Kopi TIMES

Legislator Baru NTB, Bukan Selebritis

Senin, 27 Mei 2019 - 12:55 | 28.31k
Legislator Baru NTB, Bukan Selebritis
Suaeb Qury, Ketua Pimpinan Wilayah GP Ansor NTB 2010-2014 (Grafis: TIMES Indonesia)
Pewarta: | Editor: Yatimul Ainun

TIMESINDONESIA, MATARAM – Selamat  datang dan selamat atas terpilihnya para kandidat legislator Udayana. Mereka yang hendak mengabdi selama lima tahun ke depan. Menjadi anggota legislatif memang gampang-gampang susah. 

Bagi para petahana yang sudah berlaga lima tahun lalu, tentu bukan pekerjaan untuk merebut kembali kursi legislatif. Kalau petahana saja kesulitan, apalagi bagi para penantang dan pendatang baru. 

Merebut hati konstituen bukan perkara mudah. Hal tersebut terjadi antara lain karena polarisasi. Pemilih pada pemilu era digital 2019 ini harus bisa menyesuiakan diri dengan gelombang pasar modal. Meski memang tidak banyak juga para anggota legislator baru terpenjara dengan pola permain perilaku pemilih (konstituen). 

Berdasarkan kalkulasi dan hasil penetapan Pleno KPU NTB beberapa hari lau, ada 65 kursi DPRD NTB, dan sekitar 44 orang di dalamnya adalah pendatang baru. Sisanya para petahana yang sudah teruji di lapangan. Begitu juga para anggota legislator yang sempat istrahat dan menjadi aktor kunci di DPRD NTB kembali merebut kursi di Udayana. Sebut misalnya H. Mori Hanafi, Misbah Muliyadi, Nazamuddin dan L.Sudihartawan. 

Dari 44 pendatang baru legislator Udayana tersebut, jika diklasifikasi berdasarkan berdasarkan pengalaman, jejak dan kiprah politiknya maka dapat dirunut mulai dari para annggota legislator Kabupaten sekitar 15  lebih orang, 10 orang pernah menjadi anggota DPRD NTB. Sisanya aktivis, pengusaha, mantan birokrat dan fungsionaris partai yang pernah gagal pada pemilu 2014 lalu. 

Para pendatang baru di Udayana,harus bisa menyusuaikan dengan para aktor legislator lama. Sebab bisa menjadi instrumen atau patner baru yang baik bagi Para aktor lama dan begitu juga dengan pihak eksekutif. 

Kemampuan menjadi kontrol eksekutif bisa dilihat dari rekam jejaknya sebagai anggota DPRD di kabupaten atau menjadi aktivis partai. Sebab aktor utama dari akrobatik fungsi dan tugas  DPR bukan sekedar yang termuat dalam Undang-Undang MD3, namun dominan berasal dari fungsi DPR yang berjalan seiring dengan loyalitas terhadap partai.

Penentu vakolitas atau menjadi DPRD, bukan itu saja, melainkan juga menjalankan fungsi ke partai sebagai anggota DPR sekaligus anggota partai. Anggota DPR akhirnya hanya jadi perpanjangan tangan partai politik. Itu yang membuat munculnya beban ganda bagi para anggota legislatif yang cukup vokal dan idielis. 

Sebab sebagaimana sudah ada dan berjalan selama ini. Tugas para legislator lebih dominan menjalankan perintah partai dan menjadi prioritas utama dari pada menjalankan amanat konstituennya. Dan ini kerap menjadi kata kunci atau kata sandi yang harus dijalankan dan diikuti Oleh para legislator di Udayana.

Belajar dari pengalaman dari banyak para anggota legislator yang cukup lama mengabdikan dirinya sebagai wakil rakyat di Udayana. Mulai dari anggota DPR yang sudah memasuki 2 periode bahkan sampai 4 periode. Para aktor utama di Udayana ini, bukanlah sekedar corong partai akan tetapi kombinasi yang multifungsi dalam menjalankan tugas pengawasan, penganggaran dan legislasi.

Itulah sebabnya, perlu ditegaskan bahwa menjadi legislator itu bukan menjadi seleberitis. Meski keduanya punya perbedaan dan persamaanya. Legislator dan seleberitas di satu sisi sama-sama sebagai publik figur sekaligus menjadi sorotan masyarakat. 

Menjadi anggota legislatif, pertama, tidak cukup hanya dengan modal jaringan yang kuat, kemampuan membangun networking atau kemampaun vokal, pemahaman terkait tugas dan fungsinya. Akan tetapi yang lebih utama adalah modal kepercayaan diri sebagai kunci untuk menjadi aktor dalam dunia sandiwara politik di tingkat pengambilan kebijakan. 

Kedua, menjadi anggota legislatif  juga harus mampu menjadi sutradara yang handal   mengatur skenario dan  lokus-lokus  baru dalam akrobatik politik pada banyak forum- forum musyawarah mufakat. Apa yang selama ini terjadi di gudung parlemen, tidak banyak para legislator mampu memainkan irama dalam pengambilan keputusan pokitik. Untuk itu,diperlukan kematangan dalan melakukan negosiasi demi dan atas keoentingan publik.

Ketiga, menjadi anggota legislatif juga harus mampu mengatur nada dan irama vokal. Dimana suara legialator bisa menjadi mortir bagi eksekutif dan sebaliknya, senjata makan tuan. Dengan kekuatan kuatan vokal yang memperjuangan kepentingan berbagai pihak, baik antara eksekutif dan masyarakatnya atau elite partainya.  Sebab jika tidak, maka volume yang dimainkan tidak berimbang. Akibatnya suara dan nama baiknya sebagai wakil rakyat dan wakil partai, bisa merosot.

Hari ini begitu banyak peminat calon legislatif dari tingkat dua sampai tingkat pusat. Kegairahan para kontestan calon legislatif yang lulus dan dipilih oleh rakyat NTB. Sebaliknya, para calon legislatif yang kalah hanya memperoleh kelesuan. Syukur, jika tidak mengalami gangguan jiwa dan mental akibat ambisi menjadi seorang legislator.

Terlepas dari gagal dan suksesnya para calon legislatif tidak duduk  dan menjadi DPRD NTB pada pemilu 2019 ini, rakyat NTB sebaiknya memang jangan terlalu dini berharap banyak kepada para legislator baru. Sebab masyarakat NTB dan pemilih juga harus mengubah cara berpikirnya dalam memilih DPR. Bukan berorentasi sesaat dan asal tusuk saja. Kalau masih demikian maka sangatlah wajar bilamana para legislator ke depan hanya jadi selebritis belaka. Wallahu'alam bissawab. (*)

*) Penulis adalah Suaeb Qury, Ketua Pimpinan Wilayah GP Ansor NTB 2010-2014

*)Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi timesindonesia.co.id



Publisher : Sofyan Saqi Futaki
KOMENTAR

EKORAN

TERBARU

  • Wali Kota Cirebon Sambut Baik Adanya Dana Pinjaman dari Pemerintah Pusat
    Wali Kota Cirebon Sambut Baik Adanya Dana Pinjaman dari Pemerintah Pusat
    05/08/2020 - 21:03
  • Covid-19 Tak Membuat Penjualan di Kampung Bendera Surabaya Sepi
    Covid-19 Tak Membuat Penjualan di Kampung Bendera Surabaya Sepi
    05/08/2020 - 20:59
  • Cegah Covid-19, Pemkab Sleman Wajibkan Pegawai Selalu Kenakan Masker
    Cegah Covid-19, Pemkab Sleman Wajibkan Pegawai Selalu Kenakan Masker
    05/08/2020 - 20:56
  • Koperasi Syariah TSQ Lahir di Pamekasan, Slamet Riyanto: Solusi Modal untuk Pengusaha Mikro
    Koperasi Syariah TSQ Lahir di Pamekasan, Slamet Riyanto: Solusi Modal untuk Pengusaha Mikro
    05/08/2020 - 20:54
  • Akhirnya, Unair Surabaya DO Gilang Fetish Kain Jarik
    Akhirnya, Unair Surabaya DO Gilang Fetish Kain Jarik
    05/08/2020 - 20:52
  • Kemenparekraf RI Pastikan Hotel-Restoran Terapkan Protokol Kesehatan
    Kemenparekraf RI Pastikan Hotel-Restoran Terapkan Protokol Kesehatan
    05/08/2020 - 20:48
  • Kementrian PUPR RI Segera Lakukan Perbaikan Infrastruktur Pasca Bencana
    Kementrian PUPR RI Segera Lakukan Perbaikan Infrastruktur Pasca Bencana
    05/08/2020 - 20:44
  • Mantap, Tahun Ini STKIP NU Indramayu Berubah Jadi Universitas Darul Maarif
    Mantap, Tahun Ini STKIP NU Indramayu Berubah Jadi Universitas Darul Maarif
    05/08/2020 - 20:41
  • Pangdam V/Brawijaya: Netralitas TNI Harga Mati 
    Pangdam V/Brawijaya: Netralitas TNI Harga Mati 
    05/08/2020 - 20:38
  • Ketua FKKNu: Ketua Fraksi PKB Tak Pantas Turun Orasi Dukung Hiburan Malam
    Ketua FKKNu: Ketua Fraksi PKB Tak Pantas Turun Orasi Dukung Hiburan Malam
    05/08/2020 - 20:33

TIMES TV

Bedah Buku: Bincang-bincang Perempuan

Bedah Buku: Bincang-bincang Perempuan

28/07/2020 - 12:12

Implementasi Pancasila dalam Dunia Pendidikan

Implementasi Pancasila dalam Dunia Pendidikan
Pilkada Serentak 2020 di Papua. Sudah Tepatkah Waktunya?

Pilkada Serentak 2020 di Papua. Sudah Tepatkah Waktunya?
Ngevlog Bareng Owner Bubur Ayam Abah Odil

Ngevlog Bareng Owner Bubur Ayam Abah Odil
Peduli Kampung Tangguh, Ibu Panglima TNI Bantu Masker Batik untuk Warga di Malang

Peduli Kampung Tangguh, Ibu Panglima TNI Bantu Masker Batik untuk Warga di Malang

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • Calon Penerus Bupati Anas, Kades Pun Harus Punya Pedoman!
    Calon Penerus Bupati Anas, Kades Pun Harus Punya Pedoman!
    05/08/2020 - 12:44
  • Gerakan Pakai Masker dan upaya  Mencegah
    Gerakan Pakai Masker dan upaya  Mencegah "Death Spiral" Dalam Penanganan Krisis
    04/08/2020 - 10:33
  • Duri-Duri Korupsi
    Duri-Duri Korupsi
    03/08/2020 - 14:10
  • Dasar Pembelajaran Daring
    Dasar Pembelajaran Daring
    03/08/2020 - 10:22
  • Ibadah Idul Adha Dalam Perspektif
    Ibadah Idul Adha Dalam Perspektif
    03/08/2020 - 10:17
  • Istana dalam Pusaran Dinasti Politik
    Istana dalam Pusaran Dinasti Politik
    01/08/2020 - 16:05
  • Ditangkap, Djoko Tjandra Ditimpa Ketidakadilan?
    Ditangkap, Djoko Tjandra Ditimpa Ketidakadilan?
    01/08/2020 - 15:09
  • Menyoal Pelaksanaan Pilkada Serentak di Tengah Pandemi Covid-19
    Menyoal Pelaksanaan Pilkada Serentak di Tengah Pandemi Covid-19
    01/08/2020 - 14:32
  • Dicari Ribuan Relawan Uji Klinis Vaksin Covid-19 di Indonesia, Kriterianya?
    Dicari Ribuan Relawan Uji Klinis Vaksin Covid-19 di Indonesia, Kriterianya?
    05/08/2020 - 21:01
  • Bantu Pencarian Korban Ledakan Lebanon, Uni Eropa Terjunkan Tim SAR
    Bantu Pencarian Korban Ledakan Lebanon, Uni Eropa Terjunkan Tim SAR
    05/08/2020 - 21:00
  • Mikroba pada Penis Bisa Jadi Penyebab Ketidakseimbangan Bakteri di Vagina
    Mikroba pada Penis Bisa Jadi Penyebab Ketidakseimbangan Bakteri di Vagina
    05/08/2020 - 21:00
  • Sedap Mantap, Ini Resep Sambal Goreng Labu Siam ala Sisca Soewitomo
    Sedap Mantap, Ini Resep Sambal Goreng Labu Siam ala Sisca Soewitomo
    05/08/2020 - 21:00
  • Sony Mulai Uji Jalan Mobil Listrik Vision-S
    Sony Mulai Uji Jalan Mobil Listrik Vision-S
    05/08/2020 - 21:00
  • Kisah Ayah Curi HP demi Anak Belajar Bikin Kajari Garut Tergerak
    Kisah Ayah Curi HP demi Anak Belajar Bikin Kajari Garut Tergerak
    05/08/2020 - 06:15
  • Hadi Pranoto Klaim Kirim 5.000 Botol Obat COVID-19 ke Ratu Elizabeth
    Hadi Pranoto Klaim Kirim 5.000 Botol Obat COVID-19 ke Ratu Elizabeth
    05/08/2020 - 06:52
  • Keperkasaan Mike Tyson Tetap Dapat Jatah meski Mau Cerai
    Keperkasaan Mike Tyson Tetap Dapat Jatah meski Mau Cerai
    05/08/2020 - 00:00
  • Rudi Ramli: Gus Dur Bilang Bank Bali Mau Dikuasai Kelompok Tertentu
    Rudi Ramli: Gus Dur Bilang Bank Bali Mau Dikuasai Kelompok Tertentu
    05/08/2020 - 05:30
  • Herbal Ramuan Hadi Pranoto Bikin Geger, Dibuat dari Bahan Apa Sih?
    Herbal Ramuan Hadi Pranoto Bikin Geger, Dibuat dari Bahan Apa Sih?
    05/08/2020 - 04:08