Gaya Hidup

Lima Tips Penting Mengatasi Anak Cengeng, Apa Saja?

Selasa, 23 April 2019 - 03:47 | 73.02k
Lima Tips Penting Mengatasi Anak Cengeng, Apa Saja?
Anak cengeng. (Market Watch)
Editor: Deasy Mayasari

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Cengeng atau mudah menangis sebenarnya hal yang wajar terjadi pada anak-anak. Namun, memiliki anak yang cengeng bisa membuat orangtua kesal. Agar tak semakin menambah emosi, Anda harus mencari solusinya. Bagaimana mengatasi anak cengeng?

Seperti dilansir dari Klik Dokter, berikut cara yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi anak yang mudah menangis.

1. Bantu perkembangan kecerdasan emosional anak

Sudah sepatutnya orangtua bisa dengan baik mengenali sikap anaknya. Di sini Anda diharapkan untuk mengetahui dan mengembangkan kecerdasan emosional anak sebaik mungkin. Kecerdasan emosional adalah kemampuan untuk mengenali dan mengelola perasaannya sendiri serta perasaan orang lain.

Anak dengan kecerdasan emosional biasanya tahu hal-hal apa saja yang disukainya dan yang tidak disukai. Maka kalau ada sesuatu yang membuatnya resah, ia bisa mengomunikasikan perasaan tersebut dengan baik pada orangtuanya, bukannya lewat tangisan.

2. Jangan terbawa emosi

Terkadang para orangtua akan marah, emosi, dan kesal melihat anak terus-menerus menangis. Hal ini harus dihindari, karena reaksi orangtua ini akan disalahartikan oleh anak. Anak bisa saja mengira ini sebuah ancaman dan tanda bahwa orangtuanya tidak menyayangi anak.

Anda perlu menenangkan diri Anda secepat mungkin, lalu berpikir cepat untuk menenangkan anak yang cengeng. Setelahnya, sejajarkan posisi mata anak dengan mata Anda, pegang tubuhnya dengan tegas tapi tidak kasar. Bila anak Anda menangis, tanyakan dengan lembut, apa yang membuat ia menangis dan apa keinginannya.

Ini membutuhkan waktu lama untuk membuat anak menjawab dan tidak menangis lagi. Lakukan perlahan hingga anak berhenti menangis dan mau menjawab. Dibutuhkan kesabaran bagi para orangtua untuk melakukan langkah ini.

3. Tidak perlu bereaksi berlebihan

Ketika anak menangis sampai meraung-raung, orangtua mungkin jadi panik dan langsung bereaksi secara berlebihan. Misalnya dengan bilang, “Aduh, kamu kenapa? Siapa yang nakalin kamu? Ada yang usil, ya?” atau langsung membelikan anak barang yang ia inginkan.

Selain tidak akan membuat tangisan anak berhenti, anak justru melihat bahwa menangis adalah senjata yang ampuh untuk menarik perhatian orangtua dan mendapatkan apa yang ia mau.

Cobalah bersikap netral ketika anak sedang bersikap cengeng. Dengan begitu, anak akan belajar bahwa cara untuk mendapatkan perhatian orangtua dan apa yang ia mau adalah dengan bicara baik-baik dan jelas, bukan lewat menangis.

4. Coba mulai tingkatkan sosialisasi anak

Cengeng belum tentu selalu disebabkan karena anak manja. Ketika anak cengeng, bisa saja disebabkan karena kepercayaan dirinya saat bergaul atau bermain bersama temannya kurang. Tak ayal, mereka akan mencoba menangis atau merengek sebagai tanda “minta tolong” pada Anda, atas masalah yang sedang dihadapinya ini.

Untuk mengatasinya, coba Anda temani saat ia bermain bersama temannya. Tidak perlu sepanjang hari, cukup di saat-saat awal ia bermain, perkenalkan dengan teman-temannya, dan saat ia mulai mencari Anda karena rasa tidak percaya diri yang tiba-tiba muncul saat sedang main.

5. Ajari anak untuk meluapkan emosinya dengan sehat

Tidak semua penyebab anak cengeng disebabkan karena karakter anak yang sensitif dan pemalu. Ini hanya masalah bagaimana Anda mengajak dan mengajari anak untuk lebih terbuka dengan dunia luar.

Untuk mengatasi anak cengeng, Anda bisa mengajarkan anak untuk meluapkan emosi dengan melakukan aktivitas kesenian seperti menggambar dan menyanyi atau melakukan olahraga yang ia suka. (*)



Publisher : Rizal Dani
KOMENTAR

EKORAN

Kawal Informasi Seputar COVID-19 Secara Tepat dan Akurat

Ini merupakan sumber informasi inisiatif sukarela warganet Indonesia pro-data, terdiri dari praktisi kesehatan, akademisi, profesional & pemerintah.

Jumlah Kasus di Indonesia Saat Ini

22,750

+479 Positif

5,642

+240 Sembuh

1,391

+19 Meninggal
Statistik Kasus COVID-19 di Indonesia
Last update: Senin, 25 Mei 2020 - 16:50 Sumber: Kementerian Kesehatan & JHU - kawalcorona.com

TIMES TV

Sehari, Kapolresta Malang Kota Resmikan Empat Kampung Tangguh

Sehari, Kapolresta Malang Kota Resmikan Empat Kampung Tangguh

20/05/2020 - 21:40

Kemenparekraf RI: Kampung Tangguh Siap Digaungkan di Nasional

Kemenparekraf RI: Kampung Tangguh Siap Digaungkan di Nasional
Gubernur Jatim Kunjungi Kampung Tangguh Narubuk Sukun Kota Malang

Gubernur Jatim Kunjungi Kampung Tangguh Narubuk Sukun Kota Malang
GM FKPPI Bantu Beras 2 Ton, Minyak dan Gula Untuk MBLC

GM FKPPI Bantu Beras 2 Ton, Minyak dan Gula Untuk MBLC
Alumni Sanmar-86 Malang Bantu 40 Paket Sembako Untuk MBLC

Alumni Sanmar-86 Malang Bantu 40 Paket Sembako Untuk MBLC

iGuides

  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20
  • Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    23/05/2019 - 15:05

KOPI TIMES

  • Transisi Normal Baru dalam Pendidikan
    Transisi Normal Baru dalam Pendidikan
    25/05/2020 - 08:52
  • New Iedul Fitri di Tengah Pandemi
    New Iedul Fitri di Tengah Pandemi
    25/05/2020 - 07:01
  • Zakat Bukti Keshalehan Personal dan Sosial
    Zakat Bukti Keshalehan Personal dan Sosial
    24/05/2020 - 22:53
  • Hilangkan Dendam dan Terima Maafnya
    Hilangkan Dendam dan Terima Maafnya
    24/05/2020 - 15:02
  • Disrupsi Ibadah: e-Salaman, lalu e-Sungkeman
    Disrupsi Ibadah: e-Salaman, lalu e-Sungkeman
    23/05/2020 - 12:14
  • Melampaui Pandemi, Membuka Gelombang Kreatifitas Belajar
    Melampaui Pandemi, Membuka Gelombang Kreatifitas Belajar
    23/05/2020 - 10:23
  • Masjid Tak Serendah Pasar
    Masjid Tak Serendah Pasar
    23/05/2020 - 10:10
  • Saatnya Saling Memaafkan
    Saatnya Saling Memaafkan
    23/05/2020 - 09:08
  • Taman Hiburan Seru dengan Konsep Unik, Cocok Jadi Bucket List!
    Taman Hiburan Seru dengan Konsep Unik, Cocok Jadi Bucket List!
    25/05/2020 - 18:46
  • Blak-blakan, Pangeran William Ungkap Masih Trauma Atas Kematian Putri Diana
    Blak-blakan, Pangeran William Ungkap Masih Trauma Atas Kematian Putri Diana
    25/05/2020 - 18:45
  • Kasus Corona DKI di H+2 Lebaran: 2.044 Pasien di RS, 2.430 Isolasi Mandiri
    Kasus Corona DKI di H+2 Lebaran: 2.044 Pasien di RS, 2.430 Isolasi Mandiri
    25/05/2020 - 18:42
  • Adik Positif Corona, Bagaimana Nasib Via Vallen dan Orangtuanya?
    Adik Positif Corona, Bagaimana Nasib Via Vallen dan Orangtuanya?
    25/05/2020 - 18:38
  • Selasa Besok, Pelanggar PSBB Palembang Akan Kena Hukuman
    Selasa Besok, Pelanggar PSBB Palembang Akan Kena Hukuman
    25/05/2020 - 18:35
  • Gawat, India dan Cina Sebentar Lagi Perang
    Gawat, India dan Cina Sebentar Lagi Perang
    25/05/2020 - 08:58
  • Tiga Negara yang Baru Rayakan Idul Fitri Senin Hari Ini
    Tiga Negara yang Baru Rayakan Idul Fitri Senin Hari Ini
    25/05/2020 - 04:56
  • Hadapi AS, Iran Siap Luncurkan Jet Tempur Baru
    Hadapi AS, Iran Siap Luncurkan Jet Tempur Baru
    25/05/2020 - 07:20
  • Bosan dengan Messi, Miss Bumbum Goda Beckham dengan Pose Sensual
    Bosan dengan Messi, Miss Bumbum Goda Beckham dengan Pose Sensual
    25/05/2020 - 00:04
  • Dikabarkan Dipukuli di Nusakambangan, Ini Pengakuan Habib Bahar
    Dikabarkan Dipukuli di Nusakambangan, Ini Pengakuan Habib Bahar
    25/05/2020 - 15:17