Serba-Serbi

Mesjid Muhammad Cheng Hoo, Penghormatan untuk Admiral Zhang Hee

Mesjid Muhammad Cheng Hoo, Penghormatan untuk Admiral Zhang Hee Suasana Pasar Wisata Masjid Chang Hoo Pandaan yang ramai dikunjungi wisatawan.(FOTO: Adhitya Hendra/TIMES Indonesia)
Mesjid Muhammad Cheng Hoo, Penghormatan untuk Admiral Zhang Hee Suasana Pasar Wisata Masjid Chang Hoo Pandaan yang ramai dikunjungi wisatawan.(FOTO: Adhitya Hendra/TIMES Indonesia)
Mesjid Muhammad Cheng Hoo, Penghormatan untuk Admiral Zhang Hee Arsitektur dan hiasan lampion Masjid Chang Hoo Pandaan saat malam hari.(FOTO: Adhitya Hendra/TIMES Indonesia)
Mesjid Muhammad Cheng Hoo, Penghormatan untuk Admiral Zhang Hee Suasana Masjid Chang Hoo Pandaan saat malam hari.(FOTO: Adhitya Hendra/TIMES Indonesia)
Mesjid Muhammad Cheng Hoo, Penghormatan untuk Admiral Zhang Hee Umat muslim saat melaksanakan Sholat Isya di Masjid Chang Hoo (FOTO: Adhitya Hendra/TIMES Indonesia)
Mesjid Muhammad Cheng Hoo, Penghormatan untuk Admiral Zhang Hee Seorang jamaah yang keluar dari Masjid Chang Hoo usai menunaikan sholat Magrib di Masjid Chang Hoo.(FOTO: Adhitya Hendra/TIMES Indonesia)
Mesjid Muhammad Cheng Hoo, Penghormatan untuk Admiral Zhang Hee Dua anak membaca prasasti Masjid Chang Hoo usai menunaikan sholat Magrib di Masjid Chang Hoo.(FOTO: Adhitya Hendra/TIMES Indonesia)
Kamis, 04 Juli 2019 - 04:39

TIMESINDONESIA, PASURUAN – Mesjid Muhammad Cheng Hoo adalah bentuk penghormatan kepada Laksamana Cheng Ho atau Admiral Zhang Hee.

Laksamana Cheng Ho beragama Islam. Menurut sebagian sejarahwan, pada abad ke 15, Laksamana Dinasti Ming ini ikut menyebarkan agama Islam di Indonesia, terutama di pulau Jawa.

Laksamana yang sering disebut Sam Poo Kong atau Dompu Awang ini pernah melakukan ekspedisi bersejarah dengan membawa sekitar 300 kapal dengan 27 ribu awak pada tahun 1404-1443 M.

Jejaknya dalam penyebaran Islam bisa dilihat dari sejumlah komunitas muslim yang ditemukan di Palembang, Kalimantan Barat, dan beberapa tempat di pesisir Jawa. Bahkan sampai ke semenanjung Malaysia dan Filipina.

Untuk mengenangnya, organisasi Pembina Iman Tauhid Islam (PITI), sebuah organisasi yang mewadahi umat Muslim Tionghoa di Indonesia membuat prakarsa untuk membangun sebuah mesjid dengan menggunakan namanya.

Didukung oleh Pemkab Pasuruan, peletakan batu pertama pembangunan mesjid ini dilakukan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) pada 30 Mei 2004.

Dibangun di area seluas 6.000 meter persegi, luas mesjid ini sekitar 550 meter persegi.

Adapun gaya arsitekturnya adalah penggabungan gaya Arsitektur Jawa, Arab dan Tiongkok. Ini yang menjadi ciri khas mesjid yang dibalut dengan warna merah menyala serta hijau dan kuning keemasan.

Mesjid yang mirip dengan desain masjid Niu Jie di Beijing ini berlokasi di Jl. Raya Kasri No.18, Pandaan, Jawa Timur.

Kini Mesjid Muhammad Cheng Hoo jadi salah satu tujuan wisata religi di wilayah Kabupaten Pasuruan.

Fotografer : Adhitya Hendra
Editor : Faizal R Arief
Publisher : Rochmat Shobirin

Komentar

Registration