Kopi TIMES

Kolom Denny JA: 2019 Itu People Power melalui Quick Count Power

Minggu, 21 April 2019 - 10:36 | 178.43k
Kolom Denny JA: 2019 Itu People Power melalui Quick Count Power
Denny Januar Ali. (Grafis: TIMES Indonesia)
Editor: Khodijah Siti

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Letupan people power sempat memanas setelah Amien Rais melontarkannya beberapa hari sebelum Pilpres 2019. Dalam Kolom Denny JA kali ini, sang Begawan Riset Publik Indonesia ini mengiyakan ada 'people power' ada Pilpres. Tapi bentuknya Quick Count Power. Kenapa begitu? Simak ulasannya.

***

Tak ada yang lebih kuat dibandingkan kekuatan rakyat banyak (people power). Dalam masyarakat otoriter, people power berkuasa menumbangkan rezim yang dianggap paling kuat sekalipun. Dalam masyarakat demokratis, people power sangat berkuasa mengganti atau mempertahankan kekuasaan siapapun melalui pemilu.

Dan datanglah fenomena baru. Di era pemilu demokratis di Indonesia, sejak pemilu langsung 2004, people power itu terbaca melalui Quick Count power.

Apa itu quick count power? Itu cermin paling cepat dan paling akurat membaca people power di era pemilu. Melalui Quick Count Power, seketika kita mengetahui siapa yang dikehendaki people power untuk memegang kendali pemerintahan.

Kekuatan Quick Count power itu, suka ataupun tidak, datang melalui aneka lembaga survei yang kredibel.

***

Ada lima alasan di era pemilu, mengapa akhirnya justru people power itu mengejawantah dan menjelma salah satunya melalui Quick Count Power.

Pertama, memang ada kebutuhan rakyat banyak untuk tahu lebih cepat kemana arah people power dalam pemilu presiden.  Jika hari ini mereka memberikan suara dalam pemilu, dan jika teknologi memungkinkan, hari ini juga mereka perlu tahu siapa yang terpilih.

KPU sebagai lembaga resmi tak bisa memberikan kebutuhan itu. Perhitungan manual, besarnya populasi pemilih, dan tersebarnya teritori Indonesia, membuat KPU membutuhkan sekitar 35 hari untuk hitung suara.

Ada ruang kosong menganga. Bagaimana memenuhi kebutuhan tahu rakyat banyak, soal  arah people power dalam pemilu? Yang jika bisa, hasilnya diketahui di hari itu juga! Kebutuhan rakyat banyak itu begitu kuat memanggil-manggil. Quick Count pun datang memenuhi panggilan itu.

Kedua, ilmu pengetahuan sudah sampai di sana. People power dalam pemilu yang kita kenal sekarang pertama kali terjadi dalam sejarah di tahun 1789. Itulah momen ketika untuk pertama kalinya Amerika Serikat memilih presiden. Terpilih saat itu George Washington.

Tapi baru di tahun 1824, dan 35 tahun kemudian, eksperimen survei opini publik dilakukan. Harrisburgh Pensylvanian dikenang sebagai lembaga survei pertama yang bereksperimen dengan opini publik. Di tahun itu, Harrisburgh mencoba merekam opini siapa yang layak menjadi presiden AS: Andrew Jackson atau John Quincy Adams.

Generasi demi generasi menyempurnakan metode survei opini publik. Banyak kesalahan dilakukan. Tahun 1945, 121 tahun kemudian, Gallup Poll memulai metodelogi survei opini publik yang menjadi dasar riset opini publik masa kini.

Secara bertahap survei terus tumbuh dan bervariasi. Aneka bentuk lain dengan prinsip yang sama lahir seperti exit poll dan quick count.

Di Indonesia, pemilu partai era reformasi pun datang di tahun 1999. Kemudian diikuti pemilu presiden langsung yang pertama di tahun 2004. Ini momen yang menjadi ibu kandung bagi lahirnya Quick Count di Indonesia.

LSI Denny JA, beserta lembaga survei lain, selalu menampilkan Quick Count dalam hajatan besar pemilu presiden dan aneka pilkada penting. 

Akurasi Quick Count LSI Denny JA tercatat tak pernah salah dalam menyatakan pemenang pemilu dan pilkada. Sudah lebih 200 kali Quick Count LSI Denny JA dibuat. Sebanyak itu pula akurasinya terbukti lagi dan lagi.

Karena sudah terbukti akurasinya, Quick Count Power semakin mendapatkan legitimasi sebagai cermin dari People Power dalam pemilu.

***

Ketiga, akurasi Quick Count power sebagai cermin people power dalam pemilu praktis sudah diterima oleh umumnya elit politik. Jika ada yang tak menerima, itu lebih bentuk manuver karena mereka sedang dirugikan oleh hasil quick count saat itu.

Ketik saja di Google search. Kelompok Prabowo kini memang seolah menunjukkan ketidakpercayaannya pada Quick Count Pilpres 2019. Tapi ketika kelompok ini memenangkan Pilkada DKI tahun 2017, juga hasil dari Quick Count yang sama, dari lembaga yang sama, di hari pencoblosan itu juga mereka merayakan kemenangan. 

Tempat mereka merayakan kemenangan di rumah Kertanegara, kebayoran Jakarta. Itu tempat yang sama yang kini digunakan untuk melawan hasil Quick Count Pemilu Presiden 2019.

Atau lihat saja Google search soal respon partai pendukung Prabowo di 2019. PAN bersyukur dengan hasil pemilu partai 2019. PKS juga menyambut gembira hasil pemilu partai 2019. Namun mereka memilih tak berkomentar soal Quick Count pemilu presiden 2019.

Quick count partai dan Quick Count presiden itu sama saja. Metodologinya sama. Bahkan dikerjakan oleh lembaga survei yang sama. Juga dilaksanakan di momen yang sama.

Semua elit penting pada dasarnya percaya pada Quick Count. Ini pula yang menambah kekuatan Quick Count Power.

Keempat, Quick Count power untuk mencerminkan people power dalam pemilu dilindungi undang undang. Wakil rakyat sendiri di DPR dan pemerintah eksekutif yang melahirkan UU no 7 tahun 2017 soal pemilu. Di dalamnya sudah mengatur hak partisipasi masyarakat dalam pemilu, melalui Quick Count.

Mahkamah Konstitusi memiliki kekuasan untuk menafsir konstitusi. lembaga in pun melegalkan hak masyarakat mengumumkan Quick Count setelah jam 15.00 WIB sejak hari pencoblosan 17 April 2019. 

Tak ada individu atau lembaga yang boleh merasa menjadi superman atau batman atau kapten marvel, yang merasa kuasa bertindak melanggar undang- undang. Tak boleh ada yang melarang pengumuman Quick Count untuk terus menerus ditayangkan.

Jika ia gerah dengan pengumukan Quick Count karena kepentingan politiknya dirugikan, itu urusan pribadinya atau kelompoknya. Ruang publik tidak diatur oleh turun naik emosinya, tapi oleh undang undang.

***

Kelima, ini yang paling mendasar, Indonesia sudah memilih menjadi negara demokrasi. Kebebasan opini dan kebebasan akademis itu roh yang menggerakkan demokrasi. 

Dalam demokrasi, people power berpindah dari konflik kekerasan di jalan jalan menjadi pilihan di kotak suara dalam pemilu. Gerakan people power yang paling nyata ada dalam kotak suara itu.

Peradaban sudah sampai di sana. People power dalam pemilu pun muncul terbaca paling cepat dan akurat melalui Quick Count Power.

Amien Rais menyatakan, ia akan menggerakkan people power jika pemilu curang. Amien Rais lupa, people power sudah bergerak di hari pencoblosan. People power sudah bergerak dan terbaca melalui Quick Count Power.

Dan people power dalam pemilu yang terbaca  melalui Quick Count Power itu terus saja menggema. Tak peduli walau hasilnya tak disukai oleh Amien Rais dan kelompoknya. Jika people power sudah bicara di kotak suara, siapa pula yang sanggup melawan?

Maka, di Kolom Denny JA ini, sang Begawan Riset Publik Indonesia ini berpesan: "Berdamailah dengan Quick Count Power, karena ia membawa pesan people power dalam pemilu." (*)



Publisher : Sholihin Nur
KOMENTAR

EKORAN

TERBARU

  • BBTKLPP Surabaya Prediksi Puncak Pandemi, 9400 Kasus di Akhir Juni 2020
    BBTKLPP Surabaya Prediksi Puncak Pandemi, 9400 Kasus di Akhir Juni 2020
    02/06/2020 - 11:00
  • Menag RI: Pemerintah Indonesia Tidak Berangkatkan Jamaah Haji 2020
    Menag RI: Pemerintah Indonesia Tidak Berangkatkan Jamaah Haji 2020
    02/06/2020 - 10:38
  • Wakapolres Purbalingga Meninggal Karena Kecelakaan Tunggal
    Wakapolres Purbalingga Meninggal Karena Kecelakaan Tunggal
    02/06/2020 - 09:48
  • Manfaat Sneaker yang Serbaguna
    Manfaat Sneaker yang Serbaguna
    02/06/2020 - 09:25
  • Miedes Pelangi Pundong Bantul Sehat dan Kaya Serat
    Miedes Pelangi Pundong Bantul Sehat dan Kaya Serat
    02/06/2020 - 09:02
  • Ansor dan PSHW Bantu Warga Korban Kebakaran di Ponorogo
    Ansor dan PSHW Bantu Warga Korban Kebakaran di Ponorogo
    02/06/2020 - 08:41
  • Di Magetan, 55 Pasien Positif Covid-19 Dinyatakan Sembuh
    Di Magetan, 55 Pasien Positif Covid-19 Dinyatakan Sembuh
    02/06/2020 - 08:35
  • Razia Masker di Pasar Hewan Purbalingga, 10 Orang Terjaring
    Razia Masker di Pasar Hewan Purbalingga, 10 Orang Terjaring
    02/06/2020 - 08:22
  • Get an Interesting Package of Grand Laguna Hotel & Villla Solo During New Normal
    Get an Interesting Package of Grand Laguna Hotel & Villla Solo During New Normal
    02/06/2020 - 08:15
  • Early Bird Package to Welcome New Normal by Parangraja Hotel Solo
    Early Bird Package to Welcome New Normal by Parangraja Hotel Solo
    02/06/2020 - 07:23

TIMES TV

Sehari, Kapolresta Malang Kota Resmikan Empat Kampung Tangguh

Sehari, Kapolresta Malang Kota Resmikan Empat Kampung Tangguh

20/05/2020 - 21:40

Kemenparekraf RI: Kampung Tangguh Siap Digaungkan di Nasional

Kemenparekraf RI: Kampung Tangguh Siap Digaungkan di Nasional
Gubernur Jatim Kunjungi Kampung Tangguh Narubuk Sukun Kota Malang

Gubernur Jatim Kunjungi Kampung Tangguh Narubuk Sukun Kota Malang
GM FKPPI Bantu Beras 2 Ton, Minyak dan Gula Untuk MBLC

GM FKPPI Bantu Beras 2 Ton, Minyak dan Gula Untuk MBLC
Alumni Sanmar-86 Malang Bantu 40 Paket Sembako Untuk MBLC

Alumni Sanmar-86 Malang Bantu 40 Paket Sembako Untuk MBLC

iGuides

  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20
  • Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    23/05/2019 - 15:05

KOPI TIMES

  • Kesadaran Adalah Kunci Utama Berakhirnya Virus COVID-19
    Kesadaran Adalah Kunci Utama Berakhirnya Virus COVID-19
    02/06/2020 - 05:35
  • Memelihara Nilai Luhur Pancasila
    Memelihara Nilai Luhur Pancasila
    02/06/2020 - 03:16
  • Diberlakukannya New Normal, Menggugah Para Pemangku Pesantren
    Diberlakukannya New Normal, Menggugah Para Pemangku Pesantren
    02/06/2020 - 01:22
  • Refleksi Hari Lahir Pancasila: Memahami Pancasila Secara Holistik
    Refleksi Hari Lahir Pancasila: Memahami Pancasila Secara Holistik
    02/06/2020 - 00:19
  • Pancasila dalam Perspektif Islam
    Pancasila dalam Perspektif Islam
    01/06/2020 - 22:48
  • Penganggaran Berbasis Pancasila, Jembatan Menuju Kesejahteraan Rakyat
    Penganggaran Berbasis Pancasila, Jembatan Menuju Kesejahteraan Rakyat
    01/06/2020 - 19:21
  • Covid-19 dan Distorsi Pemberitaan Media
    Covid-19 dan Distorsi Pemberitaan Media
    01/06/2020 - 18:15
  • Covid-19 dan Catatan Kecil Industri Film Nasional
    Covid-19 dan Catatan Kecil Industri Film Nasional
    01/06/2020 - 17:34
  • Ditangkap Polisi, Berapa Kali Dwi Sasono Beli Ganja?
    Ditangkap Polisi, Berapa Kali Dwi Sasono Beli Ganja?
    02/06/2020 - 11:07
  • Mensos : Penyaluran Bansos di Indonesia Telah Capai 100 Persen
    Mensos : Penyaluran Bansos di Indonesia Telah Capai 100 Persen
    02/06/2020 - 11:05
  • Dobrak Paksa Pintu, Begini Detik-detik KPK Tangkap Nurhadi dan Menantunya
    Dobrak Paksa Pintu, Begini Detik-detik KPK Tangkap Nurhadi dan Menantunya
    02/06/2020 - 11:05
  • Kerusuhan Minneapolis Meluas, Bagaimana Nasib WNI di Ameriksa Serikat?
    Kerusuhan Minneapolis Meluas, Bagaimana Nasib WNI di Ameriksa Serikat?
    02/06/2020 - 11:04
  • Ebola Muncul Lagi di Kongo, Uni Eropa Siapkan Vaksin Baru
    Ebola Muncul Lagi di Kongo, Uni Eropa Siapkan Vaksin Baru
    02/06/2020 - 11:01
  • Pemakzulan Presiden, Fadli Zon: Yang Ketakukan Pasti Anti Demokrasi
    Pemakzulan Presiden, Fadli Zon: Yang Ketakukan Pasti Anti Demokrasi
    02/06/2020 - 06:02
  • Mengerikan, Kebrutalan Polisi AS Tewaskan 7 Ribu Lebih Sipil
    Mengerikan, Kebrutalan Polisi AS Tewaskan 7 Ribu Lebih Sipil
    02/06/2020 - 05:39
  • KPK Tangkap Nurhadi dan Menantunya
    KPK Tangkap Nurhadi dan Menantunya
    02/06/2020 - 00:59
  • Dianggap Hina Din Syamsuddin, Ade Armando Trending
    Dianggap Hina Din Syamsuddin, Ade Armando Trending
    02/06/2020 - 06:10
  • Viral Foto Pria Bertato Peta Indonesia Ikut Rusuh di Demo George Floyd
    Viral Foto Pria Bertato Peta Indonesia Ikut Rusuh di Demo George Floyd
    02/06/2020 - 00:14