Politik

Survei Charta Politika: Masyarakat Masih Memaklumi Politik Uang

Senin, 11 Februari 2019 - 21:53 | 34.14k
Survei Charta Politika: Masyarakat Masih Memaklumi Politik Uang
ILUSTRASI - Uang. (FOTO: Dok. TIMES Indonesia)
Pewarta: Rahmi Yati Abrar | Editor: Faizal R Arief

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Direktur Riset lembaga survei Charta Politika Muslimin mengatakan, masyarakat saat ini masih memaklumi adanya money politics atau politik uang. Hal itu terbukti dari hasil survei yang dilakukan di tiga dapil DKI Jakarta.

Muslimin menjelaskan, pihaknya melakukan survei di dapil I, II dan III DKI Jakarta pada 18-25 Januari 2019 lalu dengan jumlah responden 800 orang per dapil. Hasil survei menunjukkan tingginya angka politik uang di dua dapil DKI Jakarta.

"Sebanyak 58,2 persen responden di wilayah Dapil DKI Jakarta I memaklumi adanya politik uang. Sedangkan 31,3 persen tidak dapat memaklumi dan tidak tahu atau tidak menjawab sebanyak 10,5 persen," ujar Muslimin saat rilis hasil survei di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (11/2/2019).

Hal yang sama juga terjadi di dapil II. Dimana 47,0 persen responden memaklumi politik uang, sedangkan 41,0 responden mengaku tidak dapat memaklumi dan selebihnya tidak menjawab.

Namun hasil yang berbeda ditunjukkan dari survei di dapil III. Angka tertinggi justru didapat dari responden yang menolak politik uang dengan 47,6 persen. Sementara 42,6 persen mengaku memaklumi dan sisanya tidak menjawab.

Selain itu, dari hasil survei juga diketahui bahwa masyarakat khususnya warga DKI Jakarta yang menjadi responden survei mengaku menyukai souvenir atau hadiah yang diberikan para caleg. Hadiah ini bisa berbentuk sembako, kaos, kalender, mukena, mug atau gelas, payung, topi, pin dan stiker.

"Dapil DKI I sembako 30,7 persen, disusul dapil DKI II 36,0 persen dan Dapil DKI III 40,8 persen. Kaos menempati urutan kedua semuanya dari dapil DKI I sampai III, masing-masing 23,7 persen, 14,5 persen dan 19,6 persen," papar Muslimin.

Mendapati kondisi ini, Muslimin menilai partai politik belum belajar bagaimana memperlakukan warga saat berkampanye. Sehingga cara yang terpikirkan adalah memberikan sebuah barang demi meraup suara.

Tak hanya itu, tingginya politik uang ini juga didukung oleh rendahnya pendidikan politik masyarakat. "Pendidikan politik terhadap publik memang masih sangat rendah. Terutama parpol dan caleg itu sendiri," tandas petinggi lembaga survei Charta Politika tersebut. (*)


survei Charta Politika Politik Uang Dapil DKI Jakarta Caleg
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan
Sumber : TIMES Jakarta
Reaksi Anda
KOMENTAR

EKORAN

TIMES TV

BPN Kota Malang Bertekad Wujudkan Kantor Bebas Korupsi

BPN Kota Malang Bertekad Wujudkan Kantor Bebas Korupsi

28/02/2020 - 20:41

Pasar Rakyat UMKM Herbangin Hadir di Kota Kediri

Pasar Rakyat UMKM Herbangin Hadir di Kota Kediri
Lagu Indonesia Raya Mengantar Keberangkatan WNI dari Natuna

Lagu Indonesia Raya Mengantar Keberangkatan WNI dari Natuna
Grup Musik Angklung Shalawatan Meriahkan CFD di Situbondo

Grup Musik Angklung Shalawatan Meriahkan CFD di Situbondo
Pilkada Kabupaten Malang 2020, Hasan Abadi Optimis dapat Rekom Partai

Pilkada Kabupaten Malang 2020, Hasan Abadi Optimis dapat Rekom Partai
Follow TIMES Indonesia di Google News

iGuides

  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20
  • Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    23/05/2019 - 15:05

KOPI TIMES

  • Eksistensi Perempuan: Negara Membatasi Ruang Gerak Perempuan?
    Eksistensi Perempuan: Negara Membatasi Ruang Gerak Perempuan?
    28/02/2020 - 22:31
  • Perlindungan Anak Sebagai Gerakan Sosial
    Perlindungan Anak Sebagai Gerakan Sosial
    28/02/2020 - 21:31
  • Siapakah yang Siap Memimpin Samarinda, Pembenahan atau Perebutan Proyek?
    Siapakah yang Siap Memimpin Samarinda, Pembenahan atau Perebutan Proyek?
    28/02/2020 - 20:33
  • Mahasiswa: Skill dan IPK, Mana yang Lebih Penting?
    Mahasiswa: Skill dan IPK, Mana yang Lebih Penting?
    28/02/2020 - 19:37
  • Bisakah Ijazah Madin Jadi Syarat Pendukung Masuk SMP/MTs?
    Bisakah Ijazah Madin Jadi Syarat Pendukung Masuk SMP/MTs?
    28/02/2020 - 18:33
  • Sosialisasi Ideologi
    Sosialisasi Ideologi
    28/02/2020 - 17:37
  • Polemik Omnibus Law Versus Perlindungan Hukum Tenaga Kerja Indonesia dan Malaysia
    Polemik Omnibus Law Versus Perlindungan Hukum Tenaga Kerja Indonesia dan Malaysia
    28/02/2020 - 16:30
  • Dilematis Persoalan Banjir Jakarta
    Dilematis Persoalan Banjir Jakarta
    27/02/2020 - 22:39
  • Kris Jenner Beri Bocoran Akan Ada Bayi lagi di Keluarga Kardashian
    Kris Jenner Beri Bocoran Akan Ada Bayi lagi di Keluarga Kardashian
    29/02/2020 - 07:30
  • Tampil Live Perdana Setelah Berkabung, BCL Minta Maaf
    Tampil Live Perdana Setelah Berkabung, BCL Minta Maaf
    29/02/2020 - 07:22
  • Diancam Diperkosa hingga Dibunuh, Syifa Hadju Takut Keluar Rumah
    Diancam Diperkosa hingga Dibunuh, Syifa Hadju Takut Keluar Rumah
    29/02/2020 - 07:15
  • Tes Kepribadian: Cari Jodoh? Kenali Kriteria Pasangan Ideal Lewat Gambar
    Tes Kepribadian: Cari Jodoh? Kenali Kriteria Pasangan Ideal Lewat Gambar
    29/02/2020 - 07:15
  • Lapar dan Takut, Warga Wuhan: Mau Makan, tapi Makanannya Busuk
    Lapar dan Takut, Warga Wuhan: Mau Makan, tapi Makanannya Busuk
    29/02/2020 - 07:10
  • Kerusuhan Berdarah India, Orang Ini Ternyata Biang Keroknya
    Kerusuhan Berdarah India, Orang Ini Ternyata Biang Keroknya
    29/02/2020 - 04:39
  • Kemarahan Besar Erdogan Melihat Pembantaian Umat Muslim di India
    Kemarahan Besar Erdogan Melihat Pembantaian Umat Muslim di India
    29/02/2020 - 01:33
  • Dunia Bergolak, Amerika Dituding Hancurkan Kota Suci Qom Pakai Corona
    Dunia Bergolak, Amerika Dituding Hancurkan Kota Suci Qom Pakai Corona
    29/02/2020 - 05:10
  • Umat Islam Dibantai di India, Zakir Naik Serukan Ulama Dunia Jihad
    Umat Islam Dibantai di India, Zakir Naik Serukan Ulama Dunia Jihad
    29/02/2020 - 04:50
  • Hebatnya Indonesia Masih 'Kebal' Virus Corona, Benar karena Matahari?
    Hebatnya Indonesia Masih 'Kebal' Virus Corona, Benar karena Matahari?
    29/02/2020 - 03:41