Minggu, 22 September 2019
Serba-Serbi

Legenda Kaspandi dan Kopi Cap Sepoor

Legenda Kaspandi dan Kopi Cap Sepoor Pekerja melihat tingkat kematangan kopi Robusta yang menjadi bahan dasar kopi Sepoor Kaspandi.(FOTO: Adhitya Hendra/TIMES Indonesia)
Legenda Kaspandi dan Kopi Cap Sepoor Pekerja melakukan pendinginan biji kopi untuk sebelum dijadikan bubuk kopi Sepoor Kaspandi.(FOTO: Adhitya Hendra/TIMES Indonesia)
Legenda Kaspandi dan Kopi Cap Sepoor Pekerja memasukan biji kopi Robusta yang sudah melalui proses rosting dan disimpan selama semalam untuk dijadikan bubuk kopi Sepoor Kaspandi.(FOTO: Adhitya Hendra/TIMES Indonesia)
Legenda Kaspandi dan Kopi Cap Sepoor Biji kopi Robusta yang sudah melalui proses rosting sebagai bahan kopi Sepoor Kaspandi yang menjadi kopi khas masyarakat Pasuruan.(FOTO: Adhitya Hendra/TIMES Indonesia)
Legenda Kaspandi dan Kopi Cap Sepoor Pekerja menata kemasan yang berisi kopi Sepoor Kaspandi yang menjadi kopi khas masyarakat Pasuruan.(FOTO: Adhitya Hendra/TIMES Indonesia)
Legenda Kaspandi dan Kopi Cap Sepoor Pekerja mengemas kopi Sepoor Kaspandi yang menjadi kopi khas masyarakat Pasuruan.(FOTO: Adhitya Hendra/TIMES Indonesia)
Legenda Kaspandi dan Kopi Cap Sepoor Pekerja melakukan pengepakan kopi Sepoor Kaspandi yang menjadi kopi khas masyarakat Pasuruan.(FOTO: Adhitya Hendra/TIMES Indonesia)
Legenda Kaspandi dan Kopi Cap Sepoor Produk kopi Sepoor Kaspandi yang menjadi kopi khas masyarakat Pasuruan.(FOTO: Adhitya Hendra/TIMES Indonesia)
Rabu, 10 Juli 2019 - 19:15

TIMESINDONESIA, PASURUANKaspandi adalah pelayan di sebuah kantor pemerintah Hindia Belanda. Salah satu tugas rutinnya, meracik kopi dan menyajikannya ke pejabat dan pegawai kantor tersebut. Tiap pagi dan sore.  

Rutinitasnya juga, memilih biji kopi di pasar dan membelinya. Saat itu, biji kopi yang banyak dijual adalah jenis Robusta.

Rutinitas itu ternyata membuat Kaspandi ahli dalam memilih, memasak, meracik dan menyajikan kopi. 

Rutinitas itu pula yang membuat Kaspandi memutuskan untuk menjual kopi buatannya ke pasar sekitar rumahnya di Pasuruan pada 1940.

Usahanya berkembang. Pada 1955, kopi buatan Kaspandi mendapat izin usaha dari Kota Praja. Kaspandi memberanikan menjual kopinya lebih banyak lagi.

Kopi Cap Sepoor. Begitu Kaspandi memberi nama kopinya. Kaspandi tetap menjaga kualitas kopinya dengan memilih biji kopi Robusta kualitas satu. Kalau sekarang disebut biji kopi kualitas ekspor.

Kini, Kopi Cap Sepoor dikelola generasi ketiga Kaspandi. Tak hanya Robusta saja. Kopi Cap Sepoor juga ada yang dari biji kopi Arabika dan biji kopi lanang.

Kalau sempat berkunjung atau melewati Kota Pasuruan, Anda bisa menyeruput dan menikmati kopi Kaspandi ini di Jalan Pahlawan Nomor 39, halaman Stadion Untung Suropati. 

Soal harga, sangat murah. Rp 3 ribu saja per cangkir. Kalau ingin dijadikan oleh-oleh khas kota tua di wilayah Pantura ini, sebungkus Kopi Cap Sepoor dengan harga Rp 25.000 untuk tiap jenis kopi Arabica dengan berat 200 gram, Robusta 250gram dan Peabarry 200 gram.

Khusus bagi pencinta kopi Nusantara, rasanya belum lengkap dijuluki pecinta kopi Nusantara kalau belum menyeruput secangkir Kopi Cap Sepoor buatan legenda kopi Pasuruan, Kaspandi(*)

Fotografer : Adhitya Hendra
Editor : Faizal R Arief
Publisher : Rizal Dani

Komentar

Registration