Pembangunan Kampus UIII Depok Tuntas Juni 2021
    12/08/2020 - 10:10
  • Kebakaran Hanguskan Belasan Rumah di Tanjung Laut Indah
    Kebakaran Hanguskan Belasan Rumah di Tanjung Laut Indah
    12/08/2020 - 09:53
  • Melihat Kehidupan Kaum Marginal di Kampung 1001 Malam Surabaya di Tengah Pandemi
    Melihat Kehidupan Kaum Marginal di Kampung 1001 Malam Surabaya di Tengah Pandemi
    12/08/2020 - 09:46
  • Kemenkes RI: Dana Insentif Tenaga Kesehatan Telah Cair
    Kemenkes RI: Dana Insentif Tenaga Kesehatan Telah Cair
    12/08/2020 - 09:34
  • Pilbup Gresik 2020, Qosim Usung Ayem Tentrem, Yani Gelorakan Perubahan
    Pilbup Gresik 2020, Qosim Usung Ayem Tentrem, Yani Gelorakan Perubahan
    12/08/2020 - 09:22
  • Dandim 1601 Sumba Timur: Jadikan Media Sebagai Mitra dan Sahabat
    Dandim 1601 Sumba Timur: Jadikan Media Sebagai Mitra dan Sahabat
    12/08/2020 - 09:17
  • Saeful Muzad, Mantan Ketua DPRD Banjarnegara yang Tinggalkan Politik untuk Jadi Peternak
    Saeful Muzad, Mantan Ketua DPRD Banjarnegara yang Tinggalkan Politik untuk Jadi Peternak
    12/08/2020 - 09:14

TIMES TV

Warga SDK Santa Maria 2 Turut Rayakan HUT 33 Arema FC

Warga SDK Santa Maria 2 Turut Rayakan HUT 33 Arema FC

11/08/2020 - 12:48

Hari Ulang Tahun  Arema FC, Ideologi dan Prinsip Dasar Arek-arek Malang

Hari Ulang Tahun  Arema FC, Ideologi dan Prinsip Dasar Arek-arek Malang
[CEK FAKTA] Gibran Tantang Rocky Gerung, Presiden Jokowi Serahkan Jabatan ke Prabowo

[CEK FAKTA] Gibran Tantang Rocky Gerung, Presiden Jokowi Serahkan Jabatan ke Prabowo
Pro Kontra Masuk Sekolah Saat Pandemi

Pro Kontra Masuk Sekolah Saat Pandemi
Bedah Buku: Bincang-bincang Perempuan

Bedah Buku: Bincang-bincang Perempuan

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • Pilkada Ogan Ilir, Adu Kuat Jaring Pemilih Religius
    Pilkada Ogan Ilir, Adu Kuat Jaring Pemilih Religius
    12/08/2020 - 11:04
  • Vaksin Itu Ada dalam Diri Kita
    Vaksin Itu Ada dalam Diri Kita
    12/08/2020 - 07:46
  • Emoticon Chatting, Penting dalam Pembelajaran Daring 
    Emoticon Chatting, Penting dalam Pembelajaran Daring 
    11/08/2020 - 23:02
  • Merdeka Belajar di Era Pandemi Covid-19
    Merdeka Belajar di Era Pandemi Covid-19
    11/08/2020 - 22:14
  • New Normal dan Pergeseran Nilai di Tengah Pandemi
    New Normal dan Pergeseran Nilai di Tengah Pandemi
    11/08/2020 - 21:06
  • Mengulas Makna Upaya Hukum Peninjauan Kembali
    Mengulas Makna Upaya Hukum Peninjauan Kembali
    11/08/2020 - 16:54
  • Membumikan Filantropi Kebangsaan di Tengah Himpitan Covid-19
    Membumikan Filantropi Kebangsaan di Tengah Himpitan Covid-19
    11/08/2020 - 15:45
  • Sinergi Antara Guru dan Orang Tua, Bagaimana Caranya?
    Sinergi Antara Guru dan Orang Tua, Bagaimana Caranya?
    11/08/2020 - 14:28
  • 3 Generasi Keluarga Dokter Sandi Nugraha di Solo Positif Corona
    3 Generasi Keluarga Dokter Sandi Nugraha di Solo Positif Corona
    12/08/2020 - 11:08
  • Mahfud MD Sebutkan Peran Transportasi Massal untuk Jaga Semangat Kebangsaan
    Mahfud MD Sebutkan Peran Transportasi Massal untuk Jaga Semangat Kebangsaan
    12/08/2020 - 11:06
  • Anak-Anak Dilaporkan Kena Gejala Jangka Panjang akibat Covid-19
    Anak-Anak Dilaporkan Kena Gejala Jangka Panjang akibat Covid-19
    12/08/2020 - 11:06
  • Unggah Foto Makan Cilok, Seksinya Ekspresi Dinar Candy Bikin Salfok
    Unggah Foto Makan Cilok, Seksinya Ekspresi Dinar Candy Bikin Salfok
    12/08/2020 - 11:05
  • Viral, Mantan Stylist Selebriti Hollywood Ungkap Sikap Buruk Para Artis
    Viral, Mantan Stylist Selebriti Hollywood Ungkap Sikap Buruk Para Artis
    12/08/2020 - 11:02
  • Kamala Harris Resmi Dampingi Joe Biden Lawan Trump di Pilpres AS 2020
    Kamala Harris Resmi Dampingi Joe Biden Lawan Trump di Pilpres AS 2020
    12/08/2020 - 04:14
  • Pemotongan Sapi Qurban di Aceh Dicap Tak Manusiawi, Disorot Australia
    Pemotongan Sapi Qurban di Aceh Dicap Tak Manusiawi, Disorot Australia
    12/08/2020 - 06:45
  • Vladimir Putin Ungkap Reaksi Putrinya Setelah Disuntik Vaksin Corona
    Vladimir Putin Ungkap Reaksi Putrinya Setelah Disuntik Vaksin Corona
    12/08/2020 - 02:04
  • Slamet Maarif: Kemenangan Anies-Sandi karena Gerakan 212
    Slamet Maarif: Kemenangan Anies-Sandi karena Gerakan 212
    12/08/2020 - 08:31
  • Klub Ini Ditinggal Penggemar Gara-gara Pasang Gambar Masjid di Jersey
    Klub Ini Ditinggal Penggemar Gara-gara Pasang Gambar Masjid di Jersey
    12/08/2020 - 00:12