Cerita

Candi Sumber Tetek Simbol Kesuburan Kaum Perempuan

Candi Sumber Tetek Simbol Kesuburan Kaum Perempuan Warga mengamil air yang keluar dari salah satu arca yang ada di Suber Tetek. (Adhitya Hendra/TIMES Indonesia)
Candi Sumber Tetek Simbol Kesuburan Kaum Perempuan Tanda larangan agi wanita yang sedang datang ulan yang ada di Suber Tetek. (Adhitya Hendra/TIMES Indonesia)
Candi Sumber Tetek Simbol Kesuburan Kaum Perempuan Warga erenang di kolam yang menanpung air yang keluar dari salah satu arca yang ada di Suber Tetek. (Adhitya Hendra/TIMES Indonesia)
Candi Sumber Tetek Simbol Kesuburan Kaum Perempuan Warga memanfaatkan air yang keluar di kawasan Suber Tetek untuk berbagai kebutuhan. (Adhitya Hendra/TIMES Indonesia)
Candi Sumber Tetek Simbol Kesuburan Kaum Perempuan Botol bekas air mineral yang digunakan warga untuk membawa air dari Suber Tetek. (Adhitya Hendra/TIMES Indonesia)
Candi Sumber Tetek Simbol Kesuburan Kaum Perempuan Warga mengamil air yang keluar dari salah satu arca yang ada di Suber Tetek dengan menggunakan Galon. (Adhitya Hendra/TIMES Indonesia)
Candi Sumber Tetek Simbol Kesuburan Kaum Perempuan Sejumlah wisatawan berfoto dekat arca yang ada di Suber Tetek. (Adhitya Hendra/TIMES Indonesia)
Candi Sumber Tetek Simbol Kesuburan Kaum Perempuan Warga berjalan menuju Suber Tetek utuk melakukan berbagai aktifitas seperti ambil air untuk konsumsi, mandi dan cuci pakaiana. (Adhitya Hendra/TIMES Indonesia)
Minggu, 07 Juli 2019 - 13:55

TIMESINDONESIA, PASURUAN – Candi Belahan atau yang populer dikenal Candi Sumber Tetek, terletak di Desa Belahan, Wonosunyo, Gempol, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Candi yang merupakan peninggalan Raja Airlangga ini dibangun pada 1009 Masehi atau pada masa Kerajaan Kahuripan. Candi itu menjadi simbol kesuburan kaum perempuan.

Candi yang dikenal dengan nama Candi Sumber Tetek tersebut memeiliki keunik dan terlihat sangat menarik, karena terdapat dua patung wanita yaitu Dewi Sri serta Dewi Laksmi. Kedua Arca Dewi tersebut digambarkan sebagai simbol kesuburan dan kemakmuran.

Dari salah satu patung yang ada, yaitu patung Dwi Laksmi mengalirkan air dari kedua tetek (puting susu) dalam bahasa Jawa. Dari situlah masyarakat setempat menyebutnya Candi Sumber Tetek. 

Air yang keluar tersebut ditampung di dalam kolam petirtaan yang berukuran lebih kurang 6 x 4 meter dan memiliki kedalaman sekitar 30 cm.

Selain itu, warga sekitar percaya air yang mengalir dalam pemandian berkhasiat untuk awet muda. Candi yang terletak di ketinggian sekitar 700 meter di atas permukaan air laut ini, merupakan salah satu dari sekitar 80 bangunan candi, yang ditemukan di kawasan Gunung Penanggungan.

Candi ini jika dilihat dari bentuk arsitekturnya, dahulunya merupakan sebuah petirtaan, dahulunya digunkanan untuk mandinya para Selir-selir Raja Airlangga dan juga sebagai tempat bertapanya.

Air yang mengalir keluar dari tetek patung Dewi Laksmi ini sangat jernih, hingga sampai sekarang digunakan sebagai keperluan sehari-hari oleh masyarakat setempat. 

Kejernihan serta kesegaran air Sumber Tetek yang ditampung di kolam tersebut serta keindahan alamnya tetap memiliki daya pikat yang kuat.

Meski belum tersentuh pemugaran, Candi Belahan atau Candi Sumber Tetek sangatlah pantas untuk ditawarkan sebagai Destinasi Kunjungan Wisata Kabupaten Pasuruan. Karena dikenal menjadi simbol kesuburan kaum perempuan.(*)
 

Fotografer : Adhitya Hendra
Editor : Yatimul Ainun
Publisher : Rochmat Shobirin

Komentar

Registration