Kopi TIMES Universitas Islam Malang

Mendidik Siswa di Era Digital

Rabu, 02 Agustus 2017 - 17:00 | 114.95k
Mendidik Siswa di Era Digital
Muhammad Yunus. (Grafis TIMES Indonesia)
FOKUS

Universitas Islam Malang

Editor: Yatimul Ainun

TIMESINDONESIA, MALANG"Didiklah anakmu sesuai dengan zamannya" itulah pesan dari Sayyidina Ali bin Abu Thalib karamallah wajha.

Sebuah pesan yang patut dijadikan renungan dalam mendidik putra putri kita khususnya dalam dunia pendidikan formal seperti halnya sekolah. Pesan tersebut tersirat bahwa proses pembelajaran disekolah tidak boleh menoton. 

Metode dan teknik pembelajaran yang dipakai tidak boleh ‘status quo’, guru harus mampu melakukan perubahan-perubahan pembelajaran didalam kelas ‘revolusi pembelajaran’ guna mengantarkan putra putri kita sadar akan tujuan dari pendidikan itu sendiri.

Seperti yang kita ketahui bahwa tugas diciptakannya manusia dimuka bumi ini adalah untuk menghamba pada Rabnya. Apa dan bagaimana cara menghamba yang baik, maka Allah mengutus para Rosul-Nya untuk mengajarkan penghambaan yang baik dan benar. 

Dari sinilah sesungguhnya proses pendidikan itu muncul. Para rosul Allah SWT sejatinya adalah para guru dimuka bumi yang ditunjuk oleh Allah SWT untuk menjadi wakil-Nya mengajarkan hal-hal hak dan yang bathil sehingga manusia sebagai ciptaan-Nya ini sadar diri dan tidak menyimpang dalam menjalani hidup dan kehidupan di dunia ini. 

Maka agama (Tauhid, Syariat, dan Akhlak) menjadi kurikulum agama yang harus diajarkan kepada setiap manusia. Dalam konteks inilah Islam mewajibkan (wajib ‘ain) setiap individu muslim untuk menuntut ilmu, tidak terkecuali laki-laki dan perempuan, semuanya wajib.

Kurikulum dalam Agama Islam ini jelas ada di Al Quran dan Al Hadist serta penjelasan-penjelasan para ulama sebagai pewaris dari para Nabi.

Singkatnya, dimanapun dan kapanpun manusia itu hidup maka kurikulum ini harus mampu ditranfer pada dirinya dan ditransformasikan dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga perjalanan hidupnya selamat, manfaat, dan membawa kenikmatan dunia akhirat.

Peserta didik dalam konteks ini harus mendapatkan porsi yang cukup agar bisa meraih keselamatan dunia akhirat, kemanfaatan dunia akhirat, dan kenikmatan dunia akhirat. 

Oleh karenanya agama ini harus diajarkan dan dicontohkan oleh seorang guru. Peserta didik tidak bisa memahami agama hanya dengan membaca dimedia dan buku-buku terjemahan tanpa ada bimbingan dari seorang guru. Karena agama tidak semata ilmu pengetahuan melainkan juga masuk pada wilayah hati dan terkait langsung dengan Allah SWT.

Tugas yang kedua selain penghambaan adalah memberi keselamatan kepada orang lain atas nama Allah SWT. Inilah yang disebut dengan khalifatulah fil ardh (wakil Allah dimuka bumi). Menjadi seorang wakil maka harus mempunyai ilmu pengetahuan yang cukup untuk mensukseskan tugas sebagai seorang wakil. 

Dalam konteks keduniaan maka ilmu pengetahuan yang sifatnya untuk melestarikan kehidupan mutlak diperlukan. Maka penguasaan Matematika, Bahasa, Ilmu Alam, Ilmu Sosial, Filsafat dan sebagainya haruslah dikuasai. 

Lembaga pendidikan yang ada mempunyai tugas untuk mengantarkan putra putri kita sampai pada penguasaan ini. Dalam konteks inilah para guru saat ini diperlukan untuk menguasai teknologi digital karena eranya sudah masuk pada era digital selain pada penguasaan atas ilmu pengetahuan itu sendiri.

Teknologi informasi yang sangat masif telah menyajikan seluruh ilmu pengetahuan yang ada dalam satu genggaman, gadget(gawai). Siswa bisa jadi mereka telah lebih dulu mengakses informasi itu diluar kelas. Mungkin dilingkungan sekolah, mungkin di rumah, atau mungkin dikalangan mereka sendiri. 

Artinya adalah silabus yang ditetapkan oleh pemerintah/sekolah haruslah disampaikan dengan sajian yang tidak membosankan kepada siswa. Betul mereka sudah lebih dulu tahu akan apa yang disampaikan oleh guru, tetapi jika disajikan dengan menarik maka siswa akan delbih tertantang dan kreativitas, novelti, serta inovasi akan muncul dari siswa. 

Harus ada nuansa yang berbeda didalam kelas. Nuansa itu menurut hemat penulis dapat dilakukan salah satunya dengan pendekatan dialogis dan pembelajaran kooperatif.

Pendekatan dialogis adalah pendekatan dimana ilmu pengetahuan diyakini bukan monopoli milik guru. Pendekatan dialogis menuntut untuk menggali informasi sebanyak-banyak seraya menemukan titik temu atau pemahaman pengetahuan yang utuh. 

Pendekatan dialogis dapat diterapkan dengan memunculkan banyak pertanyaan-pertanyaan kepada siswa seraya menantang siswa untuk berpikir atas apa yang sudah diketahuinya. Inilah kenapa meskipun kita makan pecel setiap hari bisa tidak bosan jika dalam proses makan itu ada proses dialog antar anggota keluarga. 

Begitu juga dengan proses pembelajaran ini, maka meminta siswa untuk mengungkapkan gagasannya akan memunculkan proses pembelajaran yang segar dan tidak membosankan.

Sementara itu, pembelajaran kooperatif adalah pembelajaran dengan proses keseimbangan antar siswa. Ini bukanlah kerja kelompok biasa, melainkan kerja kelompok yang disusun atas tiga prinsip utama; ketergantungan positif, tanggungjawab indiviu, dan keterampilan sosial. Tidak boleh ada dominasi siswa dalam kelompok ini. Mereka harus menyumbangkan ide dan pembagian tugas yang jelas.

Akhirnya proses pembelajaran disekolah  baik yang sifatnya yang mengantarkan siswa pada tugas seorang hamba dan tugas pada seorang wakil dimuka bumi yang ada dalam era digital ini dapat dilakukan dengan pendekatan dialogis dan pembelajaran koooperatif.

Pendekatan dan model belajar ini akan mampu mengfasilitasi siswa dalam belajar didalam kelas yang tidak membosankan tetapi akan mampu menjadikan dirinya sebagai insan yang selamat, manfaat, dan membawa kenikmatan dunia akhitat. (*)

* Penulis, Muhammad Yunus, Dosen Universitas Islam Malang



Publisher : Rizal Dani

EKORAN

TERBARU

  • Gubernur Anies Minta Warga Kampung Tanah Merah Selalu Jaga Lingkungan
    Gubernur Anies Minta Warga Kampung Tanah Merah Selalu Jaga Lingkungan
    16/10/2021 - 17:06
  • HUT Kota Batu, Momen Kebangkitan dari Pandemi Covid-19
    HUT Kota Batu, Momen Kebangkitan dari Pandemi Covid-19
    16/10/2021 - 17:00
  • Majalengka Targetkan Vaksinasi 16 Ribu Dosis Per Hari
    Majalengka Targetkan Vaksinasi 16 Ribu Dosis Per Hari
    16/10/2021 - 16:53
  • Menparekraf Sandiaga Uno Terpukau Keindahan Goa Kedungrombang di Desa Wisata Serang
    Menparekraf Sandiaga Uno Terpukau Keindahan Goa Kedungrombang di Desa Wisata Serang
    16/10/2021 - 16:49
  • Rumah Moderasi Beragama UIN KHAS Jember Gandeng Ormawa sebagai Duta Moderasi Beragama
    Rumah Moderasi Beragama UIN KHAS Jember Gandeng Ormawa sebagai Duta Moderasi Beragama
    16/10/2021 - 16:46

TIMES TV

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

01/04/2021 - 15:58

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi
Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo

Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo
Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan

Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan
The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • Masa Sulit Kok Daftar Haji?
    Masa Sulit Kok Daftar Haji?
    16/10/2021 - 12:02
  • Rapor Semester 1 Bank Syariah Indonesia Pasca Merger
    Rapor Semester 1 Bank Syariah Indonesia Pasca Merger
    15/10/2021 - 17:14
  • Pengangkatan Dewan Pengarah BRIN Sesuai Kaidah Hukum
    Pengangkatan Dewan Pengarah BRIN Sesuai Kaidah Hukum
    15/10/2021 - 16:22
  • Praktik Pancasila Zaman Now
    Praktik Pancasila Zaman Now
    15/10/2021 - 14:35
  • Kita Sendiri Penentu Kualitas Informasi di Media Sosial
    Kita Sendiri Penentu Kualitas Informasi di Media Sosial
    15/10/2021 - 01:13
  • Simalakama Corona, Antara Makan dan Pendidikan
    Simalakama Corona, Antara Makan dan Pendidikan
    15/10/2021 - 00:17
  • Saya Perempuan, Saya Muslim, Saya Merdeka
    Saya Perempuan, Saya Muslim, Saya Merdeka
    14/10/2021 - 15:10
  • Pinjol Ilegal Merusak Moralitas Ekonomi
    Pinjol Ilegal Merusak Moralitas Ekonomi
    13/10/2021 - 16:01

KULINER

  • Kreatif dan Edukatif, Among Tani Foundation Dirikan Angkringan Asli Jogja di Kota Batu
    Kreatif dan Edukatif, Among Tani Foundation Dirikan Angkringan Asli Jogja di Kota Batu
    16/10/2021 - 14:31
  • Makan Sushi Sambil Jadi Peserta Squid Game di Genki Sushi
    Makan Sushi Sambil Jadi Peserta Squid Game di Genki Sushi
    16/10/2021 - 13:00
  • Laris Manis Penjual Sempolan di Ngawi, Omzet Setengah Juta Sehari
    Laris Manis Penjual Sempolan di Ngawi, Omzet Setengah Juta Sehari
    15/10/2021 - 19:21
  • The Local Culinary Weeks Novotel Samator Surabaya Berikan Sajian Khas nan Lezat
    The Local Culinary Weeks Novotel Samator Surabaya Berikan Sajian Khas nan Lezat
    14/10/2021 - 02:22
  • Sup Kepompong Tawon Ndas, Kuliner Ekstrem Banyuwangi Bikin Pria Makin Jantan
    Sup Kepompong Tawon Ndas, Kuliner Ekstrem Banyuwangi Bikin Pria Makin Jantan
    13/10/2021 - 17:20