Minggu, 17 November 2019
Peristiwa

Daya Magis Eksotika Bromo

Daya Magis Eksotika Bromo Sejumlah penari Reog Ponorogo menari di Lautan saat gelaran Eksotika Bromo.(FOTO: Adhitya Hendra/TIMES Indonesia)
Daya Magis Eksotika Bromo Sejumlah penari Reog Ponorogo menari di Lautan saat gelaran Eksotika Bromo.(FOTO: Adhitya Hendra/TIMES Indonesia)
Daya Magis Eksotika Bromo Sejumlah penari Singo Ulung menari di Lautan saat gelaran Eksotika Bromo.(FOTO: Adhitya Hendra/TIMES Indonesia)
Daya Magis Eksotika Bromo Sejumlah penari Jaran Kendang menari di Lautan saat gelaran Eksotika Bromo.(FOTO: Adhitya Hendra/TIMES Indonesia)
Daya Magis Eksotika Bromo Sejumlah penari Kidung Tengger menari di Lautan saat gelaran Eksotika Bromo.(FOTO: Adhitya Hendra/TIMES Indonesia)
Daya Magis Eksotika Bromo Sejumlah penari Kidung Tengger menari di Lautan saat gelaran Eksotika Bromo.(FOTO: Adhitya Hendra/TIMES Indonesia)
Daya Magis Eksotika Bromo Sejumlah penari Jaran Kendang menari di Lautan saat gelaran Eksotika Bromo.(FOTO: Adhitya Hendra/TIMES Indonesia)
Daya Magis Eksotika Bromo Sejumlah kotemporer dancer menari di Lautan saat gelaran Eksotika Bromo.(FOTO: Adhitya Hendra/TIMES Indonesia)
Minggu, 14 Juli 2019 - 17:51

TIMESINDONESIA, BROMO – Daya magis Bromo tak akan pernah hilang. Di event Eksotika Bromo 2019, daya tarik itu tetap melekat. 

DI kaldera pasir Bromo, tempat sejumlah pertunjukan seni budaya nusantara ditampilkan di event itu, tak mengurangi sedikitpun daya magis Bromo.

Meski baru kali ketiga event tahunan ini digelar, event ini sudah masuk dalam "30 Events Calender Of Event Wonderful Indonesia 2019" versi Kementerian Pariwisata RI dan Markplus Center For Tourism and Hospitality. 

Tahun 2018 lalu, event ini masih masuk di "100 Events Calender Of Event Wonderful Indonesia 2018". Padahal, di 100 event calendar itu, Eksotika Bromo adalah event yang paling muda. 

Entahlah. Dengan prestasi yang sangat gemilang itu membuktikan bahwa banyak orang masih cinta Gunung Bromo dan budaya khas masyarakat Tengger. Inilah daya magis Bromo.

Dan event Eksotika Bromo, mampu menangkap dan mengemas dengan sangat apik daya magis itu.

Di gelaran ketiga kali ini, pengunjung dihangatkan atraksi khas sejumlah daerah di Jawa Timur. 
Cuaca dingin saat di hari pertama gelaran event ini, tak membuat pengunjung meninggalkan tempat duduknya. Masih ada pementasan Sendratari Kolosal Kidung Tengger.

Sendratari yang diiringi puisi Kidung Tengger ini bercerita tentang awal Suku Tengger yang mendiami kaki Gunung Bromo. Sendratari tersebut, menutup rangkaian pertunjukkan event Eksotika Bromo di hari pertama.  

Dan daya magis Eksotika Bromo tak akan selesai usai gelaran ini ditutup. Daya magis itu akan terus menarik wisatawan dari tahun ke tahun untuk mengunjungi Bromo dan Tengger. (*)

Fotografer : Adhitya Hendra
Editor : Faizal R Arief
Publisher : Rizal Dani

Komentar

Registration