Politik

Soal Ancaman People Power Amien, Habib Salim: Ini Gaya-Gaya Preman

Jumat, 15 Maret 2019 - 22:24 | 47.20k
Soal Ancaman People Power Amien, Habib Salim: Ini Gaya-Gaya Preman
Diskusi Semakin Sumuk, Pemilu 2019 Bukan Perang Badar (FOTO: Alfi Dimyati/TIMES Indonesia)
Pewarta: Alfi Dimyati | Editor: Yatimul Ainun

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Presiden Majelis Dzikir RI 1, Habib Salim Jindan Baharun menyayangkan sikap Amien Rais yang melontarkan ancaman bakal menggerakkan rakyat (people power) dan menolak hasil Pilpres, apabila duet Prabowo-Sandi kalah Pilpres 2019 lantaran dicurangi.

Menurut Habib Salim, cara-cara yang digaungkan Amien Rais merupakan cara-cara premanisme dan terkesan hendak melawan takdir dengan memaksakan kehendaknya. 

"Ini kalau dipandang dengan kacamata kita, ini suatu gaya yang di mana gaya-gaya premanisme. Kenapa bisa dikatakan gaya premanisme karena seolah-olah apa yang tidak tercapai atau tidak mengikuti maunya maka melakukan hal itu," kata Habib Salim, dalam acara diskusi bertajuk Semakin Sumuk, Pemilu 2019 Bukan Perang Badar, di Gedung Joeang 45 Menteng, Jakarta, Jumat (15/03/2019). 

Senada dengan Habib Salim, Ketua Gema Muslim Indonesia (GMI) Dullah, juga menyayangkan pendapat yang disampaikan Amien Rais. Sebab, hal tersebut bisa berpotensi merusak tatanan bermasyarakat. 

Menurut dia, seharusnya apabila Amien Rais ingin dipandang sebagai tokoh bangsa, maka tindak tanduknya harus positif dan elegan.

"Bagi kita, sikap itu adalah ancaman bagi keutuhan NKRI, karena yang nama ancaman itu pasti dibarengi rencana jahat. Kita juga bakal lawan kalau ada ancaman dan lawan capres yang didukung oleh kelompok penyebar hoaks," katanya.

Sementara itu, pengamat politik, Wempy Hadir menilai penekanan Amien Rais sangat berbahaya. Pasalnya, Amin Rais merupakan tokoh nasional, sehingga apabila apa yang disampaikan tidak dicerna terlebih dahulu dengan akal sehat, maka bakal memancing amarah rakyat. Sehingga berujung pada pertikaian. 

"Ini sangat berbahaya karena dia tokoh. Itu semacam statment ancaman dan berdampak terhadap stabilitas politik bila benar benar terjadi. Ini tanda tidak baik dan bisa jadi acaman horisontal," katanya.

Dilokasi yang sama, pengamat politik Indonesian Public Institute (IPI), Jerry Massie menyatakan ancam mengancam sejatinya bukan gaya berpolitik Bangsa Indonesia. Pasalnya, rakyat Indonesia sangat menjujung tinggi peradaban. 

Untuk itu dia berharap tidak ada yang menghalalkan segala cara guna memuluskan kepentingan elektoral. 

"Ancam mengancam itu sudah banyak terjadi. Hari ini kita harus berfikir yang etis, untuk bangsa Indonesia. Tokoh yang ada seperti Agus Salim itu justru mereka ingin membangun. Jangan samua agama kita pakai untuk kepentingan elektoral," sebutnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Forum Silaturahim Keraton Nusantara, Pangeran Kanjeng Norman mengatakan saat ini banyak fitnah dan berita hoaks yang menyudutkan capres petahana Jokowi. 

Hal tersebut, diduga karena banyaknya pihak yang sakit hati akibat kebijakan Jokowi yang lebih pro kepada rakyat bukan golongan tertentu. Untuk itu dia menyakini ajakan Amien Rais tak bakal diikuti oleh rakyat lantaran rakyat sudah cerdas. 

"Mereka berkedok agama. Ini sudah jelas ada hoaks nya, katanya kalau Jokowi menang adzan tidak ada. Iya ini sangat mengkhawatirkan sekali. Hal ini bisa terjadi karena barisan sakit hati gabung kesana semua," jelasnya.

Sebelumnya, Amien Rais mengancam akan menggeruduk kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan presiden jika Jokowi-Ma'ruf menang dengan cara curang.

"Kita beritahu aparat keamanan jangan main-main dengan rakyat. Kalau tim IT kita punya bukti ada kecurangan yang cukup kita akan tolak hasil pemilu dan kita akan people power. Mbah Amien sudah tua begini kalau harus ikut people power masih kuat lah," jelas Amien di Jakarta (13/03/2019).

"Kita waspada dan kita kumpulkan seluruh kecurangan, kalau mereka menang curang kita geruduk KPU dan presidennya," tambah dia.

Tokoh Reformasi itu juga menghimbau kepada seluruh relawan Prabowo-Sandi untuk nekat bila menemukan adanya kecurangan pada Pilpres 2019 yang akan digelar 17 April mendatang.

"Dalam dunia politik, orang bodoh kalah dengan orang pinter, orang pinter kalah dengan orang nekat. Kalau kita perjuangkan kebenaran, maka kita harus lebih nekat," jelas dia. (*)


Habib Salim Jindan Baharun duet Prabowo Sandi Pilpres 2019 Amien Rais
Publisher : Sholihin Nur
Sumber : TIMES Jakarta
Reaksi Anda
KOMENTAR

EKORAN

TIMES TV

Pasar Rakyat UMKM Herbangin Hadir di Kota Kediri

Pasar Rakyat UMKM Herbangin Hadir di Kota Kediri

22/02/2020 - 20:01

Lagu Indonesia Raya Mengantar Keberangkatan WNI dari Natuna

Lagu Indonesia Raya Mengantar Keberangkatan WNI dari Natuna
Grup Musik Angklung Shalawatan Meriahkan CFD di Situbondo

Grup Musik Angklung Shalawatan Meriahkan CFD di Situbondo
Pilkada Kabupaten Malang 2020, Hasan Abadi Optimis dapat Rekom Partai

Pilkada Kabupaten Malang 2020, Hasan Abadi Optimis dapat Rekom Partai
Bacalon Bupati Malang Merebut Rekom Partai

Bacalon Bupati Malang Merebut Rekom Partai
Follow TIMES Indonesia di Google News

iGuides

  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20
  • Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    23/05/2019 - 15:05

KOPI TIMES

  • Dilematis Persoalan Banjir Jakarta
    Dilematis Persoalan Banjir Jakarta
    27/02/2020 - 22:39
  • Sinergi dan Kontribusi Kaum Hawa dalam Membangun Negeri
    Sinergi dan Kontribusi Kaum Hawa dalam Membangun Negeri
    27/02/2020 - 21:36
  • Pancasila dan Sobat Ambyar
    Pancasila dan Sobat Ambyar
    27/02/2020 - 20:32
  • Omnibus Law dan Khusnudzon Peluang Investasi di Jawa Timur 
    Omnibus Law dan Khusnudzon Peluang Investasi di Jawa Timur 
    27/02/2020 - 19:38
  • Senyum yang Tertahan
    Senyum yang Tertahan
    27/02/2020 - 18:22
  • Menyoal Dana Untuk Influencer Demi Peningkatan Pariwisata
    Menyoal Dana Untuk Influencer Demi Peningkatan Pariwisata
    27/02/2020 - 17:32
  • Mendorong Semangat Inovasi di Perguruan Tinggi
    Mendorong Semangat Inovasi di Perguruan Tinggi
    27/02/2020 - 16:06
  • Resume Banjir Jakarta
    Resume Banjir Jakarta
    27/02/2020 - 15:17
  • Jangan Mengonsumsi Makanan yang Sama Setiap Hari, Ini 5 Bahayanya!
    Jangan Mengonsumsi Makanan yang Sama Setiap Hari, Ini 5 Bahayanya!
    28/02/2020 - 15:57
  • Positif Virus Corona, WNI Ini Malah Main Tiktok, Terancam Dapat Hukuman
    Positif Virus Corona, WNI Ini Malah Main Tiktok, Terancam Dapat Hukuman
    28/02/2020 - 15:55
  • Erix Soekamti Nikah Lagi, Manajer Benarkan Poligami
    Erix Soekamti Nikah Lagi, Manajer Benarkan Poligami
    28/02/2020 - 15:54
  • Perawat di Wuhan Sudah Lelah Fisik & Mental Tangani Pasien Corona Covid-19
    Perawat di Wuhan Sudah Lelah Fisik & Mental Tangani Pasien Corona Covid-19
    28/02/2020 - 15:51
  • Liga 1 2020 Segera Bergulir, Borneo FC Tak Gentar Hadapi Persija Jakarta
    Liga 1 2020 Segera Bergulir, Borneo FC Tak Gentar Hadapi Persija Jakarta
    28/02/2020 - 15:48
  • Gagahnya Mobil Dirjen PAS Sri Puguh Budi Utami yang Dicopot Jokowi
    Gagahnya Mobil Dirjen PAS Sri Puguh Budi Utami yang Dicopot Jokowi
    28/02/2020 - 06:15
  • Ibu Hamil Tewas Ditabrak Pengendara Wanita, Penahanan Ditangguhkan
    Ibu Hamil Tewas Ditabrak Pengendara Wanita, Penahanan Ditangguhkan
    28/02/2020 - 08:31
  • Kabar Gembira, Mi Instan Ternyata Tak Berpengawet dan Mengandung Lilin
    Kabar Gembira, Mi Instan Ternyata Tak Berpengawet dan Mengandung Lilin
    28/02/2020 - 06:50
  • Puspa Dewi, Nenek Berwajah ABG Usia 53 Tahun Dikaruniai Cucu
    Puspa Dewi, Nenek Berwajah ABG Usia 53 Tahun Dikaruniai Cucu
    28/02/2020 - 06:53
  • Penderita Usus Buntu Harus Segera Dioperasi, Benarkah?
    Penderita Usus Buntu Harus Segera Dioperasi, Benarkah?
    28/02/2020 - 06:26