Kopi TIMES

Pelajaran Berharga dari Ashabul Kahfi

Selasa, 09 Juli 2019 - 19:17 | 80.42k
Pelajaran Berharga dari Ashabul Kahfi
Penulis adalah Prof Dr Rochmat Wahab, Rektor Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Periode 2009-2017, anggota Mustasyar PW Nahdlatul Ulama (NU) DIY, Pengurus ICMI Pusat. (Grafis: TIMES Indonesia)
Pewarta: A Riyadi | Editor: Faizal R Arief

TIMESINDONESIA, YOGYAKARTA – Ingatlah ketika sekelompok pemuda masuk ke dalam gua, mereka berkata, “Wahai Rabb kami, karuniakanlah kami rahmat dari sisi-Mu dan sediakanlah kelurusan dalam urusan kami.” (QS. Al-Kahfi: 10). Ayat ini mengingatkan kita tentang sekelompok pemuda beriman, yang disebut Ashabul Kahfi.

Mereka hidup di tengah masyarakat penyembah berhala dengan seorang raja yang dzalim, Raja Diqyanus di Romawi, beberapa ratus tahun sebelum diutusnya Nabi Isa AS. Ketika sang raja mengetahui ada sekelompok pemuda yang tidak menyembah berhala, maka sang raja marah lalu memanggil dan memerintahkan mereka untuk mengikuti kepercayaan sang raja.

Ashabul Kahfi menolak perintah itu dan lari menjauh dari sang raja. Dikejarlah mereka untuk dibunuh. Namun, mereka selamat dari kejaran pasukan raja dengan bersembunyi di sebuah gua (sebanyak 7 orang dengan seeker anjing), tertidur dengan ditutup kedua telinga oleh Allah SWT, dan dibangunkan-Nya setelah melewati sekitar 309 tahun.

Kisah mereka merupakan salah satu keajaiban yang Allah swt takdirkan dalam sejarah kehidupan manusia. Mereka menjadi ikon dalam keteguhan dan berpegang teguh pada keimanan yang lurus.

Allah SWT sengaja mengangkat cerita  Ashabul Kahfi sebagai kisah teladan dari para pemuda yang memang layak untuk menjadi model yang menginspirasi dari generasi ke generasi. Apalagi di zaman sekarang yang jenis godaan lebih banyak dan tingkatannya lebih berat daripada jaman dahulu.

Di era digital, semua info bisa diakses tanpa mengalami kesulitan yang berarti, padahal  infonya itu harus difilter. Adapun seyogyanya yang lebih ditekankan dalam kisah Ashabul Kahfi ini adalah pentingnya mempertahankan iman dalam kondisi apa pun. Iman memiliki peran sangat penting karena dari situlah akan lahir amal-amal saleh dalam kehidupan di dunia ini yang buahnya akan dinikmati terutama di akhirat nanti.

Ashabul Kahfi adalah para pemuda yang memiliki idealisme, keteguhan, dan semangat serta optimisme yang tinggi. Mengapa para pemuda beriman, Ashabul Kahfi ini begitu gigih melawan kedzaliman? Karena kedzoliman bisa merusak kehidupan masyarakat dan tidak bisa dibiarkan. Pada hakekatnya kegigihan Ashhabul Kahfi tidak bisa lepas dari potensi dan karakteristiknya yang embodied pada diri pemuda.

Pemuda adalah seseorang yang berada dalam usia yang berada pada  kondisi yang terbaik dalam berbagai sisi, baik fisik maupun psikis. Saujana Hati (2017) mengemukakan bahwa secara umum pemuda identik dengan ciri khas sebagai berikut, (1) Kemurnian idealisme, (2) Kekuatan fisik, (3) Kekuatan mental dan semangat, (4) Penuh kreativitas dan inovasi, (5) Keteguhan dalam memegang komitmen, (6) Polos dan bebas kepentingan, dan (7) Pembelajar yang berada dalam tahap mencari dan memperkaya pengalaman

Lebih jauh dari Rasulullah SAW bersabda bahwa “Tidak akan bergeser kaki seorang hamba pada Hari Kiamat nanti sampai ia ditanya tentang empat perkara: tentang usianya untuk apa ia habiskan; tentang masa mudanya untuk apa ia gunakan; tentang hartanya, dari mana ia dapatkan dan untuk apa ia belanjakan; dan tentang ilmunya apa yang telah ia amalkan darinya.” (HR. Turmudzi dan Ad Darimi).

Usia pemuda dengan kekuatan dan kemampuan yang penuh memang harus dimanaj dengan baik dan penuh tanggung jawab. Jika tidak, pemuda akan menjumpai penyesalan di kemudian hari.

Berdasarkan kehidupan Ashabul Kahfi yang tergambarkan dalam QS Alkahfi, maka ada sejumlah pelajaran yang dapat dipetik, di antaranya:

(1) Membuang kebiasaan “ikut-ikutan” dan tidak terpengaruh dengan warna mayoritas. Menghindari taqlid itu penting. Karena itu perlu ada keberanian yang didukung oleh kebenaran untuk menghadapi mayoritas, atau popularitas.

(2) Hijrah dari lingkungan yang menyimpang. Hijrah dari kehidupan nyaman ke gua yang semata-mata didasarkan atas perjuangan menjaga dan memperjuangkan kebenaran.

(3) Menjaga rahasia dan merahasiakan informasi. Menjaga rahasia atau informasi untuk tidak tersebar ke pihak lain adalah sangat penting. Jika tidak? Maka pihak lain, kompetitor, akan mengancam eksistensi kita.

(4) Tidak ada perseteruan di antara manusia, jika mereka semua berada di jalan Allah. Jabatan tidak akan bisa menaklukkan bawahan, jika bawahan memegang teguh sua tu kebenaran.

(5) Datangnya pertolongan Allah yang tak terbayangkan di puncak masalah. Bila kita bertahan di jalan kebenaran, maka pertolongan Allah akan datang di waktu yang paling tepat.

Jika masa awal kehidupan manusia, Ibrahim menjadi model Allah swt untuk running Revolusi Peradaban dengan menegakkan Kalimat Tauhid, yang tak pernah tertandingi hingga saat ini, di selamatkan dari hukuman Raja Namrud, maka Ashabul Kahfi dengan komitmen tinggi melindungi dan menjaga aqidahnya, dan Allah SWT memberikan pertolongan Ashabul Kahfi dari ancaman Raja Diqyanus.

Dan Allah SWT juga memberkahi hidup Ashabul Kahfi dengan diselamatkannya di dalam gua dengan cara-Nya dari berbagai gangguan. Semoga para pemuda yang terbuka hatinya memperoleh hidayatullah yang dapat diwujudkan di rumah, di sekolah/kampus, di tempat ibadah, di tempat kerja  atau di masyarakat. Menjadi pemuda yang berani menegakkan kebenaran, kebenaran Allah swt di Era Kini dan Era Mendatang. (*)

*) Penulis adalah Prof Dr Rochmat Wahab, Rektor Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Periode 2009-2017, anggota Mustasyar PW Nahdlatul Ulama (NU) DIY, Pengurus ICMI Pusat.

*)Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi timesindonesia.co.id


yogyakarta Opini Ashabul Kahfi Prof Dr Rochmat Wahab
Publisher : Sofyan Saqi Futaki
Sumber : TIMES Yogyakarta
Reaksi Anda
KOMENTAR

EKORAN

Follow TIMES Indonesia di Google News

TIMES TV

Festival Kampung Ublik Pujon Kidul

Festival Kampung Ublik Pujon Kidul

06/12/2019 - 20:17

Perawatan Rambut dengan Glutera Formulated Hair Shampoo

Perawatan Rambut dengan Glutera Formulated Hair Shampoo
Mengatasi Rambut Rontok dengan Glutera Hair Tonic Serum

Mengatasi Rambut Rontok dengan Glutera Hair Tonic Serum
Salon Kecantikan di Dalam Lapas

Salon Kecantikan di Dalam Lapas
Wisata Petik Madu Rimba Raya

Wisata Petik Madu Rimba Raya

iGuides

  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20
  • Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    23/05/2019 - 15:05

KOPI TIMES

  • Meramu Falsafah Ideologis dan Kebersatuan Bangsa
    Meramu Falsafah Ideologis dan Kebersatuan Bangsa
    07/12/2019 - 11:54
  • Tergerusnya Nilai-Nilai Pancasila pada Generasi Milenial
    Tergerusnya Nilai-Nilai Pancasila pada Generasi Milenial
    07/12/2019 - 07:28
  • Esensi Pancasila di Era 4.0
    Esensi Pancasila di Era 4.0
    06/12/2019 - 21:42
  • Merosotnya Nilai-Nilai Pancasila Pada Era Milenial
    Merosotnya Nilai-Nilai Pancasila Pada Era Milenial
    06/12/2019 - 18:39
  • Sudah Jualan Agama Hari Ini?
    Sudah Jualan Agama Hari Ini?
    06/12/2019 - 16:56
  • Pentingnya Mengamalkan Nilai-Nilai Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari
    Pentingnya Mengamalkan Nilai-Nilai Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari
    06/12/2019 - 16:31
  • Sejarah Pergerakan Mahasiswa
    Sejarah Pergerakan Mahasiswa
    06/12/2019 - 15:45
  • Pancasila Sebagai Dasar Ideologi Di Era Revolusi Industri
    Pancasila Sebagai Dasar Ideologi Di Era Revolusi Industri
    06/12/2019 - 11:48
  • Kambing Berkaki Lima Bikin Geger Warga, Pemilik: Ini Keajaiban Buat Saya
    Kambing Berkaki Lima Bikin Geger Warga, Pemilik: Ini Keajaiban Buat Saya
    08/12/2019 - 00:00
  • 5 Berita Olahraga Pilihan: Surfer Filipina Selamatkan Nyawa Atlet Indonesia
    5 Berita Olahraga Pilihan: Surfer Filipina Selamatkan Nyawa Atlet Indonesia
    07/12/2019 - 23:05
  • Petugas Damkar 24 Jam Lebih Berjibaku Padamkan Api di Mal Lokasari Square
    Petugas Damkar 24 Jam Lebih Berjibaku Padamkan Api di Mal Lokasari Square
    07/12/2019 - 22:55
  • Pemprov Sebut 29 Pasar di Jakarta Berpotensi Digabung ke Rusun
    Pemprov Sebut 29 Pasar di Jakarta Berpotensi Digabung ke Rusun
    07/12/2019 - 22:34
  • 5 Berita Hits Bola: Timnas U-22 ke Final, Beda Nasib Madrid dan Chelsea
    5 Berita Hits Bola: Timnas U-22 ke Final, Beda Nasib Madrid dan Chelsea
    07/12/2019 - 22:31
  • Heroik, Peselancar Filipina Lepas Emas Demi Selamatkan Atlet Indonesia
    Heroik, Peselancar Filipina Lepas Emas Demi Selamatkan Atlet Indonesia
    07/12/2019 - 09:19
  • Jadwal Live Sepakbola Hari Ini, Semifinal SEA Games & Derby Manchester
    Jadwal Live Sepakbola Hari Ini, Semifinal SEA Games & Derby Manchester
    07/12/2019 - 08:10
  • Polisi Bandung Dibuat Bingung oleh Motor Pelajar Ini
    Polisi Bandung Dibuat Bingung oleh Motor Pelajar Ini
    07/12/2019 - 14:17
  • Pramugari Diduga Teman Dekat Dirut Garuda Permak Wajah di Luar Negeri
    Pramugari Diduga Teman Dekat Dirut Garuda Permak Wajah di Luar Negeri
    07/12/2019 - 12:56
  • Jenderal yang Pernah Tugas di Kampung Halaman Presiden jadi Kasad
    Jenderal yang Pernah Tugas di Kampung Halaman Presiden jadi Kasad
    07/12/2019 - 07:05