Peristiwa - Daerah

Dok! Majelis Hakim Vonis Kristin 1 Tahun Penjara, Kuasa Hukum: Kami Banding

Senin, 01 April 2019 - 20:14 | 22.25k
Dok! Majelis Hakim Vonis Kristin 1 Tahun Penjara, Kuasa Hukum: Kami Banding
Sidang putusan Kristin di PN Jember, Senin (1/4/2019). (FOTO: Dody Bayu Prasetyo/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, JEMBER – Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Jember, Jawa Timur (Jatim) akhirnya memutus bersalah bos CV Bintang Terang Lauw Djin Ai alias Kristin atas kasus izin penangkaran satwa yang dilindungi negara dalam sidang putusan, Senin (1/4/2019). Kristin divonis 1 tahun hukuman penjara dipotong masa tahanan serta denda sebesar Rp 50 juta subsider kurungan 3 bulan.

Tidak hanya itu, seluruh satwa yang dimiliki CV Bintang Terang dirampas negara.

Putusan majelis hakim tersebut jauh lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), yakni 3 tahun penjara.

Kuasa hukum Kristin, Muhammad Davis usai mendengarkan vonis majelis hakim menegaskan bahwa pihaknya akan mengajukan banding atas putusan yang dianggapnya tidak adil itu.

"Kami melihat bahwa putusan majelis hakim tidak memperhatikan asas keadilan karena ibu Kristin dipidana hanya izin penangkarannya mati," kata Davis kepada sejumlah awak media.

Dia mengatakan bahwa putusan tersebut seakan mengesampigkan upaya kliennya untuk ikut melestarikan satwa-satwa yang dilindungi oleh negara.

"Upaya terdakwa melakukan konservasi sejak 2005 tidak dihargai negara," ujarnya.

Selain itu, Davis juga mempertanyakan pemidanaan terhadap Kristin yang notabene hanya terbukti memiliki izin penangkaran yang telah mati.

"Saya kira tuduhan adanya perdagangan satwa secara ilegal tidak terbukti. Dan soal izin yang mati ini adalah masalah administrasi bukan pidana," ketusnya.

Sementara itu, Penasehat Asosiasi Pecinta Satwa Liar Indonesia (APECSI) Jember Singky Soewadji yang turut mengikuti jalannya sidang vonis tersebut menyatakan kekecewaannya atas putusan majelis hakim PN Jember terhadap Kristin.

Dia mengatakan bahwa putusan tersebut menjadi preseden buruk bagi dunia konservasi di Indonesia.

"Setelah ini masyarakat yang peduli dengan konservasi semua akan tiarap," ujarnya kepada TIMES Indonesia.

Menurutnya, majelis hakim dan jaksa tidak mengerti dalam menangani kasus konservasi.

"Tidak memiliki izin dengan izinnya mati itu beda. Jika izin mati tapi masih ada upaya untuk memperpanjangnya itu tidak bisa dipidana begitu saja. Bayangkan jika Anda punya KTP atau SIM yang mati langsung masuk penjara," terangnya.

Selain iti, dia juga menuturkan bahwa putusan hakin tersebut tidak selaras dengan semangat Undang-Undang (UU) Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.

"Di Pasal 37 dijelaskan bahwa peran masyarakat dibutuhkan pemerintah dalam upaya konservasi dan mengurangi daftar satwa yang dilindungi negara. Seharusnya mereka dibina bukan dibiasakan," tandasnya.

Sebelumnya, Kristin, pemilik perusahaan penangkaran CV Bintang Terang, ditangkap tangan oleh polisi Polda Jatim pada 25 Mei 2018 dengan tuduhan praktik perdagangan satwa ilegal serta izin penangkaran perusahaannya yang telah mati. Dalam proses persidangan, satu dari dua tuduhan yang ditujukan kepada Kristin yakni adanya perdagangan satwa ilegal tidak dapat dibuktikan. (*)


jember Kristin perdagangan satwa ilegal PN Jember
Publisher : Sholihin Nur
Sumber : TIMES Jember
Reaksi Anda
KOMENTAR

EKORAN

Follow TIMES Indonesia di Google News

TIMES TV

Milenial Glow Garden, Newest Wonder at Jatim Park 2 Malang

Milenial Glow Garden, Newest Wonder at Jatim Park 2 Malang

14/12/2019 - 00:07

Jatim Park Grup Bikin Milenial Glow Garden Terbesar di Indonesia

Jatim Park Grup Bikin Milenial Glow Garden Terbesar di Indonesia
Komunitas Jendela Jember Gelar Pelatihan Fotografi Bagi Milenial

Komunitas Jendela Jember Gelar Pelatihan Fotografi Bagi Milenial
Petik Buah Wisata Agrokusuma

Petik Buah Wisata Agrokusuma
Festival Kampung Ublik of Pujon Kidul Where Every Corner of the Place is Filled with Lantern

Festival Kampung Ublik of Pujon Kidul Where Every Corner of the Place is Filled with Lantern

iGuides

  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20
  • Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    23/05/2019 - 15:05

KOPI TIMES

  • Toleransi Antar Umat Beragama di Tanah Suci
    Toleransi Antar Umat Beragama di Tanah Suci
    14/12/2019 - 15:14
  • Penilaian Dalam Reformasi Kebijakan Publik Terhadap Masyarakat
    Penilaian Dalam Reformasi Kebijakan Publik Terhadap Masyarakat
    13/12/2019 - 23:25
  • Kebijakan Publik Butuh Reformasi
    Kebijakan Publik Butuh Reformasi
    13/12/2019 - 22:38
  • Strategi Reformasi Kebijakan Untuk Kesejahteraan Rakyat
    Strategi Reformasi Kebijakan Untuk Kesejahteraan Rakyat
    13/12/2019 - 21:34
  • Reformasi Kebijakan Dalam Bentuk Perkembangan Indonesia
    Reformasi Kebijakan Dalam Bentuk Perkembangan Indonesia
    13/12/2019 - 20:23
  • Nilai Demokrasi Perspektif Islam
    Nilai Demokrasi Perspektif Islam
    13/12/2019 - 19:35
  • Tela'ah atas Khilafah sebagai Alternatif Sistem Pemerintahan
    Tela'ah atas Khilafah sebagai Alternatif Sistem Pemerintahan
    13/12/2019 - 18:30
  • Rokok di Mata Millennials
    Rokok di Mata Millennials
    13/12/2019 - 16:06
  • Viral Penjual Kreatif Kirim Kopi Pakai Ember dan Tali Menyeberang Sungai
    Viral Penjual Kreatif Kirim Kopi Pakai Ember dan Tali Menyeberang Sungai
    14/12/2019 - 15:29
  • Dihargai Nyaris Rp 10 Juta per Batang, Ini Wujud Cokelat Termahal di Dunia
    Dihargai Nyaris Rp 10 Juta per Batang, Ini Wujud Cokelat Termahal di Dunia
    14/12/2019 - 15:12
  • Ditembak Mati Teroris Usai Salat, Bharatu Muhdori Dimakamkan di Banten
    Ditembak Mati Teroris Usai Salat, Bharatu Muhdori Dimakamkan di Banten
    14/12/2019 - 15:10
  • Pakai Strobo dan Merokok di Jalan, Ulah Pemotor Ini Bikin Geram Bukan Main
    Pakai Strobo dan Merokok di Jalan, Ulah Pemotor Ini Bikin Geram Bukan Main
    14/12/2019 - 15:07
  • Dituduh Uang Mainan, Angel Lelga Resmi Laporkan Vicky Prasetyo
    Dituduh Uang Mainan, Angel Lelga Resmi Laporkan Vicky Prasetyo
    14/12/2019 - 15:05
  • Ternyata Ini Sepatu Compass yang Bikin Orang Rela Antre Super Panjang
    Ternyata Ini Sepatu Compass yang Bikin Orang Rela Antre Super Panjang
    14/12/2019 - 09:48
  • Ricuh, Peluncuran Sepatu Compass x Darahkubiru Dibatalkan
    Ricuh, Peluncuran Sepatu Compass x Darahkubiru Dibatalkan
    14/12/2019 - 09:14
  • Anies Baswedan Beri Piagam Adikarya Wisata untuk Diskotek Colosseum
    Anies Baswedan Beri Piagam Adikarya Wisata untuk Diskotek Colosseum
    14/12/2019 - 10:02
  • Mengenal Wantimpres Keturunan Nabi Muhammad, Habib Luthfi bin Yahya
    Mengenal Wantimpres Keturunan Nabi Muhammad, Habib Luthfi bin Yahya
    14/12/2019 - 07:10
  • Monster Bulutangkis Dunia Lolos ke Final BWF World Tour Finals
    Monster Bulutangkis Dunia Lolos ke Final BWF World Tour Finals
    14/12/2019 - 11:38