Peristiwa Daerah

Aksi Massa di MK, Moeldoko: Jangan Macam-Macam

Jumat, 14 Juni 2019 - 16:59 | 27.47k
Aksi Massa di MK, Moeldoko: Jangan Macam-Macam
Ilustrasi: Gedung Mahkamah Konstitusi RI. (FOTO:Istimewa)
Pewarta: | Editor: Yatimul Ainun

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko, menekankan agar masyarakat tetap menciptakan kondisi damai sehingga jangan sampai ada pihak-pihak yang mengancam perdamaian di masa sidang MK terkait sidang sengketa Pilpres 2019.

Hal itu terkait dengan demonstrasi sejumlah massa di sekitar patung kuda Jalan Medan Merdeka Barat selama Mahkamah Konstitusi menggelar sidang perdana permohonan perselisihan pemilihan umum atau PHPU Presiden 2019 pada Jumat (14/6/2019) hari ini. 

"Ya pokoknya, jangan macam-macam. Jangan macam-macam. Negara ini perlu damai, masyarakat perlu damai. Jangan bikin macam-macam. Kita akan bikin sesuatu kalau macam-macam, sudah begitu saja," kata Moeldoko di gedung Krida Bhakti Jakarta, Jumat (14/6/2019). 

Koordinator aksi, Abdullah Hehamahua mengatakan akan ada sekitar dua ribu orang dari wilayah Jabodetabek yang akan menggelar aksi di kawasan patung kuda. Mereka berasal dari GNPF, FPI, Alumni 212 dan sejumlah alumni mahasiswa.

Aksi itu dilakukan di sekitar patung kuda karena Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian sudah mengatakan tidak mengizinkan massa yang melakukan aksi di depan gedung MK untuk mengawal persidangan Perselisihan Hasil Pemilu (PHPU) Pilpres 2019 pada hari ini.

"Saya pikir, harus konsisten ya apa yang diucapkan oleh pimpinannya dengan yang di bawah. Jangan mereka merasa punya kekuatan, Marilah kita sama-sama jaga situasi dengan baik. Masyarakat sudah tenang, sudah merasa nyaman, dimunculkan lagi ada gerakan lapangan. Buat apa itu? Sudah percayakan saja pada MK yang tidak lama lagi ya, kita tunggu saja," tambah Moeldoko.

Dimana sebelumnya memang calon presiden 01 Prabowo Subianto melalui video memohon kepada para pendukungnya agar selama proses tersebut tidak usah hadir di gedung MK dan sekitarnya.

"Ya Kapolri kan sudah sampaikan tidak mau ambil risiko ada gangguan atas kelancaran sidang. Sidang di MK ini menentukan masa depan Indonesia, jadi jangan sampai ada yang mengganggu, begitu saja," tandas Moeldoko.(*)



Publisher : Ahmad Rizki Mubarok
KOMENTAR

EKORAN

TERBARU

  • Hari Sepeda Dunia, Bupati Ponorogo Ajak Masyarakat Rajin Gowes
    Hari Sepeda Dunia, Bupati Ponorogo Ajak Masyarakat Rajin Gowes
    03/06/2020 - 13:23
  • New Normal Malang Raya, Danrem 083/Bdj Optimalkan Peran Kampung Tangguh
    New Normal Malang Raya, Danrem 083/Bdj Optimalkan Peran Kampung Tangguh
    03/06/2020 - 13:17
  • Dosen dan Tugas untuk Mengabdi pada Masyarakat di Era Digital dan Pandemi
    Dosen dan Tugas untuk Mengabdi pada Masyarakat di Era Digital dan Pandemi
    03/06/2020 - 13:00
  • 3 Trik Agar Kacamata Tak Berembun Meski Pakai Masker
    3 Trik Agar Kacamata Tak Berembun Meski Pakai Masker
    03/06/2020 - 12:52
  • UIN Malang Pelopori Penataan Mental Menuju New Normal Life
    UIN Malang Pelopori Penataan Mental Menuju New Normal Life
    03/06/2020 - 12:46
  • Ratusan Pelanggan BMW Astra Dapatkan Pembersihan Sirkulasi Udara Gratis
    Ratusan Pelanggan BMW Astra Dapatkan Pembersihan Sirkulasi Udara Gratis
    03/06/2020 - 12:40
  • Angin Kencang Terjang Blitar, Belasan Rumah Tertimpa Pohon 
    Angin Kencang Terjang Blitar, Belasan Rumah Tertimpa Pohon 
    03/06/2020 - 12:33
  • Presiden RI Jokowi Ingin Program Pemulihan Ekonomi Cegah PHK Masif
    Presiden RI Jokowi Ingin Program Pemulihan Ekonomi Cegah PHK Masif
    03/06/2020 - 12:24
  • Menolak Ikuti Lanjutan Liga 1 2020, Ini Alasan Utama Madura United
    Menolak Ikuti Lanjutan Liga 1 2020, Ini Alasan Utama Madura United
    03/06/2020 - 12:20
  • Kompor Desa, Salah Satu Solusi Belanja Saat Pandemi Covid-19
    Kompor Desa, Salah Satu Solusi Belanja Saat Pandemi Covid-19
    03/06/2020 - 12:16

TIMES TV

Sehari, Kapolresta Malang Kota Resmikan Empat Kampung Tangguh

Sehari, Kapolresta Malang Kota Resmikan Empat Kampung Tangguh

20/05/2020 - 21:40

Kemenparekraf RI: Kampung Tangguh Siap Digaungkan di Nasional

Kemenparekraf RI: Kampung Tangguh Siap Digaungkan di Nasional
Gubernur Jatim Kunjungi Kampung Tangguh Narubuk Sukun Kota Malang

Gubernur Jatim Kunjungi Kampung Tangguh Narubuk Sukun Kota Malang
GM FKPPI Bantu Beras 2 Ton, Minyak dan Gula Untuk MBLC

GM FKPPI Bantu Beras 2 Ton, Minyak dan Gula Untuk MBLC
Alumni Sanmar-86 Malang Bantu 40 Paket Sembako Untuk MBLC

Alumni Sanmar-86 Malang Bantu 40 Paket Sembako Untuk MBLC

iGuides

  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20
  • Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    23/05/2019 - 15:05

KOPI TIMES

  • Dosen dan Tugas untuk Mengabdi pada Masyarakat di Era Digital dan Pandemi
    Dosen dan Tugas untuk Mengabdi pada Masyarakat di Era Digital dan Pandemi
    03/06/2020 - 13:00
  • Krisis Komunikasi di Tengah Pandemi Covid-19
    Krisis Komunikasi di Tengah Pandemi Covid-19
    03/06/2020 - 12:03
  • Keluarga Benteng Penguatan Pendidikan selama Pandemi Covid-19
    Keluarga Benteng Penguatan Pendidikan selama Pandemi Covid-19
    03/06/2020 - 10:06
  • New Normal, Dilema antara Ekonomi dan Kesehatan
    New Normal, Dilema antara Ekonomi dan Kesehatan
    03/06/2020 - 08:33
  • The New Normal dan Penataan Kota Sehat di Tengah Pandemi
    The New Normal dan Penataan Kota Sehat di Tengah Pandemi
    03/06/2020 - 02:25
  • Media Menjadi Penyulut Emosi Masyarakat
    Media Menjadi Penyulut Emosi Masyarakat
    03/06/2020 - 01:12
  • Perempuan Mengukur Dampak New Normal
    Perempuan Mengukur Dampak New Normal
    03/06/2020 - 00:04
  • Pancasila Lahir Subur dari Akar Budaya
    Pancasila Lahir Subur dari Akar Budaya
    02/06/2020 - 22:38
  • Studi: Pernah Keguguran Berisiko Lebih Tinggi Kena Diabetes Tipe 2
    Studi: Pernah Keguguran Berisiko Lebih Tinggi Kena Diabetes Tipe 2
    03/06/2020 - 13:30
  • Mengintip Suasana Tunisia, Peta Baru Call of Duty: Mobile
    Mengintip Suasana Tunisia, Peta Baru Call of Duty: Mobile
    03/06/2020 - 13:30
  • Nenek Usia Seabad Bisa Sembuh Corona, Bikin Dokter Deg-degan hingga Syok
    Nenek Usia Seabad Bisa Sembuh Corona, Bikin Dokter Deg-degan hingga Syok
    03/06/2020 - 13:29
  • Strategi Pajak di Tengah Pandemi Covid-19
    Strategi Pajak di Tengah Pandemi Covid-19
    03/06/2020 - 13:27
  • Kemenparekraf : Industri MICE Berperan Penting dalam Pendapatan PDB
    Kemenparekraf : Industri MICE Berperan Penting dalam Pendapatan PDB
    03/06/2020 - 13:26
  • Amerika Siap Hadapi China, Perang Dunia III di Depan Mata
    Amerika Siap Hadapi China, Perang Dunia III di Depan Mata
    03/06/2020 - 00:32
  • Pimpin Tangkap Buronan Nurhadi, Novel Dianggap Seperti Gus Dur
    Pimpin Tangkap Buronan Nurhadi, Novel Dianggap Seperti Gus Dur
    03/06/2020 - 00:30
  • Bersiap, 3 Zodiak Terus Dihantam Masalah di Juni 2020
    Bersiap, 3 Zodiak Terus Dihantam Masalah di Juni 2020
    03/06/2020 - 07:52
  • FAKTA: Ternyata Tentara Amerika Paling Doyan Makan Daging Babi
    FAKTA: Ternyata Tentara Amerika Paling Doyan Makan Daging Babi
    03/06/2020 - 00:02
  • Jokowi Kumpulkan Tokoh Agama Bahas New Normal, Apa Saja Poinnya
    Jokowi Kumpulkan Tokoh Agama Bahas New Normal, Apa Saja Poinnya
    03/06/2020 - 10:01