8 Dampak Buruk Media Sosial Bagi Anak dan Remaja
Perkembangan media sosial sudah semakin pesat, tak hanya pada kalangan dewasa dan remaja, bahkan saat ini anak-anak sudah banyak yang kecanduan media sosial.

Jakarta – Perkembangan media sosial sudah semakin pesat, tak hanya pada kalangan dewasa dan remaja, bahkan saat ini anak-anak sudah banyak yang kecanduan media sosial. Tak jarang sebagian besar waktu mereka digunakan untuk membuka sosial media seperti Facebook, Twitter, Path, Instagram, dan lainnya.
Sebagai aplikasi media sosial hal ini tentu saja membawa banyak dampak baru dalam perkembangan remaja dan anak-anak, baik dampak negatif maupun positif. Berikut berbagai dampak negatif media sosial dalam kehidupan sehari-hari bagi remaja dan anak-anak, dilansir dari berbagai sumber.
1. Cyber Bullying
Perpeloncoan terutama di kalangan pelajar yang menggunakan media seperti Facebook banyak melahirkan perundungan cyber yang sama depresif akibatnya seperti perundungan pada umumnya.
2. Memicu Kejahatan
Media sosial bisa menjadi lahan bagi predator untuk melakukan kejahatan. Anak-anak bahkan remaja belum tentu bisa mengidentifikasi orang yang dikenal melalui meda sosial menggunakan identitas asli atau palsu. Bisa jadi "teman" dalam media sosial merupakan kumpulan atau orang yang berniat melakukan tindak kejahatan.
3. Pornografi
Anggapan yang mengatakan bahwa internet identik dengan pornografi, memang tidak salah. Dengan kemampuan penyampaian informasi yang dimiliki internet, pornografi pun merajalela. Di internet terdapat gambar-gambar pornografi dan kekerasan yang bisa mengakibatkan dorongan kepada seseorang untuk bertindak kriminal.
4. Komunikasi Buruk
Semakin anak kecanduan media sosial, ia hanya akan mementingkan diri sendiri. Kemampuan untuk berinteraksi dengan orang lain juga bisa menghilang. Hal ini karena anak-anak dan remaja tersebut tidak pernah berhubungan dengan masyarakat sekitar. Pengetahuan tentang seluk beluk berkomunikasi di kehidupan nyata, seperti bahasa tubuh dan nada suara, juga menjadi berkurang.
5. Ancaman Ujaran Kebencian
Penggunaan agama untuk kepentingan politik, seruan kebencian pada golongan minoritas, sampai praktek-praktek tingkah laku yang kasar, penuh kebencian sering hadir sehari-hari dalam genggaman tanpa saringan. Jika tak bisa memilah sejumlah informasi tersebut, anak-anak dan remaja rentan terhadap provokasi ujaran kebencian.
6. Perkembangan Emosi
Pada remaja, perkembangan emosi tidak terlepas dari interaksinya dari lingkungan sosial. Bila lingkungan sosial yang ada di sekeliling remaja berupa lingkungan sosial yang "virtual" dan tidak pada kenyataannya, maka perkembangan emosi remaja juga cenderung tidak kuat.
7. Perkembangan Fisik
Terlalu banyak menggunakan internet dapat menyebabkan perkembangan fisik remaja mengalami physical decline. Contohnya problem visual seperti kelelahan mata, sakit kepala bahkan pengelihatan kabur. Selain gangguan tersebut, kecanduan media sosial juga bisa mengakibatkan obesitas pada anak-anak dan remaja karena berkurangnya aktifitas fisik.
8. Mengumbar Rahasia
Media sosial kerap menjadi lahan untuk mengungkapkan isi hati. Bukan hanya remaaj dan anak-anak, bahkan orang dewasa sering tidak menyadari, media sosial justru menjadi media untuk mengumbar aib. Banyak hal yang semestinya bukan bagian dari informasi publik seperti rahasia pribadi yang dibagikan oleh pemilik akun media sosial. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

