Glutera News

Wanita Wajib Tahu! Mitos dan Fakta Kanker Serviks

Kamis, 14 Maret 2019 - 21:29 | 102.49k
Wanita Wajib Tahu! Mitos dan Fakta Kanker Serviks
Ilustrasi (Foto: Gluteranews)
Editor: Deasy Mayasari

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Mempercayai hal-hal yang belum tentu benar dapat membuat Anda lengah dalam mewaspadai bahaya sebenarnya dari kanker serviks. Beberapa wanita percaya pada informasi yang belum tentu benar dan menunda memeriksakan diri untuk mendeteksi potensi keberadaan kanker serviks. Berikut ini adalah mitos-mitos yang beredar, sekaligus fakta yang meluruskannya, seputar kanker yang terletak di leher rahim itu.

1. Kanker serviks tidak dapat dicegah

Faktanya, meski tidak 100 persen melindungi, infeksi virus human papilloma atau HPV dapat dicegah dengan vaksin HPV. Selain itu, dengan menjalani pap smear secara teratur bisa membuat sel-sel abnormal dapat terdeteksi secara dini dan ditangani sebelum menjadi sel kanker. Menghindari tindakan tertentu seperti berhubungan seksual di usia dini, berganti-ganti pasangan seksual, dan merokok juga dapat mengurangi risiko terkena kanker serviks.

2. Jika terdeteksi telah terinfeksi HPV, berarti Anda pasti mengidap kanker serviks

Faktanya, belum tentu. Terdapat lebih dari 100 jenis HPV yang tidak semuanya menjadi pemicu kanker serviks. HPV tipe 16 dan 18 adalah penyebab 70 persen kasus-kasus kanker leher rahim.

3. Wanita yang sudah mendapat vaksin HPV tidak perlu lagi menjalani pap smear

Faktanya, vaksin HPV hanya melindungi Anda dari tiga tipe virus paling umum sebagai penyebab kanker serviks. Namun ada jenis virus lain yang juga dapat mengakibatkan kanker. Dengan demikian, pemeriksaan pap smear secara teratur tiap 3 tahun sekali (untuk wanita berusia 21 hingga 65 tahun) tetap dibutuhkan untuk mendeteksi keberadaan sel abnormal.

4. Penanganan kanker serviks membuat penderita tidak dapat memiliki keturunan lagi

Faktanya, histerektomi atau pengangkatan rahim serta radiasi memang dapat membuat Anda tidak dapat lagi mengandung. Namun terdapat prosedur lain untuk menangani kanker serviks stadium awal, seperti trakelektomi, yaitu prosedur mengangkat leher rahim tanpa mengikutsertakan rahim, sehingga pasien yang menjalaninya tetap dapat mengandung. Penanganan sel abnormal sebelum berubah menjadi kanker juga berisiko lebih kecil dalam menyebabkan kemandulan.

5. Saya tidak merasakan gejala apa pun sehingga tidak mungkin mengidap kanker serviks

Faktanya, infeksi HPV pada tahap awal tidak menimbulkan gejala apa pun. Gejala seperti pendarahan setelah berhubungan seksual atau di antara masa menstruasi umumnya dialami setelah sel abnormal telah menjadi kanker serviks. Ini sebabnya pemeriksaan pap smear secara rutin tiap 3 tahun sekali diperlukan untuk mendeteksi jika terjadi perubahan sel. Selain itu, tidak semua kasus kanker serviks menimbulkan gejala yang jelas; ada beberapa kasus yang tidak menyebabkan gejala sebelum mencapai stadium lanjut.

6. Jika Anda terkena kanker serviks, berarti pasangan Anda yang sekarang tidak setia

Faktanya, virus HPV dapat tinggal dalam tubuh tanpa menunjukkan gejala apa pun dalam hitungan tahun. Dengan kata lain, sulit untuk memastikan sejak kapan seseorang menderita kanker serviks.

7. Saya tidak akan terkena virus HPV selama saya berhubungan seksual menggunakan kondom

Faktanya, penggunaan kondom memang dapat mengurangi risiko penularan virus HPV. Namun langkah ini tidak memberikan perlindungan 100 persen karena virus dapat menyebar melalui persentuhan kulit yang tidak tertutupi kondom, seperti vulva, anus, area perineum, pangkal penis, dan skrotum (kantung zakar).

8. Semua pengidap kanker serviks tidak akan memiliki harapan hidup

Pengidap kanker serviks yang terdeteksi pada stadium awal dan dapat memiliki harapan hidup dalam 5 tahun mencapai 93 persen. Harapan hidup makin tinggi jika kanker didiagnosis makin awal. Di sinilah pentingnya memeriksakan diri dengan pap smear secara teratur.

Mengetahui informasi yang tepat dapat membuat Anda lebih berwaspada terhadap bahaya kanker serviks dan melakukan tindakan pencegahan yang tepat. (*)


kanker serviks Gluteranews Glutera Indonesia
Publisher : Sholihin Nur
KOMENTAR

EKORAN

Kawal Informasi Seputar COVID-19 Secara Tepat dan Akurat

Ini merupakan sumber informasi inisiatif sukarela warganet Indonesia pro-data, terdiri dari praktisi kesehatan, akademisi, profesional & pemerintah.

Jumlah Kasus di Indonesia Saat Ini

2,273

+181 Positif

164

+14 Sembuh

198

+7 Meninggal
Statistik Kasus COVID-19 di Indonesia
Last update: Minggu, 05 April 2020 - 16:00 Sumber: kawalcorona.com
Honda HRV

TIMES TV

Ketua DPRD Kota Malang Sumbang dan Apresiasi MBLC

Ketua DPRD Kota Malang Sumbang dan Apresiasi MBLC

23/03/2020 - 20:12

Pembuatan Sarcovid, Karya Anak Bangsa Untuk Negeri Pertiwi

Pembuatan Sarcovid, Karya Anak Bangsa Untuk Negeri Pertiwi
Wisma Atlet di Kemayoran Sudah Bisa Dioperasian sebagai RS Darurat Penanganan Covid-19

Wisma Atlet di Kemayoran Sudah Bisa Dioperasian sebagai RS Darurat Penanganan Covid-19
Satu Jam Mengenal Pemikiran Didik Gatot Subroto

Satu Jam Mengenal Pemikiran Didik Gatot Subroto
Jokowi Bagi Tips Cegah Virus Corona

Jokowi Bagi Tips Cegah Virus Corona

iGuides

  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20
  • Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    23/05/2019 - 15:05

KOPI TIMES

  • Meninjau Kebijakan Pembebasan Narapidana dengan Alasan Corona
    Meninjau Kebijakan Pembebasan Narapidana dengan Alasan Corona
    05/04/2020 - 14:31
  • Covid-19 Merajalela, di Mana Peran Negara?
    Covid-19 Merajalela, di Mana Peran Negara?
    05/04/2020 - 13:19
  • Covid-19 dan Keutuhan Keluarga
    Covid-19 dan Keutuhan Keluarga
    05/04/2020 - 12:07
  • Antisipasi Himpitan dengan Jimpitan
    Antisipasi Himpitan dengan Jimpitan
    05/04/2020 - 11:13
  • Pembelajaran Daring: Sinergi Guru dan Orang Tua
    Pembelajaran Daring: Sinergi Guru dan Orang Tua
    05/04/2020 - 10:59
  • Covid-19, antara Ibu Kota Baru atau Kesehatan Masyarakat
    Covid-19, antara Ibu Kota Baru atau Kesehatan Masyarakat
    05/04/2020 - 10:40
  • Face Shield Mask
    Face Shield Mask
    05/04/2020 - 09:05
  • Ormas Pemuda Pancasila dalam Menjaga Keutuhan NKRI
    Ormas Pemuda Pancasila dalam Menjaga Keutuhan NKRI
    04/04/2020 - 22:03
  • Robert Alberts Puas dengan Progres Pemainnya Selama Latihan Mandiri
    Robert Alberts Puas dengan Progres Pemainnya Selama Latihan Mandiri
    05/04/2020 - 16:05
  • 'Tak Mudah untuk Hidup Kembali', Kisah Warga Wuhan Usai Bebas dari Lockdown
    'Tak Mudah untuk Hidup Kembali', Kisah Warga Wuhan Usai Bebas dari Lockdown
    05/04/2020 - 16:04
  • Buat Aturan Selama Anak Libur saat Corona, Aksi Ibu Ini Panen Pujian Publik
    Buat Aturan Selama Anak Libur saat Corona, Aksi Ibu Ini Panen Pujian Publik
    05/04/2020 - 16:03
  • Pilu, Bocah Kelaparan Tak Bisa Makan Selama Tiga Hari karena Lockdown
    Pilu, Bocah Kelaparan Tak Bisa Makan Selama Tiga Hari karena Lockdown
    05/04/2020 - 16:02
  • Update Corona RI: Pasien Positif Covid-19 Makin Banyak, 2.273 Orang
    Update Corona RI: Pasien Positif Covid-19 Makin Banyak, 2.273 Orang
    05/04/2020 - 16:02
  • Rapat COVID-19 TNI AD Tegang, Dua Jenderal Bintang 2 Disuruh Keluar
    Rapat COVID-19 TNI AD Tegang, Dua Jenderal Bintang 2 Disuruh Keluar
    05/04/2020 - 05:32
  • Amerika Kian Parah, Jumlah Pasien Meninggal COVID-19 Lampaui Prancis
    Amerika Kian Parah, Jumlah Pasien Meninggal COVID-19 Lampaui Prancis
    05/04/2020 - 11:00
  • Buya Yahya Serukan Ganti Lirik Lagu Aisyah Istri Rasulullah, Kenapa?
    Buya Yahya Serukan Ganti Lirik Lagu Aisyah Istri Rasulullah, Kenapa?
    05/04/2020 - 07:35
  • Video Detik-detik Dua Jenderal Bintang 2 TNI AD Disuruh Keluar
    Video Detik-detik Dua Jenderal Bintang 2 TNI AD Disuruh Keluar
    05/04/2020 - 06:02
  • Data Mengejutkan, Penderita COVID-19 di China Cuma Tersisa 2.081 Orang
    Data Mengejutkan, Penderita COVID-19 di China Cuma Tersisa 2.081 Orang
    05/04/2020 - 11:30