Kopi TIMES

Kegalauan Berorganisasi; Antara Ekonomi dan Militansi

Jumat, 17 Mei 2019 - 14:57 | 20.04k
Kegalauan Berorganisasi; Antara Ekonomi dan Militansi
ILUSTRASI: Salah satu kegiatan IPNU. (Grafis: Dok. TIMES Indonesia)
Editor: Deasy Mayasari

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Berawal dari status saya di Facebook yang membahas kondisi ekonomi kader seringkali menghalangi militansi dan idealisme seseorang, ternyata dialami pula oleh para kader pelajar Nahdlatul Ulama yang aktif di IPNU dan IPPNU. Memang, kehidupan seseorang tidak bisa lepas dari kebutuhan ekonomi. 

Seperti ketika kita ingin makan dan minum  perlu adanya duit, untuk mendapatkan selembar duit kita dituntut untuk bekerja. Semakin kita berusaha atau bekerja duit akan semakin banyak. Duit yang banyak dan melimpah dapat mencukupi segala kebutuhan hidup seperti membeli pakaian, membayar kredit anggsuran sepeda motor atau membiayai kebutuhan kuliah dan sekolah. Memang tidak bisa dipungkiri bahwa kebutuhan manusia saat ini sangat erat sekali dengan duit. 

Ada anggota IPNU bercerita bahwa hari ini ia fokus bekerja demi membayar kredit sepeda motornya. Karena memang sepeda motor yang biasa ia tunggangi untuk ber-IPNU dibeli dengan sistem kredit angsuran. Oleh karenannya dalam kegiatan IPNU yang semula ia aktif dan menjadi pelopor bagi kepengurusannya sekarang mulai sedikit demi sedikit ditinggalkan. 

Sejujurnya menurut dia, kondisi seperti ini menjadikannya galau. Bukan galau karena percintaan seperti anak-anak zaman now. Tapi lebih tepatnya kegalauan seorang yang memilih untuk memenuhi kebutuhan ekonomi dan mengantungkan jiwa militansi sebagai kader.

Ketika ditelisik lebih jauh ternyata kondisi seperti cerita diatas hampir dialami oleh semua kader di organisasi, terkhusus IPNU dan IPPNU. Bukan hanya satu atau dua orang saja yang mengalaminya. 

Perlu diingat bahwa KH Ridwan Abdullah pernah berkata; “Jangan takut tidak makan kalau berjuang mengurus NU. Yakinlah! Kalau sampai tidak makan, komplain aku jika aku masih hidup. Tapi kalau aku sudah mati, maka tagihlah ke batu nisan ku”. 

Secara tidak langsung perkataan beliau merupakan jaminan bagi siapa saja yang mau berkhidmat di organisasi NU tidak akan mengalami kesusahan dalam hal ekonomi. Bukan maksud mengkultuskan kata-kata KH Ridwan Abdullah, namun perlu diingat bahwa Allah SWT akan memperhatikan makhluk yang mau memperhatikan makhluk lain. Mungkin demikian penguatan batin yang perlu dijadikan pondasi dalam menghadapi kegalauan ekonomi dan militansi berorganisasi.

Ketika masih ragu dan bertanya apakah ada jaminan ketika kita miliitan berorganisasi ekonomii akan stabil. Ketidakstabilitas ekonomi bukan semata-mata karena orang tersebut aktif dalam organisasi dan ekonominya tidak terurusi. Namun ada beberapa faktor salah satunya kurang memanfaatkan peluang bisnis yang bisa meningkatkan pendapatan ekonomi.

Di era digital saat ini peluang bisnis sangat banyak sekali. Bisnis online shop atau jualan dengan menggunakan media sosial adalah salah satu alternatif yang banyak diminati. Mulai jualan make up, pakian, makanan, hingga atribut organisasi. Ada juga yang memberanikan diri membuka warung kopi walaupun dengan modal lebih besar dari online shoop. Pastinya Organisasi sangat membantu dalam perputaran usaha kita. 

Terakhir yang perlu diingat dari aktifis militan organisasi adalah “hiduplah untuk organisasi, jangan cari hidup dari organisasi”. Artinya hidup kita hendaknya diabdikan untuk organisasi tetapi jangan memanfaatkan organisasi sepenuhnya dalam mempertahankan hidup termasuk mengandalkan organisasi untuk mencari nafkah. 

Karenanya usaha-usaha kreatif harus dikembangkan, niscaya organisasi  dengan sendirinya membantu usaha kita. Tetaplah belajar berjuang dan bertaqwa dalam hidup supaya kegalauan antara ekonomi dan militansi organisasi terhapuskan. 

Masihkan ada keraguan bahwa organisasi tidak akan menghambat ekonomi kita ?

Penulis adalah Ahmad Saihudin Khundori, Abdidalem Komunitas Teras Sore dan anggota CBP Kabupaten Batang.

*)Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi timesindonesia.co.id



Publisher : Rochmat Shobirin
KOMENTAR

EKORAN

TERBARU

  • Kementerian PANRB RI Kembali Perpanjang Masa WFH untuk ASN Hingga 4 Juni 2020
    Kementerian PANRB RI Kembali Perpanjang Masa WFH untuk ASN Hingga 4 Juni 2020
    29/05/2020 - 14:35
  • Forkopimda Boven Digoel Bahas Penerapan New Normal dengan Danrem Merauke
    Forkopimda Boven Digoel Bahas Penerapan New Normal dengan Danrem Merauke
    29/05/2020 - 14:09
  • Pemkot Blitar Siap Hadapi New Normal
    Pemkot Blitar Siap Hadapi New Normal
    29/05/2020 - 13:49
  • Rapid Test Puluhan Tahanan di Polres Bondowoso Dinyatakan Nonreaktif
    Rapid Test Puluhan Tahanan di Polres Bondowoso Dinyatakan Nonreaktif
    29/05/2020 - 13:42
  • DPRD Jabar Dorong PSBB Dioptimalkan Sebelum Penerapan New Normal
    DPRD Jabar Dorong PSBB Dioptimalkan Sebelum Penerapan New Normal
    29/05/2020 - 13:36
  • Pabrik Rokok Mitra Sampoerna Bukan Klaster Covid-19, Hasil Rapid Test Karyawan Non Reaktif
    Pabrik Rokok Mitra Sampoerna Bukan Klaster Covid-19, Hasil Rapid Test Karyawan Non Reaktif
    29/05/2020 - 13:28
  • Ketua DPRD Bondowoso Berharap Kampung Tangguh Mampu Angkat Kesadaran Warga
    Ketua DPRD Bondowoso Berharap Kampung Tangguh Mampu Angkat Kesadaran Warga
    29/05/2020 - 13:17
  • Lepas Penat di Tengah Pandemi, Warga Magetan Ini Rawat Anggrek
    Lepas Penat di Tengah Pandemi, Warga Magetan Ini Rawat Anggrek
    29/05/2020 - 13:10
  • Gelombang Tinggi, Nelayan Cilacap Diminta Tak Melaut
    Gelombang Tinggi, Nelayan Cilacap Diminta Tak Melaut
    29/05/2020 - 13:04
  • Menyongsong New Normal, BBPP Batu Siapkan Lahan Diversifikasi Tanaman
    Menyongsong New Normal, BBPP Batu Siapkan Lahan Diversifikasi Tanaman
    29/05/2020 - 13:01

TIMES TV

Sehari, Kapolresta Malang Kota Resmikan Empat Kampung Tangguh

Sehari, Kapolresta Malang Kota Resmikan Empat Kampung Tangguh

20/05/2020 - 21:40

Kemenparekraf RI: Kampung Tangguh Siap Digaungkan di Nasional

Kemenparekraf RI: Kampung Tangguh Siap Digaungkan di Nasional
Gubernur Jatim Kunjungi Kampung Tangguh Narubuk Sukun Kota Malang

Gubernur Jatim Kunjungi Kampung Tangguh Narubuk Sukun Kota Malang
GM FKPPI Bantu Beras 2 Ton, Minyak dan Gula Untuk MBLC

GM FKPPI Bantu Beras 2 Ton, Minyak dan Gula Untuk MBLC
Alumni Sanmar-86 Malang Bantu 40 Paket Sembako Untuk MBLC

Alumni Sanmar-86 Malang Bantu 40 Paket Sembako Untuk MBLC

iGuides

  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20
  • Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    23/05/2019 - 15:05

KOPI TIMES

  • Mengurai Peran Akademisi dalam Pemerintahan Indonesia
    Mengurai Peran Akademisi dalam Pemerintahan Indonesia
    29/05/2020 - 11:57
  • Pemimpin yang Adil
    Pemimpin yang Adil
    29/05/2020 - 10:08
  • Perlunya Resolusi Baru untuk Sukseskan Penanggulangan Covid-19
    Perlunya Resolusi Baru untuk Sukseskan Penanggulangan Covid-19
    29/05/2020 - 09:02
  • 'Predator Kecil' dalam Desentralisasi Makin Subur
    'Predator Kecil' dalam Desentralisasi Makin Subur
    29/05/2020 - 06:30
  • Sepintas Mengapa Tanah Tercinta Papua Bergejolak
    Sepintas Mengapa Tanah Tercinta Papua Bergejolak
    29/05/2020 - 05:39
  • Jangan Gegabah Hadapi New Normal
    Jangan Gegabah Hadapi New Normal
    29/05/2020 - 04:31
  • New Normal dan Keberlanjutan Negara
    New Normal dan Keberlanjutan Negara
    29/05/2020 - 03:25
  • Kode Etik DPR RI dan Demokrasi 'Semu' Indonesia
    Kode Etik DPR RI dan Demokrasi 'Semu' Indonesia
    29/05/2020 - 02:12
  • Sekolah Bakal Dibuka Lagi saat New Normal, Emak-emak Resah
    Sekolah Bakal Dibuka Lagi saat New Normal, Emak-emak Resah
    29/05/2020 - 14:56
  • Viral Sopir Ojol Pasang Sekat Plastik Malah Diprotes, Publik: New Normal
    Viral Sopir Ojol Pasang Sekat Plastik Malah Diprotes, Publik: New Normal
    29/05/2020 - 14:55
  • Suami Hamil 8 Bulan, Model Transgerder Ini Nantikan Kelahiran Anak Pertama
    Suami Hamil 8 Bulan, Model Transgerder Ini Nantikan Kelahiran Anak Pertama
    29/05/2020 - 14:55
  • Duel Berujung Maut di Momen Lebaran, Polres Lebak Akan Gelar Rekonstruksi
    Duel Berujung Maut di Momen Lebaran, Polres Lebak Akan Gelar Rekonstruksi
    29/05/2020 - 14:53
  • Jangan Kaget, Begini Tampilan Keluarga Kardashian - Jenner Tanpa Makeup
    Jangan Kaget, Begini Tampilan Keluarga Kardashian - Jenner Tanpa Makeup
    29/05/2020 - 14:52
  • Selain Sembako, Ini Daftar Bansos Pemerintah Pusat saat Pandemi Corona
    Selain Sembako, Ini Daftar Bansos Pemerintah Pusat saat Pandemi Corona
    29/05/2020 - 00:30
  • Ajaib, Sejak 20 Tahun Lalu Pria Ini Ditafsir Tawaf Sendirian di Kabah
    Ajaib, Sejak 20 Tahun Lalu Pria Ini Ditafsir Tawaf Sendirian di Kabah
    29/05/2020 - 04:40
  • Fadli Zon Bingung Mal Buka tapi Masjid Tutup, Eh Dibully Lagi
    Fadli Zon Bingung Mal Buka tapi Masjid Tutup, Eh Dibully Lagi
    29/05/2020 - 01:34
  • Identitas 4 Oknum Pemicu Kerusuhan di Minneapolis, Memang Polisi Kotor
    Identitas 4 Oknum Pemicu Kerusuhan di Minneapolis, Memang Polisi Kotor
    29/05/2020 - 06:07
  • Iran Kerahkan Ratusan Kapal Perang, Armada Laut Amerika dalam Bahaya
    Iran Kerahkan Ratusan Kapal Perang, Armada Laut Amerika dalam Bahaya
    29/05/2020 - 07:00