Peristiwa - Daerah

Aplikasi Jurdil2019.org Diblokir, Ada Apa?

Minggu, 21 April 2019 - 07:24 | 378.87k
Aplikasi Jurdil2019.org Diblokir, Ada Apa?
Ketua Tim Jurdil2019 Kelana Budi Mulia (paling kanan) dalam diskusi yang disiarkan Bravos Radio (FOTO: Yayat R Cipasang/TIMES Indonesia)
Pewarta: Yayat R Cipasang | Editor: Wahyu Nurdiyanto

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) RI memblokir aplikasi www.jurdil2019.org. Aplikasi ini memungkinkan masyarakat dan relawan untuk mengirimkan dokumen C1 sehingga penghitungan mereka bukan lagi hitung cepat (quick count) tetapi real count (sensus)

"Kami aktivis Alumni ITB Angkatan 1973 bersama profesional IT dan Forum API, atas nama Jurdil2019 menginformasikan bahwa situs kami www.jurdil2019.org telah diblokir secara sepihak tanpa pemberitahuan dan klarifikasi kepada kami," kata Ketua Tim Jurdil2019 Kelana Budi Mulia di Jakarta, Minggu (21/4/2019).

Dalam diskusi sebelumnya yang dipancarkan Bravos Radio, Sabtu (20/4/2019), Kelana Budi mengatakan pihaknya memang melakukan real count bukan quick count. 

"Saya menyebutnya sebagai real count sebab data kami ini masuk terus dari 34 provinsi. Jadi real sumbernya dan real juga waktunya," kata Kelana Budi.

Menurut Kelana Budi, hingga pukul 14.45 WIB tanggal 20 April 2019 dari 4.353 TPS yang mewakili 34 provinsi perolehan suara untuk Paslon 01 tercatat 37,9 persen dan Paslon O2 tercatat 60,2 persen.

Kelana Budi termasuk yang tidak setuju dengan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) RI yang mengimbau televisi siaran untuk menghentikan penayangan hitung cepat. Penayangan quick count sebenarnya tidak masalah bila lembaga tersebut bertanggung jawab atas hasilnya.

"Menurut pandangan kami mestinya itu tidak masalah. Artinya silakan disampaikan asal masing-masing siap mempertanggungjawabkan atas dasar fakta dan data yang disampaikannya," ujar Kelana Budi.

Menurut Kelana Budi sampai tanggal 22 Mei 2019 ketika KPU RI mengumumkan secara resmi hasil penghitungan suara, masih kemungkinan berbagai hal terjadi.

"Bisa dibayangkan kalau seandainya masyarakat tidak memiliki gambaran perkembangan seperti apa," ujarnya.

Dalam pandangan Kelana Budi, tidak bisa dibiarkan KPU RI sendirian menghitung suara. Menurutnya tetap harus ada yang mengawal dengan memberikan data pembanding atau mengoreksi data yang disampaikan KPU RI.

"Sekarang ini banyak sekali di media sosial tampilan-tampilan dan informasi yang menunjukkan data-data yang katakanlah 'aneh' yang keluar dari KPU RI. Di mana ada C1-nya, ada tabulasinya, tetapi menimbulkan tanda tanya," ujarnya.

Tapi sepertinya banyak yang terganggu dengan aktivitas Jurdil2019.org ini. Buktinya Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) pun mengambil sikap kepada  PT Prawedanet Aliansi Teknologi perusahaan yang menaungi Jurdil2019.org. Dengan alasan perusahaan itu tercatat di Bawaslu sebagai pemantau Pemilu 2019 bukan sebagai lembaga penghitung suara.

"Jurdil2019 adalah pengembangan dari pemantau PT Prawedanet Aliansi Teknologi. Akhirnya kita cabut akreditasinya hari ini sebagai pemantau karena tidak sesuai dengan prinsip pemantauan. Bawaslu menilai PT Prawedanet Aliansi Teknologi telah melanggar larangan bagi pemantau pemilu," kata anggota Bawaslu Mochammad Afifuddin seperti disitat dari Media Indoensia, Jakarta, Sabtu (20/4/2019).

Menurut Afifuddin, Prawedanet Aliansi Teknologi awalnya mengajukan permohonan untuk menjadi pemantau pemilu dengan membuat aplikasi pelaporan dari masyarakat terhadap adanya dugaan pelanggaran pemilu. Namun dalam kenyataannya mereka melakukan quick count dan memublikasikan hasil quick count melalui Bravos Radio dan laman Jurdil2019.org. (*)


Jurdil2019.org Pilpres 2019 quick count real count
Publisher : Sholihin Nur
Sumber : TIMES Jakarta
Reaksi Anda
KOMENTAR

EKORAN

TIMES TV

Lagu Indonesia Raya Mengantar Keberangkatan WNI dari Natuna

Lagu Indonesia Raya Mengantar Keberangkatan WNI dari Natuna

15/02/2020 - 17:38

Grup Musik Angklung Shalawatan Meriahkan CFD di Situbondo

Grup Musik Angklung Shalawatan Meriahkan CFD di Situbondo
Pilkada Kabupaten Malang 2020, Hasan Abadi Optimis dapat Rekom Partai

Pilkada Kabupaten Malang 2020, Hasan Abadi Optimis dapat Rekom Partai
Bacalon Bupati Malang Merebut Rekom Partai

Bacalon Bupati Malang Merebut Rekom Partai
Panglima TNI Dampingi Presiden RI Pantau Banjir dari Udara

Panglima TNI Dampingi Presiden RI Pantau Banjir dari Udara
Follow TIMES Indonesia di Google News

iGuides

  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20
  • Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    23/05/2019 - 15:05

KOPI TIMES

  • Sekuler Buat Bullying Semakin Kreatif
    Sekuler Buat Bullying Semakin Kreatif
    22/02/2020 - 00:20
  • Mencermati Jalur Afirmasi
    Mencermati Jalur Afirmasi
    21/02/2020 - 23:34
  • Indonesia Pasca Ujian Nasional (UN) Ada Di Ujung Jari
    Indonesia Pasca Ujian Nasional (UN) Ada Di Ujung Jari
    21/02/2020 - 22:15
  • RUU Ketahanan Keluarga di Persimpangan Jalan
    RUU Ketahanan Keluarga di Persimpangan Jalan
    21/02/2020 - 21:25
  • Mendudukkan Perkara Soal Dinasti
    Mendudukkan Perkara Soal Dinasti
    21/02/2020 - 21:06
  • Bandara Kediri dan Bisnis Transportasi Udara
    Bandara Kediri dan Bisnis Transportasi Udara
    21/02/2020 - 20:31
  • Sanusi Hijrah, PKB Harus Siap Melawan Sang Mantan
    Sanusi Hijrah, PKB Harus Siap Melawan Sang Mantan
    21/02/2020 - 16:17
  • Hukum Yang Memprevensi Darah Tumpah
    Hukum Yang Memprevensi Darah Tumpah
    21/02/2020 - 16:00
  • Ditemukan Cadangan Emas di NTB, 600 Pekerja Dikerahkan
    Ditemukan Cadangan Emas di NTB, 600 Pekerja Dikerahkan
    22/02/2020 - 06:16
  • Toto Tewel Masih Simpan 2 Lagu Ciptaan Almarhum Naniel Yakin
    Toto Tewel Masih Simpan 2 Lagu Ciptaan Almarhum Naniel Yakin
    22/02/2020 - 06:10
  • Adhi Karya Minta Diguyur Modal Rp 3 Triliun dari Pemerintah
    Adhi Karya Minta Diguyur Modal Rp 3 Triliun dari Pemerintah
    22/02/2020 - 06:07
  • Aset Tembus Rp 4,39 Triliun, Indosurya Finance Sabet Penghargaan ICCAV2020
    Aset Tembus Rp 4,39 Triliun, Indosurya Finance Sabet Penghargaan ICCAV2020
    22/02/2020 - 06:03
  • Dini Hari, BPBD Jakarta Keluarkan Peringatan Hujan Disertai Angin Kencang
    Dini Hari, BPBD Jakarta Keluarkan Peringatan Hujan Disertai Angin Kencang
    22/02/2020 - 05:23
  • Amuk Ganda Taiwan, Greysia/Ani Lolos ke Semifinal Spain Masters 2020
    Amuk Ganda Taiwan, Greysia/Ani Lolos ke Semifinal Spain Masters 2020
    22/02/2020 - 02:36
  • Tempat Paling Efektif Sebar Virus Corona COVID-19, Nomor 3 Bikin Kaget
    Tempat Paling Efektif Sebar Virus Corona COVID-19, Nomor 3 Bikin Kaget
    22/02/2020 - 03:27
  • Aksi Pamer Skill Pemain Anyar Barcelona Berujung Celaan
    Aksi Pamer Skill Pemain Anyar Barcelona Berujung Celaan
    22/02/2020 - 02:08
  • Alasan Lionel Messi Membalas Komentar Direktur Olahraga Barcelona
    Alasan Lionel Messi Membalas Komentar Direktur Olahraga Barcelona
    22/02/2020 - 00:10
  • Lumat Thailand, Maharatu Bulutangkis Dunia ke Semifinal Spain Masters
    Lumat Thailand, Maharatu Bulutangkis Dunia ke Semifinal Spain Masters
    22/02/2020 - 01:42