Politik

Soal Munas Dipercepat, Golkar: Harus Lewat Mekanisme Rapimnas

Jumat, 31 Mei 2019 - 19:34 | 38.25k
Soal Munas Dipercepat, Golkar: Harus Lewat Mekanisme Rapimnas
Politikus Senior Golkar Firman Soebagyo. (foto: Firman Soebagyo for TIMES Indonesia)
Pewarta: Edy Junaedi Ds | Editor: Faizal R Arief

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Politikus Senior Golkar Firman Soebagyo mengimbau kepada seluruh elit dan kader partai untuk tidak terpengaruh adanya provokasi dan wacana Musyawarah Nasional (Munas) mengganti posisi ketua umum Partai Golkar Airlangga Hartarto dengan alasan karena turunnya perolehan suara dan kursi partai dalam Pileg 2019.

Hal ini disampaikan Firman menyusul pernyataan Ketua Pemenangan Pemilu Wilayah Timur Partai Golkar serta inisiator percepatan munas, Aziz Samual mengklaim pengurus daerah Golkar sepakat meminta munas dipecepat.

"Saya selaku korwil pemenangan pemilu untuk wilayah Jateng dan DIY menghimbau kepada seluruh jajaran elit dan kader Golkar untuk tidak  terburu-buru mengambil sikap dan mendukung wacana munas atau munaslub yang dikembangkan oleh sekelompok orang-orang tentang adanya munas dipercepat ," kata Firman di Jakarta, Jumat (31/5/2019).

Firman menuturkan, untuk mengadakan munas dipercepat tidak semudah itu. Karena sudah ada mekanismenya.

"Semua harus ada mekanisme dan alasan-alasan kuat sehingga perlu dan tidaknya munas dipercepat," ujarnya.

Sebaliknya, Firman mengatakan seluruh elit dan kader Golkar hendaknya harus melakukan introspeksi dan evalusi diri apa penyebab turunnya perolehan suara dan kursi Partai Golkar dalam pemilu kali ini.

Ia juga berpandangan bahwa pemilu dengan sistem serentak ini memberikan dampak tertentu kepada semua parpol peserta pemilu khususnya bagi partai berlambang pohon beringin ini.

"Penuruan suara dan perolehan kusri di DPR RI tidak bisa serta merta disalahkan dan dibebankan kepada Airlangga Hartarto saja karena organisasi partai ini setiap keputusan atau diputuskan secara kolektif dan menjadi tanggung jawab bersama semua pengurus bahkan tidak DPP saja tetapi juga DPD Prov dan DPD Kab/kota," terangnya.

Firman pun meminta semua pihak harus konsisten melaksanakan apa yang telah menjadi keputusan munas lalu yang merekomendasikan rapimnas dan tidak ada keputusan untuk Munaslub atau Munas dipercepat.

"Rapimnas itu lebih bijak dan tepat disitulah forum mengadakan evaluasi secara obyektif terhadap apa penyebab turunnya perolehan suara dan kursi .Tidak tiba-tiba meloncat didorong diselenggarakan Munas dipercepat," tegasnya.

Di sisi lain, Firman menambahkan, bahwa munaslub lalu telah menetapkan Airlangga Hartarto menjadi Ketum Golkar sampai dengan tahun 2019 tidak ada rekomendasi munas dipercepat atau munas. Yang ada adalah rekomendasi diselenggarakannya rapimnas dan ini harus ditaati semua unsur baik pengurus DPP maupun DPD," tegas Firman yang juga Wakil Ketua Fraksi Partai Golkar DPR RI ini.

Sebelumnya diberitakan, salah satu inisiator untuk mempercepat munas adalah Azis Samual. Pria yang pernah menjadi Ketua Pemenangan Pemilu Wilayah Timur Partai Golkar ini mengklaim para pengurus daerah sudah sepakat untuk mempercepat Munas.

"Konsolidasi sudah bulat, 25 DPD I dan beberapa DPD II sudah merestui percepatan Munas ini," kata Azis dalam keterangan tertulisnya, Senin (27/5/2019).

Aziz menginginkan agar Munas digelar maksimal akhir Juli nanti. Mantan Pelaksana Tugas Ketua DPD I Golkar Papua itu akan membuka siapa saja DPD I yang dia maksud bila waktunya sudah tiba.

"Target di awal, Golkar harus mencapai 110 kursi di DPR RI. Tapi ini jauh, kami juga hanya duduk di posisi ketiga. Ini tak semestinya terjadi, artinya Airlangga sebagai Ketua Umum gagal, sudah sepatutnya bertanggung jawab, dan harus mundur," katanya.

Berdasarkan rekapitulasi akhir KPU, Golkar meraih 17.229.789 suara atau 12,3 persen. Golkar berada di bawah PDI-P dan Gerindra dalam hal raihan suara nasional.

Hasil itu membuat Golkar hanya meraih 85 kursi di DPR, turun dari 2014 dimana partai beringin menempatkan 91 orang wakilnya di Senayan. "Ini malah berkurang dan jauh dari target. Sudah jelas gagal total Airlangga dan sekjennya," ujarnya.

Azis menambahkan, suara yang didapat Golkar lebih pada karena perjuangan para caleg-caleg inkumben. Bukan karena kemampuan ketua umum dan sekretaris jenderal mengonsolidasi partai.

"Sebagai catatan, 85 kursi itu 85 persennya caleg inkumben semua. Ini berarti roda kaderisasi partai tidak jalan, partai tak mampu mendorong penambahan, justru terpuruk kalah sama partai lain," kata inisiator percepatan munas partai Golkar ini. (*)


Golkar munas
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok
Sumber : TIMES Jakarta
Reaksi Anda
KOMENTAR

EKORAN

TIMES TV

Lagu Indonesia Raya Mengantar Keberangkatan WNI dari Natuna

Lagu Indonesia Raya Mengantar Keberangkatan WNI dari Natuna

15/02/2020 - 17:38

Grup Musik Angklung Shalawatan Meriahkan CFD di Situbondo

Grup Musik Angklung Shalawatan Meriahkan CFD di Situbondo
Pilkada Kabupaten Malang 2020, Hasan Abadi Optimis dapat Rekom Partai

Pilkada Kabupaten Malang 2020, Hasan Abadi Optimis dapat Rekom Partai
Bacalon Bupati Malang Merebut Rekom Partai

Bacalon Bupati Malang Merebut Rekom Partai
Panglima TNI Dampingi Presiden RI Pantau Banjir dari Udara

Panglima TNI Dampingi Presiden RI Pantau Banjir dari Udara
Follow TIMES Indonesia di Google News

iGuides

  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20
  • Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    23/05/2019 - 15:05

KOPI TIMES

  • Ciptakan Generasi Ilmuwan Beradab dalam Kampus Merdeka
    Ciptakan Generasi Ilmuwan Beradab dalam Kampus Merdeka
    16/02/2020 - 00:40
  • Lika Liku Berburu Buku
    Lika Liku Berburu Buku
    16/02/2020 - 00:27
  • Bukan
    Bukan "Isabella"
    15/02/2020 - 23:32
  • Menggugat Kemapanan Valentine
    Menggugat Kemapanan Valentine
    15/02/2020 - 20:04
  • Bermimpi Menjadi Lawyer, Masihkah Saya Perempuan?
    Bermimpi Menjadi Lawyer, Masihkah Saya Perempuan?
    15/02/2020 - 19:14
  • Istiqomah Puncak Kesuksesan
    Istiqomah Puncak Kesuksesan
    15/02/2020 - 17:51
  • Tidak Panik Namun Waspada
    Tidak Panik Namun Waspada" Tips dan Trik Menghadapi 2019-NCoV
    15/02/2020 - 12:57
  • Membaca Peta Politik Pilkada, Pasca Mundurnya Ketua PDIP Kabupaten Kediri
    Membaca Peta Politik Pilkada, Pasca Mundurnya Ketua PDIP Kabupaten Kediri
    15/02/2020 - 09:08
  • BATAN Pindahkan 87 Drum Berisi Tanah yang Terpapar Zat Radioaktif
    BATAN Pindahkan 87 Drum Berisi Tanah yang Terpapar Zat Radioaktif
    17/02/2020 - 11:15
  • Laga Semifinal Piala Gubernur Jatim Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
    Laga Semifinal Piala Gubernur Jatim Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
    17/02/2020 - 11:12
  • Ada Intoleransi, Mahfud MD Salahkan Orang Indonesia Kurang Bersatu
    Ada Intoleransi, Mahfud MD Salahkan Orang Indonesia Kurang Bersatu
    17/02/2020 - 11:12
  • Marak Wisata Seks Halal, Plang Toko Berbahasa Arab di Puncak Bakal Dicopot
    Marak Wisata Seks Halal, Plang Toko Berbahasa Arab di Puncak Bakal Dicopot
    17/02/2020 - 11:10
  • Sekuel Film Knives Out Akan Memiliki Cerita, Pemeran, dan Latar Baru
    Sekuel Film Knives Out Akan Memiliki Cerita, Pemeran, dan Latar Baru
    17/02/2020 - 11:07
  • Asyik Menyelam, Pria Ini Syok Bertatap Muka dengan Anaconda Raksasa
    Asyik Menyelam, Pria Ini Syok Bertatap Muka dengan Anaconda Raksasa
    17/02/2020 - 06:35
  • Video Dua Ular King Kobra Kawin di Kebun Sawit Jadi Tontonan Warga
    Video Dua Ular King Kobra Kawin di Kebun Sawit Jadi Tontonan Warga
    17/02/2020 - 06:24
  • Tripping Jump, Challenge Mematikan di Tiktok yang Banyak Makan Korban
    Tripping Jump, Challenge Mematikan di Tiktok yang Banyak Makan Korban
    17/02/2020 - 07:45
  • Tak Cuma Asin, Peneliti Sebut Sperma Punya 4 Rasa
    Tak Cuma Asin, Peneliti Sebut Sperma Punya 4 Rasa
    17/02/2020 - 05:09
  • Astaga, Aku telah Berdosa Gugurkan 903 Janin Bayi
    Astaga, Aku telah Berdosa Gugurkan 903 Janin Bayi
    17/02/2020 - 08:28