Peristiwa Daerah

Peta Politik HTI dalam Pemilu 2019

Rabu, 13 Maret 2019 - 23:06 | 214.04k
Peta Politik HTI dalam Pemilu 2019
Para pemateri saat memberikan penjelasan kepada peserta dalam kegiatan Diskusi Publik (Foto: Moh Aidi/TIMES Indonesia)
Pewarta: | Editor: Yatimul Ainun

TIMESINDONESIA, YOGYAKARTA – Kelompok Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) disinyalir masih berdetak meski telah resmi dibubarkan pemerintah. Melalui Undang-Undang (UU) Ormas nomor 2 Tahun 2017, status hukum kelompok pro-khilafah itu kini sudah masuk organisasi terlarang. Meski begitu, semangat penegakan sistem khilafah rupanya masih kelihatan benihnya. Terlihat juga bergerak untuk Pemilu 2019

Persaingan elektoral Pemilu 2019 disebut bisa menjadi kendaraan HTI untuk mendompleng dukungan. Tak hanya itu, kelompok dengan bendera bertuliskan syahadat itu memiliki kecenderungan dukungan politik kepada salah satu kandidat capres 2019.

Pengasuh Pondok Pesantren Aswaja Nusantara Yogyakarta, Gus Muhammad Mustafid menjelaskan, kecenderungan afiliasi politik kelompok HTI bisa saja berduyun mendukung kelompok paslon 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. HTI, lanjut Gus Mustafid, tidak mungkin mendompleng ke Jokowi-KH Ma'ruf Amin.

"Kecenderungan eks HTI atau simpatisan mereka memang memiliki afiliasi ke pasangan calon 02. Karena selama ini, pemerintahan Joko Widodo begitu keras memblokade diaspora kelompok ini. Soal kontrak politik, saya tidak bisa detail menjelaskan karena tidak ada data konkret," tegasnya.

Kecondongan politik HTI tersebut disampailan oleh Gus Mustafid dalam kegiatan Dialog Publik bertajuk "Negara Khilafah Pasca Pilpres: Kontrak Politik HTI dengan Kandidat Capres 2019" yang diselenggarakan oleh Himpunan Aktivis Milenial Indonesia (HAM Indonesia) di Rumah Makan Ndeso Nogiri Mbok Yun, Surakarta, Rabu (13/3/2019).

Lebih jauh Gus Mustafid mengatakan, suara HTI yang dicurigai mendompleng ke kubu Prabowo tidak akan memiliki andil elektoral yang berarti. Pasalnya, kelompok ini memandang sistem demokrasi haram dan Pancasila adalah thaghut. Meski demikian, bisa saja kenyataan itu berubah.

"Tetapi bisa saja, jika kontrak politik HTI dengan paslon tertentu menyangkut harapan tumbuh lagi, hal itu bisa berubah. HTI bisa all out memenangkan suara paslon tertentu demi kebutuhan eksistensial mereka. Hal ini memang perlu diwaspadai," kata alumnus UGM itu

"Jika benar memang ada kontrak politik antara HTI dengan Prabowo, hal paling fundamental dalam pembicaraan di bawah meja itu adalah penghapusan UU Ormas Nomor 2 Tahun 2017 itu," lanjutnya.

Menurutnya, eks HTI memiliki kecenderungan untuk menyerang kalangan organisasi Islam besar seperti Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah. Bahkan, menurut Gus Mustafid, karena HTI di Indonesia tidak cukup daya melakukan agresi kudeta, meka jalan satu-satunya adalah menempel ke pihak tertentu.

Sementara itu, Dosen UIN Yogyakarta, Muhammad Yasir Arafat menjelaskan, pasca dibubarkannya HTI oleh pemerintah, mereka gencar melakukan khilafahisasi budaya. Kelompok pro-khilafah itu, lanjutnya, menukil kisah peradaban Islam Nusantara dengan hanya mengambil bagian perang dan jihadnya.

"Ajaran yang dinukilnya bersifat sempit dan hanya demi legitimasi gerakan meraka. Bagian-bagian perang dan jihad selalu diulasnya berulang-ulang, berharap pikiran masyarakat kemudian mendukung penegakan sistem khilafah dan menolak Pancasila," terangnya.

Setelah resmi dibubarkan pemeriantah, kelompok HTI mulai banyak menyusup di sejumlah kelompok Islam militan, seperti 212, FPI, dan lainnya. Kelompok khilafah ini, kata Yasir, akan sangat betah bermukim di bangunan ideologi 'bela Islam' yang sering digaungkan kelompok militan melalui demonstrasi.

"Karena itu, publik menilai, afiliasi politik eks Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) pasti ke Prabowo, yang diusung olah kelompok Islam 212, meski memang kelihatan agak samar-samar," pungkas Yasir. (*)



Publisher : Rizal Dani
KOMENTAR

EKORAN

TERBARU

  • Kebahagiaan Para Santri PPPA Daarul Quran Saat Bertemu dengan Orang Tua Asuh
    Kebahagiaan Para Santri PPPA Daarul Quran Saat Bertemu dengan Orang Tua Asuh
    05/08/2020 - 10:38
  • Kemendikbud Minta Maaf, Muhammadiyah Tetap Tak Ikut Program POP
    Kemendikbud Minta Maaf, Muhammadiyah Tetap Tak Ikut Program POP
    05/08/2020 - 10:27
  • Pasien Positif Covid-19 Banyuwangi Bertambah Tiga
    Pasien Positif Covid-19 Banyuwangi Bertambah Tiga
    05/08/2020 - 10:12
  • Setelah Melahirkan, Kahiyang Ayu Langsung Beri ASI untuk Anak Keduanya
    Setelah Melahirkan, Kahiyang Ayu Langsung Beri ASI untuk Anak Keduanya
    05/08/2020 - 10:02
  • Program CSR Mowilex Indonesia Raih 3 Top CSR Award 2020
    Program CSR Mowilex Indonesia Raih 3 Top CSR Award 2020
    05/08/2020 - 09:46
  • Bertemu dengan Menhan RI, Bambang Kristiono Perjuangkan NTB jadi Penyangga Program Food Estate 
    Bertemu dengan Menhan RI, Bambang Kristiono Perjuangkan NTB jadi Penyangga Program Food Estate 
    05/08/2020 - 09:22
  • Kasus Ancaman Pembunuhan Dilimpahkan ke Kejaksaan, Sekda Syaifullah Siap Kooperatif
    Kasus Ancaman Pembunuhan Dilimpahkan ke Kejaksaan, Sekda Syaifullah Siap Kooperatif
    05/08/2020 - 09:21
  • Ledakan Maha Dahsyat di Lebanon, Kemenlu RI: Satu WNI Luka Ringan
    Ledakan Maha Dahsyat di Lebanon, Kemenlu RI: Satu WNI Luka Ringan
    05/08/2020 - 09:17
  • Kolaborasi CBR dan Vespasito Salurkan Kurban ke Pemukiman Pesisir dan Lokasi Banjir
    Kolaborasi CBR dan Vespasito Salurkan Kurban ke Pemukiman Pesisir dan Lokasi Banjir
    05/08/2020 - 09:12
  • 80 Meninggal 4.000 Luka Akibat Ledakan Maha Dahsyat di Beirut
    80 Meninggal 4.000 Luka Akibat Ledakan Maha Dahsyat di Beirut
    05/08/2020 - 09:04

TIMES TV

Bedah Buku: Bincang-bincang Perempuan

Bedah Buku: Bincang-bincang Perempuan

28/07/2020 - 12:12

Implementasi Pancasila dalam Dunia Pendidikan

Implementasi Pancasila dalam Dunia Pendidikan
Pilkada Serentak 2020 di Papua. Sudah Tepatkah Waktunya?

Pilkada Serentak 2020 di Papua. Sudah Tepatkah Waktunya?
Ngevlog Bareng Owner Bubur Ayam Abah Odil

Ngevlog Bareng Owner Bubur Ayam Abah Odil
Peduli Kampung Tangguh, Ibu Panglima TNI Bantu Masker Batik untuk Warga di Malang

Peduli Kampung Tangguh, Ibu Panglima TNI Bantu Masker Batik untuk Warga di Malang

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • Gerakan Pakai Masker dan upaya  Mencegah
    Gerakan Pakai Masker dan upaya  Mencegah "Death Spiral" Dalam Penanganan Krisis
    04/08/2020 - 10:33
  • Duri-Duri Korupsi
    Duri-Duri Korupsi
    03/08/2020 - 14:10
  • Dasar Pembelajaran Daring
    Dasar Pembelajaran Daring
    03/08/2020 - 10:22
  • Ibadah Idul Adha Dalam Perspektif
    Ibadah Idul Adha Dalam Perspektif
    03/08/2020 - 10:17
  • Istana dalam Pusaran Dinasti Politik
    Istana dalam Pusaran Dinasti Politik
    01/08/2020 - 16:05
  • Ditangkap, Djoko Tjandra Ditimpa Ketidakadilan?
    Ditangkap, Djoko Tjandra Ditimpa Ketidakadilan?
    01/08/2020 - 15:09
  • Menyoal Pelaksanaan Pilkada Serentak di Tengah Pandemi Covid-19
    Menyoal Pelaksanaan Pilkada Serentak di Tengah Pandemi Covid-19
    01/08/2020 - 14:32
  • Antara Tradisi Feodal dan Objektivitas Partisan
    Antara Tradisi Feodal dan Objektivitas Partisan
    31/07/2020 - 21:03
  • Ngadu ke Jokowi, 173 Petani Deli Serdang Tiba di Serang, Longmarch 41 Hari
    Ngadu ke Jokowi, 173 Petani Deli Serdang Tiba di Serang, Longmarch 41 Hari
    05/08/2020 - 11:04
  • Lebanon Diguncang Ledakan Besar, Banyak Negara Ramai Tawarkan Bantuan
    Lebanon Diguncang Ledakan Besar, Banyak Negara Ramai Tawarkan Bantuan
    05/08/2020 - 11:04
  • Mengenal Roti Maryam, Roti Khas dari Arab
    Mengenal Roti Maryam, Roti Khas dari Arab
    05/08/2020 - 11:00
  • Mengintip Latihan FC Copenhagen Jelang Lawan Istanbul Basaksehir
    Mengintip Latihan FC Copenhagen Jelang Lawan Istanbul Basaksehir
    05/08/2020 - 11:00
  • 5 Fakta Mia Khalifa, Mantan Bintang Panas Berdarah Libanon yang Kontoversi
    5 Fakta Mia Khalifa, Mantan Bintang Panas Berdarah Libanon yang Kontoversi
    05/08/2020 - 10:57
  • Hadi Pranoto Klaim Kirim 5.000 Botol Obat COVID-19 ke Ratu Elizabeth
    Hadi Pranoto Klaim Kirim 5.000 Botol Obat COVID-19 ke Ratu Elizabeth
    05/08/2020 - 06:52
  • Rudi Ramli: Gus Dur Bilang Bank Bali Mau Dikuasai Kelompok Tertentu
    Rudi Ramli: Gus Dur Bilang Bank Bali Mau Dikuasai Kelompok Tertentu
    05/08/2020 - 05:30
  • Kisah Ayah Curi HP demi Anak Belajar Bikin Kajari Garut Tergerak
    Kisah Ayah Curi HP demi Anak Belajar Bikin Kajari Garut Tergerak
    05/08/2020 - 06:15
  • Herbal Ramuan Hadi Pranoto Bikin Geger, Dibuat dari Bahan Apa Sih?
    Herbal Ramuan Hadi Pranoto Bikin Geger, Dibuat dari Bahan Apa Sih?
    05/08/2020 - 04:08
  • Amerika Gegerkan Dunia, Curi Kapal Selam Nuklir Isinya Mayat Tentara
    Amerika Gegerkan Dunia, Curi Kapal Selam Nuklir Isinya Mayat Tentara
    05/08/2020 - 07:04