Peristiwa - Daerah

Kadis Desa Ingatkan BPD Wajib Netral dalam Pilkades Serentak 2019 di Jember

Selasa, 18 Juni 2019 - 20:42 | 111.11k
Kadis Desa Ingatkan BPD Wajib Netral dalam Pilkades Serentak 2019 di Jember
Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Jember menggelar rapat koordinasi persiapan Pilkades Serentak 2019 di Jember, Selasa (18/6/2019). (foto: Dody Bayu Prasetyo/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, JEMBER – Sebanyak 161 desa yang tersebar di 28 kecamatan di Kabupaten Jember, Jawa Timur akan menggelar Pilkades Serentak 2019 pada September 2019 mendatang.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Jember Ir. Eko Heru Sunarso, MM menjelaskan tahapan menuju Pilkades tersebut.

Dia menjelaskan, Pilkades tersebut berpijak pada Peraturan Bupati Jember Nomor 41 tahun 2019 tentang pedoman pelaksanaan pemilihan kepala desa dan antarwaktu. Pijakan hukum lainnya yaitu Surat Keputusan Bupati tentang pelaksanaan pemilihan kepala desa serentak. 

Tahapan persiapan hingga pelantikan kepala desa terpilih dimulai dari pembentukan panitia kepala desa, 18  - 20 Juni. Sementara pelantikan kepala desa terpilih akan dilakukan secara bertahap.

Yakni  pada bulan Oktober untuk 146 desa dan bulan Desember bagi 15 desa. 

"Artinya, kepala desa yang masa bakti Desember ikut tanding di September," jelas Heru, Selasa (18/6/2019).

Terkait dengan pemungutan suara, Heru menyebutkan ada empat jadwal dalam kelompok wilayah. Pertama, kelompok desa wilayah Utara dan Timur yang terdapat 45 desa.

Kedua, kelompok desa wilayah Selatan berjumlah 37. Ketiga, kelompok desa wilayah Barat sebanyak 40 desa. Dan keempat, kelompok desa wilayah Tengah yang berjumlah 39. 

"Jadi, dalam satu bulan itu semua sudah selesai," ungkapnya.

Untuk melaksanakan Pilkades ini, kata Heru, masyarakat harus mengetahui bahwa syaratnya adalah harus ada minimal dua calon dan maksimal lima. Apabila lebih dari lima calon, maka akan dilaksanakan tes.

Dalam pelaksanaan Pilkades ini, Badan Permusyawaratan Desa (BPD) memliki tugas dan wewenang untuk membentuk panitia pemilihan kepala desa melalui forum musyawarah desa. 

"Harapan saya, BPD jangan main-main. Harus punya komitmen untuk menjaga integritas dan netralitas, termasuk dalam memilih orang-orang yang betul-betul netral dan tidak memiliki keterkaitan dengan calon kades," harapnya. 

Menurutnya, apabila panitia berpihak kepada salah satu calon pasti akan menimbulkan masalah.

"Kalau bisa dibuatkan pernyataan tidak dukung mendukung. Ini demi untuk memilih pemimpin yang terbaik," ujar dia.

Menurut Heru, secara formalitas, calon kepala desa ini cukup ijazah SMP. Tidak ada masalah soal ijazah. Tetapi, orang yang punya kapasitas, kompetensi dan komitmen untuk membangun desa harus lahir dalam Pilkades ini. 

Terkait keanggotaan, panitia Pilkades terdiri sebanyak 9 orang. Mereka dari unsur perangkat desa sebanyak 3 orang, unsur lembaga kemasyarakatan desa (LKD) sebanyak 3 orang, unsur tokoh masyarakat selain anggota BPD sebanyak 3 orang. 

BPD juga menyampaikan pemberitahuan tentang masa akhir jabatan kepala desa bagi inkamben. Kepala desa yang masa jabatan berakhir Desember harus cuti selama mengikuti proses Pilkades. 

Inkamben juga harus sudah menyelesaikan laporan akhir masa jabatan (LAMJ) yang dilaporkan kepada bupati melalui camat setempat. Batas waktunya 10 hari setelah pemberitahuan akhir masa jabatan dari BPD.

Untuk sumber pembiayaan Pilkades, dia menjelaskan sumber anggaran berasal dari APBD Kabupaten Jember, APB Des, dan pihak ketiga. "Mudah-mudahan Pilkadesnya bisa gratis. Ini selama APB Des mencukupi," harapnya. 

Bantuan dari pemerintah kabupaten berupa barang yang dibutuhkan dalam Pilkades. Seperti kotak suara, kertas suara, banner, maupun bilik suara.

Sementara besar anggaran Pilkades Serentak 2019 di Jember dari masyarakat atau bakal calon ditentukan dalam forum musyawarah desa. "Semoga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Betul-betul sebuah kesadaran memilih pemimpin yang terbaik. Sudah waktunya masyarakat desa memilih pemimpin yang memiliki integritas, komitmen, kredibilitas yang bagus. Bukan karena politik uang," tutup Heru. (*)


Pilkades serentak 2019 jember desa demokrasi
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok
Sumber : TIMES Jember
Reaksi Anda
KOMENTAR

EKORAN

Follow TIMES Indonesia di Google News

TIMES TV

Panglima TNI Dampingi Presiden RI Pantau Banjir dari Udara

Panglima TNI Dampingi Presiden RI Pantau Banjir dari Udara

06/01/2020 - 10:22

Ini Video 3D Tiga Pemenang Sayembara Gagasan Desain Kawasan Ibu Kota Negara

Ini Video 3D Tiga Pemenang Sayembara Gagasan Desain Kawasan Ibu Kota Negara
Wisata Dyno Park 3

Wisata Dyno Park 3
Milenial Glow Garden, Newest Wonder at Jatim Park 2 Malang

Milenial Glow Garden, Newest Wonder at Jatim Park 2 Malang
Wisata Teknologi Tinggi Funtech

Wisata Teknologi Tinggi Funtech

iGuides

  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20
  • Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    23/05/2019 - 15:05

KOPI TIMES

  • Pantaskah Mantan Napi Koruptor Maju Jadi Caleg?
    Pantaskah Mantan Napi Koruptor Maju Jadi Caleg?
    28/01/2020 - 15:36
  • Korupsi dan Partisipasi Publik
    Korupsi dan Partisipasi Publik
    28/01/2020 - 12:22
  • Implementasi Ilmu Akuntansi Memudahkan Hidup
    Implementasi Ilmu Akuntansi Memudahkan Hidup
    28/01/2020 - 11:44
  • Potensi Desa harus Dikembangkan dengan Smart Ritel
    Potensi Desa harus Dikembangkan dengan Smart Ritel
    28/01/2020 - 10:55
  • Merdeka Belajar Jilid 2: Kampus Merdeka (Part 1)
    Merdeka Belajar Jilid 2: Kampus Merdeka (Part 1)
    28/01/2020 - 10:17
  • Mengenal Lebih Dekat Peranan Kebijakan Publik
    Mengenal Lebih Dekat Peranan Kebijakan Publik
    27/01/2020 - 21:22
  • Nilai Tertentu dalam Substansi Kebijakan Publik dan Model Penilaian Kinerja
    Nilai Tertentu dalam Substansi Kebijakan Publik dan Model Penilaian Kinerja
    25/01/2020 - 23:20
  • Upaya Peningkatan Kualitas Pendidikan yang Berorientasi Pada Proses (Kejujuran) dan Hasil
    Upaya Peningkatan Kualitas Pendidikan yang Berorientasi Pada Proses (Kejujuran) dan Hasil
    25/01/2020 - 22:32
  • Kabar Buruk! Joao Felix Menepi di Derby Madrid
    Kabar Buruk! Joao Felix Menepi di Derby Madrid
    30/01/2020 - 00:35
  • Manchester United dan Sporting CP Sepakat soal Transfer Bruno Fernandes
    Manchester United dan Sporting CP Sepakat soal Transfer Bruno Fernandes
    30/01/2020 - 00:18
  • Virus Corona Sudah Sampai ke Timur Tengah
    Virus Corona Sudah Sampai ke Timur Tengah
    30/01/2020 - 00:10
  • Diana Dee Nyanyikan Lagu Karya Dewiq dan Pay
    Diana Dee Nyanyikan Lagu Karya Dewiq dan Pay
    29/01/2020 - 23:53
  • Bos PSM Makassar Akui Bahas Marc Klok dengan Persija Jakarta
    Bos PSM Makassar Akui Bahas Marc Klok dengan Persija Jakarta
    29/01/2020 - 23:17
  • Ini Alasan Indonesia Belum Terdampak Virus Corona
    Ini Alasan Indonesia Belum Terdampak Virus Corona
    30/01/2020 - 00:00
  • 5 Hal yang Berubah pada Organ Intim Wanita Usai Bercinta
    5 Hal yang Berubah pada Organ Intim Wanita Usai Bercinta
    30/01/2020 - 00:00
  • Eks Dirjen Imigrasi Ronny Sompie Punya Harta Legendaris
    Eks Dirjen Imigrasi Ronny Sompie Punya Harta Legendaris
    29/01/2020 - 07:55
  • Putra Master Kung Fu Ip Man Meninggal Dunia di Tahun Baru China
    Putra Master Kung Fu Ip Man Meninggal Dunia di Tahun Baru China
    29/01/2020 - 09:27
  • Deddy Corbuzier Ajak Raja Tato Hendric Shinigami jadi Mualaf
    Deddy Corbuzier Ajak Raja Tato Hendric Shinigami jadi Mualaf
    29/01/2020 - 10:00