Foto

Meski Arena Sket Park Ditutup Karena Corona Pecinta Skateboard Kota Pahlawan Tak Putus Asa

Minggu, 09 Mei 2021 - 20:15 | 122.64k

TIMESINDONESIA, SURABAYA – Terhitung sudah setahun lebih para pecinta skateboard di Surabaya tak bisa menyalurkan hobinya. Skatepark atau arena resmi bermain skateboard ditutup oleh pemerintah kota sejak corona melanda.

Kembali ke jalanan, bermain di trotoar adalah cara pintas yang diambil para pecinta skateboard di banyak kota. Sempat viral di Jakarta bulan Maret lalu, segerombolan anak muda bersitegang dengan petugas Satpol PP yang hendak menyita papan skateboard milik mereka.

Sampai akhirnya, Gubernur Anies Baswedan turun tangan mempersilakan pecinta skateboard untuk bermain di trotoar. Beruntungnya Wali Kota Eri Cahyadi belum menjumpai kejadian serupa di kotanya.

Arek-arek Kota Pahlawan lebih memilih berjuang-membuat skatepark baru secara swadaya dengan kumpulan dana seadanya. Edo Ferdianto pemilik gerai apparel Holy Skateshop adalah penggeraknya.

Dirinya terketuk untuk mewadahi para pecinta skateboard di lahan terbatas depan tokonya. Membuat obstacle dari material seadanya.

Per hari kurang lebih ada sepuluh hingga limabelas anak yang berlatih bersama. Dikarena skatepark yang masih ditutup dan membuat pecinta skateboard  jadi bingung untuk berlatih dan bermain. 

Walau sebenarnya toko yang berdiri sejak tahun 2011 ini juga terimbas penjualannya karena pandemi Covid-19. Holy School, bisnis sampingan Edo mengajar privat dan ekstrakulikuler di sekolah pun mandek. 

Agar olahraga skateboard dapat kembali bangkit, layaknya sepak bola yang mendapat perhatian lebih. Edo meminta minimalnya skatepark kembali dibuka. Hal tersebut sangat disayangkan, padahal skateboard Surabaya sudah banyak membawa bukti di kancah nasional hingga internasional.

Edo juga menyesalkan pembuatan skatepark yang terkesan asal-asalan, seperti yang terjadi di Embong Kaliasin, Taman Bungkul, juga yang terbaru di Balai Pemuda. Sebagai pengguna, para pecinta skateboard tak pernah diajak berunding.

Padahal kita juga legal di bawah Dispora. Kalau anak-anak tahu kan bisa kasih masukan. Berapa kali kejadian cidera bahkan patah tulang karena obstacle. Kepada wali kota Surabaya yang masih milenial, Edo dan kawan-kawan berharap agar para pecinta skateboard mendapat perhatian sebagaimana pecinta olahraga yang lain.(*)


Fotografer : Adhitya Hendra
Editor : Faizal R Arief
Publisher : Rizal Dhani
Reaksi Anda
KOMENTAR

FOTO LAINNYA

TIMES VLOG

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

01/04/2021 - 15:58

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi
Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo

Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo
Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan

Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan
The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie