Adv

I Way Yasa, Dosen "Goweser" Unram Itu Meraih Gelar Doktor 

Jumat, 07 Desember 2018 - 21:16 | 71.97k
I Way Yasa, Dosen
Dr I Wayan Yasa ST, MT diapit koleganya setelah berhasil menyelesaikan program studi S-3 di Universitas Brawijaya Malang, 5 Desember 2018. (FOTO: Dok. Pribadi for TIMES Indonesia)
Pewarta: | Editor: Faizal R Arief

TIMESINDONESIA, MALANG – Kota Malang penuh kenangan buat Dr I Wayan Yasa ST, MT. Dosen Fakultas Teknik Sipil Universitas Mataram (Unram) yang penghobi berat Gowes ini, 5 Desember 2018, berhasil meraih gelar doktor di Universitas Brawijaya (UB). Itu merupakan raihan yang patut disyukuri oleh pria yang suka dijuluki I Way Yasa ini. Betapa tidak! 

Di usianya yang memasuki kepala lima, Dosen Statistik Probabilitas tersebut, baru memulai mengambil program studi S-3.

I-Way-Yasa-2.jpg

Kepada TIMES Indonesia, jebolan S-2 Fakultas Teknik Jurusan Teknik Sipil Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta ini mengaku semula ragu akan kemampuannya. Mengapa? 

"Usia saya sudah tidak muda lagi cak. Apa otak saya masih bisa diajak belajar," jawab pria kelahiran Badung1968 ini, saat nongkrong di resto sebuah plaza di Malang, akhir pekan lalu.

Namun, berkat semangat, motivasi, serta keluarga, akhirnya pada 2015, dia bangkit. "Saya ikut test dan masuk program S-3 di Fakultas Teknik Jurusan Teknik Sipil UB," tegas alumnus Universitas Mataram ini.

Memang, aku I Way Yasa, sejak diterima di UB, untuk menapakkan kaki kuliah di "Ngalam" terasa berat sekali. Sebab, ia harus mengubah pola hidupnya.  

"Habit (kebiasaan) dari kondisi sangat nyaman, seketika harus berada dalam kondisi yang semuanya harus disiapkan sendiri," ungkap Lektor Kepala ini.

Namun, berkat kondisi kampus yang asri, nyaman, serta rata-rata mahasiswanya berasal dari berbagai provinsi, akhirnya dia kian betah. "Semangat sekolah juga mulai muncul dan dapat menikmatinya," ucap Ketua Laboratorium Hidraulika dan Pantai ini.

Dia mengakui untuk mengikuti perkuliahan di masa usia lanjut, tidaklah mudah. Selain secara alami kemampuan otak dan fisik mulai melemah. Apalagi saat ada tugas dari mata kuliah yang harus segera diselesaikan.

I-Way-Yasa-3.jpg

Yang mendorongnya bisa menyelesaikan S-3 dalam tempo 3 tahun, adalah dorongan kuat rekannya. Sehingga dia kian tekun untuk mengejar target harus bisa menyelesaikan penelitian, penyusunan disertasi dan penulisan international jurnal.

"Akhirnya saya dapat menghasilkan sebuah temuan berupa model indek kekeringan hidrologi yang selanjutnya model tersebut diberi nama: Model Indek Kekeringan Hidrologi Iway (IKH Iway)," aku Yasa puas.

Model IKH IWAY ini, menurut dia dapat digunakan untuk menentukan tingkat keparahan kekeringan wilayah. Manfaatnya, untuk pengaturan alokasi air multi sektor pada saat terjadi peristiwa El-nino. Juga, mitigasi bencana kekeringan akibat perubahan iklim global di seluruh dunia.

Saat menyelesaian model IKH IWAY tersebut, diakui Yasa tetap ada kendala, masalah dan hambatannya. Namun berkat kerja keras, tidak putus asa, dan pantang menyerah, akhirnya model tersebut dapat diselesaikan tepat waktu.

Menurut dia, IKH IWAY menjadi sebuah temuan yang bermanfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan, serta untuk pengembangan dan pengelolaan air wilayah.

Yasa juga menyadari kendala dan tantangan selama penyusunan model itu, tidak ada bedanya ketika dia "Gowes" atau mengayuh sepeda. Filosofi bersepeda inilah yang ia gunakan selama menempuh program S-3. 

"Saat Gowes kita sering dihadapkan pada jalan yang memiliki superelevasi sangat ekstrim," jelasnya.

Nah, saat menghadapi tanjakan ekstrim itulah dia tidak mau menyerah. Apalagi sampai syok atau jatuh mentalnya.

"Di situ kita harus mengambil ancang-ancang mengatur nafas. Iramakan dengan kayuhan kaki," pesan Yasa yang saat berangkat kuliah sering menitipkan sepeda kayuhnya di Pelabuhan Lembar, Lombok Barat untuk naik Kapal Legundi jurusan Tanjung Perak, Surabaya.

Saat posisi sepeda di tanjakan, "Kita harus tetap mengayuh walau sangat pelan dan jangan sampai terhenti di tengah-tengah tanjakan," akunya. 

Jika sampai terhenti, menurut dia, pasti untuk memulai mengayuh lagi akan sangat berat. Bukan tidak mungkin," Kita harus turun kembali ke jalan datar dan mulai mengayuh dari awal," ungkapnya.

Ia juga membeber kunci suksesnya adalah fokus, punya target dalam menyelesaikan perkuliahan. "Tidak harus setiap hari dan kemana-mana bawa buku, jurnal serta menunjukkan diri stress. Saya justru sebaliknya, santai, happy dan menikmati."

Salah satu yang ia lakukan adalah dengan bergowes ria dengan teman komunitas bersepeda di Mataram. Sehingga beban tugas diperkuliahan dapat dikurangi dan badan menjadi sehat.

"Mungkin orang melihatnya konyol. Masak kuliah Estiga kok santai. Setiap ketemu gowes terus? Haha...," Yasa terpingkal.

Padahal bagi dia, dengan gowes dan silaturahim, kondisi stress bisa berkurang, pikiran menjadi fresh kembali. "Tentunya badan menjadi sehat hingga bisa kembali fokus dan mampu menyelesaikan penelitian," ucapnya.

Keberhasilan seseorang, menurut dosen senior Unram yang kini bernama lengkap Dr. I Wayan Yasa, ST., MT ini ditentukan oleh dirinya sendiri. "Itu yang paling dimoninan". (*)



Publisher : Lucky Setyo Hendrawan
KOMENTAR

EKORAN

TERBARU

  • Pasien Covid-19 Bertambah, Ini Langkah Dirut RSUD Kota Malang Dokter Umar Usman
    Pasien Covid-19 Bertambah, Ini Langkah Dirut RSUD Kota Malang Dokter Umar Usman
    05/07/2020 - 16:04
  • UTBK Hari Pertama di Universitas Jember Diapresiasi Bupati Jember
    UTBK Hari Pertama di Universitas Jember Diapresiasi Bupati Jember
    05/07/2020 - 15:01
  • Unair Targetkan  20.000 Rapid Test Gratis Bagi Peserta UTBK
    Unair Targetkan 20.000 Rapid Test Gratis Bagi Peserta UTBK
    05/07/2020 - 14:29
  • Pemprov Jatim Distribusikan Alat Protokol Kesehatan ke 479 Desa Wisata
    Pemprov Jatim Distribusikan Alat Protokol Kesehatan ke 479 Desa Wisata
    05/07/2020 - 14:17
  • Penjelasan Rektor Unair Soal Hasil Rapid Test Reaktif, Masih Boleh Ikut UTBK?
    Penjelasan Rektor Unair Soal Hasil Rapid Test Reaktif, Masih Boleh Ikut UTBK?
    05/07/2020 - 14:06
  • Jalan Kaki Setelah Makan, Ini Beragam Manfaatnya
    Jalan Kaki Setelah Makan, Ini Beragam Manfaatnya
    05/07/2020 - 13:58
  • Rilis Bulan Ini, Ponsel Lenovo Legion Bakal Jadi Ponsel Fast Charging Tercepat
    Rilis Bulan Ini, Ponsel Lenovo Legion Bakal Jadi Ponsel Fast Charging Tercepat
    05/07/2020 - 13:45
  • Pancasila Memang Sudah Final, Kita yang Harus Kreatif
    Pancasila Memang Sudah Final, Kita yang Harus Kreatif
    05/07/2020 - 13:22
  • Satu Orang Pasien Positif Covid-19 Sembuh, Neni Imbau Jangan Lengah
    Satu Orang Pasien Positif Covid-19 Sembuh, Neni Imbau Jangan Lengah
    05/07/2020 - 13:16
  • Relawan MBLC Madiun Selalu Siaga Bantu Warga
    Relawan MBLC Madiun Selalu Siaga Bantu Warga
    05/07/2020 - 13:05

TIMES TV

Implementasi Pancasila dalam Dunia Pendidikan

Implementasi Pancasila dalam Dunia Pendidikan

30/06/2020 - 20:22

Pilkada Serentak 2020 di Papua. Sudah Tepatkah Waktunya?

Pilkada Serentak 2020 di Papua. Sudah Tepatkah Waktunya?
Ngevlog Bareng Owner Bubur Ayam Abah Odil

Ngevlog Bareng Owner Bubur Ayam Abah Odil
Peduli Kampung Tangguh, Ibu Panglima TNI Bantu Masker Batik untuk Warga di Malang

Peduli Kampung Tangguh, Ibu Panglima TNI Bantu Masker Batik untuk Warga di Malang
Menebalkan Alis dengan Tepat, Mata Terlihat Lebih Indah

Menebalkan Alis dengan Tepat, Mata Terlihat Lebih Indah

iGuides

  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20
  • Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    23/05/2019 - 15:05

KOPI TIMES

  • Pancasila Memang Sudah Final, Kita yang Harus Kreatif
    Pancasila Memang Sudah Final, Kita yang Harus Kreatif
    05/07/2020 - 13:22
  • Independence Day, A Muslim Reflection
    Independence Day, A Muslim Reflection
    04/07/2020 - 19:05
  • Tafsir Sastra Ramayana (3) Pencarian Rasa Sejati
    Tafsir Sastra Ramayana (3) Pencarian Rasa Sejati
    04/07/2020 - 15:57
  • Tafsir Sastra Ramayana (2) Guru dan Rahasia Rama
    Tafsir Sastra Ramayana (2) Guru dan Rahasia Rama
    04/07/2020 - 14:38
  • Dampak Domino Pelarangan Kantong Plastik
    Dampak Domino Pelarangan Kantong Plastik
    04/07/2020 - 14:20
  • Melawan Penjahat Perbankkan
    Melawan Penjahat Perbankkan
    04/07/2020 - 12:35
  • Pesan Enstein Untuk Curat
    Pesan Enstein Untuk Curat
    04/07/2020 - 12:08
  • KH. Ja’far Shodiq Syuhud, In Memoriam
    KH. Ja’far Shodiq Syuhud, In Memoriam
    03/07/2020 - 17:09
  • Bingung Cara Merawat Sepeda? Ini 4 Tips dari Ratu BMX Indonesia
    Bingung Cara Merawat Sepeda? Ini 4 Tips dari Ratu BMX Indonesia
    05/07/2020 - 16:05
  • MUI DKI: 80 Persen Umat Islam Akan Turun ke Jalan Jika RUU HIP Dilanjutkan
    MUI DKI: 80 Persen Umat Islam Akan Turun ke Jalan Jika RUU HIP Dilanjutkan
    05/07/2020 - 16:04
  • 552 Warga Jatim Terinfeksi Corona 5 Juli, 2 Kali Lipat dari Jakarta
    552 Warga Jatim Terinfeksi Corona 5 Juli, 2 Kali Lipat dari Jakarta
    05/07/2020 - 16:04
  • 5 Fakta Kedekatan Susan Sameh dengan Mantan Maudy Ayunda, Arsyah Rasyid
    5 Fakta Kedekatan Susan Sameh dengan Mantan Maudy Ayunda, Arsyah Rasyid
    05/07/2020 - 16:00
  • Ini Anggota Tubuh Paling Menarik Tiap Zodiak, Virgo Harus Merawat Kulit!
    Ini Anggota Tubuh Paling Menarik Tiap Zodiak, Virgo Harus Merawat Kulit!
    05/07/2020 - 15:56
  • Nekat, Wilder Sumpal Mulut Lennox Lewis Sambil Remehkan Mike Tyson
    Nekat, Wilder Sumpal Mulut Lennox Lewis Sambil Remehkan Mike Tyson
    05/07/2020 - 01:02
  • Lin Dan Penghancur Pebulutangkis RI yang Terkubur di Indonesia
    Lin Dan Penghancur Pebulutangkis RI yang Terkubur di Indonesia
    05/07/2020 - 00:02
  • Gawat, Australia Bisa Seret Indonesia Ikut Perang Lawan China
    Gawat, Australia Bisa Seret Indonesia Ikut Perang Lawan China
    05/07/2020 - 12:04
  • Ronaldo Mengerikan, Juventus Hancurkan Torino di Derby della Mole
    Ronaldo Mengerikan, Juventus Hancurkan Torino di Derby della Mole
    05/07/2020 - 00:18
  • Bedanya Indihome dengan Telkomsel Orbit
    Bedanya Indihome dengan Telkomsel Orbit
    05/07/2020 - 09:00