Peristiwa Daerah

Diaspora Raas: Sistem Arus Mudik dan Arus Balik Raas-Jangkar Harus Dievaluasi

Jumat, 14 Juni 2019 - 17:55 | 78.71k
Diaspora Raas: Sistem Arus Mudik dan Arus Balik Raas-Jangkar Harus Dievaluasi
Kapal Feri KMP Cucut saat bersandar di Pelabuhan Raas untuk mengangkut penumpang menuju pelabuhan Jangkar, Situbondo. (FOTO: Ronny/TIMES Indonesia)
Pewarta: | Editor: Yatimul Ainun

TIMESINDONESIA, SUMENEP – Sistem kabijakan yang diterapkan pemerintah terkait Arus Mudik dan Arus Balik untuk jalur Pelabuhan Jangkar-Pulau Raas, Sumenep, Madura, diharapkan ada evaluasi. Baik dari pemerintah tingkat Kabupaten atau pemerintah tingkat Provinsi Jawa Timur.

Karena system atau kebijakan yang sudah terlaksana, banyak yang tidak sesuai dengan harapan masyarakat di pulau Raas, yang menikmati arus balik dan arus mudik. Pemberangkatan kapal mudik gratis dinilai tidak mewadahi masyarakat kurang mampu. Jadwal pemberangkatan kapal yang disiapkan juga kurang tepat.

Hal tersebut disampaikan Fauzi Muhfa, salah satu Koordinator Diaspora Raas, yang merupakan perkumpulan kelompok pemuda, masyarakat, aktivisi, akademisi dan tokoh masyarakat di Pulau Raas.

“Ada banyak hal yang perlu dievaluasi terkait arus mudik dan balik ke pulau Raas. Salah satunya, Kapal keperintisan yang dioperatori oleh PT DDU, perlu dinaikkan levelnya. Dari kapal yang berkapasitas 240 penumpang sesuai sertifikat seperti Dharma Kartika pada kapal yang lebih besar,” katanya, kepada TIMES Indonesia, Jumat (14/6/2019).

Kapal-Feri-KMP-Cucut2.jpg

Diperlukan naik levelnya untuk kapasitas penumpang, karena saat arus mudik dan arus balik, terjadi penumpukan calon penumpang dan banyak yang tidak kebagian tiket. “Jika kapasitas kapal Feri dinaikkan, tidak akan terjadi tumpukan penumpang,” katanya.

Fauzi juga berharap, pihak pemerintah Kabupaten Sumenep melalui BUMD PT Sumekar Line, dengan Kapalnya DBS III, perlu juga berpartisipasi membantu mengurai masalah arus balik dan arus mudik di pelabuhan Raas.

“Tujuannya, biar masyarakat Raas tidak cenderung di anak tirikan dan kadang-kadang tidak merasa berkabupaten ke Kabupaten Sumenep. Justru seperti berkabupaten ke Kabupaten Situbondo,” katanya.

Lebih lanjut ia menegaskan, bahwa mudik gratis yang dijalankan oleh Pemprov Jatim dengan kapal cepat Bahari Express C.1, yang memakan anggaran uang negara kurang lebih 1 miliar lebih, perlu dievaluasi terkait jadwal dan pola boking tiket secara online.

“Untuk arus baliknya, jadwal yang ideal pada tanggal 9 atau 10 Syawal. Kemudian untuk peruntukan mudik gratis itu, tidak menyentuh kepada masyarakat yang kurang mampu, sehingga yang menikmati fasilitas mudik gratis itu rata-rata orang mampu, yang sudah punya mobil,” terangnya.

Sementara itu, menanggapi hal tersebut, Mahdi, anggota DPRD Provinsi Jatim, yang pada Kamis (13/6/2019), melakukan sidak ke Pelabuhan Jangkar, akan menyampaikan aspirasi dari pihak Diaspora Raas ke pemerintah Kabupaten dan Provinsi Jawa Timur.

Kapal-Feri-KMP-Cucut3.jpg

“Sistem arus mudik dan arus balik, memang harus ada eveluasi. Apa yang harus dibenahi dan tidak boleh terjadi lagi untuk tahun selanjutnya,” terang politisi dari PPP itu.

Diberitakan sebelumnya, suasan arus balik di Pelabuhan Raas, sejak Jumat (14/6/2019) pagi, terjadi tumpukan antrian pembelian tiket. Calon penumpang rela berpanas-panasan untuk mendapatkan tiket. Ratusan sepeda motor sudah sejak Rabu (12/6/2019) malam terparkir di halaman kantor pelabuhan Raas.

Pada Jumat (14/6/2019) siang, sudah ada dua kapal Feri yang diberangkatkan dari Pelabuhan Raas menuju pelabuhan Jangkar Situbono. Ratusan penumpang sudah terangkut di dua kapal tersebut. Namun, karena membludaknya penumpang, suasana di dalam kapal terjadi penumpukan.

“Di dalam kapal Feri pun, para penumpang harus rela duduk di tempat manapun, yang penting bisa ikut kapal. Bahkan anak-anak, ibu menyusui, relah kepanasan, karena tak kebagian tempat duduk. Ini koreksi yang harus menjadi perhatian khusus untuk tahun-tahun yang akan datang,” kata Achmad Yani Zain, salah satu penumpang, Kapal KMP Cucut.

Puluhan penumpang harus rela duduk lesehan di dalam kapal. Karena kursi dan tempat yang ada sudah tidak ada. “Penumpang rela duduk dibawah dengan lesehan, asal bisa ikut kapal. Tahun depan sistem arus mudik dan arus balik harus betul-betul terencana dengan baik, dan disediakan kapal yang memadai. Antrian harus diatur di Pelabuhan Raas,” haranya. (*)



Publisher : Sofyan Saqi Futaki
KOMENTAR

EKORAN

TERBARU

  • Dosen dan Tugas untuk Mengabdi pada Masyarakat di Era Digital dan Pandemi
    Dosen dan Tugas untuk Mengabdi pada Masyarakat di Era Digital dan Pandemi
    03/06/2020 - 13:00
  • Angin Kencang Terjang Blitar, Belasan Rumah Tertimpa Pohon 
    Angin Kencang Terjang Blitar, Belasan Rumah Tertimpa Pohon 
    03/06/2020 - 12:33
  • Menolak Ikuti Lanjutan Liga 1 2020, Ini Alasan Utama Madura United
    Menolak Ikuti Lanjutan Liga 1 2020, Ini Alasan Utama Madura United
    03/06/2020 - 12:20
  • Kompor Desa, Salah Satu Solusi Belanja Saat Pandemi Covid-19
    Kompor Desa, Salah Satu Solusi Belanja Saat Pandemi Covid-19
    03/06/2020 - 12:16
  • Madura United Menolak Ikuti Lanjutan Kompetisi Liga 1 2020
    Madura United Menolak Ikuti Lanjutan Kompetisi Liga 1 2020
    03/06/2020 - 12:12
  • Mahasiswa Menjerit Mencari Nadiem Makarim di Sosial Media
    Mahasiswa Menjerit Mencari Nadiem Makarim di Sosial Media
    03/06/2020 - 12:09
  • Krisis Komunikasi di Tengah Pandemi Covid-19
    Krisis Komunikasi di Tengah Pandemi Covid-19
    03/06/2020 - 12:03
  • Hadapi New Normal, Kampung Coklat Blitar Jual Tiket Secara Online
    Hadapi New Normal, Kampung Coklat Blitar Jual Tiket Secara Online
    03/06/2020 - 11:58
  • Pernah jadi Simbol Pekerja, Begini Sejarah Kotak Makan
    Pernah jadi Simbol Pekerja, Begini Sejarah Kotak Makan
    03/06/2020 - 11:57
  • Anjangsana Kodim 0703 Cilacap untuk Jalin Mitra Karib TNI dan Rakyat
    Anjangsana Kodim 0703 Cilacap untuk Jalin Mitra Karib TNI dan Rakyat
    03/06/2020 - 11:56

TIMES TV

Sehari, Kapolresta Malang Kota Resmikan Empat Kampung Tangguh

Sehari, Kapolresta Malang Kota Resmikan Empat Kampung Tangguh

20/05/2020 - 21:40

Kemenparekraf RI: Kampung Tangguh Siap Digaungkan di Nasional

Kemenparekraf RI: Kampung Tangguh Siap Digaungkan di Nasional
Gubernur Jatim Kunjungi Kampung Tangguh Narubuk Sukun Kota Malang

Gubernur Jatim Kunjungi Kampung Tangguh Narubuk Sukun Kota Malang
GM FKPPI Bantu Beras 2 Ton, Minyak dan Gula Untuk MBLC

GM FKPPI Bantu Beras 2 Ton, Minyak dan Gula Untuk MBLC
Alumni Sanmar-86 Malang Bantu 40 Paket Sembako Untuk MBLC

Alumni Sanmar-86 Malang Bantu 40 Paket Sembako Untuk MBLC

iGuides

  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20
  • Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    23/05/2019 - 15:05

KOPI TIMES

  • Dosen dan Tugas untuk Mengabdi pada Masyarakat di Era Digital dan Pandemi
    Dosen dan Tugas untuk Mengabdi pada Masyarakat di Era Digital dan Pandemi
    03/06/2020 - 13:00
  • Krisis Komunikasi di Tengah Pandemi Covid-19
    Krisis Komunikasi di Tengah Pandemi Covid-19
    03/06/2020 - 12:03
  • Keluarga Benteng Penguatan Pendidikan selama Pandemi Covid-19
    Keluarga Benteng Penguatan Pendidikan selama Pandemi Covid-19
    03/06/2020 - 10:06
  • New Normal, Dilema antara Ekonomi dan Kesehatan
    New Normal, Dilema antara Ekonomi dan Kesehatan
    03/06/2020 - 08:33
  • The New Normal dan Penataan Kota Sehat di Tengah Pandemi
    The New Normal dan Penataan Kota Sehat di Tengah Pandemi
    03/06/2020 - 02:25
  • Media Menjadi Penyulut Emosi Masyarakat
    Media Menjadi Penyulut Emosi Masyarakat
    03/06/2020 - 01:12
  • Perempuan Mengukur Dampak New Normal
    Perempuan Mengukur Dampak New Normal
    03/06/2020 - 00:04
  • Pancasila Lahir Subur dari Akar Budaya
    Pancasila Lahir Subur dari Akar Budaya
    02/06/2020 - 22:38
  • Ibadah Haji 2020 Batal, Ini Prosedur Pengembalian Setoran Pelunasan Bipih
    Ibadah Haji 2020 Batal, Ini Prosedur Pengembalian Setoran Pelunasan Bipih
    03/06/2020 - 13:02
  • Dulu Pisahnya Tinggalkan Luka, Pria Taiwan Cari Pengasuhnya dari Indonesia
    Dulu Pisahnya Tinggalkan Luka, Pria Taiwan Cari Pengasuhnya dari Indonesia
    03/06/2020 - 13:00
  • Bikin Gemas, Monyet di India Lakukan Sosial Distancing saat Diberi Makan
    Bikin Gemas, Monyet di India Lakukan Sosial Distancing saat Diberi Makan
    03/06/2020 - 13:00
  • Gegara Satu Keluarga Terinfeksi Corona, Pasar di Banjarbaru Utara Ditutup
    Gegara Satu Keluarga Terinfeksi Corona, Pasar di Banjarbaru Utara Ditutup
    03/06/2020 - 12:55
  • Putra Lilian Thuram Punya Nama Panggilan Tikus, Ternyata Ini Artinya
    Putra Lilian Thuram Punya Nama Panggilan Tikus, Ternyata Ini Artinya
    03/06/2020 - 12:52
  • Amerika Siap Hadapi China, Perang Dunia III di Depan Mata
    Amerika Siap Hadapi China, Perang Dunia III di Depan Mata
    03/06/2020 - 00:32
  • Pimpin Tangkap Buronan Nurhadi, Novel Dianggap Seperti Gus Dur
    Pimpin Tangkap Buronan Nurhadi, Novel Dianggap Seperti Gus Dur
    03/06/2020 - 00:30
  • Bersiap, 3 Zodiak Terus Dihantam Masalah di Juni 2020
    Bersiap, 3 Zodiak Terus Dihantam Masalah di Juni 2020
    03/06/2020 - 07:52
  • FAKTA: Ternyata Tentara Amerika Paling Doyan Makan Daging Babi
    FAKTA: Ternyata Tentara Amerika Paling Doyan Makan Daging Babi
    03/06/2020 - 00:02
  • 10 Situs Militer Terbengkalai Paling Mengerikan di Dunia
    10 Situs Militer Terbengkalai Paling Mengerikan di Dunia
    03/06/2020 - 01:40