Peristiwa

Keranda Legendaris TPU Muslim Wanasari Denpasar, Tetap Bertahan Hingga 90 Tahun

Sabtu, 04 Mei 2019 - 20:52 | 82.78k
Keranda Legendaris TPU Muslim Wanasari Denpasar, Tetap Bertahan Hingga 90 Tahun
Keranda jenazah legendaris berwarna hijau diletakan di ponjok barat gedung Yayasan Pemakaman Muslim Wanasari Maruti Tiga Belas, Jalan Maruti, Kampung Jawa, Desa Dauh Puri Kaja, Denpasar Utara. Sabtu (4/5/2019).(FOTO Khadafi/TIMES Indonesia).
Pewarta: Muhammad Khadafi | Editor: Wahyu Nurdiyanto

TIMESINDONESIA, BALI – Sebuah keranda jenazah berwarna hijau diletakan di pojok gedung sebelah barat Yayasan Pemakaman Muslim Wanasari Maruti Tiga Belas atau Tempat Pemakaman Umum (TPU) Islam Wanasari Maruti, Jalan Maruti, Kampung Jawa, Desa Dauh Puri Kaja, Denpasar Utara.

Sepintas keranda itu seperti pada umumnya yang digunakan untuk menggotong jenasah. Namun, di depan keranda yang terbuat dari kayu jati itu bertuliskan tahun 1929.

Keranda-jenazah-legendaris-b.jpg

Keranda tersebut adalah keranda pertama yang digunakan warga Dusun Wanasari, Desa Dauh Puri Kaja, Denpasar Utara atau lebih dikenal kampung Jawa.

"Dulunya tidak berwarna, tapi tahun 2005 kita cat dengan warna hijau. Keranda itu, awalnya dipakai oleh warga. Tapi sejak adanya keranda dari alumunium atau stenlis, keranda jati itu sudah tidak dipakai. Sekitar tahun 2005 sudah tidak digunakan," ucap H. Sumartono (60), Wakil Ketua Yayasan Pemakaman Muslim Wanasari Maruti Tiga Belas, Sabtu (4/5/2019) sore.

Sumartono juga menjelaskan, alasan lain keranda legendaris tersebut tidak bisa  digunakan selain ada keranda sumbangan dari bahan alumunium, juga saat digotong terasa berat.

Keranda-jenazah-legendaris-c.jpg

"Walaupun digotong 6 orang juga berat. Itu belum ada jenasahnya. Kalau beratnya ada sekitar 10 kilogram lebih. Tapi, hal itu jangan dikaitkan dengan mistis yah. Karena memang semua bahan keranda itu dari kayu jati dulu," ujarnya.

Karena terbuat dari kayu jati, keranda jati ini sudah puluhan tahun tidak ada bekas di makam rayap. Keranda tersebut, masih terlihat utuh tanpa ada bekas dimakan usia. Hanya saja, warna yang berbeda karena di cat hijau pada tahun 2005.

Sumartono menjelaskan, awal keranda tersebut ada dua. Namun, satu keranda yang sama dikirim ke kampung Kecicang Islam, Kecamatan Bebandem, Kabupaten Karangasem, Bali.

"Kerandanya juga tidak dimakan rayap sampai sekarang. Mungkin, karena kita cat. Dulunya ada dua, yang satunya dibawa ke Karangasem Kecincang Islam kampung Muslim juga disana dan sekarang sudah tidak dipakai karena ada yang baru lagi," ujarnya.

Sumartono menambahkan,awalnya keranda tersebut diletakkan di Masjid Baiturrahman yang juga di Dusun Wanasari. Namun, ketika Yayasan  Pemakaman Muslim Wanasari di renovasi dan memiliki tempat pemandian jenasah dan akhirnya  dipindahkan ke TPU. 

"Dulu pun tidak taruh disini. Kan biasa (Keranda) itu diantara masjid dan kuburan. Karena disana (Masjid) sudah tidak ada tempat dan di sini sudah direstorasi maka dipindah kesini," ujarnya.

Sumartono, tidak bisa menjelaskan  awal sejarah keranda legendaris tersebut. Karena, saksi sejarah atau para sesepuh sudah ada banyak yang meninggal dunia. Namum, hanya ada beberapa orang yang masih hidup tapi sudah sering lupa. 

Namun, kalau dari cerita sejarah Dusun Wanasari, konon tanah di Dusun Wanasari adalah tanah hibah dari Raja Pemecutan. Karena, umat muslim di Denpasar khususnya, turut membantu perjuangan kerajaan Pemecutan untuk mengusir penjajah kolonial di Kota Denpasar.

"Untuk para sesepuhnya sudah ada yang  meninggal. Kita juga baru berencana mau buat sejarah tertulis dari mana ini asal usulnya (Keranda). Kalau keranda ini antara tahun 1918 atau 1928. Iya itu yang belum kami tau sejarahnya. Ada rencana di museumkan. Kita tunggu habis lebaran saja karena gedung ini mau dibongkar semua. Tapi kita cari dulu sejarahnya yang  valid," ujarnya.

"Kemungkinan keranda jenazah itu warisan  dari Raja Pemecutan. Karena tanah ini dihibahkan dari Raja Pemecutan. Tapi, itu kemungkinan," ujar Sumartono.(*)


Bali keranda jenazah Tempat Pemakaman Umum Islam Wanasari Maruti
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok
Sumber : TIMES Bali
Reaksi Anda
KOMENTAR

EKORAN

TIMES TV

BPN Kota Malang Bertekad Wujudkan Kantor Bebas dari Korupsi

BPN Kota Malang Bertekad Wujudkan Kantor Bebas dari Korupsi

28/02/2020 - 20:41

Pasar Rakyat UMKM Herbangin Hadir di Kota Kediri

Pasar Rakyat UMKM Herbangin Hadir di Kota Kediri
Lagu Indonesia Raya Mengantar Keberangkatan WNI dari Natuna

Lagu Indonesia Raya Mengantar Keberangkatan WNI dari Natuna
Grup Musik Angklung Shalawatan Meriahkan CFD di Situbondo

Grup Musik Angklung Shalawatan Meriahkan CFD di Situbondo
Pilkada Kabupaten Malang 2020, Hasan Abadi Optimis dapat Rekom Partai

Pilkada Kabupaten Malang 2020, Hasan Abadi Optimis dapat Rekom Partai
Follow TIMES Indonesia di Google News

iGuides

  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20
  • Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    23/05/2019 - 15:05

KOPI TIMES

  • Eksistensi Perempuan: Negara Membatasi Ruang Gerak Perempuan?
    Eksistensi Perempuan: Negara Membatasi Ruang Gerak Perempuan?
    28/02/2020 - 22:31
  • Perlindungan Anak Sebagai Gerakan Sosial
    Perlindungan Anak Sebagai Gerakan Sosial
    28/02/2020 - 21:31
  • Siapakah yang Siap Memimpin Samarinda, Pembenahan atau Perebutan Proyek?
    Siapakah yang Siap Memimpin Samarinda, Pembenahan atau Perebutan Proyek?
    28/02/2020 - 20:33
  • Mahasiswa: Skill dan IPK, Mana yang Lebih Penting?
    Mahasiswa: Skill dan IPK, Mana yang Lebih Penting?
    28/02/2020 - 19:37
  • Bisakah Ijazah Madin Jadi Syarat Pendukung Masuk SMP/MTs?
    Bisakah Ijazah Madin Jadi Syarat Pendukung Masuk SMP/MTs?
    28/02/2020 - 18:33
  • Sosialisasi Ideologi
    Sosialisasi Ideologi
    28/02/2020 - 17:37
  • Polemik Omnibus Law Versus Perlindungan Hukum Tenaga Kerja Indonesia dan Malaysia
    Polemik Omnibus Law Versus Perlindungan Hukum Tenaga Kerja Indonesia dan Malaysia
    28/02/2020 - 16:30
  • Dilematis Persoalan Banjir Jakarta
    Dilematis Persoalan Banjir Jakarta
    27/02/2020 - 22:39
  • Sekda DKI Minta Warga Nikmati Banjir, Pendiri PAN Beri Sindiran Telak
    Sekda DKI Minta Warga Nikmati Banjir, Pendiri PAN Beri Sindiran Telak
    29/02/2020 - 08:06
  • Permintaan Tak Lagi Tinggi, Yamaha Bicara Nasib Motor Bebek
    Permintaan Tak Lagi Tinggi, Yamaha Bicara Nasib Motor Bebek
    29/02/2020 - 08:00
  • Wilder Salahkan Kostum Usai Kalah TKO dari Fury, Promotor: Statement Bodoh
    Wilder Salahkan Kostum Usai Kalah TKO dari Fury, Promotor: Statement Bodoh
    29/02/2020 - 07:42
  • Kris Jenner Beri Bocoran Akan Ada Bayi lagi di Keluarga Kardashian
    Kris Jenner Beri Bocoran Akan Ada Bayi lagi di Keluarga Kardashian
    29/02/2020 - 07:30
  • Tampil Live Perdana Setelah Berkabung, BCL Minta Maaf
    Tampil Live Perdana Setelah Berkabung, BCL Minta Maaf
    29/02/2020 - 07:22
  • Kerusuhan Berdarah India, Orang Ini Ternyata Biang Keroknya
    Kerusuhan Berdarah India, Orang Ini Ternyata Biang Keroknya
    29/02/2020 - 04:39
  • Kemarahan Besar Erdogan Melihat Pembantaian Umat Muslim di India
    Kemarahan Besar Erdogan Melihat Pembantaian Umat Muslim di India
    29/02/2020 - 01:33
  • Umat Islam Dibantai di India, Zakir Naik Serukan Ulama Dunia Jihad
    Umat Islam Dibantai di India, Zakir Naik Serukan Ulama Dunia Jihad
    29/02/2020 - 04:50
  • Dunia Bergolak, Amerika Dituding Hancurkan Kota Suci Qom Pakai Corona
    Dunia Bergolak, Amerika Dituding Hancurkan Kota Suci Qom Pakai Corona
    29/02/2020 - 05:10
  • Hebatnya Indonesia Masih 'Kebal' Virus Corona, Benar karena Matahari?
    Hebatnya Indonesia Masih 'Kebal' Virus Corona, Benar karena Matahari?
    29/02/2020 - 03:41