Peristiwa Daerah

Saat Kuntul Perak Jadi Batik Khas Bontang, Begini Kisahnya

Senin, 02 Oktober 2017 - 23:08 | 378.10k
Saat Kuntul Perak Jadi Batik Khas Bontang, Begini Kisahnya
Sayid Abdul Kadir Assegaf (kanan), pencetus Batik Kuntul Perak, saat sedang menunjukkan hasil karyanya kepada pelanggan. (Foto : Batik Kuntul Perak for TIMES Indonesia)
Pewarta: | Editor: Khoirul Anwar

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Batik Kuntul Perak merupakan batik khas dari Kota Bontang Kalimantan Timur. Batik ini merupakan hasil pemikiran dan karya putra asli Bontang yang peduli dengan kearifan lokal daerahnya, yakni Sayid Abdul Kadir Assegaf.

Berawal pada November 2007, Kadir bersama PKBL Pupuk Kaltim dan delegasi dari daerah lainnya ditunjuk oleh Kementrian Perindustrian dan Kementrian Perdagangan mewakili Indonesia. Mereka diminta untuk mengikuti pameran di Kuala Lumpur, Malaysia.

Setelah kembali ke tanah air, Kadir berkoordinasi dengan Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Dan Perdagangan. Saat itu yang ditemui Kadir pada masa itu adalah Kepala Bidang Perindustrian Retno dan Kepala Seksi Industri Logam, Mesin dan Aneka Kerajinan, Ridwan.

Batik-Kuntul-Perak-khas-BontangHGWT.jpgBatik Kuntul Perak khas Bontang Kalimantan Timur. (Foto : Andry Subandono / TIMES Indonesia)

Dalam diskusinya, ia menceritakan pengalamannya kepada Retno dan Ridwan saat mengikuti pameran di Malaysia. Salah satunya Kerajinan Batik yang ditonjolkan oleh daerah-daerah lain pada pameran itu.

"Hadirnya keanekaragaman batik khas masing-masing daerah di Indonesia menunjukkan bahwa batik merupakan kebudayaan Indonesia. Saat itu sedang rame-ramenya pengakuan Malaysia tentang budaya batik," cerita Kadir kepada Bontang TIMES, Senin (2/10/2017). 

Dari pengalaman itulah munculah ide brilian pria keturunan arab ini untuk menghasilkan produk Batik khas kota Bontang yang memang belum pernah ada.

Setelah cukup lama menimbang-nimbang nama yang pas, akhirnya Kadir memilih brand 'Kuntul Perak' dibanding menggunakan nama Mangrove atau Batubara. Hal ini karena maskot Kota Bontang adalah Burung Kuntul Perak.

Burung Kuntul Perak adalah burung penetap dan berkaki panjang. Ukurannya di antara Burung Kuntul Besar dan Kuntul Kecil. Karakteristik Kuntul Perak bersarang dan berkoloni bersama burung air lainnya.

Batik-Kuntul-Perak-khas-Bontang-2cxAkW.jpgBatik Kuntul Perak khas Bontang Kalimantan Timur. (Foto : Andry Subandono / TIMES Indonesia)

"Burung Kuntul Perak ini karakteristiknya sama dengan masyarakat Bontang, salah satunya sebagai burung pendatang dan berenerjik. Begitupula masyarakat Bontang yang sebagian besar adalah pendatang, berkelompok dari berbagai suku yang berbeda. Enerjik sendiri bisa diartikan sebagai pekerja, karena masyarakat Bontang mayoritas adalah karyawan dua perusahaan nasional, Pupuk Kaltim dan Badak LNG," ucap Kadir yang menerangkan filosofi brand batiknya. 

Pada 2009, Pemerintah Kota Bontang melalui Disperindakop melaksanakan pelatihan membatik di Yogyakarta. Pelatihan ini bekerjasama dengan Balai Pelatihan Batik Yogyakarta. Karena dirasa kurang maksimal, Pemkot Bontang kembali menggelar pelatihan yang sama di Bontang dan kala itu diikuti sebanyak 25 peserta. 

Berselang dua tahun, dari puluhan peserta tersebut hanya menyisakan dua orang saja yang konsisten dan bertahan menggeluti kerajinan batik ini, yakni Kadir dan saudaranya. Sehingga di tahun 2011 itu, Kadir membuat beberapa contoh kain dan didaftarkan ke Direktorat Jendral Hak Kekayaan Intelektual (Dirjen HAKI). Hal ini ia lakukan agar dikemudian hari kelak tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. 

Setelah mendapatkan pengakuan dari Dirjen HAKI, barulah Kadir merilis beberapa motif batik yang telah ia buat sebelumnya dan diberi brand bernama "Batik Kuntul Perak".

Batik-Kuntul-Perak-khas-Bontang-3Ra2p4.jpgBatik Kuntul Perak khas Bontang Kalimantan Timur. (Foto : Andry Subandono / TIMES Indonesia)

Motif Batik Kuntul Perak yang pertama kali lahir berjumlah sembilan jenis motif. Yakni Motif Kuntul Perak, Motif Pohon Mangrove, Motif Mangrove dan Kuntul Perak, Motif Mangrove dan Daun Anggrek, Motif Daun Anggrek dan Kuntul Perak, Motif Kuntul Perak dan Taburan Batu, Motif Mangrove dan Taburan Batu, Motif Kuntul Perak dan Tanahan Serat Kayu. Yang terakhir, Motif Kuntul Perak dan Mangrove Tanah Remukan. Hingga saat ini, Batik Kuntul Perak telah mencapai ratusan motif batik.

Kadir berharap, Batik asli khas Kota Bontang ini nantinya menjadi salah satu warisan budaya dan menambah kekayaan budaya bangsa Indonesia. (*)

Batik-Kuntul-Perak-khas-Bontang-4wPRro.jpgBatik Kuntul Perak khas Bontang Kalimantan Timur. (Foto : Andry Subandono / TIMES Indonesia)



Publisher : Rochmat Shobirin

EKORAN

TERBARU

  • Dua Skema Pembangunan Pesantren, Ipuk Fiestiandani Fokus di Kesehatan dan Ekonomi
    Dua Skema Pembangunan Pesantren, Ipuk Fiestiandani Fokus di Kesehatan dan Ekonomi
    23/10/2020 - 00:17
  • Koppi Opened Their Chained Vendor at Yogyakarta
    Koppi Opened Their Chained Vendor at Yogyakarta
    23/10/2020 - 00:12
  • Ratusan Santri Ponpes Nurut Taqwa Bondowoso Istigasah Agar Corona Cepat Diangkat
    Ratusan Santri Ponpes Nurut Taqwa Bondowoso Istigasah Agar Corona Cepat Diangkat
    23/10/2020 - 00:08
  • Nikon Indonesia Pamit, Netizen: Canon Jangan Ya
    Nikon Indonesia Pamit, Netizen: Canon Jangan Ya
    23/10/2020 - 00:03
  • Realisasi Smart Green Campus, UIN Maliki Malang Lakukan Penghijauan di Kampus III
    Realisasi Smart Green Campus, UIN Maliki Malang Lakukan Penghijauan di Kampus III
    22/10/2020 - 23:59
  • Wali Kota Madiun Ingatkan Prokes 3M Saat Beribadah
    Wali Kota Madiun Ingatkan Prokes 3M Saat Beribadah
    22/10/2020 - 23:56
  • BBC Dukung Paslon Nia-Usman di Pilbup Bandung
    BBC Dukung Paslon Nia-Usman di Pilbup Bandung
    22/10/2020 - 23:54
  • Menko Perekonomian Airlangga Hartarto Anugerahi Banyuwangi TPID Terbaik
    Menko Perekonomian Airlangga Hartarto Anugerahi Banyuwangi TPID Terbaik
    22/10/2020 - 23:52
  • Mendes PDTT RI Ajak Santri Seluruh Indonesia Memperkokoh Tradisi Pesantren
    Mendes PDTT RI Ajak Santri Seluruh Indonesia Memperkokoh Tradisi Pesantren
    22/10/2020 - 23:50
  • Tinjau JPS, Wakil Bupati Tuban Ajak Masyarakat Tetap Patuhi Protokol Kesehatan
    Tinjau JPS, Wakil Bupati Tuban Ajak Masyarakat Tetap Patuhi Protokol Kesehatan
    22/10/2020 - 23:49

TIMES TV

Oh my God, Aksi Demo UU Cipta Kerja disusupi Massa bayaran?

Oh my God, Aksi Demo UU Cipta Kerja disusupi Massa bayaran?

17/10/2020 - 16:33

UU Cipta Kerja juga Hapus Sertifikat Halal MUI?

UU Cipta Kerja juga Hapus Sertifikat Halal MUI?
TERNYATA, Tokoh PKI DN Aidit Keturunan Habaib?

TERNYATA, Tokoh PKI DN Aidit Keturunan Habaib?
Progesterex Bisa Bikin Wanita Tidak Hamil

Progesterex Bisa Bikin Wanita Tidak Hamil
GAWAT. GNPF Ulama, FPI dan PA 212 Keluarkan Fatwa Qishos?

GAWAT. GNPF Ulama, FPI dan PA 212 Keluarkan Fatwa Qishos?

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • Gerakan Sosial Lama vs Gerakan Sosial Baru: Lembaga Kemahasiswaan Intra Kampus
    Gerakan Sosial Lama vs Gerakan Sosial Baru: Lembaga Kemahasiswaan Intra Kampus
    22/10/2020 - 23:20
  • Memaknai Hari Santri Nasional 22 Oktober 2020
    Memaknai Hari Santri Nasional 22 Oktober 2020
    22/10/2020 - 22:27
  • Realisasi Hari Santri Nasional di Era Pandemi
    Realisasi Hari Santri Nasional di Era Pandemi
    22/10/2020 - 21:33
  • Santri, Kiai dan Kedaulatan NKRI
    Santri, Kiai dan Kedaulatan NKRI
    22/10/2020 - 20:24
  • Enam Tahun Jokowinomics Gagal Meroket, Berlari dan Melompat
    Enam Tahun Jokowinomics Gagal Meroket, Berlari dan Melompat
    22/10/2020 - 19:31
  • Mengapa Omnibus Law UU Cipta Kerja menjadi Kontroversi?
    Mengapa Omnibus Law UU Cipta Kerja menjadi Kontroversi?
    22/10/2020 - 18:39
  • Santri dan Visi Kebangsaan
    Santri dan Visi Kebangsaan
    22/10/2020 - 17:18
  • Budi Tinggi Alumni Gontor
    Budi Tinggi Alumni Gontor
    22/10/2020 - 16:00

KULINER

  • Food Court Pinggir Sawah Sajikan Menu Spesial Ayam Goreng Mbak Ndari
    Food Court Pinggir Sawah Sajikan Menu Spesial Ayam Goreng Mbak Ndari
    22/10/2020 - 03:20
  • Nasi Aron Tengger Bromo, Another Way to Have Your Staple Food
    Nasi Aron Tengger Bromo, Another Way to Have Your Staple Food
    21/10/2020 - 00:46
  • Nikmatnya Jajanan Tradisional Kue Apem Cirebon
    Nikmatnya Jajanan Tradisional Kue Apem Cirebon
    18/10/2020 - 05:28
  • Menikmati Rujak Bakso Kuliner Unik di Kabupaten Majalengka
    Menikmati Rujak Bakso Kuliner Unik di Kabupaten Majalengka
    14/10/2020 - 13:02
  • Innside by Melia Yogyakarta Pamerkan Menu Unggulan Baru
    Innside by Melia Yogyakarta Pamerkan Menu Unggulan Baru
    14/10/2020 - 08:03
  • Viral, Video Lucu Khabib Lari Terbirit-birit Diprank Ular Besar
    Viral, Video Lucu Khabib Lari Terbirit-birit Diprank Ular Besar
    23/10/2020 - 00:05
  • Setelah Anjayani, Kini Lutfi Agizal Buat Lagu Anjalathi
    Setelah Anjayani, Kini Lutfi Agizal Buat Lagu Anjalathi
    23/10/2020 - 00:00
  • Gatot Sebut Ahmad Yani Mau Ditangkap, Polri: Pemanggilan Sebagai Saksi
    Gatot Sebut Ahmad Yani Mau Ditangkap, Polri: Pemanggilan Sebagai Saksi
    23/10/2020 - 00:10
  • Yuk! Nostalgia Bareng D’Masiv di OneFest tvOne Sabtu Ini
    Yuk! Nostalgia Bareng D’Masiv di OneFest tvOne Sabtu Ini
    23/10/2020 - 00:00
  • Siap-siap, Besok Pagi Sebelum Salat Jumat Bumi Kedatangan Sosok Ini
    Siap-siap, Besok Pagi Sebelum Salat Jumat Bumi Kedatangan Sosok Ini
    22/10/2020 - 15:02