Wisata

Kisah Ratu Kalinyamat Bangun Masjid Mantingan untuk Sang Suami

Rabu, 22 Mei 2019 - 11:14 | 378.82k
Kisah Ratu Kalinyamat Bangun Masjid Mantingan untuk Sang Suami
Masjid Mantingan (FOTO: kebudayaan.kemdikbud)
Pewarta: Tria Adha | Editor: Dhina Chahyanti

TIMESINDONESIA, JAKARTA – JAKARTA - Jika Taj Mahal di India dibangun oleh Kaisar Mughal Shah Jahan untuk istri tercintanya, maka di Indonesia ada seorang istri yang membangun masjid untuk suaminya. Dikisahkan Ratu Kalinyamat membangun Masjid Mantingan untuk menghibur dirinya karena kematian sang suami Sultan Hadlirin.

Dikutip dari kemendikbud.go.id Sultan Hadlirin meninggal ditangan Arya Penangsang. Peristiwa tragis ini dipicu oleh perselisihan yang terjadi selepas meninggalnya Raja Demak, Raden Trenggono. Istri Sultan Hadlirin yang bernama Ratu Kalinyamat sangat bersedih dan terpukul.

Makam.jpg

Makam di sebelah baratdaya Masjid Mantingan. (FOTO: kebudayaan.kemdikbud)

Untuk mengatasi kesedihannya itu, Ratu Kalinyamat membuat makam beserta masjid di daerah Mantingan, Jepara. Dalam pembangunannya Ratu Kalinyamat meminta bantuan guru spiritual sekaligus ayah angkat Sultan Hadlirin ketika menimba ilmu di China, Chi Hui Gwan atau lebih dikenal dengan Patih Sungging Badarduwung. Patih inilah yang menjadi arsitek Masjid Mantingan.

Masjid ini dibangun sekitar tahun 1559.  Tahun pembangunan masjid itu diketahui berdasarkan candra sengkala yang terukir di mihrab, yang berbunyi “Rupo Brahmana Wanasari”.

Karena diarsiteki oleh seorang China dan dibangun pada zaman Hindu-Budha tak heran jika bangunan mengadaptasi ketiga budaya. Hal itu  nampak dari bentuk mustaka dan atap tumpang yang merupakan corak Hindu Majapahit. Begitu juga dengan relief yang merupakan budaya yang mendahuluinya. Pengaruh China terlihat dari adanya bentuk barongsai pada relief yang digayakan (stilisasi).

Relief.jpg

Relief di dinding sisi timur Masjid Mantingan. (FOTO: kebudayaan.kemdikbud)

Masjid yang berusia sekitar 5 abad itu memiliki relief-relief yang menempel pada dinding masjid. Saat ini terdapat 114 relief, karena masih ada bebera relief yang tersimpan di ‘museum’ sederhana di samping masjid. Mungkin ini satu-satunya masjid yang memiliki relief.

Relief yang ada berupa hiasan bercorak flora, seperti sulur-suluran atau tumbuhan menjalar, dan bunga teratai. Ada juga relief bermotif geometris, yang lebih sering disebut dengan istilah lokal sebagai motif slimpetan (saling bersilangan).

Motif binatang juga ada, namun disamarkan. Sebab dalam Islam sosok manusia atau semua makhluk yang bernyawa tidak diperkenankan sebagai hiasan dekoratif. Sehingga motif tersebut yang disamarkan, atau lebih sering disebut dengan istilah distilir.

Pahatan-Cerita-Ramayana.jpg

Pahatan Cerita Ramayana di balik relief. (FOTO: kebudayaan.kemdikbud)

Dalam satu kompleks Masjid Mantingan ini juga terdapat makam Ratu Kalinyamat, Sultan Hadlirin, Raden Abdul Jalil (Syekh Siti Jenar) dan beberapa makam kerabat Ratu Kalinyamat. Terdapat juga museum kecil yang berisikan ukiran marmer putih serupa dengan yang melekat di dinding masjid.

Jika berkunjung ke Masjid Mantingan, anda akan menjumpai beberapa kendi berisi air di depan masjid. Warga sekitar menyebutnya “Air Mantingan atau Air Keramat”. Dikisahkan air itu ampuh untuk menguji kejujuran seseorang. Dapat membuktikan sesuatu yang benar dan yang salah. Biasanya masyarakat Jepara dan sekitarnya menggunakan air keramat ini bila sedang menghadapi suatu sengketa.

Makam di Masjid Mantingan di Desa Mantingan, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah tidak pernah sepi pengunjung. Apalagi saat “Khool” untuk memeringati wafatnya Sunan Mantingan. Disertai upacara Ganti Luwur atau Ganti Kelambu yang diselenggarakan setiap tahun. Tepatnya pada 17 Rabbiul Awal, sehari sebelum peringatan hari jadi Jepara. (*)


masjid tua
Publisher : Sofyan Saqi Futaki
Sumber : TIMES Jakarta
Reaksi Anda
KOMENTAR

EKORAN

TIMES TV

Pasar Rakyat UMKM Herbangin Hadir di Kota Kediri

Pasar Rakyat UMKM Herbangin Hadir di Kota Kediri

22/02/2020 - 20:01

Lagu Indonesia Raya Mengantar Keberangkatan WNI dari Natuna

Lagu Indonesia Raya Mengantar Keberangkatan WNI dari Natuna
Grup Musik Angklung Shalawatan Meriahkan CFD di Situbondo

Grup Musik Angklung Shalawatan Meriahkan CFD di Situbondo
Pilkada Kabupaten Malang 2020, Hasan Abadi Optimis dapat Rekom Partai

Pilkada Kabupaten Malang 2020, Hasan Abadi Optimis dapat Rekom Partai
Bacalon Bupati Malang Merebut Rekom Partai

Bacalon Bupati Malang Merebut Rekom Partai
Follow TIMES Indonesia di Google News

iGuides

  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20
  • Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    23/05/2019 - 15:05

KOPI TIMES

  • Kebijakan Publik Untuk Keluarga
    Kebijakan Publik Untuk Keluarga
    26/02/2020 - 11:12
  • Kaum Milenial dan Pilkada
    Kaum Milenial dan Pilkada
    26/02/2020 - 09:40
  • Kenapa Amerika Serikat Cabut Indonesia dari Daftar Negara Berkembang?
    Kenapa Amerika Serikat Cabut Indonesia dari Daftar Negara Berkembang?
    25/02/2020 - 15:04
  • Hujan Ekstrim dan Mitigasi Iklim di Pekalongan
    Hujan Ekstrim dan Mitigasi Iklim di Pekalongan
    25/02/2020 - 14:57
  • Belajar Menulis Dari Para Kiai
    Belajar Menulis Dari Para Kiai
    25/02/2020 - 14:22
  • Pembangunan Daerah Butuh Perempuan Terdidik
    Pembangunan Daerah Butuh Perempuan Terdidik
    25/02/2020 - 13:38
  • Polemik RUU Omnibus Law, Gaya Bercinta Urusan Negara?
    Polemik RUU Omnibus Law, Gaya Bercinta Urusan Negara?
    25/02/2020 - 13:11
  • Pesan Mao Tze Tung
    Pesan Mao Tze Tung
    25/02/2020 - 12:10
  • DPR Kecewa Anies Tak Rapat Banjir: Rakyat Jadi Korban
    DPR Kecewa Anies Tak Rapat Banjir: Rakyat Jadi Korban
    26/02/2020 - 13:13
  • Kronologi Tabrak Lari yang Menimpa Ayah Jessica Iskandar
    Kronologi Tabrak Lari yang Menimpa Ayah Jessica Iskandar
    26/02/2020 - 13:11
  • Pos Polisi di Tugu Tani Dirusak Orang Tidak Dikenal
    Pos Polisi di Tugu Tani Dirusak Orang Tidak Dikenal
    26/02/2020 - 13:10
  • Selain Dibegal, Pasukan Orange Anies Juga Dibacok
    Selain Dibegal, Pasukan Orange Anies Juga Dibacok
    26/02/2020 - 13:08
  • Keutamaan Bulan Rajab dan Doa yang Biasa Dibaca Rasulullah SAW
    Keutamaan Bulan Rajab dan Doa yang Biasa Dibaca Rasulullah SAW
    26/02/2020 - 13:06
  • Mengerikan, Wakil Menkes Iran Diserang Corona saat Konferensi Pers
    Mengerikan, Wakil Menkes Iran Diserang Corona saat Konferensi Pers
    26/02/2020 - 06:06
  • Fenomena Aneh, Aa Gym Selalu Diolok-olok saat Jakarta Banjir
    Fenomena Aneh, Aa Gym Selalu Diolok-olok saat Jakarta Banjir
    26/02/2020 - 05:02
  • Keterlaluan, Ibu Suruh Guru Merangkak di Kelas Tak Terima Anak Dihukum
    Keterlaluan, Ibu Suruh Guru Merangkak di Kelas Tak Terima Anak Dihukum
    26/02/2020 - 06:53
  • Kolonel TNI Ungkap Sosok Al-Issa, Tokoh Islam Dunia yang Tiba di UIN
    Kolonel TNI Ungkap Sosok Al-Issa, Tokoh Islam Dunia yang Tiba di UIN
    26/02/2020 - 00:03
  • Owi Ikuti Jejak Ahsan/Hendra Hengkang dari Pelatnas
    Owi Ikuti Jejak Ahsan/Hendra Hengkang dari Pelatnas
    26/02/2020 - 06:30