Politik

Menilai Kinerja Jokowi Bidang Ekonomi, Hingga Pergeseran Kekuasaan Sebelum Pilpres 2019

Sabtu, 26 Mei 2018 - 22:44 | 80.91k
Menilai Kinerja Jokowi Bidang Ekonomi, Hingga Pergeseran Kekuasaan Sebelum Pilpres 2019
Wakil Ketua Umum DPP Gerindra Ferry Juliantono (FOTO: Hasbullah/ TIMES Indonesia)
Pewarta: Hasbullah | Editor: Faizal R Arief

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Persoalan ekonomi masih menjadi isu utama yang dianggap tidak berhasil selama pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Wakil Ketua Umum DPP Gerindra Ferry Juliantono menyebut hal itu perlu disikapi serius.

Sebab, berdasarkan hasil survei Roda Tiga Kinsultan (RTK) misalnya, isu ekonomi ini merupakan rangking problem tertinggi dibanding infrastruktur yang hanya berada pada posisi ketujuh. 

"Hasil surveinya (RTK) menyatakan rangking problem tertinggi soal ekonomi, lapangan pekerjaan, soal tempat tinggal, sembilan harga pokok, dan inflasi," kata Ferry saat berbincang-bincang dengan TIMES Indonesia. 

Meskipun secara umum masyarakat puas dengan kinerja Jokowi, namun menurut dia, konsen dalam mengukur tingkat kepuasan harus dilihat dari sisi isu yang paling tinggi.

"Masyarakat puas ngak terhadap ekonomi?. Menurut saya ngak, ngak ada yang bilang ekonomi di Indonesia baik. Pertumbuhan ekonominya cuma lima persen, terus neraca perdagangan kita lebih banyak impornya, kemudian beras, bawang putih, gula, semuanya sudah impor," tuturnya.

Kinerja Jokowi di bidang lapangan pekerjaan juga tidak menunjukkan hasil signifikan. Melihat hasil survei RTK, disebutkan bahwa tingkat ketidakpuasan masyarakat berada pada angka 62,2 persen. 

"Tingginya angka pengangguran dimana-mana. Angkatan kerja 2,4 juta setiap tahun nggak ketampung. Belum lagi sekarang pengangguran baru yang karena tidak ada industri baru yang terbangun di Indonesia," ucapnya. 

Kinerja Jokowi di sektor lapangan pekerjaan kian diperparah seiring banyaknya tenaga kerja asing (TKA) asal China yang masuk ke Indonesia. 

"Kemudian ada isu maraknya tenaga kerja asing khususnya dari China masuk dalam jumlah yang signifikan, masuk mengambil perkerjaan buruh yang unskill,"

Sebelum hasil survei RTK ini dirilis, Ombudsman sebenarnya pada April lalu juga menyatakan, banyak TKA yang tidak memiliki keahlian masuk ke Indonesia setiap hari. TKA tersebut sebagian besar berasal dari China. 

Temuan itu didasari investigasi penyelenggaraan pelayanan publik dalam rangka penempatan dan pengawasan TKA di Indonesia yang dilakukan pada Juni-Desember 2017. Investigasi dilakukan pada 9 provinsi di Indonesia.

"Akibanya, daya beli masyarkat kita menurun, dan perusahaan-perusahan ritel modern sekarang mulai tutup satu persatu, pasar-pasar tradisional, barusan saya ketemu dengan mereka sekarang meraka terancam keberadaannya," terang Ferry. 

Begitu juga dengan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) pun ia sebut terancam keberadaannya akibat daya beli masyarakat menurun. Padahal, Ferry mengungkap, bahwa saat krisis moniter 1998 silam, UMKM inilah yang mampu bertahan dan menjadi benteng perekonomian nasional. 

"Sekarang ini mengingatakan kita semua, justru UKM dan koperasi ini hancur. Bisa kita bayangkan, seandainya nilai tukar rupian 15 ribu dan kemudain ini memicu krisis moneter, ambruknya usaha besar, bayangkan yang pada tahun 1998 menopang kita, UKM dan koperasi saat ini sudah tidak ada lagi benteng perekonomian nasional," bebernya. 

Diketahui, pada Jumat 25 Mei kemarin, nilai tukar Rupiah kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Pelemahan rupiah bukan hanya terhadap dolar tapi juga mata uang lainnya. Melansir data RTI, hingga pukul 10.30 WIB, rupiah melemah 0,035 ke posisi Rp 14.145. Rupiah juga terlihat melemah terhadap dolar Australia sebesar 0,23% ke Rp 10.701.

Dibandingkan mata uang China, Yuan, Rupiah juga melemah 0,18% menjadi Rp 2.214. Begitu juga terhadap mata uang euro, turun 0,16% ke posisi Rp 16.564 dan terhadap yen Jepang turun 0,28% ke Rp 129,1.

Bahkan rupiah juga melemah terhadap mata uang negara Asean. Terhadap ringgit Malaysia turun 0,25% ke Rp 3.548. Lalu terhadap dolar Singapura turun 0,21% ke Rp 10.549 dan terhadap bath Thailand turun 0,16% ke Rp 441.

Merujuk pada hal itu, Ferry khawatir rupiah terus melemah ke level Rp15 ribu per US$1 cukup terbuka. Pelemahan dari nilai tukar rupiah di level Rp14.000 ke Rp15.000 ini menurutnya terhitung lebih cepat dibanding saat rupiah melemah dari Rp13.000 ke Rp14.000.

"Saya tadi lihat sudah Rp14.000 kok waktunya lebih cepat dari waktu Rp 13.000 ke Rp14.000," kata dia.

Menyikapi tren melemahnya nilai tukar rupiah ini, Ferry menyatakan pimpinan partai politik perlu melihat kemungkinan bahwa bisa terjadi pergeseran kekuasaan sebelum pemilihan umum di 2019 mendatang.

"Ini masalah saya menyampaikan supaya tokoh politik jangan hanya ngomonginnya 2019, karena bisa saja yang terjadi sesuatu yang kemungkinan bisa terjadi sebelum 2019 gitu," terang dia.

Selain itu dirinya juga mengimbau kepada para elit politik seperti Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan seluruh pimpinan parpol perlu berbicara mengenai krisis ekonomi di samping pemilu 2019 mendatang.

Pasalnya menurut dia sejumlah pengamatekonomiseperti Fuad Bawazier dan Rizal Ramli menilai Indonesia di bawah pemerintahanJokowikali ini tengah memasuki fase krisisekonomi. "Ini krisis ekonomi, saya beranikan ngomong ini menjelang krisis ekonomi pak Fuad Bawazier pak Rizal Ramli yang menjadi sebagian referensi kita ini sudah mengatakan situasinya bahaya," tutupFerry Juiantono.(*)


jakarta ekonomi Presiden Jokowi Ferry Juliantono
Publisher : Sholihin Nur
Reaksi Anda
KOMENTAR

EKORAN

Follow TIMES Indonesia di Google News

TIMES TV

Komunitas Jendela Jember Gelar Pelatihan Fotografi Bagi Milenial

Komunitas Jendela Jember Gelar Pelatihan Fotografi Bagi Milenial

10/12/2019 - 13:34

Petik Buah Wisata Agrokusuma

Petik Buah Wisata Agrokusuma
Festival Kampung Ublik of Pujon Kidul Where Every Corner of the Place is Filled with Lantern

Festival Kampung Ublik of Pujon Kidul Where Every Corner of the Place is Filled with Lantern
Festival Kampung Ublik Pujon Kidul

Festival Kampung Ublik Pujon Kidul
Perawatan Rambut dengan Glutera Formulated Hair Shampoo

Perawatan Rambut dengan Glutera Formulated Hair Shampoo

iGuides

  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20
  • Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    23/05/2019 - 15:05

KOPI TIMES

  • Khilafah, Imamah dan Khalifah
    Khilafah, Imamah dan Khalifah
    11/12/2019 - 20:52
  • Kontribusi Islam Terhadap Akuntansi
    Kontribusi Islam Terhadap Akuntansi
    11/12/2019 - 20:15
  • Pentingnya Kebijakan Publik untuk Tatanan Pemerintah dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara
    Pentingnya Kebijakan Publik untuk Tatanan Pemerintah dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara
    11/12/2019 - 16:18
  • Revolusi Industri 4.0 di Era Milenial
    Revolusi Industri 4.0 di Era Milenial
    11/12/2019 - 13:27
  • Refleksi HUT ke-61 NTB, Bisakah NTB Gemilang?
    Refleksi HUT ke-61 NTB, Bisakah NTB Gemilang?
    11/12/2019 - 12:11
  • Mustahil Menghapus Jejak Khilafah di Nusantara
    Mustahil Menghapus Jejak Khilafah di Nusantara
    10/12/2019 - 23:23
  • SDM Indonesia Harus Berjiwa Pancasila di Era Revolusi Industri 4.0
    SDM Indonesia Harus Berjiwa Pancasila di Era Revolusi Industri 4.0
    10/12/2019 - 22:31
  • Pengakuan HAM Zaman Now
    Pengakuan HAM Zaman Now
    10/12/2019 - 20:53
  • Perda Perpasaran Dianggap Merugikan, Pemda DKI Diprotes Tiga Organisasi
    Perda Perpasaran Dianggap Merugikan, Pemda DKI Diprotes Tiga Organisasi
    12/12/2019 - 02:05
  • Fadli Zon Tak Lagi Jadi Jubir Gerindra, Prabowo Irit Komentar
    Fadli Zon Tak Lagi Jadi Jubir Gerindra, Prabowo Irit Komentar
    12/12/2019 - 01:05
  • Link Live Streaming Bayern Munich Vs Tottenham Hotspur
    Link Live Streaming Bayern Munich Vs Tottenham Hotspur
    12/12/2019 - 01:00
  • Link Live Streaming Atletico Madrid vs Lokomotiv Moskow
    Link Live Streaming Atletico Madrid vs Lokomotiv Moskow
    12/12/2019 - 00:38
  • Jelang Pilkada, PDIP Akan Gelar Rakernas Pada 10-12 Januari 2020
    Jelang Pilkada, PDIP Akan Gelar Rakernas Pada 10-12 Januari 2020
    12/12/2019 - 00:00
  • Talak Cerai Gugur, Vicky Prasetyo-Angel Lelga Masih Sah Suami Istri
    Talak Cerai Gugur, Vicky Prasetyo-Angel Lelga Masih Sah Suami Istri
    12/12/2019 - 01:00
  • Glenn Alinskie Bikin Agensi Hiburan di Korea Selatan
    Glenn Alinskie Bikin Agensi Hiburan di Korea Selatan
    12/12/2019 - 00:02
  • Harbolnas 12.12 Banjir Promo, dari Gratis Ongkir sampai Cashback
    Harbolnas 12.12 Banjir Promo, dari Gratis Ongkir sampai Cashback
    12/12/2019 - 00:04
  • Rakyat Vietnam Berpesta Sambut Sejarah Emas Sepakbola SEA Games
    Rakyat Vietnam Berpesta Sambut Sejarah Emas Sepakbola SEA Games
    12/12/2019 - 00:33
  • Tips Supaya Gak Ketipu Diskon Kaleng-kaleng di Harbolnas 2019
    Tips Supaya Gak Ketipu Diskon Kaleng-kaleng di Harbolnas 2019
    12/12/2019 - 00:30