Foto

Sejarah Becak di Indonesia

Kamis, 05 Maret 2020 - 12:15 | 259.64k

TIMESINDONESIA, MALANG – Sejarah alat transportasi becak berawal dari sebuah bentuk kesetiaan seorang suami kepada istrinya.

Sekitar 1865, adalah seorang misionaris Amerika, Jonathan Goble. Dia berupaya membuat sebuah alat bantu jalan untuk istrinya, Eliza Weeks. 
Istrinya mengalami kelumpuhan, ide itu muncul saat Goble jalan-jalan di Yokohama, Jepang.

Dia menggambar sketsa kereta kecil tanpa atap di atas selembar kertas. Sektsa tersebut dikirimkan kepada seorang sahabatnya, Frank Pollay.

Rancangan tersebut lalu diserahkan ke seorang pandai besi bernama Obadiah Wheeler. Jadilah sebuah kendaraan yang ditarik oleh tenaga manusia. Orang-orang Jepang menyebutnya Jinrikisha. 

Keberadaan jinrikisha menarik perhatian sejumlah bangsawan di Jepang.
 
Jinrikisha kemudian identik dengan kendaraan para bangsawan. 

Sejak 1870, pemerintah Jepang memberikan lisensi kepada tiga orang Jepang: Izumi Yosuke, Suzuki Tokujiro, dan Takayama Kosuke untuk membuat jinrikisha.

Popularitas jinrikisha menyeberang ke kota-kota di daratan China. Melintasi Asia Selatan (India), Asia Tenggara, bahkan hingga ke Afrika Selatan. 

Dalam perkembangannya, jinrikisha tak lagi dioperasikan dengan cara ditarik melainkan dikayuh (cycle-rickshaw).

Di Indonesia, jinrikisha mengalami modifikasi. Berawal dari seorang Seiko-san, pemiliki toko sepeda di Makasar. Dia modifikasi jinrikisha menjadi alat transportasi roda tiga.

Modifikasi tersebut dilakukan, karena penjualan sepeda angin miliknya mengalami hambatan dan penumpukan.

 Dia memutar otak agar tumpukan sepeda yang tak terjual bisa berkurang dan terciptalah sebuah alat transportasi baru beroda tiga.
 
Menurut Lea Jellanik dalam buku 'Seperti Roda Berputar'. Dia menuliskan jinrikisha awalnya didatangkan ke Batavia dari Singapura dan Hongkong pada 1930-an.

Jawa Shimbun terbitan 20 Januari 1943 menyebut alat transportasi roda tiga ini diperkenalkan dari Makassar ke Batavia Akhir 1930-an. Ini diperkuat dengan catatan perjalanan seorang wartawan Jepang ke berbagai daerah di Indonesia, termasuk Makassar.

Kata Becak berasal dari betjak/betja/beetja. Kata ini baru digunakan pada 1940 ketika becak mulai digunakan sebagai kendaraan umum. Kata Becak berasal dari bahasa Hokkien yakni 'Be Chia' yang artinya kereta kuda.


Fotografer : Adhitya Hendra
Editor : Faizal R Arief
Publisher : Rizal Dhani
Reaksi Anda
KOMENTAR

FOTO LAINNYA

TIMES VLOG

Suara Merdu Dipikat Label Maia Estianty- Ninaya Ilena

Suara Merdu Dipikat Label Maia Estianty- Ninaya Ilena

05/11/2021 - 09:44

Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji

Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji
Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji

Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji
Pemkot Malang Kuatkan Infrastruktur Digital Penunjang Smart City Melalui Wifi Gratis

Pemkot Malang Kuatkan Infrastruktur Digital Penunjang Smart City Melalui Wifi Gratis
Profesor Kopi : Malang Gudangnya Kopi Robusta

Profesor Kopi : Malang Gudangnya Kopi Robusta